
terlihat sangat banyak pengunjung yang terutama pada bagian informasi, banyak keluarga yang melihat nama nama yang berada didalam pesawat tersebut.
Bu Tika, Pak Wira dan Khi sudah berada disana, meminta nama nama penumpang yang berada dalam pesawat yang jatuh itu.
Ketika sudah dapat lembaran tersebut Khi langsung membaca satu persatu nama nama penumpang ketika nama Adbar Airlangga Bratawira ada dalam nama penumpang pesawat tersebut seketika Khi langsung memeluk Pak Wira dan Bu Tika.
"Abang Angga, ada di dalam nama para penumpang pesawat yang jatuh tadi," Ucap Khi. Memeluk erat Pak Wira dan Bu Tika.
"Apa," Ucap bersama antara Pak Wira dan Bu Tika yang masih berada didalam pelukan Khi.
Bu Tika yang tidak percaya langsung meminta kertas yang dibawa Khi. Ketika tertulis nama Adbar Airlangga Bratawira seketika Bu Tika pingsan, dengan sigap Khi langsung merangkul Bu Tika.
"Umi bangun, Umi bangun," Khi yang melihat Bu Tika tidak sadarkan diri, Pak Wira langsung meminta Khi tetap di bandara , sedangkan Pak Wira membawa Bu Tika yang pingsan.
"Mas tolong Abi ya, Abi bawa umi klinik mas disini nunggu informasi," Perintah Pak Wira untuk Khi.
"Iya Abi," Jawab Khi yang sudah berlinang Air mata karena melihat Bu Tika dan keadaan Angga.
"Ya sudah Abi pamit dulu, assalamualaikum," Pak Wira pergi dengan membopong Bu Tika.
"Wa'alaikumusalam," Jawab Khi sambil melihat kepergian Pak Wira dan Bu Tika yang ada pada gendongan.
Pak Wira yang sudah menuju ke rumah sakit karena Pak Wira langsung menghubungi ambulans. Kini mobil ambulans sudah terparkir didepan pintu masuk rumah sakit, Hospital bed yang ada pada ambulans langsung diturunkan langsung menuju keruang UGD. Ketika sudah masuk kedalam UGD dokter langsung menutup pintu sehingga Pak Wira menunggu diluar.
"Maaf. Bapak tunggu diluar saja kami akan melakukan tindakan sebaik mungkin," Ucap dokter tersebut sambil menutup pintu
"Iya Dok," Pak Wira langsung duduk di kursi tunggu namun tidak tenang, baru duduk langsung mondar mandir tak karuan selama 15 menit ruang UGD masih tertutup.
"Keluarga Bu Tika," Panggil Dokter yang keluar dari ruang UGD sambil mencari keberadaan orang yang iya cari.
__ADS_1
"Saya dok, bagaiaman keadaan istri saya ?," Pak Wira menjawab sambil berjalan kearah dokter tersebut.
"Baik pak istri bapak hanya kecapean apakah ada hal yang sedang dipikirkannya ? Mohon agar jangan diberikan beban pikiran untuk sementara waktu. Karena tekanan darah beliau sangat tinggi, bila itu terus terjadi maka tidak akan baik untuk kesehatan beliau, saya mohon kerjasamanya semoga segera sembuh. Saya permisif dulu Assalamualaikum," Dokter tersebut menjelaskan kepada Bu Tika kepada Pak Wira.
"Iya Dok terima kasih. Wa'alaikumusalam," Pak Wira menjawab dengan rasa khawatir.
Di Kantor Wedding Organizer.
Lebih tepatnya kantor Wedding Organizer milik Hana, Jam makan siang dan istirahat sudah tiba semua pekerja sedang beristirahat begitu pula dengan Hana, Vivi dan Intan yang baru saja melaksanakan salat dzuhur terlihat mereka bertiga berjalan setelah keluar dari pelataran masjid menuju seorang penjual rujak sayur.
"Assalamualaikum. Mak Ti," Ucap salam Hana, Vivi dan Intan bersamaan.
"Wa'alaikumusalam," Suara laki laki yang menjawabnya, seketika mereka bertiga kaget.
"Ya Allah Mak Ti panjenengan bisa kamuflase jadi brondong jagung manis ya Mak ?," Ejek Vivi yang sebenarnya sudah tahu kalu itu adalah Rizwan anak Mbok To paling kecil. Yang kini sedang kuliah dan satu universitas dengan Vivi, tambah lagi satu fakultas, paket lengkapnya satu kelas dengan nya,
"Ye maaf Iz tapi kalu bisa nggak papa lo Iz, terus kamu tadi panggil aku pipi maaf ya nama aku itu Vivi pakai v bukan p," Vivi pun meminta maaf, karena baru mengingat dirinya dipanggil Pipi oleh Rizwan akhirnya Vivi memberikan protes.
"Udah udah jangan adu mulut terus ini jam makan siang sudah hampir habis cepat pesan sana aku udah lapar," Protes Intan yang sudah lapar dan masih harus melihat Rizwan dan Vivi berantem.
"Brondong jagung manis rujaknya 3 ya yang satu lontong nya dibanyakin buat intan, terus aku banyakin bumbunya untuk Vivi banyakin sayuran nya sama teh anget 3," Ucap Alwa langsung memesan rujak seperti biasanya, seketika Rizwan langsung meraciknya dalam waktu 5 menit semua pesanan mereka sudah siap.
"Mbak Alwa, maaf brondong jagung manisnya habis jadi nggak ada adanya gipang mau mbak," Rizwan menunjuk Jajanan dari beras ketan yang diberi gula merah.
"Masih kok brondong jagung manis nya buktinya tadi Vivi manggil kamu brondong jagung manis," Alwa yang memberitahu bahwa brondong jagung manis itu adalah Rizwan.
"Iya Rizwan kan hitam manis kaya brondong jagung gula merah," Ucap Vivi. Yang keceplosan langsung menutup mulutnya.
"Aduh aduh ada yang diam diam mengagumi...uhuk uhuk uhuk," Ejek Intan yang langsung batuk karena tersedak rujak yang ada dimulutnya.
__ADS_1
"Makanya Mbak Intan kalu makan jangan sambil mengejek tuh kan jadi keselek makanan," Vivi yang tertawa karena tingkah intan.
"Yeh aku kalu ngejek lupa dengan keadaan," Elak Intan yang baru saja minum teh satu gelas.
"Udah udah kakak kakak ku dan Pipi temanku makan di sunahkan untuk diam Oookee," Ucap Rizwan sambil membawa ai putih untuk Intan. hanya dibalas anggukan kepala oleh ketiganya.
Setelah selesai makan giliran bayar alangkah terkejutnya Vivi dan Intan mereka tidak bawa dompet seketika keduanya menghampiri Rizwan.
"Rizwan tadi kakak lupa nggak bawa dompet, itu tadi masukkan kedalam buku hutang nanti sore kakak kasih uangnya. Oookee," Pinta Intan pada Rizwan yang sedang membungkus rujak.
"Aku juga seperti Mbak Intan jadi masukan dalam buku hutang, tapi bulan depan aku bayar. Oookee," Tambah Vivi sebelum Rizwan menjawab
"Oookee, tapi sebenarnya makan tadi udah dibayar Mbak Alwa," Rizwan yang menjawab dengan memberikan rujak dan Es campur kepada pembeli sambil melihat kearah Intan dan Vivi.
"Alhamdulillah," Ucap keduanya bersamaan yang merasa senang.
"Kami pamit. Assalamualaikum," Ucap Vivi dan Intan bersamaan kemudian keluar berdua karena Alwa sudah kembali duluan karena Pak Gandara dan Bu Tini datang.
Di ruang kerja Alwa nampak Pak Gan dan Bu Tini sedang menunggu Kedatangan Alwa yang masih makan siang.
"Assalamualaikum, Pak e Buk e ada apa, seperti penting banget ?," Hana yang masuk kedalam ruangannya sambil mengucapkan salam lalu duduk.
"Wa'alaikumusalam," Balas Bu Tini dan Pak Gandara bersama.
"Kamu ikut kerumah sakit ya Nduk ?," Ajal Pak Wira to the poin.
Kira kira siapa yang sakit ya ?
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.
__ADS_1