NIKMAT

NIKMAT
BAB 20 MENJENGUK


__ADS_3

Hari ini Bu Tini dan Pak Gandara sedang berjalan menuju kamar kelurga Bratawira, ketika sampai di depan Bu Tini mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum," Ucap Bu Tini dan Pak Gandara sambil membuka pintu kamar rawat keluarga Bratawira.


"Waalaikumsalam," Jawab semuanya bersamaan sambil melihat seseorang yang masuk kedalam kamar.


"Ya Allah Bu Tini kok repot repot kesini, maaf saya belum bisa menjenguk Dek Tini," Ucap Bu Tika seketika melihat Bu Tini masuk bersama Pak Gandara.


"Halah malah kebalik saya yang harusnya menjenguk Mbak Tika," Ucap Bu Tini sambil cipika-cipiki dengan Bu Tika.


"Gimana kabarnya Mbak Tika ?," Tanya Bu Tini kepada Pak Wira.


"Alhamdulillah, sudah membaik," Balas Bu Tika, kemudian Bu Tini bertanya pada Pak Wira dan Khi.


"Mas Wira dan Khi gimana kabarnya," Tanya Bu Tini kini berganti kepada Pak Wira dan Khi.


"Alhamdulillah makin membaik," Jawab Pak Wira dan Khi bersama sama.


"Maaf sebelumnya, dek Gan dan dek Tini gimana kejadian penculikan Alwa ?," Tanya Pak Wira kepada Pak Gandara dan Bu Tini.


"O itu, mas, mbak dan Khi wajib tahu maaf baru bisa cerita sekarang, jadi di kamar Alwa bersama Zahwa keponakan saya karena semuanya sibuk dengan urusan masing masing tidak begitu memperhatikan Alwa dan Zahwa yang berada di kamar belakang dekat dapur, kemudian kira kira jam 9 pagi teman teman wedding organizer datang menggunakan setelan jas lengkap dan menggunakan topeng, kira kira jam 9.30 laki laki masuk kedalam kamar Alwa pertama yang dibungkam hingga pingsan lalu Zahwa yang dibungkam," Jelas Bu Tini diiringi butiran bening yang terus mengalir dari sudut matanya.


Akhirnya semuanya menanyakan kabar masing masing bertanya keadaan dan terus menguatkan satu sama lain.

__ADS_1


Di kantor Alwa Wedding Organizer.


"Ya Allah, capek juga ngurus wedding organizer sendiri biasanya mbak Alwa yang urus kita tinggal siap ndan, aku kangen mbak Alwa cepat pulang mbak," Ucap Vivi di iringi tangisan.


"Sabar kita doakan semoga mbak Alwa selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan bisa pulang tanpa kurang suatu apapun ?," Balas Intan sambil memeluk Vivi.


"Aamiin, semoga penculiknya nggak neko neko, semoga disana mbak Alwa di berikan pelayanan seperti liburan," Ucap Vivi yang nggak masuk akal.


"Semoga ucapan kamu di Aamiin Kan oleh malaikat, semangat berdoa untuk mbak Alwa dan semangat untuk kerja memberi pelayanan terbaik," Ucap Intan menguatkan.


Di Rumah penculik.


Alwa sedang menikmati pemandangan kebun teh yang ada di depannya, kemudian terpikir untuk kabur, Alwa berjalan menuju pintu dan ternyata tidak dikunci kemudian Alwa bergegas keluar kemudian turun dari lantai dua kemudian menemukan laki laki penculik tersebut sedang berdoa, seketika Alwa merasa aneh melihat penculik yang taat beribadah.


"Baru kali ini aku melihat penculik tapi rajin beribadah, lagi pula aku juga baru kali ini baru di culik," Batin Alwa, tanpa sadar Alwa menyentuh televisi kemudian menyalakan dengan volume tinggi.


"Bruk...Awaaau, sejak kapan ada tembok di depan pintu yang terbuka," Alwa terjatuh karena berlari hingga menabrak penculik yang berbadan lebih tinggi dari Alwa, penculik yang melihatnya merasa aneh.


"Ini bocah seharusnya menjauh malah mendekati katanya jangan sentuh sentuh malah dia yang mulai dulu," Batin penculik sambil tertawa tak bersuara.


"Mau kemana kamu ? Mau coba coba kabur lihat saja ada hadiah yang kamu dapat," Ancam penculik kemudian masuk kedalam kamar.


"Emang apa ya hadiahnya, kalu handphone, mobil, rumah, perkebunan dan uang aku nggak nolak," Ucap Alwa sambil berdiri kemudian terdengar suara dari dalam kamar si penculik.

__ADS_1


"Hadiahnya aku nikahi terus jadilah ibu dari anak anak ku," Ucap si penculik didalam kamar sambil tertawa-tawa, dipikiran si penculik Alwa bakal memberikan penolakan.


"Ya Allah, kenal juga nggak mau menikah, ingat ya saya sudah punya calon suami lebih ganteng dari mas penculik, dulu awal nya mau menikah sama abangnya tapi takdir berkata lain Mas Adbar mengalami kecelakaan pesawat jadi beliau sudah tenang disana dan semoga mendapatkan kenikmatan kubur dan di akhirat nanti mendapatkan surganya Allah...," Balas Alwa yang tidak sadar malah curhat kepada si penculik.


"La kan calon kamu sudah meninggal boleh dong saya menikahi kamu ?," Tanya Penculik di tengah tengah Alwa berbicara.


"Adab kalu ada orang lagi ngomong dengarkan jangan bertanya sebelum saya memintanya, Saya lanjut jadi calon suami saya pertama adalah mas Adbar namun beliau sudah meninggal akhirnya saya dan adik mas Adbar memutuskan untuk menikah karena itu adalah permintaan Mbah Ibu, Mbah Uti dan Mas Adbar, jadi tolong lepaskan saya ya kasin keluarga saya nyariin, saya janji nggak lapor Pak Ladusing dan saya tambahi mas Penculik dapat istri yang sholehah, cantik hatinya dan mukanya. Lepasin ya nanti kalu mas penculik nikah pakai wedding organizer punya saya aja gratis deh tak kasih tambah liburan ke kebun belakang rumah, gimana mas penculik ?," Ucap Alwa kemudian menawarkan beberapa keuntungan bila di bebaskan.


"Sudah selesai bicaranya, saya sudah boleh ngomong ya ?," Tanya si penculik kepada Alwa.


"Sudah monggo kang mas penculik," Balas lembut Alwa.


"Maaf sebelumnya tentang saya yang suka memotong pembicaraan, untuk nikah boro boro nikah calon aja nggak punya, terus kalu ngasih liburan ke Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat atau keluar negeri nanggung banget cuma di kebun belakang rumah nanti honeymoon ditemani jangkrik, burung hantu dan teman temannya," Permintaan maaf si penculik kepada Alwa karena sering memotong pembicaraan setelah meminta maaf dilanjutkan komplain tentang tawaran Alwa.


"Tenang saya ada kenalan banyak kalu mau kenalan bisa tinggal pilih dari umur 12 sampai 18 tahun," Tawar Alwa kepada penculik yang terhalang dinding kamar namun suara keduanya terdengar jelas.


"Apaan itu, di kira saya pedofil mau menikah sama anak anak," Balas si penculik dengan nada heran


"Kan lagi marak om om nikah sama bocah, kata di novel novel itu Lo awalnya benci terus jatuh cinta dan hidup bahagia selamanya hingga hari tuanya bersama anak dan cucunya," Balas Alwa sambil tertawa.


"O iya kalu gitu calon suami kamu yang sekarang namanya siapa ?," Tanya si penculik kepada Alwa.


"Biasanya saya panggil Khi, orangnya ganteng, tinggi, badannya bagus, rajin beribadah dan berbakti kepada orang tua, jail banget orangnya kalu dengan Khi saya sudah kenal karena kita MoU jajanan untuk pernikahan jadi kita kenal kurang lebih 2 tahun ini, tapi cuma kenal kenal aja tapi udah kelihatan julid dan jahilnya, Ah udah kok jadi curhat mas penculik saya lapar makanannya mana ?," Tutup Alwa kemudian berkata bahwa ia lapar.

__ADS_1


"Didapur kamu masak sendiri sana sekalian saya dimasakin ya, saya ngantuk mau tidur," Balas laki laki tersebut.


"Oke siap," Jawab Alwa kemudian bergegas ke dapur kemudian memulai memasak.


__ADS_2