Nikah Settingan

Nikah Settingan
Hal Tak Terduga


__ADS_3

Gimmick yacht yang memperlihatkan kemesraan antara Maya dan juga Erik semakin meluas penyebarannya.


Tentu saja hal ini membuat publik yang memang sudah heboh, mendadak menjadi lebih heboh lagi.


Banyak akun lambe-lambean yang memposting hal tersebut. Seperti biasa beberapa diantaranya di bayar untuk menaikkan engagement. Sementara sebagian lainnya melakukan repost demi menaikkan view ke akun mereka.


"Dih sok kecakepan."


Sebuah akun Instagram yang di disinyalir adalah akun bocil pemuja Erik pun, berkomentar.


"Koq Erik yang keluarganya religius mau ya sama ini cewek?"


Pertanyaan yang sama lagi-lagi terulang, meski itu berasal dari netizen yang berbeda. Mereka hanya taunya Erik dari kacamata yang mereka yakini. Mereka tidak tau aslinya idola mereka tersebut seperti apa.


Dan bila menilik perilaku Erik yang seperti itu terhadap Maya, maka bisa dipastikan sikap keluarganya tak jauh berbeda. Sebab sifat dan karakter seseorang dibentuk oleh didikan keluarga.


Tapi yang namanya juga netizen dan pelaku sosial media lainnya. Jika menampilkan citra yang baik, apalagi dibungkus dengan embel-embel rohani, maka semuanya akan langsung otomatis dianggap baik.


Jika membangun citra yang tak dibungkus rohani, biasanya akan lebih gampang di cap buruk. Apalagi seorang tiktokers seperti Maya.


Andai ia berjoget-joget dengan tampilan rohani, mungkin publik akan lebih bisa menaruh simpati. Ketimbang dengan image yang ia bangun saat ini.


"@dianicieimoet_26 Apa banget sih kak Erik @eriktornado suka sama ini cewek. Ingat kak, jangan terlalu memburu kecantikan dan kemolekan duniawi. Carilah calon istri yang baik."


"@pricilaalina Eh cil, dari mana lo bisa menilai si Maysa nggak baik?. Ngefans sama cowok koq jadi su'udzon sama orang, heran. @dianicieimoet_26."


"@sintyatan Iya @pricilaalina Gue justru malah heran sama si Maysa-nya. Koq mau sama Erik yang mirip cumi-cumi itu. Cowok sok kegantengan. Wkwkwkwk."


"@putrinaurasari Duh kak Erik mending sama gue deh. Daripada sama si cewek ini."


"@fajaribra Si @amalinemaysa ngapain ya sama ini cowok. Kalau sama aktor ganteng baru pantes May. Wkwkwkwk."


"@kiranaputri Maysa cantik banget. Suka liat gayanya yang apa adanya.


Maya membaca komentar demi komentar tersebut sambil melebarkan bibir. Banyak yang memuji, tetapi ia malah fokus pada orang-orang yang menghujat dirinya dan justru malah memuji-muji Erik.


"Lo semua belum tau aja, si cumi-cumi itu kayak apa sifatnya." gerutu Maya.


"Lo semua juga memuji-muji dia karena dia kaya kan sekarang. Dasar cewek-cewek mental miskin, ngeliat yang kaya dikit langsung lemah jiwa. Kebanyakan baca novel online sih lo pada. Makanya berkhayal di sukai sama cowok kaya. Berfikir kalau semua cowok kaya itu baik, kayak yang digambarkan di novel. Cuih!"

__ADS_1


Maya makin memperpanjang ocehannya. Hingga hal tersebut mengundang perhatian sang ibu yang tak sengaja mendengar.


"Ada apa sih, May?" tanya sang ibu padanya.


"Itu bu, anu."


Maya tak dapat lagi menghindar. Akhirnya ia pun menceritakan perihal sikap Erik saat mereka tengah mengiklankan yacht kemarin. Sang ibu lalu duduk disisi Maya dan memberi nasehat.


"Udah, jangan terlalu di masukkan ke hati. Saran ibu, lu kudu pikirkan mana yang terbaik buat elu. Mau dilanjut atau nggak ini acara gimmck-gimmickan. Lu pikirin dah tuh, dampaknye gimane ntar."


Maya mengangguk. Ia juga tak ingin membebani pikiran sang ibu lebih banyak.


"Iye." jawabnya kemudian.


Tak lama sang ibu pun berlalu, Maya menghela nafas dalam-dalam dan mulai berpikir. Mau dibawa kemana masalah ini dan apa yang bisa di perbuat untuk menyelesaikan semuanya.


***


"Pokoknya gue nggak mau lanjut." ujar Erik.


Ia kembali dibujuk oleh mak Dince. Kali ini mak Dince menuntutnya supaya mau meminta maaf atas sikapnya pada Maya. Erik menolak dan merasa dirinya paling benar.


Mak Dince sejatinya sudah naik pitam dan ingin mengoceh panjang lebar. Namun semua itu ia tahan, mengingat ia juga tengah berbisnis di ranah ini. Ia berusaha keras untuk membuat image diri dan usahanya terlihat baik.


"Ya udah kalau lo belum mau baikan sama Maya. Tapi kalau lo berubah pikiran, jangan lupa hubungi gue." ujar mak Dince lagi.


Erik tak menjawab, kemudian ia mematikan telpon secara serta merta tanpa basa-basi.


"Sombong banget." gerutu mak Dince dengan bibir yang mencibir.


"Mending kalau ganteng. Ini muka pas-pasan, bakat nggak ada. Liat aja nggak lama juga bakal redup, kalau attitude model begitu."


Ia meletakkan handphone dengan penuh penekanan ke atas meja. Tak lama kemudian ia pun berlalu.


***


"Ting."


"Ting."

__ADS_1


"Ting."


Banyak notifikasi pesan yang masuk ke handphone Maya. Ia pun lalu membuka pesan tersebut satu persatu. Ia kaget begitu banyak tawaran endorse yang masuk.


Seketika semangat Maya kembali naik. Dari yang tadinya drop gara-gara masalah Erik, menjadi seperti mendapat energi baru. Ia lalu membalas pesan tersebut satu persatu, dan menanggapi mereka dengan baik.


Meski di tengah-tengah masalah, selalu saja ada hal yang bisa di syukuri. Maya mengesampingkan kekesalannya terlebih dahulu demi hal tersebut.


Ada beberapa barang dan biaya endorse yang dikirim dan di transfer di hari yang sama. Tetapi ada pula beberapa yang mesti menunggu.


Ketika beberapa barang itu datang, ia langsung membuat video review. Baik di tiktok maupun insta story. Sesuai dengan apa yang diminta oleh klien. Maya berkerja dengan baik hari itu.


***


Esok hari.


Nik memarkir mobil di depan sebuah kafe. Tak lama ia pun turun dan langsung masuk ke smooking area.


"Hai beb."


Seseorang menyapa dan langsung dihampiri oleh Nik. Orang tersebut adalah mak Dince dan mereka memang kenal sejak lama.


"Apa kabar Mak?" tanya Nik sambil menarik sebuah kursi dan duduk disana.


"Baik, gimana soal itu?. Jadi mau minta bantuan gue?" Mak Dince balik bertanya.


"Iya makanya gue kesini." ucap Nik.


"Eh, pesan minum dulu gih!" ujar mak Dince seraya menyodorkan menu.


Nik memesan minuman, dan mereka pun melanjutkan obrolan.


"Gue bisa bantu, tapi gue cariin dulu siapa yang kira-kira bisa mendongkrak popularitasnya si Xander lagi. Ini lagi gue cari-cari, tapi belum ketemu yang cocok. Anak-anak yang kerjasama dengan gue lagi gimmick sama yang lain juga." ucap mak Dince.


"Pokoknya lo atur aja mak, yang penting si Xander bisa ketolong lagi popularitasnya. Kasihan dia lagi butuh cuan banget." ujar Nik.


"Iya, pokoknya lo tenang aja. Gue akan bantu dan pastikan semuanya berhasil." jawab Mak Dince lagi.


Mereka lalu melanjutkan obrolan, hingga beberapa saat ke depan.

__ADS_1


__ADS_2