NIKMAT

NIKMAT
BAB 10 BERITA


__ADS_3

2 minggu lagi setelah kedatangan Bu Tika dan Pak Wira pernikahan Alwa dan Angga akan dilaksanakan, kedua calon pengantin masih sibuk dengan pekerjaan karena semuanya sudah di handel oleh Bu Tika dan Bu Tini.


Walaupun di hati Alwa dan Angga masih belum ada cinta namun ada rasa kagum dihati keduanya.


Pagi yang cerah. Angga sedang bersiap-siap untuk pergi ke bandara karena akan melakukan pameran di salah satu kota.


Assalamualaikum Abi, Umi dan Mblo mana ? ucap salam Angga dengan pakaian santainya, merasa ada yang kurang akhirnya Angga pun bertanya dimana Khi.


"Wa'alaikumusalam," Jawab Bu Tika dan Pak wira secara bersamaan.


"Khi udah berangkat dari tadi pagi karena di kantor akan ada pertemuan penting jadi Abi suruh ngurus. Kenapa mau bantu sekalian ?," Jawab Pak Wira dengan menatap Angga yang duduk disampingnya.


"O gitu bi, maaf ya bi lain kali babang pasti bantu karena babang punya kepentingan yang lain jadi tidak bisa bantu, O iya Bi Abang minta doa semoga perjalanan nanti lancar dan nggak lupa Abang minta maaf kalu abang masih sering membuat Abi umi kesal," Jawab Angga dengan meminta maaf karena tidak bisa bantu.


"Iya kami tahu kalu babang punya kepentingan sendiri. Berangkat jam berapa bang ? Doa Umi selalu terbaik untuk Abang," Jawab Bu Tika sambil mengambilkan nasi di piring Pak Wira.


"Jam 10 mi tapi setelah sarapan babang berangkat kan tahu sendiri jalanan macet," Jawab Angga dengan melihat kearah jam ditangannya.


"Ya sudah hati hati semoga selamat sampai tujuan, maaf Abi nggak bisa nganter," Pinta maaf karena Pak Sastra tidak bisa ikut mengantar ke bandara. Setelah selesai sarapan Pak Wira dan Angga menuju tempat masing masing. Karena sibuk Pak Wira tidak dapat mengantarkan Angga


Sebelum berangkat Angga sudah memberikan sebuah voice note kepada kedua adiknya dengan isi.


"Assalamualaikum mblo dan ndut, babang pamit dulu ya jaga diri baik baik, maaf bila babang selalu buat salah sama kalian. babang sayang kalian," Yang dikirimkan pada kedua adiknya.


"Khi babang titip Alwa untuk kamu jaga," Pesan tambahan yang dikirim untuk Khi.


Kali ini cuma Bu Tika yang mengantar tak butuh waktu lama cukup 30 menit tapi karena jalan macet akhirnya 1 jam baru sampek. Ketika sampai menunggu diruang tunggu tiba tiba Angga memberikan hal yang membuat Bu Tika merasa aneh.


"Mi Abang minta maaf ya mi kalu Abang banyak salah sama umi, abi, Khi dan Oliv. Ya udah mi Abang berangkat Assalamualaikum. Jangan kangen sama Abang lo," Perkataan Azi sebelum memasuki pesawat sambil memeluk Bu Tika.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam. Ah Abang bilang apa sih, hati hati semoga selamat sampai tujuan dan pulang kesini nya bang, Kalu kangen tinggal VC lah kan sekarang sudah canggih. Hati hati ya bang doa terbaik selalu menyertai abang," Ucap Bu Tika. Walaupun dihatinya ada hal yang tidak enak, tapi tetap berorasi baik bahwa tidak akan ada hal yang buruk.


Akhirnya Angga masuk kedalam pesawat , Sedangkan Bu Tika sudah keluar bandara dengan terus bersholawat dan berdzikir agar hatinya tenang, biasalah kali emak emak ada keluarganya naik pesawat pasti parno mengenai pesawat jatuh. Setelah dari bandara Bu Tika segera menunju Restoran miliknya sambil menyibukkan diri agar tidak begitu terpikir tentang kepergian Angga.


______________________________________________


Di Kantor Wedding Organizer.


"Assalamualaikum mbak Alwa," Ucap Vivi sambil membawa makalah dan kotak makan yang dapat dipastikan tongseng kangkung, maklum Vivi mahasiswa paruh waktu dan hemat.


"Wa'alaikumusalam, Eh putri kangkung udah datang," Jawab salam Alwa dengan ledekan setiap melihat kotak makan milik Vivi.


"Nggak papa jadi Putri kangkung, O iya mbak nanti kita dapat job buat dekorasi Cafe Nusantara 12 siang karena semuanya jadwal padat gimana mbak ?," Vivi memberi tahu bahwa ada job bagi Alwa dan Vivi.


"Boleh lagi pula mbak juga udah selesai sama job kemarin," Jawab Alwa yang sedang menata bunga untuk dekorasi.


"Alhamdulillah, cair cair," Vivi merasa bahagia karena dirinya bisa mendapatkan uang tambahan karena itu adalah pelanggan Vivi jadi nanti Vivi akan dapat bonus.


"Itu meja mbak Alwa apa hubungannya ?," Vivi yang masih kebingungan.


"Iya kamu kan bilang cair cair ya itu meja. Cair kan meja," Jelas Alwa sambil tertawa.


"Haduh haduh cantik cantik kok kaya gini. Maja itu teble mbak kali chair itu kursi, kalu bukan bos udah aku cubit hidungnya," Gerutu Vivi kemudian meletakkan tas dan barang yang dibawanya.


"Hhhhhh... becanda jangan marah gitu nanti putri kakung mendidih," Canda Alwa masih dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


"Udah udah ah mbak, Vivi terima kasih sama mbak Alwa mau bantu Vivi untuk job ini," Vivi yang kini menghampiri Alwa sambil memeluknya.


"Iya mbak sudah menganggap kamu itu adik mbak, jadi intinya selama mbak bisa bantu pasti mbak," Alwa yang suka bercanda tiba tiba menjadi salah seorang kakak.

__ADS_1


______________________________________________


Di ruang kerja.


Terlihat seorang wanita yang sedang melihat acara berita karena jam istirahat sehingga wanita tersebut sedang menatap acara berita sambil sesekali melihat layar Handphone.Terlihat diraut wajahnya wanita tersebut sedang panik entah apa yang dipikirkan.


Ketika mematikan Televisi dan berjalan ke meja kerjanya. Tiba tiba sebuah notifikasi dari salah satu berita online matanya sudah membulat sempurna karena tertulis "PESAWAT GARUDA INDONESIA JATUH DENGAN TUJUAN..." belum selesai membacanya Bu Tika sudah dibuat lemas.


Dengan segera Bu Tika menghubungi Pak Wira sambil memberikan kabar bahwa ada pesawat jatuh dengan tujuan sama dengan tujuan pesawat yang ditumpangi oleh Angga.


"Assalamualaikum. Bi ta tadi umi lihat beberita ada pesawat jatuh deng an tujuan yang sama ketiak Abang naik pesawat, Umi takut kalu itu pesawat yang ditumpangi Abang bi," Bu Tika memberikan berita kepada Pak Wira dengan agak terbatah - batah.


"Sabar sabar. Istighfar mi," Pak Wira menenangkan Bu Tika yang sudah panik.


Dengan segera pak Wira menuju ke restoran milik Bu Tika, karena tau keadaan Bu Tika yang panik banget.


"Assalamualaikum Mi," Ucap salam Pak Wira dan Khi. Yang masuk kedalam ruangan.


"Wa'alaikumusalam, Abang babang ayo kita ke bandara memastikan bagaimana keadaan kecelakaan," Bu Tika yang sudah panik mengajak ke bandara untuk mencari kepastian.


Setelah sampai di bandara Pak Wira, Bu Tika dan Khi menunjuk pada pusat informasi untuk mencari informasi mengenai pesawat yang jatuh tersebut.


Berita tentang pesawat jatuh sudah menyebar ke suluruh pelosok Indonesia. Alwa dan Vivi melihat berita tersebut hanya bisa berkata.


"Kasian keluarga yang ditinggalkan pasti sangat kehilangan dan sedih ya mbak ?," Tanya Vivi sambil mendekor ruang tersebut.


"Ya pastinya lah, karena keluarga itu utama sampek kehilangan rasanya menyesal banget," Jawab Alwa yang masih fokus dengan bunga yang ia tata.


"Semoga segera ditemukan dan masih bisa ditolong," Doa Vivi sambil melihat berita di televisi.

__ADS_1


"Aamiin Ya Allah semoga dimudahkan evakuasi dan segar ditemukan,"Jawab Alwa yang melihat berita tersebut.


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.


__ADS_2