Nikah Settingan

Nikah Settingan
Menanjak


__ADS_3

"Alexander Miller kembali ke dunia entertaint."


"Ingat aktor Alexander Miller?. Begini kondisinya sekarang."


Headline news mengenai pemberitaan Xander terlihat dimana-mana. Bahkan kini para karyawan kantor start up mulai menyadari hal tersebut.


Mereka membaca pemberitaan yang ada di beranda Instagram, lalu melihat Xander yang lalu lalang dihadapan mereka seperti tanpa beban.


"Pak Xander, bapak tau nggak sih kalau bapak di gosipin sama banyak akun di medsos?"


Salah seorang karyawan bertanya pada Xander.


"Tau koq, biarin aja." jawab Xander santai.


"Terus hubungan bapak sama si selebgram Dina Yellow ini apa pak?" tanya karyawan yang lainnya lagi.


"Saya aja nggak kenal sama dia. Malam itu saya pergi sama Nik, manager saya dan kami ketemu dengan seseorang. Kebetulan seseorang ini membawa si selebgram itu." jawab Xander.


Ia seakan tak bisa berkata jujur jika saat ini dirinya tengah menjalani gimmick atau settingan. Ia takut kehilangan wibawa jika mengakui hal tersebut.


"Parah banget media yang memberitakan. Ini bisa di tuntut loh pak, kalau bapak nggak suka sama perbuatan mereka." ucap salah satu karyawan itu lagi.


Kali ini Xander pun tetap tak bisa mengakui bahwasanya akun-akun gosip itu telah dibayar.


"Biarin aja." ucap Xander.


"Toh dengan mereka melakukan itu, saya jadi makin terkenal." ujarnya lagi.


"Iya sih." jawab para karyawan Xander di waktu yang nyaris bersamaan.


"Gimana kerjaan kalian?" tanya nya kemudian.


"Udah pada mau kelar koq pak." jawab mereka. Lagi-lagi hal itu terdengar di telinga Xander secara serentak.


"Good." jawab Xander lalu meninggalkan tempat tersebut.


"Duh, panas gue. Rahim gue nyut-nyutan kalau liat pak Xander."


Seorang karyawan perempuan mengeluarkan sebuah pernyataan yang sejatinya bersifat melecehkan. Tetapi hal itu dianggap biasa dan diartikan sebagai lelucon oleh para karyawan perempuan lainnya.


Padahal jika itu dilakukan sebaliknya oleh kaum laki-laki dan mereka mendengar hal tersebut. Pastilah para perempuan itu akan curhat-curhat di medsos mengenai diri mereka telah dijadikan objek seksual di kantor.


"Lo pengen di hantam sama pak Xander ya?" tanya salah seorang dari karyawan perempuan lainnya.


"Pengen banget gue." jawab si karyawan yang melakukan pelecehan tersebut.


"Sadar diri woi, ya kali pak Xander mau sama remahan regginang kayak kita. Mantan bininya aja kayak model anjay."

__ADS_1


Salah seorang karyawan perempuan lainnya yang masih waras mengingatkan, dan mereka semua pun kini tertawa-tawa.


***


Dua hari berlalu.


Maya yang akhir-akhir ini disibukkan dengan urusan endorse dan juga syuting di beberapa acara televisi, sampai sekarang belum menyadari jika gimmick-nya dengan Erik Tornado telah ada saingan.


Sampai detik ini ia belum mengetahui jika Xander yang seringkali ia temui, tengah berusaha kembali ke dunia entertaint. Dengan cara menempuh jalan yang juga di tempuh oleh dirinya guna meraih ketenaran.


"Mak kapan mau live nya?" tanya Maya kepada mak Dince melalui WhatsApp.


Tak lama kemudian mak Dince pun menjawab.


"Eh nek, udah nggak sibuk yey?" tanya makhluk setengah siluman tersebut.


"Udah nggak, eke ready kalau mau live hari ini." ujar Maya lagi.


"Ya Udin kalau begitu, eke hubungi si Erik dulu." ujar mak Dince.


"Oke." jawab Maya.


Kemudian mak Dince segera menghubungi Erik Tornado dan Erik pun saat ini available untuk melakukan live. Akhirnya Maya membuka akun Instagram dan mengadakan live bersama dengan pemuda itu.


Sontak publik yang mulai terxander-xander dengan adanya pemberitaan gimmick atau settingan mengenai aktor tersebut, kini kembali berbelok arah perhatiannya. Menjadi kembali kepada Maya dan juga Erik Tornado.


"Wah, live lagi nih pasangan favorit."


"Hai kak Maysa, sapa dong."


"Kak, cantik banget."


"Kak Erik."


"Hai kak Erik."


Berbagai komentar kembali muncul di layar handphone Maya dan juga Erik. Meski masih berada dalam perang dingin, namun dengan kekuatan akting semuanya bisa dipalsukan.


Termasuk canda tawa dan juga kemesraan. Mereka berdua kembali berinteraksi dengan netizen sambil membawa produk yang memang harus mereka iklankan.


Narasi iklan diatur dan ditulis sedemikian rupa oleh team mak Dince yang profesional. Sehingga Maya dan Erik hanya perlu menghafalkan sedikit. Sisanya mereka dituntut untuk berimprovisasi.


Maya tak masalah meski harus agak memaksa diri. Sebab itu adalah sebuah tantangan dan tuntutan pekerjaan.


"Kak, apa kabar?"


Maya membacakan komentar dari salah satu netizen.

__ADS_1


"Aku agak flu sih say sekarang. Tadinya mau live bareng kan kita ya ayang?. Tapi nggak jadi." lanjutnya kemudian.


"Iya, bener. Karena kamu-nya sakit." jawab Erik.


"Makanya kalian jangan sampai sakit kayak aku. Untuk itu jaga imun kalian dengan meminum vitamin ini."


Maya kembali mengiklankan produk yang di endorse padanya dan juga Erik. Sejatinya gadis itu hanya berpura-pura sakit, agar live tersebut sesuai dengan apa yang telah di endorse-kan padanya.


"Cepet sembuh ya kak May."


"Cepet sembuh kak."


"Pengen liat tayangan kak Erik nyamperin kak Maysa."


"Kapan kak Erik jenguk kak Maysa?"


Berbagai pertanyaan dari netizen yang maha kepo pun kembali memenuhi layar.


"Iya nanti, pasti aku jenguk koq." ucap Erik.


"Makasih ayang." Maya menyambar gimmick tersebut dengan finger heart dan di jawab oleh Erik.


"Iya ayang, sama-sama."


Erik juga memberikan finger heart yang menggelikan. Para netizen bocil pemuja kehaluan pun jadi bersorak-sorai.


"Gumush banget deh mereka."


"Gumush."


"Ih, kalian bikin iri aku aja."


"So sweet."


"Ah, jadi pengen punya cowok kayak kak Erik."


Bocil-bocil piyik yang di disinyalir doyan main free fire tersebut, semakin tergila-gila melihat kemesraan antara Maya dan Erik. Mereka kini berkhayal mendapatkan kekasih semacam Erik, yang apabila online di WhatsApp selalu membalas.


Dan apabila pacarnya sedang live, maka dia akan menonton dengan betah atau ikut live bersama seperti yang saat ini mereka saksikan bersama.


Selalu mengucap I Love you sepanjang waktu dan sering memasang foto sang pacar di foto profil WhatsApp atau telegram.


Benar-benar khayalan babu para betina piyik yang doyan nonton drakor. Meski sejatinya bukan salah drakor, tetapi salah mereka sendiri yang berekspektasi terlalu tinggi terhadap sebuah hubungan.


Padahal laki-laki bukan tipikal makhluk yang nyaman mengumbar-umbar hubungannya di media sosial. Apalagi sampai memasang foto profil kekasihnya sendiri.


Erik menjadi panutan karena ia memajang foto Maya di foto profil WhatsApp miliknya dan sering ia jadikan insta story. Mereka juga sering live berdua seperti ini hingga netizen menjadi semakin halu.

__ADS_1


Padahal dibalik kemesraan yang sesungguhnya fake tersebut terdapat sebuah kepentingan, yakni mencari cuan. Sebab cuan is everything.


__ADS_2