Nikah Settingan

Nikah Settingan
Komentar Netijen


__ADS_3

"Bunda."


Tiba-tiba Martin mendatangi Maya yang tengah membuat konten di suatu tempat, di dekat rumahnya. Saat itu ada Salim dan dua teman Salim lainnya yakni Lusi dan Edward. Mereka juga merupakan salah satu pembuat konten makan-makan di YouTube. Dengan nama akun Lusi Mukbang dan Edward Nyam.


"Eh, ayah. Koq baru muncul yah?. Semalem kenapa pas bunda chat, telpon, kagak dibales dan nggak diangkat." ujar Maya.


Wajah Martin terlihat begitu asam.


"Sini!" ujarnya kemudian.


"Kenapa yah?" tanya Maya heran.


Salim, Lusi, dan Edward saling bersitatap satu sama lain.


"Bunda koq ada yang memberitakan pacaran gini, sama si Erik Tornado?" tanya Martin dengan nada yang begitu marah serta gusar.


"Oh iya, maaf yah. Bunda belum sempat ngejelasin. Soalnya masih sibuk bikin konten." jawab Maya.


"Iya ini maksudnya apa?"


Martin membentak Maya. Edward hendak mendekat karena emosi, namun ditahan oleh Salim. Mereka kini terus memperhatikan Martin. Jika ia sampai memukul Maya, maka mereka akan bergerak.


"Tenang dulu yah, ini bunda jelasin dulu."


Martin menatap Maya dengan nafas yang masih memburu.


"Itu gimmick, buat naikin followers sama biar dapat endorse dan uang lebih banyak lagi." ujar Maya pada Martin.


"Jadi settingan gitu?" tanya Martin.


"Iya, cuma bohong-bohongan doang. Biar heboh dan netijen selalu membicarakan kami berdua."


Martin menghela nafas. Maya mengeluarkan uang sebesar dua ratus ribu rupiah. Sebab beberapa jam yang lalu, mak Dince telah mentransfer sejumlah uang pangkal gimmick ke rekening Maya.


Jumlahnya tak begitu banyak, hanya sebesar tiga juta rupiah. Satu juta maya berikan ke orang tuanya. Yang dua jutanya lagi ia pakai untuk membeli keperluan, seperti baju dan makeup.


"Ini buat ayah beli rokok." ujar Maya.


Martin yang tadinya berapi-api, kini seolah reda tersiram hujan. Apalagi uang adalah berhala yang selalu di puja-puja oleh Martin, meski ia malas bekerja dan enggan mencarinya sendiri.


"Nanti kalau endorse makin banyak, bakal bunda kasih lagi yah." ujar Maya.


"Itu pelek motor udah rapuh, bund. Udah tua soalnya."

__ADS_1


Martin malah menyinggung soal kondisi motornya.


"Iya nanti kita ganti sekalian sama motor-motornya, kalau udah ada duit." ujar Maya lagi.


"Beneran, bund?"


Martin langsung sumringah, sementara Salim dan kedua temannya merasa jengah. Mereka tak habis pikir ada orang yang sebegitu bucin-nya seperti Maya.


Namun mereka juga tak berhak ikut campur, sebab itu adalah hidup Maya. Maka jadilah mereka hanya terdiam dengan menahan kedongkolan dalam hati.


"Ya udah bund, kalau gitu lanjutin aja gimmicknya. Ayah nggak apa-apa koq, ayah dukung." ucap Martin kemudian.


"Beneran ayah udah nggak marah lagi?" tanya Maya.


"Iya, beneran koq. Pokoknya lain kali komunikasi dulu sama ayah." ujarnya lagi.


"Iya yah, bunda janji bakalan apa-apa bilang ke ayah."


"Sip." jawab Martin.


"Ya udah bund, kalau gitu ayah pulang dulu ya."


"Ya udah, hati-hati di jalan ya yah."


Maya mengantar kembali Martin ke motornya. Pemuda itu bahkan tak ada pamit atau basa-basi kepada Salim dan kedua temannya.


Akhirnya Maya dan yang lain lanjut membuat konten. Sedang Martin saat ini menuju kepada teman-temannya dan berencana membeli minuman beralkohol. Tentu saja dengan menggunakan uang pemberian Maya yang barusan.


***


"@kurniasari98 eh seriusan ini?. Erik sama si tiktokers ini?"


Seseorang berkomentar di postingan gimmick perdana, tentang Maya dan juga Erik Tornado. Di laman akun lambe-lambean yang telah dibayar oleh team mak Dince.


"@ciemutzistrinamjoon Nggak cocok, seriusan. Ceweknya cakep filter doang."


"@indrisalindri. Eh, bocil. Maysa itu tetangga gue ya. Dia cakep dan putih kayak bule. Sini kalau mau adu cakep sama dia. @ciemtzistrinamjoon.


"@dindafarhana cocok sih kalau kata gue mah. Maysa cakep, Erik berduit. Ditunggu part jalan barengnya."


"@chikaferiska Beneran nggak sih?. Apa cuma gosip doang?"


"@juanardhito7557 ya gini deh kalau berduit, cewek mah mau aja. Walau cowoknya mirip asbak Fir'aun."

__ADS_1


"@fahrizalhanif Anjay asbak Fir'aun. Wkwkwwk @juanardhito7575. Kalau kata gue sih semvak Obelisk dan Asteric lebih tepatnya."


Komentar-komentar yang masuk sangat beragam. Ada yang mendukung hubungan tersebut dan tertipu bahwa semua itu memanglah nyata adanya.


Ada pula yang datar, ada yang julid pada Maya. Tapi ada juga yang sinis pada Erik. Lantaran Erik dinilai tak cukup good looking, untuk Maya yang berwajah cantik dan seperti orang berdarah campuran.


Sementara fans fanatik Erik yang terdiri dari bocil piyik perempuan mengatakan, jika Maya hanya cantik di bantu filter tiktok. Intinya ada kubu yang netral, mendukung, dan ada pula yang berseberangan.


Maya ada mengirim screenshoot sebuah komentar, yang menurutnya sangat nyelekit pada mak Dince.


"@ichaciecharming Nggak pantes banget, keluarga Erik yang religius semua tampilannya. Masa iya Erik pacaran sama cewek yang suka joget ngumbar body. Cewek Nggak bener."


"Apose Indang say?" Mak Dince bertanya pada Maya di laman WhatsApp miliknya.


"Perasaan saudaranya Erik, walau tampilan religius juga suka joget-joget di akun tiktoknya." balas Maya.


"Hahaha, emberan. Udah diemin aja netijen julid mah. Di negri kita tuh kalau ada yang joget-joget di sosmed, emang suka di kasih label sebagai cewek nggak bener. Tapi beda lagi kalau dibungkus sama kostum religius. Dianggap nggak apa-apa dan nggak dosa." balas mak Dince.


"Iya sih. Pelakor yang abis merusak rumah tangga orang terus ganti kostum religius aja, langsung dibela koq sama netijen." ujar Maya lagi.


"Makanya, jadi diemin aja. Lagian kan yey kagak serius berhubungan sama si Erik. Nggak masalah anggapan orang begitu. Jaman sekarang kalau mau kaya-raya mah, jangan dengarkan omongan dari orang yang kuotanya aja ketengan say."


"Wkwkwkwk."


Maya balas dengan tertawa. Pada kenyataan aslinya ia benar-benar tertawa.


"Iya, mak. Eke kan baru pertama ikut gimmick kayak begini. Jadi masih kaget sama komen-komen netijen." ujarnya kemudian.


"Iya, eke ngerti koq. Santai aja say, kalau sampe menghina gimana-gimana bawa aja ke ranah hukum. Pasti kicep tuh orang. Kan netijen itu beraninya koar-koar dari balik handphone doang. Kalau di datangi beneran kadang menciut, kayak kerupuk kena air."


"Hahahaha, iya mak."


"Besok jadwal Erik akan di wawancara wartawan mengenai gosip kalian. Nah lusanya giliran yey." tukas mak Dince.


"Terus nanti eke gimana mak, pas di wawancara?" tanya Maya.


"Nanti untuk pertama, yey agak sedikit menyangkal dulu. Tapi menyangkalnya itu jangan bilang "Nggak." secara gamblang. Pilih aja kata-kata yang membuat netijen makin curiga dan penasaran. Jadi gosipnya bakalan rame terus."


"Oh, oke-oke mak." ujar Maya.


"Ngerti kan yey?"


"Ngerti mak."

__ADS_1


"Nah kayak gitu."


Mereka pun lalu melanjutkan percakapan, hingga beberapa saat ke depan.


__ADS_2