NIKMAT

NIKMAT
BAB 3 PERMINTAAN ALWA


__ADS_3

Pak Wira mendapatkan kabar bahwa anak buahnya sudah mendapatkan alamat dari anak yang akan jodohkan dengan Angga sehingga Pak Wira kaget karena kemarin Mbak Ibu berada di mimpinya. kemudian Pak Wira ingin membicarakan mengenai ini kepada Angga.


______________________________________________


Diruang tamu keluarganya Gandara


Setelah selesai makan malam dan salat isya mereka berkumpul sambil melihat Televisi


Dalam pikiran Alwa setelah pembacaan wasiat dari Mbak Uti, kemudian Alwa memberikan syarat bila memang perjodohah tersebut terjadi maka Alwa meminta agar mengizinkan Alwa melakukan hal ini.


"Alwa mau mengajukan syarat bila nanti perjodohah ini berlangsung, Alwa mau terlihat jelek pada penampilan serta muka,


Alwa mau menikah dengan sederhana, Alwa mau diberikan mahar surat Ar-Rahman saat akad." Ucapan Alwa setelah mendengarkan Pak e membacakan wasiat tersebut.


"Maksudnya gimana Nduk ?," Tanya Pak Gan kepada Alwa.


"Jadi gini Pak e Alwa ingin mengetes orang yang akan menikah dengan Alwa, bila dia menikah karena Allah fisik nggak akan dipermasalahkan karena sebab wanita dinikahi ada 4 yaitu agamanya, nasabnya, kecantikan dan kekayaan tapi diharuskan lebih memilihlah karena agamanya, ya walaupun agama Alwa belum bagus," Jawab Alwa panjang lebar kali tinggi


"Maksud kamu sejenis rencana gitu karena kan sekarang cari yang kaya gitu sulit ?," Tanya Bu Tini kepada Alwa.


"Betul banget Buk e," Jawab Alwa kepada Bu Tini yang berada disampingnya.


"Terus rencana pakai punya Pak e, nanti pas ada orang kesini kamu selalu pakai cadar terus kalu ada yang ngalamar kamu langsung diterima tau masih atau gimana ?," Tanya Pak Gan sembari melihat kedua wanita didepannya.

__ADS_1


"Sebentar tapi kan Alwa kalau kemana memang salalu pakai cadar, Pak e tes bilang anak saya jelek, penampilan nggak update dan orangnya ceplas ceplos," Jawab Alwa mengenai pertanyaan Pak Gan.


"O iya lupa maklum faktor u, o iya Nduk nanti kalu yang dijodohkan dengan kamu ternyata orangnya nggak ganteng dan sederhana kamu siap ?," Pak Gan melontarkan pertanyaan tersebut takutnya nanti saat kamu udah nikah ada penyesalan.


"In Sya Allah Alwa siap Pak e, yang penting paham agamanya bagus sama pekerja keras Alwa mah siap," Kata Alwa karena lebih memilih tampang pas-pas an tapi agama baik ketimbang ganteng tapi 0 dalam agama mau dibawa kemana keluarga.


"Tarik sis...Pak e mah selalu siap menjadi wali nikah kapan pun bahkan kalu sekarang ada yang datang untuk melamar langsung ngajak nikah Pak siap, mau pakai bahasa arab, inggris, jawa dan sunda Pak e siap" Celetukan guyonan dari Pak Gan.


"Buk e apalagi kamu mau nikah sekarang baju kebayanya udah ada nanti masalah make up Buk e yang urus tenang," Tambah guyonan dari Bu Tini yang nggak mau kalah.


"Tapi masih angan angan lagi pula belum tentu yang dijodohkan itu masih jomblo kalu udah nikah udah punya anak masak mau pisah kan kasin, Alwa nggak yakin dia mau menikah dengan wanita yang memiliki muka hitam dan berpakaian sederhana, jaman sekarang kaya mencari jarum ditumpukkan jerami," Alwa berbicara dengan nada seperti nggak yakin bahwa dirinya akan menikah dengan pilihan Mbah Uti.


"Tapi menurut Buk e kamu bakal berjodoh sama pilihan Uti karena tahukan Uti itu apa yang jadi keinginannya pasti jadi kenyataan, kemungkinan dari perasaan Buk e Alwa bakal berjodoh sama cucunya temannya Uti dan setahu Buk e temannya Uti Bude Dar itu orangnya enak dan baik," Bu Tini memberikan pendapatnya yang ada didalam kepalanya.


Tidak terasa jam sudah menunjukkan waktu istirahat semuanya akhirnya menuju kekamar masing masing, tidak butuh waktu lama untuk terbawa dalam mimpi mereka masing masing.


Terbangun jam 03.00 rutinitas keluarga Gandara yaitu melaksanakan salat tahajud dilanjutkan berdoa,membaca Al Qur'an


sampai subuh, ataupun berolahraga setelah itu Bu Tini dan Alwa merubah dari seorang pengusaha wanita yang kharismatik menjadi koki penguasa dapur mereka berbagi tugas biasanya mereka sarapan menggunakan menu wajib yaitu telur orak arik dengan sayur dan roti telur sayur Asisten rumah tangga tidak menginap jadi kali pagi ya mereka yang masak. Setelah semua siap mereka bergegas bersiap menuju rutinitas setiap hari.


Setelah sarapan mereka semua sudah masuk kedalam mobil miliknya kecuali Alwa karena kantornya berada didepan rumah keluarga Gandara.


_____________________________________________

__ADS_1


Di kantor Alwa Organizer


Semua sedang sibuk menyiapkan segala urusan mereka mulai dari acara pernikahan, tedak siten, ulang tahun dan urusan urusan lainnya, maklum usaha Alwa adalah usaha wedding organizer dan wedding planner terbaik dikota ini jadi banyak penjabat dan konglomerat yang memakai jasa milik Alwa.


"Mbak Alwa udah jam waktu istirahat yuk cari makan sambil salat dulu," Suara perempuan yang disamping Alwa karena sedang membuat dekorasi untuk acara lamaran ya itu Vivi gadis yang baru berumur 18 tahun baru lulus SMA yang sedang kuliah jurusan dekorasi disalah satu Universitas ternama dikota ini.


"Masak udah istirahat kaya baru pegang masak sudah istirahat gimana mau selesai,"Jawab Alwa meledek Vivi yang sedang melihat kearah Alwa.


"Mbak bangun bangun ini lo udah terakhir makannya Vivi ngajak mbak Alwa makan siang, kalu nggak gitu apa berani Vivi ngajak makan siang kalu belum selesai pekerja, Aku itu profesional yang dalam kerja biar sukses kaya mbak Alwa," Jawab Vivi dengan santai namun dengan penjelasannya


"Becanda becanda Vi, yuk salat dulu habis itu cari makan siang aku teraktir sebagai royalti buat kamu," Alwa melihat Vivi yang masih mengerjakan dekorasi untuk lamaran yang kurang sedikit.


"Serius mbak makin semangat aku kerja disini, makasih ya mbak," Senyum mekar dari pipi imut Vivi pertanda bahagia.


Akhirnya keduanya selesai mengerjakan dekorasi tersebut, akhirnya mereka keluar menuju Musala kantor setelah selesai salat mereka keluar kantor memuju kearah rumah makan padang akhirnya mereka memesan makan yaitu nasi, rendang, balado jengkol, tauco sayur pedas, samba hijau terong + ikan asin jambal dan minuman, satu gelas jeruk hangat dan satu gelas teh manis hangat. Ya Allah DIPRA nulis sambil membayangkan haduh kaya gimana gitu.


Setelah selesai makan mereka kembali kekantor untuk menyelesaikan tugas lain, tidak dirasa jam pulang kerja pun tiba akhirnya Alwa dan Vivi bergegas pulang ya mereka adalah penutup dari semua karyawan yang pulangnya paling akhir jangan kaget karena Alwa tidak pernah memperlihatkan dirinya sebagai bos Alwa bahkan tidak sungkan untuk ikut membantu pekerjaan anak buahnya, sehingga mereka yang bekerja ke Alwa lebih menganggap Alwa sebagaimana teman bukan bos.


"Alhamdulillah semua pekerjaan hari ini lancar tanpa ada kendala," Ucapan Alwa kepada dirinya sendiri.


Sekian Dulu Cerita


Terima kasih atas supportnya berupa like, komen, vote dan lain lainnya DIPRA ucapkan terima kasih.

__ADS_1


Salam kenal dari DIPRA


__ADS_2