
Sebuah mobil ke halaman rumah pak Gandara, tak lama keluar 6 orang laki laki menggunakan setelah jas hitam lengkap ditambah topeng yang menambah kesan misterius.
Semua orang yang melihatnya merasa aneh karena penampilan mereka sama seperti bodyguard di novel novel.
"Ya Allah, perasaan ini pesta pernikahan bukan pesta topeng lagi pula kalu pesta topeng biasanya malam hari buka siang bolong," Ucap Intan sambil melihat 6 orang tersebut.
"Jangan jangan mereka mau menculik mbak Alwa, kan kaya difilm film nanti ada yang menyelinap terus bawa kabur mbak Alwa," Ucap Vivi yang menyamakan dengan salah satu alur film yang sering Vivi tonton.
"Haduh tiba tiba perasaan ku kok nggak enak ya Vi," Balas Intan sambil mengelus-elus perutnya, Vivi yang gagal fokus mengira Intan sedang sakit perut.
"Ya udah sana ke toilet," Jawab Vivi dengan santai sedangkan Intan sudah bingung dengan teman kerjanya ini.
"Tahu ah, aku mau coba menemui pangeran salah alamat tersebut," Ucap Intan sambil berjalan kearah 6 orang tersebut.
"O itu tetangga alamat palsu ya mbak," Jawab Vivi yang mau ikut tapi takut di culik.
"Terserah kamu Vi, yuk kesana !," Ajak Intan namun Vivi hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak ikut.
"Aku disini saja takut aku diculik, mbak Intan baik baik nanti kalu di culik mbak Intan teriak nanti aku bantu doa aja," Ucap Vivi sedangkan Intan sudah berjalan mendekati 6 laki laki tersebut.
"Tahu ah Vi, kamu itu lebay tingkat dewa," Intan langsung berjalan meninggalkan Vivi mendekati 6 laki laki tersebut.
"Maaf mas mas yang mukanya tertutup oleh topeng kaya mau pesta topeng aja, jangan jangan mas dapat alamat palsu terus salah alamat deh jadinya. O iya mas mau cari siap dan ada perlu apa ?," Tanya Intan yang langsung tanpa ada perkenalan.
"Lah lah Tan Tan masak lupa sama teman sendiri sih, kemarin dapat WA dari Vivi katanya disuruh pakai baju ini terus pakai topeng, kita mah cuma ikut perintah katanya dari mbak Alwa," Ucap salah seorang laki laki sambil membuka topengnya dan ternyata itu adalah Ridho teman kerja di WO.
__ADS_1
"Ya Allah Ini kalian semua, pinter ya si Vivi, ya udah cepet masuk kita banyak kerjaan yang sudah menunggu lebih baik dilepas aja mukanya eh maksudnya topengnya biar ganteng nya kelihatan," Intan langsung kaget dan menahan tawa karena ulah Vivi, akhirnya semua melepaskan topengnya lalu mendekati Vivi yang sudah melihat dari kejauhan.
"Ya Allah itu kan mas Ridho CS, aku kan becanda kok pakai baju kaya gitu sih haduh haduh siap siap di sidang masal nih," Batin Vivi yang melihat 6 laki laki tersebut adalah teman kerjanya.
"Eh Pipi, kamu kok nggak pakai baju Cinderella sih," Ucap Ridho, nampak rasa malu di raut muka 6 laki laki tersebut karena telah menjadi pusat perhatian.
"Tiba tiba aku khilaf ternyata kebaya lebih cantik dari baju Cinderella," Jurus jitu Vivi, sedangkan Intan tidak ikut campur.
Akhirnya semuanya melaksanakan pengarahan terhadap apa saja yang akan dilaksanakan oleh masing masing orang untuk kelancaran pernikahan Alwa.
Di Kamar Alwa.
Seorang laki laki berjas tiba tiba masuk ke kamar kemudian membekap Alwa dengan sebuah sapu tangan yang sudah dikasih obat bius seketika Alwa langsung pingsan, saat pria tersebut masuk Alwa sedang sendirian, sedangkan Zahwa yang baru keluar dari kamar mandi langsungĀ bungkam dengan kain hingga pingsan, laki-laki tersebut masuk dengan mudah karena semua sibuk dengan acaranya sehingga Alwa duduk di kamar sendirian.
Kemudian Laki laki tersebut memasukkan Alwa kedalam plastik sampah besar berwarna hitam, ketika akan keluar tiba tiba Vivi memanggil Laki laki tersebut.
"Sial Ketahuan bocah itu lagi," batin laki laki tersebut.
"Katanya tadi disuruh buang sampah kan di dapur udah numpuk sampah nya jadi aku mau buang dulu," Jawab Pria tersebut dengan santai tanpa terlihat dia sedang menculik Alwa.
"O ya sudah, Emang nggak risih dari tadi tuh topeng dipake terus, semuanya juga udah dilepas," Vivi yang merasa aneh dengan laki laki tersebut karena dia masih menggunakan topengnya.
"O iya nanti aja setelah buang sampah gue lepas, maklum saking fokusnya bersih bersih jadi lupa kalu pakai topeng, ya udah gue pergi buang sampah dulu ya. Assalamualaikum," Laki laki tersebut masuk kedalam mobil box yang sudah berisi sampah dan Alwa.
Mobil yang di kendarai laki laki tersebut keluar dari halaman rumah keluarga Gandara, kira kira 6 kilo meter dari rumah keluarga Gandara kecelakaan sepertinya itu mobil pengantin milik Khi.
__ADS_1
Flash Off
Di Rumah Keluarga Bratawira.
Terlihat laki laki menggunakan masker masuk di halaman keluarga Bratawira, laki laki tersebut terlihat sedang memanipulasi mobil, ya mobil tersebut yang akan digunakan ke rumah keluarga Gandara.
Semua sudah siap, tak lama semua mobil yang parkir dihalaman rumah keluarga Brawijaya satu persatu keluar dari halaman rumah mereka akan menuju ke kediaman Gandara, tapi mobil milik Khi sudah berangkat 20 menit sebelumnya.
"Aduh aduh ganteng banget deh, anak siap sih ?," Puji Bu Tika kepada Khi yang nampak tegang.
"Anaknya Umi Tika sama Abi Wira, Umi cantik Abi ganteng anak-anaknya cantik dan ganteng banget deh," Jawab Khi dengan nada yang nggak kaya biasanya.
"Mas kamu kenapa ?," Tanya Pak Wira yang sudah tahu ada hal yang disembunyikan oleh Khi.
"Khi merasa bersalah sama Abang, seharusnya yang menikah Abang bukan Khi...," Ucap Khi spontan setelah Abi nya selesai bicara.
"Allah yang tahu jalan hidup kita, Abang sudah tenang di sana kamu nggak salah Umi dan Abi yakin kamu bisa menjadi suami yang baik sesuai wasiat Mbah ibu dan Abang. Ingat Khi jangan pernah kamu kasar sama istri mu," Ucap Bu Tika langsung memeluk Khi.
"Umi jangan nangis nanti make up-nya luntur loh," Ucap Pak Wira yang berada didepan sebelah sopir.
Tiba tiba dari arah belakang ada mobil yang lepas kendali, antara si pengendara sedang mabuk atau rem blong, tiba tiba mobil tersebut menabrak mobil milik Pak Wira hingga mobil Pak Wira oleng ke kiri hingga menabrak pohon hingga membuat mobil ringsek, kemudian mobil tersebut mengeluarkan asap dari mesin lalu api langsung membakar seluruh body 2 mobil tersebut, para warga yang ada disekitar langsung berbondong bondong memadamkan api namun api sulit di padamkan, salah satu warga menghubungi pemadam kebakaran dan ambulance.
"Ya Allah ini gimana ?," Ucap Ibu ibu yang panik melihat dua mobil terbakar.
"Wah yang lain bantu memadamkan api, Pak RT kok main HP sih," Ucap ibu ibu yang menggunakan kerudung merah.
__ADS_1
"Ini saya lagi telepon pemadam sama ambulance biar segera padam sama segera terselamatkan,"Jawab Pak RT santuy, masih setia dengan Handphonenya.
Tak Lama datang 1 mobil Pemadam dan 6 mobil Ambulance, pemadam menyemprotkan air ke kedua mobil tersebut, setelah padamkorban kecelakaan di evakuasi ke dalam ambulance menuju ke rumah sakit terdekat.