Nikah Settingan

Nikah Settingan
Live Lagi


__ADS_3

Malam itu Maya dan Erik Tornado kembali mengadakan live dan mengiklankan produk yang di endorse pada mereka. Banyak yang mengelu-elukan, tetapi juga banyak yang menghujat kali ini.


Terutama haters Maya yang merupakan fans fanatik Erik. Mereka yang tak rela Erik bersama Maya, ditambah lagi dengan adanya fans Xander yang sakit hati dengan unggahan Maya sebelumnya.


Memang seseorang artis atau selebgram akan besar oleh fans dan haters. Serta bisa saja dijatuhkan oleh fans dan haters itu sendiri juga.


Fans dan haters adalah dua elemen yang mendukung kesuksesan seseorang di dunia digital maupun entertaint. Tetapi fans dan haters juga sejatinya adalah orang-orang yang kurang kerjaan.


"Mengapa demikian?"


Karena mereka terlalu mengurus idola mereka sampai kadang lupa mengurus diri sendiri. Patut di apresiasi, tapi juga sangat disayangkan.


Mengingat menjadi fans ataupun haters, yang paling diuntungkan oleh mereka adalah sang idola. Sedang mereka tidak mendapat apa-apa.


"Selebgram belagu."


Maya membaca salah satu komen haters, yang kemudian disambut oleh komen para fans.


"Kak Maysa, nggak usah dengerin haters. Mereka itu cuma iri."


"Yang sabar ya kak, orang pihak sebelah ono koq yang mulai duluan."


"Sok ngartis."


"Belum begitu terkenal aja udah belagu."


"Sabar ya kak Maysa.


"Semangat kak, kita masih tetap sama kakak koq."


Begitulah komentar fans dan haters saling bersahut-sahutan di komentar live. Maya berusaha bersikap profesional dengan tetap ceria seperti biasa dan berusaha mengiklankan produk yang di endorse padanya.'


Meski tak dapat dipungkiri jika kini hati Maya terasa tak enak, serta perlahan dirinya menjadi down. Sebab ia hadir dipuja-puja dan kini harus merasakan getirnya komentar haters.


Maya jadi agak kurang konsentrasi dalam bergimmick bersama Erik. Sehingga live malam itu tidak maksimal dan akhirnya di sudahi sebelum jam batas yang di tentukan mak Dince.


"Lo gimana sih?. Nggak profesional banget. Kalau kayak gini nanti berdampak ke orang-orang yang mau ngendorse gue tau nggak." ujar Erik melalui WhatsApp. Ia tampaknya marah sekali dengan kejadian ini.


Maya terdiam membaca pesan tersebut. Ia bahkan tak memberikan pembelaan apa-apa, karena bingung juga harus berkata bagaimana. Ia baru saja hendak naik ke permukaan, tapi sudah ada orang yang berusaha menenggelamkannya.

__ADS_1


***


"Nek, udah fix ya sama si Indayani Marsudi." ucap mak Nay pada Nikolas.


"Jadi dia sama Xander di suruh ngapain nih mak?" tanya Nikolas.


"Jalan aja berdua. Si Indayani ini cewek normal koq, enak diajak ngobrol. Nggak kayak si Yellow yang fokusnya kemana-mana." ujar mak Nay.


"Ya udah, kapan mau di mulai?" tanya Nikolas lagi.


"Secepatnya kalau bisa. Malem ini atau besok, biar cepat tayang." jawab mak Nay.


"Oh oke deh kalau gitu, gue kasih tau Xander dulu." ujar Nikolas.


"Sip, nanti kapan bisanya kasih tau eke ya nek. Nanti eke kasih tau si Inda." ujar mak Nay."


"Oke mak."


"Bye nek."


"Bye mak."


Nikolas lalu berencana menghubungi Xander, tapi ia juga sebentar lagi akan menuju ke kediaman aktor asuhannya tersebut. Maka Nikolas mengatakan semuanya ketika mereka akhirnya bertemu.


"Iya, kalau bisa hari ini juga." jawab Nicholas.


"Oke kalau gitu."


Tak ada penolakan dalam diri Xander. Tak seperti pertama saat menjalani settingan atau gimmick dengan Dina Yellow.


Ia tengah menikmati melihat kejatuhan Maya dan menganggap itu semua seperti mainan yang menyenangkan. Ia suka ketika dirinya berhasil mengurangi atensi publik, atas Maya dan Erik yang selalu memenuhi beranda Instagram.


Baginya berita mengenai Maya dan Erik di sosial media sudah terlalu di besar-besarkan dan terlalu di elu-elukan bagai berhala.


"Jadi mau lo kapan?" tanya Nikolas.


"Malam ini boleh. Gue mau ngajak si lawan gimmick gue itu dinner." jawab Xander.


"Oke." Nikolas kembali berkata sambil tersenyum.

__ADS_1


***


Maya menemui Salim. Karena pemuda itu telah kembali dari luar kota dan telah selesai membuat beberapa konten makan di sana.


Salim mengetahui kalau Maya saat ini tengah dihujat oleh haters dari ibunya, yakni mpok Munah. Karena selama berada di luar kota Salim hanya fokus membuat konten, dan belum melihat Instagram lagi hingga berita itu sampai ke telinganya.


"Lo mendingan nonaktifkan kolom komentar dulu, May. Biar lo healing dulu dan minta jalan keluar sama mak Dince."


Salim memberi saran pada Maya. Ia mengetahui perihal Mak Dince sejak lama, karena Maya yang menceritakannya.


"Gue kesel banget, Sal. Disaat gue mau membangun karir, ada aja setan yang menghalangi. Padahal kan kalau dia emang kesel sama gue, ya udah tinggal DM gue aja secara personal. Gue bikin status gitu karena dia juga yang mulai. Gue kebawa emosi sama sindiran dia ke gue." ujar Maya.


"Iya gue ngerti, seharusnya dia nggak kayak gitu. Tapi asal lo tau aja, bukan cuma lo doang yang mengalami hal kayak gini. Hampir semua selebgram, seleb tiktok, YouTuber, maupun artis. Semua pernah salah ngomong dan dihujat haters. Gue aja yang nggak salah ngomong pernah di hujat koq. Waktu gue ngevlog masih pake kamera android gue yang burem. Gue dikata-katain, dibilang konten nggak niat, disuruh berhenti jadi YouTuber." ujar Salim.


Maya diam mendengarkan semua itu.


"Segala jalan itu pasti ada hambatannya, May. Tergantung lo nya sendiri, mau tetap maju atau pilih mundur. Kalau lo mundur, lo balik miskin lagi. Mending lo bikin klarifikasi dan bikin permintaan maaf." ujar salim.


Maya kini menoleh pada pemuda itu.


"Mungkin seminggu dua minggu lo masih bakal menerima hujatan dan cibiran. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, apalagi lo bikin konten yang sifatnya kebaikan. Netizen akan lupa, atau minimal bakal banyak yang belain lo." ujar Salim.


Maya diam dan menjatuhkan pandangan ke meja mpok Munah, dimana es batu dalam es teh manisnya perlahan mulai mencair.


"Mak Dince juga ada bilang gitu sih ke gue. Katanya masalah haters tinggal hadapi aja dengan bikin konten kebaikan. Ngasih apa kek gitu ke orang susah atau menampilkan hal yang religius." tukas Maya.


"Nah, itu tau." ujar Salim.


"Tapi itu bertentangan dengan hati nurani gue sih, Sal. Masa iya kita berbuat kebaikan atau menjadi religius di posting demi menarik simpati publik. Kan itu sama aja kita berbohong demi tujuan."


Salim menghela nafas panjang dan menghisap batang rokok, yang terselip di kedua jari tangannya.


"Itu bener, May. Gue setuju banget kalau jaman sekarang banyak orang yang berbuat kebaikan atau mendadak religius hanya karena menutupi kesalahan. Gue juga setuju seharusnya kebaikan atau ketaatan kita terhadap kepercayaan itu nggak usah di umbar. Alasan menginspirasi orang tuh, bulshit lah." ujar Salim.


"Pasti ujungnya demi viewers, pujian dan lain-lain termasuk cuan." lanjutnya lagi.


"Tapi apa yang bisa kita lakukan kecuali itu." tambahnya kemudian.


Maya kembali menatap Salim.

__ADS_1


"Hampir semua selebgram dan artis juga melakukan hal tersebut. Menjual konten kebaikan dan religius demi meredam haters." Lagi-lagi Salim berujar.


Lalu Maya menjadi sadar jika tak ada jalan lain yang instan, kecuali itu .


__ADS_2