
"Oh my God itu Alexander Miller kan ya?. Udah lama banget doi kaga muncul. Koq sekalinya muncul sekilas doang."
Komentar dari akun @mamaaqeela tertera dan mewarnai kolom komentar, pada postingan gimmick atau settingan antara
Xander dengan Dina Yellow.
"Eh, Xander anjir. Dia kemana aja selama ini?" timpal akun @barbiepurnamasari.
"Ya ampun gantengnya aku. Ahjussi saranghaeyo." Akun lain bernama @bilasabina turut mengomentari.
"Gue cari tau Xander siapa, ternyata aktor ya."
Seorang pengguna Instagram bocil nimbrung. Kemudian banyak di balas oleh akun-akun lainnya.
"Baru tau ya?"
"Iya dia aktor."
"Kemana aja cil?"
"Pasti nonton drakor mulu, wkwkwkwk."
Banyak sekali komentar yang masuk, namun itu tak berlangsung lama. Lantaran kini mata publik tertuju pada sebuah live yang dilakukan oleh Maya d juga Erik Tornado.
Beberapa saat yang lalu mak Dince ada menghubungi mereka dan mengabarkan jika pihak klien tak masalah mereka berdua melakukan live di dua tempat yang berbeda. Yang jelas mereka diharuskan tetap bersikap bucin dan mesra di depan netizen. Serta tak lupa memasak dan memakan produk mereka saat live berlangsung.
"Pokoknya nek, yey berdua boleh live di tempat yang berbeda. Asal tetap menjaga kemesraan dan uwu-uwu ya. Plus produk yang diiklankan juga jangan lupa."
Mak Dince berujar pada Maya di telpon saat itu. Tentu saja Maya senang mendengarnya, lantaran ia tak perlu bertatap muka dengan Erik secara langsung. Apalagi sampai bersentuhan.
Lagipula ini acara makan dan mereview produk, ia takut kejadian lagi seperti tempo hari. Dimana saat itu mereka juga tengah makan dan Maya tak sengaja menyenggol pinggiran piring Erik dengan ujung sendoknya.
"Si Erik udah lo kasih tau mak?" tanya Maya.
"Udinda, Uda gue kasih arahan juga soal uwu-uwu yang harus dia lakukan. Biar netizen makin baper dan ketrigger buat beli produk yang kalian makan." ujar mak Dince.
"Oke mak." jawab Maya.
Dan jadilah Maya serta Erik Tornado live bersama kali ini. Netizen pun berbondong-bondong memberi komentar, baik yang pro maupun kontra. Banyak juga yang memberi love dan sebagainya.
"Cie yang live bareng."
Maya membacakan salah satu komentar netizen. Kemudian ia tertawa dan berakting seolah dirinya tersipu malu. Erik pun sama tersenyum meski mereka totally palsu.
"Ayang, udah masak mie-nya?"
Erik bertanya pada Maya, dan publik pun menjadi lebih heboh lagi. Dari yang tadinya penonton live hanya ratusan, kini meningkat jadi belasan ribu.
"Widih, udah berani panggil ayang nih."
"Aw, uwu banget sih kalian."
"Love kalian berdua."
"Cocok sih."
__ADS_1
Banyak sekali komentar positif yang masuk, bahkan terkesan agak berlebihan. Namun ada juga komentar yang kontra dengan semua itu.
"Dih, bidadari sama asbak Fir'aun."
Sebuah akun tanpa foto profil menulis pesan tersebut. Sepertinya itu adalah fans Maya. Maya dan Erik sendiri sudah tak memperhatikan komentar. Sebab semua itu terlalu cepat dan tertimpa pesan yang lainnya.
"Ga cocok njir. Ngapain kak Erik sama dia coba?"
"Ih suka deh sama kalian."
"Aku tuh udah masak mie-nya. Tapi makannya mau nunggu kamu. Kita bareng aja ya." ujar Maya menambah mesra suasana. Lalu makin banyak komentar yang masuk.
"Ayo kita sambil makan bareng." ujar Erik.
"Makan apa kak?"
Maya membaca salah satu komentar.
"Nah berhubung kalian udah rame nih." ujar Maya lagi.
"Aku sama yang mau kenalin kalian ke produk baru dari Premium Food. Mie rasa ayam sambal geprek." lanjutnya kemudian.
Erik dan Maya mulai makan.
"Hmm, ini jujurly enak banget." ujar Erik tampak menikmati.
Padahal rasa mie yang ia makan tersebut, sama dengan mie rasa sambal geprek pada umumnya.
"Rasa pedesnya itu mantep banget gaes." Maya menimpali.
"Ih, kayaknya enak."
"Eh, koq gue laper liat kalian."
"Gemes banget sih berdua."
Komentar demi komentar kembali masuk.
"Ini udah bisa kalian beli di minimarket dan juga online market place ya gaes." ujar Maya.
"Bener banget, ayang." Erik menimpali.
"Harganya cuma 2500 aja gaes, dengan isi yang lebih banyak dari porsi mie instan biasa." lanjutnya lagi.
"Gue pernah nyobain mie dari premium food, tapi yang rasa lain. Enak koq, sumpah."
Salah seorang netizen memberi komentar.
"Pengen ih."
"Mau dong kak Erik."
Netizen lain terus memberikan komentar.
"Gimana ayang?" Erik kembali bertanya pada Maya.
__ADS_1
"Pedes tapi nagih banget."
Maya mengungkapkan pendapat, lalu meminum air es yang telah ia sediakan sejak tadi.
"Iya sih, pedes ini mah. Huh, hah."
Erik lanjut makan.
"Mereka manggil ayang, emang udah jadian?" tanya salah seorang netizen.
"Udah jadian ya mereka?"
"Perasaan baru-baru ini belum ngaku."
Netizen yang lainnya seolah mengingatkan.
"Nah gaes, mie dari premium food ini sudah banyak varian rasa yang lainnya juga loh." Maya kembali beriklan."
"Iya ayang, bener banget. Ada yang goreng original, kari ayam, soto dan juga rasa bakso." tambah Erik.
"Kak kenapa sih berdua cute banget?"
Erik membaca salah satu komentar yang masuk.
"Makasih buat kamu." jawab Erik.
"Rik, janganlah mengejar duniawi. Ingat keluargamu nggak suka sama cewek yang modelnya kebuka kayak si Maysa ini."
Pemegang kunci surga mulai masuk ke tengah penonton. Dimana-mana memang selalu ada manusia yang seperti itu. Saat ada peristiwa, disitu dia menyelipkan dan memaksakan sesuatu.
"Dih apaan sih mbak yang tadi itu. Ahli surga lo?"
Netizen lain ada yang membaca dan membalas komentar tersebut. Sementara Erik dan Maya kini sudah hampir selesai acara makannya.
"Hmm, suapan terakhir nih."
"Slurp."
"Waw, enak banget. Rasanya kurang deh." ujar Erik.
"Harusnya dua ya ayang." ucap Maya.
"Bener banget ayang, harusnya tadi masak dua. Soalnya mie dari premium food ini bener-bener nagih banget gaes. Kalian harus beli dan cobain deh!"
Erik memasukkan pengaruh ke pikiran masing-masing netizen.
"Lagi ada promo beli dua gratis satu." Maya menimpali.
"Udah beli kak, barusan di olshop. Ketrigger soalnya." Salah satu Netizen berkomentar.
"Iya nih, jadi buka online market place juga gue. Dan gue beli dong 10 pcs." Yang lain ikut-ikutan mengomentari.
"Udah beli kak."
"Udah koq."
__ADS_1
Penjualan di online market place untuk mie dari Premium Food, langsung meningkat tajam. Saat live selesai para netizen berbondong-bondong mengunjungi mini market di wilayah masing-masing, untuk mencari mie yang diiklankan oleh Maya dan Erik tersebut.
Memang kekuatan seorang influencer selalu bisa membuat banyak produk bisa terjual, hanya dalam hitungan detik dan menit saja. Intinya apa yang telah dilakukan Erik dan juga Maya terbilang berhasil.