
Alwa terbangun ketika di melihat sekitar hanya ada tumpukan sampah dan Alwa merasa dirinya berada di mobil box tak lama kemudian Alwa merasa mobil box berhenti. Nampak laki laki yang memakai topeng dan berpakaian setelan jas lengkap sedang berdiri didepan pintu mobil box, laki laki tersebut naik untuk mengendong Alwa ketika akan mengendong Alwa langsung menendang laki laki hingga tersungkur kemudian Alwa langsung turun dari mobil ketika melihat rumah sederhana yang ada didepan dan terisolasi karena dikelilingi dinding setinggi 4 meter. Laki laki tersebut keluar dari mobil box dengan sempoyongan kemudian mengeluarkan kain yang sudah diberi bius langsung membekap Alwa langsung pingsan tidak sadarkan diri.
Di rumah sakit
Pak Gandara, Bu Tika dan Zahwa datang ke rumah sakit dengan rasa yang tidak karuan, sedih, malu, cemas semua menjadi satu. Terlihat di depan UGD ada satu laki laki dan dua perempuan, Pak Gan, Bu Tini dan Zahwa segera menghampiri.
"Assalamu'alaikum,maaf apa betul mas, mbak dan nduk ini keluarganya mas Wira, mbak Tika dan Khi ?," Tanya Pak Gandara kepada laki laki dan perempuan yang ada didepannya.
"Waalaikumsalam, betul saya Sena, ini istri saya dan Oliv putri Mas Wira dan Mbak Tika, maaf mas mbak ini apa mas Gandara dan mbak Tini calon besan mas dan mbak ?," Jawab laki laki tersebut yang ternyata pak Sena.
"Betul, gimana keadaan mas Wira, mbak Tika dan Khi ?," Ucap Pak Gandara kemudian menanyakan kabar Pak Wira, Bu Tika dan Khi.
"Semuanya masih diperiksa di dalam mas, O iya ini Alwa ya mas ?," Jawan balik pak Sena kemudian bertanya apakah Zahwa itu Alwa.
"Semoga semua di berikan kesehatan dan keselamatan, o ini Zahwa ponakan anaknya adik saya,"Jawab Pak Gandara dengan menatap Zahwa.
"Lalu Alwa dimana mas ?,"Tanya balik Pak Sena kepada Pak Gandara.
"Boleh kita bicara berdua mas," Ajak Pak Gandara kepada Pak Sena, kemudian keduanya berjalan meninggalkan Bu Tini, Zahwa, Bu Sinta dan Oliv.
Terlihat Oliv yang nampak lemah dengan bersandar di bahu Bu Sinta, kemudian Bu Tini mendekati Oliv.
"Assalamu'alaikum," Ucap Bu Tika sambil duduk di samping Oliv diikuti Zahwa.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," Jawab Bu Sinta dan Oliv, seketika Oliv langsung memeluk Bu Tini ya Oliv sudah mengenal Alwa karena keduanya teman satu kuliah di kampus A.
"Buk," Tangis Oliv pecah di pelukan Bu Tini, dengan halus Bu Tini membelai gadis seumuran Alwa. Tak terasa air mata Bu Tini juga ikut mengalir.
"Sabar nduk, kita berdoa agar keselamatan diberikan kepada bapak, ibuk serta mas Khi di dalam, Allah pasti memberikan cobaan untuk menambah ketakwaan kita, ingat kata ibuk berdoa dan sabar, serahkan pada Allah pasti ada jalan keluarnya," Ucapan semangat dari Bu Tini untuk Oliv
"Nggeh Buk, Terima kasih atas kata katanya. Alwa mana buk kok nggak ikut ?," Jawab Oliv kemudian menanyakan sahabatnya yang sudah dianggap saudara.
"Alwa...Alwa...," Bu Tini kesulitan menjawab air matanya sudah mengalir dengan derasnya, membuat dirinya kesulitan untuk berbicara.
"Alwa kenapa Buk ?," Tanya Sekali lagi Oliv yang merasa ada hal yang disembunyikan oleh wanita yang sudah seperti ibu kedua baginya, ya tidak disangka bahwa akan menjadi mertua dari kakaknya, namun nasib berkata lain.
"Alwa diculik nduk, ibuk pas mau memberi tahu bahwa Khi mengalami kecelakaan tapi ib ibu ibuk menemukan Zahwa su su sudah tergeletak di lantai...," dengan nada tangisan yang begitu menyakitkan, belum selesai Bu Tini menceritakan kejadian penculikan Alwa beliau sudah pingsan.
Sedangkan Pak Gandara dan Pak Sena sedang duduk di lain lorong, Pak Gandara memulai pembicaraan
"Astaghfirullah, sabar pak saya pasti akan bantu mencari keberadaan Alwa, sabar pak mungkin ini cobaan untuk kita semua," Jawab Pak Sena kaget mendengar kabar bahwa Zahwa di culik, ketika keduanya akan membicarakan jalan keluarnya tiba tiba terdengar suara keributan dari depan UGD.
"Bude," Ucap Zahwa sambil
"Ibuk," Ucap Oliv
"Mbak bangun," Ucap Bu Sinta
__ADS_1
Pak Sena dan pak Gandara langsung menghampiri sumber suara, terlihat Bu Tini pingsan sambil di tahan Oliv, Pak Gandara langsung lari menghampiri Bu Tini sedangkan Pak Sena langsung memanggil suster, tak lama beberapa suster datang membawa brankar kemudian Pak Gandara mengendong kemudian meletakkan di atas Brankar kemudian masuk kedalam UGD.
Di rumah laki laki bertopeng yang terisolasi
Alwa terbangun menemukan dirinya berada di kamar sederhana namun bersih, Alwa mencoba mengingat - ingat sebelum Alwa berada dikamar ini.
"Ya Allah selamatkan hamba dari orang orang yang akan berbuat jahat kepada hamba," Doa Alwa Yang merasa dirinya sedang di culik. Tiba tiba pintu kabar terbuka sedikit terlihat tangan yang sedang menaruh nampan berisikan makan dan minuman.
"Tolong lepas kan saya, apa salah saya dan siapa anda ?," Permintaan dan pertanyaan yang diberikan Alwa kepada pemilik tangan itu.
Namun tidak ada jawaban dari pemilik tangan itu dia langsung menutup pintu, tiba tiba terdengar suara laki laki dari balik pintu.
"Cepat makan makanan yang ada di nampan itu,"
Kemudahan Alwa berjalan mengambil nampan yang diberikan oleh laki laki tersebut, di dalam nampan terdapat air mineral, nasi bungkus dan kerupuk. Alwa langsung menuju wastafel untuk cuci tangan tak lupa membaca bismillah dan doa akan makan Alwa langsung melahap makanan yang diberikan oleh laki laki tersebut, saking laparnya Alwa tidak butuh waktu lama makanan itu habis.
"Alhamdulillah kenyang," Ucap Alwa setelah selesai makan, kemudian terdiam sejenak mengamati sekeliling.
"Ternyata di culik tak seseram di film film ya, ini mah kaya liburan di hotel bintang 2, Astaghfirullah aku ngomong apa sih," Gumam Alwa sambil melihat sekeliling kamar ketika membuka jendela langsung disambut dengan tembok.
"Ya Allah, apa gunanya jendela kalu viewnya langsung tembok, ini arsiteknya S3 individual bikin rumah nggak bisa lihat dunia luar," Ucap Alwa langsung menghina apa yang ia lihat maklum Alwa adalah gadis yang ceplas ceplos.
kemudian Alwa berjalan menuju lemari, ketika membuka alangkah terkejutnya Alwa karena terdapat baju wanita dan beberapa mukenah.
__ADS_1
"Alhamdulillah, nggak papa view jendela langsung tembok yang penting aku masih bisa curhat Allah," Oceh Alwa langsung bersyukur
"Ya Allah, semoga di rumah baik baik saja dan buk enggak jatuh sakit," Tiba Tiba perasaan Alwa menjadi sedih karena mengawatirkan keadaan di rumah.