
Maya mematut diri di depan kaca. Mengecek kepantasan dari jeans dan kaos yang ia kenakan. Sebenarnya cocok-cocok saja. Namun terus terang warna dari kaos tersebut sudah agak pudar.
Ada noda bekas saos sambal atau luntur di sudut kiri bawah. Maya telah mengucek bagian itu dengan deterjen dan membilasnya, kemudian mengeringkan dengan setrika.
Tetap saja tidak hilang dan nodanya membandel. Kemudian ia berpikir, apa yang bisa menutupi semua ini. Maya membongkar-bongkar lemari. Ada blouse yang seingatnya itu dibeli saat hari raya, ia lupa kapan tepatnya.
"Ah elah, warnanya nggak banget." ujarnya di depan kaca.
"Ini sebenernya banyak yang oke, tapi tuh air disini jelek. Kalau nyuci jadinya pada buluk semua." gerutunya lagi.
"Besok standby jam 7 pagi ya, May."
Seseorang dari TV mengirim pesan singkat di WhatsApp milik Maya. Mereka telah bertukar pesan sejak pertama kali orang tersebut menghubungi dirinya.
"Iya mbak." jawab Maya.
Gadis itu semakin resah. Ia berpikir bagaimana caranya terlihat keren saat ia tampil di acara besok. Walau segmennya cuma sebentar.
Maya kembali membongkar-bongkar lemari dan melihat ada blazer sekolah SMK nya yang berwarna pink pastel. Bahan blazer itu cukup bagus, karena memang dulu mereka membayar cukup mahal untuk itu meskipun menyicil.
Maya punya ide, ia mengambil gunting dan cutter kemudian membongkar tempelan atribut lokasi sekolah yang ada di dada kiri. Hingga kemudian di dapatlah sebuah blazer yang kece punya.
"Fix, gue pake ini aja besok." ujar Maya.
Gadis itu pun lalu menyetrika dan menggantung semua baju itu ke dalam lemari.
***
Xander tengah mengemudikan mobil bersama Nik, kemudian mereka mengisi bensin di sebuah SPBU. Dan secara tak sengaja ia melihat ke suatu arah. Ke tempat dimana Monica yang sudah setahun belakangan tak terlihat di depan matanya.
Jantung dan hati Xander bergemuruh, sebab ia masih menaruh rasa dengan mantan istrinya itu. Ingin rasanya ia segera mendekat dan menyapa. Namun Nik menahan sahabat sekaligus aktor asuhannya tersebut.
"Jangan!" ucap Nik pada Xander.
"Lo cuma akan di permalukan aja. Liat dia pakai mobil apa dan kita pakai apa." Nik seolah mengingatkan Xander.
"Lo punya harga diri." ujarnya lagi.
Maka Xander pun mengubur niatnya dalam-dalam. Nikolas membayar bensin, tak lama kemudian mereka sama-sama kembali ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan tempat itu.
***
"May, Mayaaa."
Secara mengejutkan mpok Indah, ibu Maya berteriak-teriak dari arah luar. Maya yang tengah tertidur lelap itu pun kaget setengah mati. Sampai-sampai ia mengira telah terjadi gempa bumi.
__ADS_1
"Apaan-apaan?" tanya Maya panik.
"Gempa atau apa bu?" tanya Maya penuh ketakutan.
"Gempa-gempa, jelek amat doa lu."
Sang ibu berseloroh. Maya bengong untuk beberapa saat, dan menyadari bahwasannya tidak terjadi apa-apa.
"Apaan, bu?" tanya nya memastikan.
"Nih, ibu beliin baju buat bakal lu besok ke acara tipi."
"Maya memperhatikan baju yang tampak masih berada dalam bungkusan plastik tersebut. Dan di bungkus plastik itu tertera sebuah brand, yang biasa dipakai oleh anak muda seumurnya."
"Bu, ini kaos distro?"
"Iya, si Indra ibu suruh beliin biar lu cakep. Biar kata lu cuma mau pake kaos aja, tapi kan ibu tau kaos lu udah pada buluk warnanya. Karena ibu nggak ngerti yang kagak norak menurut lu ape, ibu suruh Indra yang beli. Pan si Indra anak gaul tuh, sama kayak lu."
Maya terkejut, dan terus memperhatikan semua itu.
"Ini ibu pasti pake duit yang dari Maya kemaren kan?" ujarnya.
"Iya, pan ibu kagak punya duit lain. Dari bapak lu udah buat kita makan." jawab sang ibu.
"Masih sisa 100rb koq, May. Lu tenang aja, ibu mah belanja gocap aja udah seneng koq." ujar ibunya kemudian.
Maya benar-benar terharu mendengar semua itu, bahkan ia nyaris menangis.
"Maya janji bu, bakal lebih keras lagi berusaha untuk bahagiain ibu, Indra, sama bapak."
"Iye, udeh ah. Ngapain lu pake acara mau nangis segala. Lu mesti semangat May, biar bisa kejar impian lu."
"Iya bu."
Maya memeluk ibunya itu dan begitupun sebaliknya.
***
Maya akhirnya hadir di acara televisi yang mengontaknya tempo hari. Kebetulan ini bukan siaran live, dan baru akan tayang pada keesokan harinya.
Maka ia pun mengikuti proses syuting bersama pembawa acara dan juga talent-talent lainnya.
Tadi dirumah pagi-pagi sekali Maya sudah bangun dan bersiap. Ia mengenakan jeans, kaos yang dibelikan ibunya dan tetap memakai blazer sekolah di luarnya. Hingga penampilannya cukup oke hari itu.
Untuk alas kaki sendiri, ia masih memiliki sepasang sepatu sneakers yang masih tampak bagus dan kebetulan baru di cuci minggu lalu.
__ADS_1
"May, makan dulu."
Sang ibu yang juga terbiasa bangun pagi itu menyiapkan sarapan bagi sang anak.
"Udah siap, May?" Sang ayah tiri keluar dari kamar dan telah siap dengan jaket ojeknya.
"Udah pak, tapi sarapan dulu." ujar Maya.
"Makan dulu, pak."
Sang istri menawari.
"Iya, ini juga bapak mau makan dulu."
Maka mereka bertiga pun sama-sama duduk di atas meja makan.
"Si Indra mana?. Kagak sekolah tuh anak?" tanya ayah tiri Maya lagi.
"Hari ini daring, nanti Jum'at baru tatap muka." jawab Maya.
Lalu mereka makan bersama. Tak lama setelah itu Maya pun diantar oleh sang ayah tiri, menuju ke stasiun televisi yang dimaksud.
"Bapak nganter batas sini aja ya, May." ucap sang ayah tiri pada Maya.
"Iya pak, makasih. Doain Maya ya."
Maya mencium tangan laki-laki itu dan mereka berpisah disana. Saat berjalan ke area dalam, Maya agak celingukan.
Namun setelah chat dengan orang yang menghubunginya kemarin, dan bertanya pada sekuriti. Ia jadi tau harus kemana dan kemana. Tak butuh waktu lama, akhirnya ia pun tiba di backstage studio.
***
Waktu berlalu, setelah di makeup dan mendengarkan arahan. Tibalah tapping 1 dilaksanakan. Maya melihat ada banyak kameramen yang telah bersiaga di tempat.
Pada awal-awal seperti biasa host membuka acara sambil bercanda dan membicarakan gosip-gosip terhangat di sosial media.
Kemudian dilanjutkan dengan segmen ngalur-ngidul, yang penting bisa memanjangkan durasi sesuai yang diminta. Hingga kemudian tibalah saatnya Maya dipanggil.
"Siapa bintang tamu kita hari ini?. Kita sambut ini dia Amaline Maysa."
Maya keluar dari tempat yang telah di tentukan, kemudian langsung menghampiri para host dan bersalaman.
Ia dipersilahkan duduk pada sebuah kursi, kemudian host menjelaskan tentang siapa Maya dan mengapa ia di undang untuk episode kali ini.
***
__ADS_1