Nikah Settingan

Nikah Settingan
Tipu Muslihat


__ADS_3

"May, ini gue Jeje temennya Martin."


Jeje mengirim pesan singkat pada Maya melalui WhatsApp. Awalnya Maya tak begitu menghiraukan pesan dari siapa saja yang masuk. Sebab ia masih menggunakan kamera untuk merekam video endorse.


Namun kemudian notifikasi lebih banyak lagi terdengar, hingga menganggu pendengaran dan ketenangan.


"Ting."


"Ting."


"Ting."


"Ih, siapa sih?"


Maya mulai gusar dan meletakkan produk yang tengah ia iklankan di atas lantai. Lalu ia membuka WhatsApp yang ada di handphone-nya.


"Nih kalau lo nggak percaya."


Foto-foto motor ringsek dikirim kesana. Maya yang masih bingung dengan apa isi dari pesan tersebut, kemudian menscroll hingga ke atas.


"May, ini gue Jeje temennya Martin."


Ia baru membaca tulisan tersebut.


"Martin kecelakaan, May. Parah banget." tulis Jeje lagi disana.


Kemudian Maya menilik ke foto-foto yang dikirimkan barusan. Tampak sosok Martin tengah tertelungkup di jalanan, tepatnya di samping motor yang juga sudah ringsek.


Seketika kepanikan dan keterkejutan Maya pun hadir. Sebab meski telah menyadari jika ia hanya dimanfaatkan oleh Martin. Tetapi cinta bodoh menahan dirinya untuk tetap peduli.


"Itu dimana?. Astaga, Martin-nya gimana sekarang?. Di rumah sakit mana dia?" tanya Maya panik.


"Di rumah orang tuanya, May." jawab Jeje.


Sejatinya perempuan itu membalas sambil tertawa-tawa. Ada Martin dan beberapa temannya juga di dekat sana.


"Apa kata dia?" tanya Martin pada Jeje.


"Ini lagi nunggu dia balas lagi." jawab Jeje.


"Kenapa nggak dibawa ke rumah sakit?" tanya Maya kemudian.


"Lukanya dimana aja?. Bawa aja ke rumah sakit." ujarnya lagi.


"Udah diobatin mandiri koq May, soalnya yang tabrakan sama Martin kabur. Dia nggak mau tanggung jawab. Kata Martin lebih baik uangnya buat ganti biaya kerusakan motor. Soalnya motor itu punya si Bopeng, sayang kalau dipake berobat."


"Astaga, ya udah deh ntar gue samperin dan gue kasih duit."


"Jangan May!" ujar Jeje menghalangi.


"Loh kenapa?" tanya Maya heran.

__ADS_1


"Soalnya Martin ada bilang, jangan kasih tau ke elo. Kan yang tau dia kecelakaan cuma kita-kita doang nih. Kalau sampe lo samperin, dia udah pasti bakal tau gue yang bocorin. Gue nggak enak, udah janji soalnya. Kata Martin dia nggak mau nyusahin lo."


Mendengar hal tersebut entah kenapa batin Maya menjadi terenyuh. Ia memang tidak bisa membiarkan siapapun dalam keadaan yang terjepit.


"Ya udah deh, gue temui lo aja gimana?. Ntar gue kasih uangnya ke elo. Lo ajak Martin berobat gimana pun caranya. Ntar gue tetap pura-pura nggak tau." ujar Maya.


"Ya udah, ntar mau ketemu dimana?" tanya Jeje.


"Ntar gue samper ke deket ruko aja. Tapi gue mau review endorsan dulu." jawab Maya.


"Ya udah, ntar kabarin gue aja." tukas Jeje lagi.


"Oke." jawab Maya.


Gadis itu pun menyudahi percakapan dan kini Jeje tertawa-tawa.


"Gimana Je?" tanya Martin dan teman-temannya.


"Dia bakal ngasih duit ke gue, terus disuruh ngajak lo berobat." jawabnya.


"Hahaha."


Mereka semua tertawa-tawa dan bersorak kegirangan.


"Akhirnya ngebul lagi coy." celetuk salah seorang teman Martin.


Ngebul yang dimaksud adalah, mereka bisa membeli rokok lagi yang banyak. Bonus bila bisa membeli juga minuman beralkohol.


***


Sebuah akun berita gosip mulai mengunggah gimmick pertama Xander dan juga Dina Yellow. Dipostingan tersebut terlihat potongan video dimana Dina Yellow tengah menyorot Xander yang ada di dekatnya.


Orang-orang yang pernah mengenal Dina Yellow membaca dan memberi komentar. Meski sebagian lain tak kenal, karena Dina Yellow heboh di awal-awal Instagram mulai digunakan.


"Eh muncul lagi si landak laut."


Komentar salah seorang Netizen dengan akun @terreyhan_reyhan.


"Ya ampun ada apa ini?. Udah lama banget nggak liat Xander Miller, koq tiba-tiba muncul pemberitaan kayak gini sih?"


Timpal akun @blueberry_jam.


"Ini yang Dina Thank You itu kan?" celetuk pemilik akun lainnya lagi.


"Xander sama Dina siapa dah?" tanya beberapa akun milik bocil piyik yang baru menggunakan Instagram.


Lalu ada netizen yang bantu menjelaskan tentang siapa Xander dan juga Dina.


"Xander itu aktor terkenal dulunya. Cek aja di google siapa Alexander Miller. Nah kalau di Dina Yellow ini Selebgram yang ngaku anti sama banyak artis. Terkenal karena goblok dan sok cantik. Cari aja hashtag Dina Yellow dan lo liat video-videonya."


Kolom komentar menjadi ramai dalam hitungan menit. Sementara Nik sudah diberitahu mak Nay kalau gimmick untuk Xander sudah mulai berjalan.

__ADS_1


"Ya udah, thank you ya mak." ucap Nik pada makhluk melambai sejenis mak Dince tersebut.


"Iya, sama-sama. Ntar eke atur lagi untuk selanjutnya."


"Sip-sip, sekali lagi thank you ya mak." ujar Nik.


"Santai." jawab mak Nay.


Kemudian mak Nay pamit dari obrolan, dan Nik bernafas sedikit lega. Ia berharap semua ini akan berjalan dengan lancar, sehingga Xander bisa mengumpulkan lebih banyak uang.


***


Usai meng-upload video endorse ke laman Instagram miliknya, Maya mengambil handphone dan mengirim chat pada Jeje.


"Je, gue mau ke ruko sekarang. Lo langsung ke sana aja. Gue nggak bisa lama-lama, soalnya ada jadwal syuting iklan. Barusan di kabarin oleh temen gue." ujarnya.


Teman yang dimaksud tentu saja adalah mak Dince. Waktu itu mak Dince pernah mengatakan jika Maya dan juga Erik Tornado di daulat untuk iklan gratis ongkir, di salah satu platform belanja online. Dan ternyata syutingnya itu akan dilakukan hari ini.


Maya sendiri sempat takut dan tak percaya diri, sebab ini semua sangat mendadak sekali. Tetapi mak Dince bilang, jangan pikirkan ini itu. Pikirkan saja hasil dan cuan yang akan didapat, jadi Maya pun bisa semangat.


"Oh iya, May. Gue langsung kesana deh."


Jeje membalas pesan Maya.


"Oke, gue jalan sekarang." ujar Maya.


Tak lama Maya segera bergegas naik motor milik ayah tirinya yang kebetulan memang belum keluar untuk mengojek. Maya menyambangi ruko tempat dimana Martin dan anggota gengnya sering nongkrong bersama.


Sesampainya di tempat itu, ternyata Jeje sudah datang. Dan dia juga terlihat sendirian, dengan menggunakan motor yang entah milik siapa.


Karena Maya pun tak pernah akrab dengan teman-teman Martin. Jadi ia tidak tau siapa dan bagaimana kehidupan teman-teman dari kekasihnya itu.


"Je, nih uangnya!"


Maya memberikan sejumlah uang pada Jeje.


"Itu totalnya satu juta dua ratus lima puluh ribu." ujar Maya lagi.


"Oh oke deh, bakalan gue sampaikan koq." ucap Jeje lalu menerima uang tersebut.


"Jangan lupa ajak dia berobat." tukas Maya.


"Sip, lo tenang aja. Serahkan sama gue."


"Ya udah, gue balik ya."


"Udah mau pergi emangnya?" tanya Jeje.


"Iya, thank you ya sebelumnya." jawab Maya.


"Oke, sip."

__ADS_1


Maya menghidupkan kembali mesin motor lalu pergi meningalkan tempat itu. Sementara Jeje mengambil dua ratus lima puluh ribu dari uang yang tadi diberikan, lalu mengantonginya. Tak lama ia pun berlalu meningalkan tempat tersebut.


__ADS_2