NIKMAT

NIKMAT
BAB 17 RICUH


__ADS_3

Di Rumah Bratawira.


Ketika akan berangkat menuju kediaman mempelai wanita, Pak Sena adik Bu Tika mendapatkan panggilan dari nomor whatsapp Bu Tika.


Druuut...Druuut.


"Assalamu'alaikum Mbak ada apa ?," Jawab langsung


"Waalaikumsalam. Maaf apa betul ini dengan keluarga Bu Tika ?," Tanya seorang laki laki dari seberang sana.


"Betul, maaf ini dengan siapa ?," Tanya Pak Sena kepada laki laki yang ada di seberang sana.


"Saya Rio, saya yang membawa keluarga Bu Tika ke rumah sakit tadi mengalami kecelakaan, apakah bapak bisa ke rumah sakit R ?," Jelas laki laki tersebut yang bernama Rio.


"Astaghfirullah, baik terima kasih saya akan segera ke sana. Wassalamu'alaikum," Pak Sena mematikan telpon lalu bergegas menelpon Pak Gandara memberi tahu keadaan.


Trrring...Trrring.


Bunyi ponsel Pak Gandara ketika melihat nomor yang belum dikenal.


"Assalamu'alaikum, maaf ini dengan siapa ?," Tanya Pak Gan sambil mengangkat telpon dari nomor yang tidak di kenal.


"Waalaikumsalam, saya Sena adik Mbak Tika dan Mas Wira, apa betul ini dengan Mas Gandara ?," Jawan Pak Sena dari seberang sana, terdengar suara ribut ribut.


"Ada apa ya Mas Sena ?," Tanya Pak Gan, yang merasa ada hal yang penting.


"Jadi gini Mas, saya ingin memberi kabar bahwa kami tidak bisa datang ke pernikahan, rombongan pengantin pria mengalami kecelakaan. Saya dapat kabar kalu mereka di bawa ke rumah sakit R, kami mohon maaf sebesar-besarnya." Suara Pak Sena sambil telpon sambil masuk ke mobil.


"Inalillahi wa Innailaihi Rojiun, saya segera ke sana terima kasih sudah memberikan informasi," Ucap Pak Gan dengan terkejut.


"Saya dulu akhiri, assalamu'alaikum," Tutup dari Pak Sena

__ADS_1


"Waalaikumsalam, iya terima kasih," Tutup dari pak Gan.


Pak Sena sudah menunjuk rumah sakit R dengan istrinya, ketika sudah sampai di pintu masuk keduanya langsung turun kemudian menuju ruang UGD dan bertemu dengan Rio.


"Assalamu'alaikum, maaf nak apa betul dengan nak Rio ?," Tanya Pak Sena kepada anak laki laki yang berumur seperti Khi.


"Waalaikumsalam, betul saya sendiri, bapak dan ibu keluarga dari Bu Tika ?," Jawab laki laki tersebut yang ternyata adalah Rio,


"Betul kami keluarga dari Bu Tika, gimana keadaan mereka ?," Jawab Bu Sinta istri Pak Sena.


"Alhamdulillah kalu bapak dan ibu sudah datang, o iya ini handphone milik Bu Tika dan mobil sudah di urus kepolisian, beliau semuanya masih di dalam ruangan sedang di periksa, kalu begitu saya pamit dulu pak Bu. Assalamu'alaikum," Ucap Rio menjelaskan apa yang ditanyakan Bu Sinta kemudian memberikan handphone milik Bu Tika, lalu pamit pulang kerena keluarga dari korban sudah ada.


"Waalaikumsalam, terima kasih sudah menolong keluarga saya," Ucap Pak Sena sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Sama sama pak," Ucap Rio sambil mencium tangan Pak Sena dan Bu Sinta. Kemudian Pak Sena memberikan uang kepada Rio.


"Ini untuk kamu," Ucap Pak Sena sambil memberikan uang kepada Rio.


"Ini rejeki dari Allah yang dititipkan ke saya, mohon diterima jangan di tolak nanti Allah marah," Ucap Pak Sena kepada Rio.


Akhirnya Rio menerima dan berterima kasih kemudian pergi meninggalkan Pak Sena dan Bu Sinta, kini keduanya menunggu didepan pintu UGD.


Di rumah keluarga Gandara.


Pak Gandara yang mendapat kabar bahwa Pak Wira mengalami kecelakaan segera memberi tahu Bu Tini serta Alwa.


"Buk e, pernikahan ini kita tunda dulu...," Ucap Pak Gandara kepada Bu Tini, belum selesai berbicara Bu Tini sudah menjawab karena saking kagetnya.


"Ya Allah Pak e, mau di taruh mana muka kita kalu Khi dan Alwa nggak jadi nikah...," Belum selesai Bu Tini berbicara Pak Gandara langsung menjawabnya.


"Dengar baik baik Buk e, tadi Pak e dapat kabar bahwa kelurga Pak Wira mengalami kecelakaan jadi pernikahan kita tunda dulu,"Jelas Pak Gandara kepada Bu Tini seketika terdiam.

__ADS_1


"Inalillahi Wa Inalillahi Rojiun, Ayo Pak e kita bilang ke undangan kalu rombongan laki laki mengalami kecelakaan jadi kita tunda pernikahan Khi dan Alwa, terus kita langsung ke rumah sakit untuk melihat kabar Pak Wira sekeluarga," Ucap Bu Tini yang kaget mendengarnya.


"Ayo kita temui para tamu dan sampaikan permohonan maaf kita," Ucap Pak Gandara, kemudian keduanya berjalan menuju para tamu yang sudah berkumpul kemudian keduanya menyampaikan berita bahwa rombongan pengantin laki laki mengalami kecelakaan jadi pernikahan hari ini di tunda.


"Pak sebelum itu ibuk ke kamar Alwa dulu yang pak mau kasih tahu kabar ini," Ucap Bu Tini meminta izin kepada Pak Gan.


"O iya Buk e, ayo kita sampai kepada Alwa bagaimana pun Alwa berhak tahu," Jawab Pak Gandara, kemudian keduanya menuju kamar Alwa. Keduanya terkejut melihat Zahwa yang tergeletak di lantai dan Alwa yang tidak ada.


Nduk nduk bangun bangun kamu kenapa ? Bu Tini berusaha membangunkan Zahwa yang sedang tertidur, tak lama Zahwa bangunan.


"Bude Pakde, mbak Alwa di culik sama orang yang pakai topeng tadi Zahwa mau teriak tapi Zahwa di bekap terus Zahwa nggak ingat apa apa Pakde Bude, maafin Zahwa yang nggak bisa jaga mbak Alwa," Zahwa yang sadar langsung memeluk Bu Tini sambil menangis.


"Ya Allah cobaan apa lagi ini," Bu Tini langsung lemas ketika mendengar Alwa di culik air mata Bu Tini terus mengalir.


"Ya Allah," Pak Gan langsung terduduk, tak terasa air matanya keluar dari sudut matanya.


"Maafin Zahwa bude pakde," Suara Zahwa sambil menangis tersedu-sedu.


"Ini bukan salah kamu nduk," Ucap Bu Tini sambil memeluk Zahwa.


Akhirnya Pak Gandara, Bu Tika dan Zahwa dengan menguatkan hati, mereka menuju ke para tamu undangan untuk memberi tahu bahwa pernikahan hari ini ditunda.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.


Saya Langgeng Gandara ingin mengucapkan seribu maaf karena pada hari bahagia saya memberikan kabar yang begitu menyedihkan, bahwa rombongan pengantin laki laki mengalami kecelakaan dan pengantin wanita diculik jadi dengan sangat terpaksa saya menunda akad pernikahan hari ini bila mana pengantin laki laki sudah sembuh dan pengantin perempuan sudah ditemukan maka kami akan melanjutkan akad pernikahan di lain hari, kami mohon doanya semoga pengantin laki laki dan keluarga segera di berikan kesehatan, serta pengantin perempuan segera ditemukan, sekali lagi saya ucapkan maaf seribu maaf.


Sekian dari saya


Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Pak Gan dengan berlinang air mata ya walau sudah menahan tapi air mata tersebut tetap keluar


Setelah Salat Zuhur.

__ADS_1


Semua tamu sudah pulang, rumah yang tadi ramai kini sepi tinggal beberapa orang, Bu Tini, Zahwa dan Pak Gandara menuju rumah sakit R untuk melihat kondisi Pak Wira sekeluarga.


__ADS_2