
Keesokan harinya si penculik keluar, dengan jalan kaki, dengan setelah kaos hitam polos, celana cinos hitam, serta jaket, tak lupa menggunakan masker dan dengan topi yang digunakan senada.
"O iya merk apa ya pembalutnya ?," Tanya si penculik pada dirinya sendiri. Tidak butuh baik mobil atau motor cukup jalan kaki untuk mencapai minimarket terdekat. Ketika sudah sampai minimarket si penculik langsung mencari rak pembalut ketika sampai di rak pembalut si penculik malu sendiri karena pas pembalut pas lurus sejajar dengan kasir.
"Haduh haduh kok pas banget sejajar dengan kasir sih," ketika kasir sedang melayani pembeli dengan cepat si penculik mengambil satu satu pembalut karena tidak tahu pembalut yang bisanya digunakan oleh Alwa. Untuk menutupi pembalut si penculik menuju rak makanan ringan lalu si penculik mengambil roti tawar 5 bungkus, 3 selai, 10 bungkus mi instan, kemudahan menuju ke rak sembako kemudian mengambil 4 sak beras, 4 bungkus gula, 4 bungkus minyak goreng, 2 bungkus teh, 3 bungku kopi ketika melewati rak jajan ringan si penculik mengambil beberapa makanan ringan, setelah selesai kemudian melihat kasir yang sepi dengan cepat cepat si penculik langsung menuju ke kasir.
"Selamat siang kakak, ada yang mau ditambah lagi ?," Sapa kasir kepada si penculik dengan ramah.
"Sudah mbak, ini saja berapa totalnya ?," Balas si penculik.
"Sebentar kami hitung dulu ya kak," mulai menghitung satu demi satu belanjaan yang ada di troli.
"Iya mbak, untuk bahan makanan sama yang bawah sendiri di pisah ya mbak !," Pinta si penculik yang bingung mengucapkan barang di bawah sendiri.
"Maaf kalu boleh tahu barang di bawah sendiri apa ya kak, kami takut salah memasukkan ?," Tanya kasir pada si penculik, muka si penculik sudah bingung.
"Emememe...pembalut wanita mbak, jadi yang menurut mbak pembalut di kasih di kresek sendiri aja, terus yang makanan tolong di sendiri kan !," Ucap si penculik dengan nada malu.
"Haduh haduh calon imam idaman banget, jarang jarang ada yang mau membelikan barang semacam ini, Astaghfirullah ingat ingat kalu masih jomblo kalu sudah nikah gimana," Batin si kasir sambil terus memasukkan barang barang kedalam tas belanja.
"Ini kak, total semuanya 645.200.00 rupiah, untuk pembayaran cash atau menggunakan kartu ?," Ucap kasir sambil memberikan struk pembelanja kepada si penculik.
"Kartu saja mbak, ini," Ucap si penculik sambil memberikan kartu kepada kasir.
__ADS_1
"Baik Kak, sudah ya kak ada yang bisa saya bantu lagi ?,"Ucap si kasir sambil memberikan kartu si penculik kemudian menanyakan apa ada hal yang bisa di bantu.
"Sudah mbak, terima kasih," Ucap si penculik menerima bungkusan serta kartu yang diberikan oleh kasir.
"Ini ada promo kak beli 1 gratis 1," Ucap si kasir sambil menuju jejeran snack yang sudah dilakban dua dua dengan berbagai merk.
"Tidak mbak sudah cukup," Ucap Si penculik masih ramah.
"Atau mas mau isi pulsa nomer telepon, pulsa listrik atau mau bayar PDAM, sekalian bayar listrik," Ucap Kasir yang menawarkan pulsa dan kawan kawannya.
"Tidak mbak saya permisi dulu, Assalamu'alaikum," Ucap Si penculik yang sudah menenteng 2 tas belanjaan di tangan kanan dan 2 sak beras di tangan kirinya sambil berjalan keluar.
"Waalaikumsalam," Balas mbak kasir yang agak kecewa karena apa yang ditawarkan tidak nyangkut sama sekali.
Si penculik sudah menyeberang jalan, ia tak lanjut pulang namun ia berjalan di rumah yang berjarak 500 meter dari tempat saat ini ia berdiri. rak butuh waktu lama 7 menit ia berjalan kini si penculik sudah berada di depan rumah yang ingin ia datangi.
"Assalamu'alaikum," Ucap salam si penculik dari depan pintu yang terlihat usang termakan usia, tak lama terdengar suara anak kecil yang keluar dari balik pintu.
"Waalaikumsalam, oh om masker, masuk om ada perlu apa om kok kerumahnya Rio," Ucap Anak laki laki sambil membuka pintu sambil menjawab salam panjang anak tersebut Rio Aksara Nur Rifqi, berumur 14 tahun awal bertemu antara si penculik dan Rio yaitu ketika si penculik sedang berjalan di trotoar tak sengaja melihat Rio sedang menjual sepeda BMX berwarna merah.
"Ini tadi om ada sedikit rejeki buat Rio dan ibuk ya, kok nggak sekolah hari ini ?,"Ucap penculik sambil meletakkan apa yang di bawa kecuali tas belanjaan berwarna merah ia meletakkan di samping duduknya.
"Ya Allah jadi ngerepotin om, o iya maaf sebelumnya o Rio mau jawab pertanyaan om tadi, pertanyaan yang pertama itu bukan ibu Rio tapi dia itu bude Rio om serta yang kedua hari ini minggu om jadi nggak masuk, karena se rajin dan teladannya siswa kalu minggu pasti libur," Ucap Rio sambil ikut duduk di dekat si penculik.
__ADS_1
"Ya Allah maaf om lupa, o iya ini om ada sedikit rejeki buat Rio," Si penculik sambil menepuk jidat setelah itu mengambil sesuatu di dalam sakunya lalu memberikan kepada Rio.
"Ya Allah om ini aja udah lebih dari cukup, maaf Rio nggak bisa menerima apa yang om kasih barusan, karena sudah begitu banyak om bantu rio, bukan Rio menolak rejeki tapi Rio nggak enek karena ngerepotin om terus," Ucap RI mengembalikan uang yang diberikan kepada si penculik lagi.
"Nggak sama sekali, Rio nggak pernah ngerepotin om, Rio udah om anggap sebagai adik om jadi apa salahnya seorang kakak memberikan semua ini kepada adiknya, Rio terima ini rejeki dari Allah nggak boleh di tolak," Si penculik memberikan uang tersebut kepada Rio lagi dengan dibarengi senyum.
"Oke oke kali udah bahwa nama Allah aku nggak bisa nolak, terima kasih ya om, Rio boleh tanya sesuatu sama om ?," Rio menerima uang yang diberikan si penculik.
"Apa yang mau Rio tanyakan ?," Balik tanya penculik kepada Rio. Namun tiba tiba bude Rio datang, bude Rio bekerja di pabrik pembuat teh tubruk. umurnya sudah kepala 4 namun masih kuat menjalankan pekerjaan.
"Assalamualaikum. Loh ada tamu ?," Ucap salam bude Rio, bernama Bu Retno.
"Waalaikumsalam," Balas salam si penculik dan Rio bersamaan.
"Kok ada tamu nggak dibikinkan minum to le ?," Tanya bude Retno kepada Rio.
"Om nya baru datang bude," Jelas Rio kepada bude Retno yang sudah ikut duduk bersama Rio dan si penculik. Mereka bertiga bercerita saking asyiknya lupa memberi minuman kepada si penculik hingga akhirnya si penculik pamit.
"Nggak sudah repot repot saya mau pulang bude karena ada urusan," Ucap si penculik sambil berdiri menandakan si penculik akan pulang.
"Ya Allah kok keburu buru, terima kasih kunjungannya maaf nggak di kasih apa apa ?," Ucap bude Retno sambil berdiri.
"Nggak papa Bude, Assalamu'alaikum" Balas Si penculik sambil mengucapkan salam.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," Balas Rio dan bude Retno sambil mengantarkan si penculik keluar rumah.