Nikah Settingan

Nikah Settingan
Selesai Syuting


__ADS_3

"Apa?"


"Maksudnya gue harus pura-pura kenapa-kenapa gitu biar heboh?"


Xander bertanya pada Nikolas. Saat sahabat sekaligus manajernya itu menjelaskan soal rencana gimmick, yang nantinya mungkin akan di jalani oleh mereka.


"Iya, ini satu-satunya cara supaya nama lo on the top lagi." jawab Nik.


"Nik, gue udah punya nama. Siapa yang nggak kenal seorang Jordan Xander?"


"Itu tujuh tahun yang lalu, Xan. Walau kayaknya sepele, tujuh tahun berlalu itu bukan nggak ada pengaruhnya. Sekarang banyak aktor-aktor baru, muda, modal sensasi sama viral. Mereka cenderung lebih di gandrungi dan diminati oleh masyarakat. Minat pemirsa itu udah berganti ke arah sana."


"Jadi maksud lo, gue harus cari perhatian dengan cara berpura-pura gitu?."


"Iya kayak lo sakit kek, punya hubungan spesial dengan siapa kek. Intinya gimmick lah, yang bisa membuat publik seketika heboh. Atau bahas masalah perceraian dan sakit hatinya elo." ujar Nikolas lagi.


"Duh nggak deh."


Xander menarik sudut bibinya sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Ini nggak masuk di pikiran gue." ucap pria itu lagi.


"Gue nggak mau menurunkan harga diri gue sendiri." lanjutnya kemudian.


"Ini penting kalau lo mau dapat attention dan langsung kebanjiran job." ujar Nik.


"Job apa?. Acara-acara rumpi nggak karuan itu?. Atau ke YouTube-nya artis-artis yang ngebahas masalah pribadi?"


Xander kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gue nggak akan bertindak bodoh." ujarnya kemudian berlalu.


Sementara Nikolas hanya bisa menarik nafas panjang, sebab tak tau lagi bagaimana memberi pengertian pada Xander.


***


"Ini panggilnya Amaline atau Maysa?"


Host di acara tersebut mulai melontarkan pertanyaan pada Maya yang kebetulan kini telah duduk.


"Mmm, Maysa boleh." jawab Maya sambil tersenyum.


"Oh ya, Maysa ini suka sekali membuat konten tiktok di tempat seram. Dan katanya ada penampakan juga ya, pas lagi bikin video itu?" ujar host tersebut seraya sesekali menghadap ke arah kamera.


Maya pun memulai gimmick pertamanya.


"Kebetulan iya." ucap gadis itu.


"Pada saat itu ada penampakan dan itu aku nggak sadar sebelumnya." lanjutnya kemudian.


"Jadi gimana nih, kamu mengetahui hal itu setelah apa?" tanya si host lagi.


"Setelah aku liat-liat dan minta pendapat netizen lain juga." jawab Maya.


"Itu di tiktok?"


"Iya, jadi pas aku posting video itu kan FYP tuh. Ada captionnya juga, isinya aku pengen tau menurut pandangan mata orang lain mereka ngeliat juga apa nggak, kayak apa yang aku liat. Terus ada yang notice, "Kak itu dibelakangnya ada ini, ini, ini."


"Itu netizen yang notice?" Host lagi-lagi melontarkan pertanyaan.

__ADS_1


"Iya, dan pada akhirnya banyak yang sadar bahwa ada penampakan dibelakang aku."


"Oke mari kita liat cuplikan videonya Amaline Maysa."


Kemudian di tayangkan lah cuplikan konten video tiktok milik Maya di layar. Sehingga kameramen pun bisa menangkap dan menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari penayangan.


"Maysa ini kalau boleh tau, memang seorang indigo atau apa?"


Host kembali bertanya pada Maya. Karena Maya memang rencana membangun image sebagai seorang yang indigo, maka ia pun memulai kembali kebohongan keduanya.


"Eee, iya. Aku kebetulan bisa melihat hal kayak gitu." dusta Maya.


"Terus kamu bikin konten di tempat seram gitu, kamu nggak takut?"


"Eee, biasa aja sih." Maya menjawab sambil tertawa.


"Waw, biasa aja pemirsa. Ngeri-ngeri sedap ya dengernya." Host tersebut seakan berbicara pada penonton.


Pertanyaan demi pertanyaan pun di layangkan dan Maya menjawab sesuai garis kebohongan yang telah ia tentukan.


***


Nik keluar sejenak dari kediaman Xander. Ia kini duduk di bagian depan pagar apartemen, tempat dimana para ojek online alias ojol sering berkumpul.


"Wah baru keliatan mas Nik."


Salah satu dari ojol


tersebut menegur Nikolas. Pria itu pun menoleh.


"Eh, pak Marzuki." ujarnya lalu mendekat.


"Belum dapat orderan pak?"


"Belum nih. Tadi abis nganterin anak saya, langsung kesini." jawab pak Marzuki.


"Oh."


Nik menawarkan rokoknya. Kemudian mereka merokok bersama para driver ojol yang lain.


"Itu bang aktor kagak keluar?" tanya salah seorang driver ojol yang lain.


Nik menghembuskan asap rokoknya ke udara lalu menjawab.


"Mana mau dia nongkrong model begini. Makanya gampang stres." jawabnya kemudian.


"Sama sesama teman dia aja nggak mau." lanjutnya lagi.


"Susah ya kalau orang agak tertutup." ucap driver ojol itu lagi. Sementara Nik hanya tertawa kecil.


***


Waktu kembali berlalu.


Seluruh proses syuting telah selesai di lakukan. Kini Maya berada di backstage dan makan bersama seorang tiktokers yang juga diundang di acara tersebut.


Apa yang terjadi di depan layar, semuanya berbeda ketika telah kembali ke belakang. Semua yang tadinya terlihat akrab, kini seperti hidup masing-masing.


Maya tadinya agak baper, melihat host yang begitu ramah di depan kamera. Kini justru menjadi seperti tak mengenalinya sama sekali.

__ADS_1


Namun mungkin inilah dunia televisi yang sebenarnya dan ia berusaha mengerti untuk itu. Toh tujuannya datang adalah untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin.


Walaupun acara televisi seperti ini, honornya belum akan dibayarkan sekarang. Melainkan bisa seminggu atau bahkan sebulan setelah penayangan.


Tapi itu tak masalah, Maya menganggap jika saat ini dirinya tengah menabung. Toh ia juga diberi makan dan tak kelaparan seusai syuting.


"Pak, lagi dimana?" tanya Maya, ketika makanannya telah habis.


"Bapak lagi ada orderan, Maya udah pulang?" tanya sang ayah padanya.


"Udah pak." jawab Maya.


"Ya udah, nanti bapak jemput." jawab pria itu lagi.


"Ya udah, Maya tunggu."


***


"Cieee Maya, udah selesai syutingnya?"


Seorang tetangga yang tengah menjemur pakaian, berkata pada Maya yang baru tiba dengan ayahnya.


"Iye mpok, baru aja kelar." jawab Maya seraya turun dari motor dan melepas sepatu.


"Tayangnya kapan, May?" tanya tetangga yang satunya lagi.


"Besok, Mpok. Seperti biasa, acara gosip kesukaan kalian."


"Oh acara ntu?" tanya yang satunya lagi.


"Iya, tonton aja besok." ujarnya lagi.


"Oh iye deh, nggak sabar nunggu besok."


Maya tersenyum.


"Masuk dulu ye, mpok." ujarnya lagi.


"Oh iye, May. Semoga callingan lu makin banyak ye."


"Aamiin, makasih mpok."


"Sama-sama."


Maya kemudian masuk kedalam. Bertemu ibunya yang tengah memasak.


"Udeh pulang, May?" sapa sang ibu padanya.


"Udah, bu." jawab Maya lalu masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian. Tak lama kemudian ia pun ikut nimbrung di dapur.


"Gimana tadi acaranya, lancar?"


"Lancar, nggak ada masalah." ucap Maya.


"Tadi ngapain aja sih di sono?. Ibu penasaran, di tipi orang ngapain aja ya?".


Maya pun lalu menjelaskan semuanya. Mulai dari proses syuting hingga sifat-sifat orang yang ada didalamnya.


"Berarti apa yang kita liat itu beda ya May, sama kenyataannya."

__ADS_1


"Iya bu, Maya aja kaget ternyata kayak gitu." ujar Maya kemudian.


Mereka pun lanjut berbincang, sambil meneruskan proses memasak.


__ADS_2