NIKMAT

NIKMAT
BAB 5 PERTEMUAN


__ADS_3

Setelah Angga menyetujui segala rencana Pak Wira akhirnya Pak Wira memutuskan untuk menemui keluarga dari teman Mbah Ibu.


"Dek besok temani Abang ketemu keluarga temannya Mbah Ibu ya lebih cepat lebih baik lagi pula Angga mau dengan perjodohah ini," Permintaan dari Pak Wira kepada Bu Tika.


"Iya bang saya juga penasaran sama calon mantu kita yang dipilih Ibu ya karena tahukan Ibu kalu sudah memilih berarti kualitas super," Jawab Bu Tika dengan berkata bahwa pilihan dari Bu Dar adalah pilihan terbaik.


"kamu kan juga kualitas terbaik serta pilihan sehingga Ibu dulu memilihkan kamu untuk Abang karena Ibu sangat detail orangnya, kamu masih ingat ketika kamu dulu dites oleh ibu dengan mengaku bahwa Ibu adalah asisten rumah tangga dan ternyata kamu sangat menghormati orang tua walaupun hanya seorang asisten rumah tangga dan ibu sangat suka dari kamu adalah hemat sampek sampek Ibu lebih sayang ke kamu ketimbang keabang ternyata jalan cinta anak kita nggak jauh beda dari kita dek," Panjang lebar Pak Wira dengan mengingat ingat masa lalu kisah bertemu antara Pak Wira dan Bu Tika.


"Sebenarnya adek punya calon untuk Azi orang cantik, pekerja keras dan sholihah salah satu pembisnis wanita muda yang sukses.....," Bu Tika berbicara dengan nada agak kecewa karena pilihannya tidak bisa menjadi mantunya.


"Kenapa nggak sama Khi lagi pula Khi juga jomblo ya kan mi, menurut Abi khi juga udah dewasa ya mungkin Khi lebih mudah berinteraksi ketimbang Angga yang dingin," Pak Wira menawarkan Khi untuk dijodohkan dengan pilihannya.


"Coba nanti pas ketemu Khi umi bicara dengan Khi mengenai ini kalu setuju sekalian kita langsungkan pesata pernikahan secara bersamaan," Ucapan Bu Tika dengan penuh semangat.


"Berdoa terbaik semoga dilancarkan dek, abang hanya mau yang terbaik untuk anak anak kita," Pak Sastra yang sedang berjalan kearah balkon.


"Aamiin terima kasih sudah mau menjadi imam adek dan mau menjadi tempat keluh kesah adik," sebuah pelukan dari belakang Pak Wira ya itu dari Bu Tika


"Sama sama Abang juga terima kasih karena adik mau merasakan suka duka bareng Abang," Pak Wira memutar badan membalas pelukan Bu Tika, akhirnya keduanya berpelukan tanpa mempedulikan sekitar ternyata Khi dan Angga lewat.


"Abi Umi dibawah ada jomblo lewat kasian nanti baper lo," Suara Khi membuyarkan lamunan Pak Sastra dan Bu Tika.


"Makanan jangan jomblo aja cepat bawa calon terus akad nikah terus bisa berdua bersama mau ngapain aja jadi pahala jomblo," Goda Pak Wira dengan guyonan.


"Bang cepet nikah tadi katanya baper," Ledek Khi kepada Angga yang hanya tersenyum melihat kata kata Pak Wira.


"Ye yang bilang baper kan kamu mas, Abang cuma diam kalu baper jangan mengatasnamakan orang lain," Jawab Angga dengan nada datarnya.


"Betul Bang maklum mas kan julidnya minta ampun yang mau nikah dia yang disuruh abangnya," Jawab Bu Tika dari atas balkon.


"Ye kan Abang harus lebih dulu naik ke pelaminan karena dari pada adiknya," Kata Khi kepada Angga.


"Sudah sudah jangan berantem aja yuk makan udah siap," Kata Bu Tika yang masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Akhirnya semua sudah berkumpul diruang makan, kemudian mereka semua sudah fokus mengenai sendok dan makanan yang ada didepannya.


______________________________________________


Dirumah Pak Gan


Ya rumah sederhana yang dihuni oleh keluarga kecil namun sebenarnya keluarga berkecukupan namun karena sudah terbiasa dengan hidup sederhana sehingga rumah tersebut sudah cukup.


Sedang duduk santai Pak Gan dan Bu Tini menikmati pemandangan belakang rumah yang penuh tanaman sehingga sejuk dipandang walaupun cuacanya lumayan menyengat.


"Mas Gan Alwa kemarin cerita bahwa dirinya mimpi ketemu Uti sama Kakung serta ada laki laki yang duduk membelakangi mereka kemudian mereka hilang setelah itu Alwa bangun, kira kira pertanda apa ya mas ?," Bu Tini yang bertanya kepada pak Gan yang sedang menikmati kue.


"Menurut adek itu tanda apa coba ?," Pak Gan malah bertanya balik.


"Mas mas panjenengan ditanya malah tanya balik,adek mau dengar pendapat dari suami adek dulu mas jadi silahkan dijawab," Bu Tini menyuruh Pak Gan untuk menjawab pertanyaannya terlebih dahulu lalu akan menjawab menurut pandangannya.


"Oke, menurut mas itu pertanda bahwa Alwa harus rajin istikharah biar dipermudah segala urusannya tapi in sya Allah kalu memang pilihan Uti jodohkan Alwa pasti nggak kemana kaya kita dulukan," Kata Pak Gan yang sedang asyik mengingat masa lalu.


"Hhhhhhh.....jadi malu aku, kalu menurut aku ya mas pertanda bahwa jodohnya Alwa sudah dekat entah nanti akan berjodoh dengan pilihannya Uti atau yang lain semoga calon imam dari Alwa orang yang dapat mengajari Alwa menuntun serta menjaganya pokoknya doa terbaik untuk masa depan Alwa," Jawab Bu Tini terharu hingga tidak dirasa bulir bening jatuh dari pelupuk matanya.


______________________________________________


Hari ini Pak Wira dan Bu Tika sudah bersiap untuk menuju ke alamat rumah yang diberikan oleh anak buah Pak Wira yang disebut adalah rumah milik keluarga Gandara.


Kira kira 50 menit perjalanan menuju alamat yang akan dituju, mobil milik Pak Wira berhenti dihalaman rumah sederhana namun suasana nyaman, sejuk serta bersih membuat siapapun yang datang enggan pulang.


"Udah yakin ini alamatnya Bang ?," Tanya Bu Tika kepada Pak Wira.


"Yakin yuk turun," Jawab Pak Wira dengan percaya diri.


Akhirnya Pak Wira dan Bu Tika menuju pintu ketika mengucapkan salam.


"Assalamualaikum," Pak Wira mengucapkan Salam,

__ADS_1


"Waalaikumsalam," Jawab dari dalam rumah kemudian pintu terbuka nampak seorang wanita berhijab yang keluar.


"Maaf apa betul ini rumah Pak Langgeng Gundara ?," Tanya Pak Wira kepada wanita tersebut.


"Iya betul silahkan masuk saya panggil suami saya, o iya perkenalkan nama saya Kartini maaf pak dan ibu siapa ya ?," Jawab Bu Tini sambil memperkenalkan diri dan bertanya mengenai kedua orang yang ada didepannya.


"O saya Arya Bratawira dan ini istri saya Kartika Yudhakia," Jawab Pak Wira sambil memperkenalkan diri kepada Bu Tini sedang Bu Tika hanya tersenyum melihat Bu Tini.


"Monggo silahkan masuk maaf rumahnya kecil, saya izin memanggil suami saya," Bu Tini mempersilakan masuk kemudian bergegas memanggil Pak Gan.


Ketika akan memanggil Pak Gan Bu Tini bertemu didapur karena Pak Gan mengambil minum.


"Bi didepan ada yang cari tuh coba Abi kedepan !," Perintah Bu Tini kepada Pak Gan.


Kemudian Pak Gan didepan menemui tamu sedang Bu Tini kedapur kotor untuk menyiapkan minuman serta kue dipiring setelah selesai Bu Tini mengantarkan minuman dan kue kedepan untuk bergabung bersama dengan lainnya.


"Assalamualaikum," Ucap salam Pak Gan kepada kedua tamunya.


"Waalaikumsalam,"Jawab Keduanya secara bersamaan.


"Silahkan duduk, maaf sebelumnya saya seperti belum pernah melihat bapak dan ibu oleh saya mengenal bapak dan ibu, o iya perkenalkan nama saya Langgeng Gandara biasanya dipanggil Gan," Tanya Pak Gan kepada kedua tamunya.


"Maaf sebelumnya bila kami mengganggu, perkenalkan nama saya Arya Bratawira dan ini istri saya Kartika Yudhakia," Jawab Pak Wira sambil meminta maaf bila dirinya mengganggu.


"Tidak sama...," Perkataan Pak Gun belum selesai sudah ada seorang mengucapkan salam dari luar yang membuat kaget semuanya.


______________________________________________


Siapakah orang yang membaut semuanya kaget ?


Lanjut diBAB berikutnya


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca, foto DIPRA ambil dari ig maaf bila ada yang kurang berkenan.


Mohon maaf bila ada kekurangan.


__ADS_2