NIKMAT

NIKMAT
BAB 22 RASANYA BEDA


__ADS_3

Di Kantor Alwa Wedding Organizer


Hari ini Intan, Vivi dan crew Alwa wedding organizer sedang membicarakan perencanaan kegiatan salah satu pernikahan customer, namun rasanya beda tak seperti biasa karena Alwa yang biasanya memberikan pembenaran mengenai ide ide yang di berikan semua nya sehingga tercipta hasil musyawarah bersama hingga menguntungkan crew dan customer.


"Tanpa Mbak Alwa kita memang belum sempurna, namun ingat kata mbak Alwa mufakat dalam musyawarah adalah tujuan kita berkumpul disini jadi segala hal yang sudah disepakati wajib kita jalani dengan sepenuh hati, jangan menghancurkan WO ini karena kita membangun bersama dengan susah payah, suka duka, tangis tawa, saya disini bukan sebagai pengantin mbak Alwa tidak ada ketua disini kita semua adalah leader bagi crew Alwa wedding organizer jadi mari kita bangun Alwa wedding organizer lebih maju lagi dan berdoa semoga mbak Alwa cepat kembali," Ucap Intan meminta agar seluruh crew di berbagai cabang tetap solid agar kemudian melanjutkan rencana kerja.


Di Nusantara Cafe.


Di ruang Khi sedang termenung mengenai keberadaan Alwa, dalam pikirannya sudah campur aduk tidak karuan.


"Ya Allah bila hamba berjodoh dengan perempuan bernama Halwa Izzati Gandara, perempuan yang begitu langka di jumpai saat ini maka hamba mohon mudahkan pencariannya, semoga mahkotanya masih suci serta lancarkan pernikahan kami dan bila perempuan tersebut bukan jodoh hamba mudahkan pencarinya, semoga mahkotanya masih suci serta mendapatkan laki laki yang lebih baik lagi, tapi semoga Alwa menjadi jodoh saya walaupun dia memiliki kekurangan bila mana mahkotanya sudah di ambil saya akan tetap menikahinya karena itu perintah dari Mbah Ibu dan Abang...," Belum selesai Khi berdoa Intan dan Vivi masuk ingin membicarakan pesanan kue yang akan dijadikan hidangan di pernikahan salah satu customer.


"Aamiin," Balas Intan dan Vivi.


"Astaghfirullah, ngagetin aja salam kek apa ketuk pintu," Protes Khi yang keget.


"Mas maaf doanya tadi kelihatannya maksa banget deh," Protes Vivi yang mendengar doa Khi sebelum masuk.


"Tuh kalian lagi ngumping awas kalu kupingnya jadi panjang kaya Pinokio," Ucap Khi langsung.


"Maaf Pinokio yang panjang hidung bukan kuping mas Khi," Balas Vivi membenarkan bahwa yang diucapkan Khi salah.


"Mulut mulut siap, tapi masak iya Pinokio yang panjang hidung bukan kuping ya to, o iya kalian masuk kok tanpa ketuk pintu tanpa salam," Protes Khi karena keduanya masuk tanpa permisi.


"Assalamu'alaikum," Ucap Intan dan Vivi bersamaan.


"Maaf lupa," Ucap Intan.


"Maaf lupa mas Khi," Ucap Vivi setelah Intan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," Jawab salam Khi


"Tuh belum jawab salam sudah di duluin nggak sopan banget deh," Protes Khi lagi karena belum menjawab malah sudah di tambahi lagi.


"Iya sama sama, kok diem tiba tiba sariawan ya," Balas maaf dari Intan dan Vivi oleh Khi yang ternyata salah jawab.


"Mas Khi maaf yang kami ucapkan buka terima kasih," Protes Vivi yang aneh dengan jawaban Khi. Khi yang mendengarnya kemudian mengingat ingat dan ternyata benar jawabnya salah tempat.


"O iya, aku ulang iya nggak papa kok,kenapa nggak duduk kita mau ngobrol bukan mau upacara," Ucap Khi meralat perkataan yang telah diucapkan.


"Nanti langsung nyelonong duduk nanti mas nya protes, nanti kita frustasi bisa bisa nggak jadi bahas kerjasama malah pusing karena di omeli sama mas Khi," Jawab Intan dengan nada jutek.


"O itu mesti lah, ya sudah silahkan keluar," Ucap Khi kemudian ia berdiri.


"Kok keluar ngobrol aja belum jangan kan ngobrol duduk aja belum, kalu aja mukul wajah itu nggak kena pidana pasti udah babak belur ku buat," Ucap Intan yang sudah frustasi oleh Khi.


"Kamu berani mukul saya ?," Tanya Khi sambil keluar. Intan dan Vivi yang melihatnya langsung di buat bingung.


Mungkin efek batal nikah sama kecelakaan kemarin mbak Tan, sabar ingat orang sabar calon suaminya tampan dan rejekinya lancar.


"Untung calonnya mbak Alwa kalu bukan udah babak belur ku buat mukanya, Nyebelin banget," Ucap Intan yang sebal dengan Khi.


"Ingat jangan sebel sebel nanti kangen sama mas Khi gimana ?," Ejek Vivi.


"Eh kalian ngerumpinya nanti aja kita bahas kerjaan, ayo ikut saya !," Perintah Khi kemudian Intan dan Vivi mengikuti dari belakang.


"Silahkan duduk, maaf tadi saya menyuruh kalian keluar karena nggak baik 1 laki laki dan 2 perempuan bukan mahramnya berada di dalam satu ruangan, takut kalian terpesona dengan ketampanan saya," Ucap Khi mempersilahkan Intan dan Vivi duduk.


"Terima kasih," Ucap Intan dan Vivi bersama sama.

__ADS_1


"Sama sama, maaf sekali lagi bukan maksud saya membuat kalian jengkel tapi ini watak saya kali mau komplain langsung ke pencipta watak saya, saya orangnya ya begini tapi tenang saya bisa bersikap dimana saya harus bercanda dan bersikap tegas, oke kita bahas apa hari ini ?," Permintaan maaf Khi kepada Intan dan Vivi,


"Iya mas nggak papa kita cuma agak mangke aja kok santai aja," Ucap Intan dengan santainya.


"Iya mas nggak papa kok, kita sefrekuensi Vivi orang juga gitu kok kadang kala mbak intan Sampek pusing kaya naik bis terus jalan belak belok, tapi cuma pusing nggak sampai muntah jadi aman," Balas Vivi yang memang satu frekuensi dengan Khi.


"Oke baik kita bahas mode tegas mohon di on kan," Ucap Khi kemudian tak lama datanglah pelayanan sambil membawa cemilan, setelah itu mereka bertiga fokus pada inti pembicaraan yaitu pekerjaan.


Setelah selesai meeting atau enaknya bilang membicarakan soal kue yang diminta oleh customer, harganya berapa, jumlah berapa dan lain lainnya hingga menghasilkan persetujuan yang menguntungkan semua pihak. Intan dan Vivi berpamitan kepada Khi.


"Baik mas Khi kami pamit dulu, terima kasih atas waktunya semoga kerja sama kita dapat berlanjut lagi dan mohon doanya semoga Mbak Alwa segera ditemukan," Ucap Intan sambil berdiri diikuti Vivi


"Aamiin," Jawab singkat Khi.


"Kalu sudah ketemu nanti langsung akad yang mas jangan kasih kendor gas poll geduk pokoknya, sabar nanti istrinya cantik dan rejekinya lebar," Ucap Vivi menyemangati dengan berbau bau guyonan.


"Aamiin terima kasih doanya, doa terbaik juga buat kalian semoga segera dipertemukan jodoh, dilancarkan rejekinya, di berikan hati yang selalu tenang, jangan lupa kalu nikah undang undang saya nanti saya kasih kado spesial," Balas Khi dengan kembali mendoakan Intan dan Vivi.


"Aamiin, Terima kasih doanya," Ucap bersama Intan dan Vivi kemudian keduanya saling menatap.


"Kita sehati ya mbak ?," Ucap Vivi sambil menyatukan ibu jari dan jari manis kemudian mengarahkan kepada Intan.


"Mau minta uang ya lagi kanker (kantong kering) lagi tanggal tua," Ketika Intan melihat Vivi mengarah jari manis dan ibu jari yang disatukan kearahnya.


"Ahahaha... Ya udah mas Khi Vivi dan mbak intan pamit dulu," Ucap Vivi pamit kemudian menarik tangan Intan.


"Assalamu'alaikum," Ucap keduanya bersamaan.


"Waalaikumsalam," Jawab Khi, kemudian Intan dan Vivi pergi menjauhi Khi.

__ADS_1


__ADS_2