NIKMAT

NIKMAT
BAB 34 TAMU


__ADS_3

Pak Wira, Bu Tika dan Khi sudah tiba di alamat yang diberitahukan oleh si penelepon. Tak lama pintu gerbang terbuka terlihat laki laki menggunakan pakaian santai memakai masker tak lama Pak Wira keluar dari mobil menghampiri laki laki tersebut.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh, maaf betul dengan Pak Wira ?," Ucap laki laki di depan Pak Wira menanyakan apa betul beliau adalah Pak Wira.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, betul saya sendiri, kalu boleh tahu mas ada perlu apa dengan saya ?," Jawab Pak Wira langsung di kembalikan pertanyaan yang membuat Pak Wira bingung.


"Monggo langsung masuk saja, masak mau membicarakan hal hal penting di depan gerbang, Monggo langsung di masukkan kedalam pak," Ucap laki laki tersebut sambil membukakan gerbang. Pak Wira memberikan aba-aba kepada Khi agar memasukkan mobilnya kedalam halaman. Setelah masuk Bu Tika dan Khi turun dari mobil.


"Monggo silahkan masuk pak, bu dan mas," Ucap laki laki tersebut sambil mempersilahkan Pak Wira, Bu Tika dan Khi masuk.


Ketika Pak Wira, Bu Tika dan Khi masuk langsung di kaget kan dengan Alwa yang duduk, ketika Pak Wira, Bu Tika dan Khi masuk mata mereka bertiga dan mata Alwa saling berpandangan. Dengan spontan Bu Tika langsung memeluk Alwa.


"Kamu baik baik saja nduk," Ucap Bu Tilas sambil memeluk Alwa.


"Baik buk, alhamdulilah baik banget," Ucap Alwa merasa terharu melihat Bu Tika ada didepannya, Pak Wira dan Khi langsung menatap penuh dengan tanda tanya kepada si laki laki yang menggunakan masker.


"Apa tujuan dan maksud saudara menculik Alwa ?," Tanya Pak Wira sambil menatap si laki laki yang ternyata si penculik Alwa.


"Silahkan duduk saya akan menjelaskan maksud dan tujuan menculik calon mantu bapak," Perintah si penculik dengan ramah kepada Pak Wira dan Khi untuk duduk, keduanya akhirnya duduk. Ketika si penculik membuka masker alangkah terkejutnya semua orang yang memiliki wajah yang ada di balik masker tersebut.


"Astaghfirullah," Ucap Alwa kaget.


"Subhanallah, ini benar kamu ?," Ucap Bu Tika sambil memeluk si penculik sambil menangis tersedu-sedu.


"Iya mi" Ucap si penculik sambil memeluk Bu Tika di iringi dengan tangisan. Tak lama setelah itu Pak Wira yang melihatnya laki laki yang sedang di peluk istrinya, beliau langsung menghampiri laki laki tersebut dengan mata yang bercucuran air mata, setelah Bu Tika melepaskan pelukannya Pak Wira langsung memeluk laki laki tersebut.


"Kemana saja kamu ? Kenapa kok harus bercanda kaya gini nggak lucu tahu," Ucap Pak Wira sambil memeluk laki laki tersebut dengan rasa yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata kata.

__ADS_1


"Maaf maaf bi, nanti pasti diceritakan dengan runtun nggak ada yang kelewat," Jawab laki laki tersebut sambil membalas pelukan dari pak Wira ya walaupun air mata masih terus mengalir.


"Hah...hah..hah...Aku kangen," Khi langsung memeluk laki laki tersebut dengan.


"Astaghfirullah hal adzim..nggak malu ada calon istri tingkah mu masih kaya anak kecil aja," Ucap laki laki tersebut sambil membalas pelukan Khi.


Di Alwa Wedding Organizer.


Intan dan dua orang yang sedang mengadakan meeting, napak serius hingga ada perdebatan kecil.


"Silahkan mbak dan mas pilih pilih bajunya dulu ! Setelah selesai mas mbak bisa memberi tahu kita gimana gambaran yang akan kita gunakan di pernikahan mbak dan mas nya," Ucap ramah Intan mempersilahkan keduanya memilih baju.


"Loh kok baju dulu mbak bukan pilih pelaminan dulu ?," Tanya si calon pengantin laki laki.


"Monggo saya ikut mas sama mbak e saja mau milih pelaminan dulu boleh, milih baju dulu boleh, milih dekorasi tenda boleh, milih sovenir boleh, saya ikut mas e sama mbak e. Gimana ?," Ucap Intan dengan ramah mempersilahkan calon pengantin memiliki apa yang akan di pilih dulu.


"Kalu aku bilang lihat pelaminan ya lihat pelaminan dulu dek, titik nggak pakai koma," Ucap si calon pengantin laki laki.


"Ih nggak mau ngalah sama perempuan aku bilang lihat baju dulu ya lihat baju dulu," Ucap si calon pengantin perempuan.


"Wah wah istri harus nurut sama kata suaminya, mau kamu jadi istri durhaka," Ucap si calon pengantin laki laki yang tidak mau kalah.


"Tapi wanita harus di dahulukan, kalu baju masih harus di coba gantinya lama, kalu pelaminan kita lihat dari desainnya kan udah kelihatan nggak perlu waktu lama," Ucap si calon pengantin perempuan.


"Oke oke ya udah aku minta maaf kalu aku salah, pokoknya wanita itu filingnya bener,"


"Jadi kita lihat apa dulu mas ?," Ucap lembut si calon pengantin perempuan kepada calon pengantin laki-laki.

__ADS_1


"Kita ingin melihat baju, apa kah kalian melihat baju katakan baju," Ucap si calon pengantin laki-laki.


"Baju," Ucap Intan dan calon pengantin perempuan bersamaan.


"Astaghfirullah hal adzim...kenapa aku ikut ikutan," Batin Intan yang langsung menjawab.


"Maaf keceplosan, maklum suka lihat kartun itu jadi spontan langsung jawab, mari ikut saya mas mbak," Ucap Intan sambil berjalan diikuti oleh kedua calon pengantin.


"Iya mbak nggak papa, santai aja tidak satu server kok," Ucap calon pengantin perempuan dengan santainya. Akhirnya keduanya memiliki baju, pelaminan souvernir serta desain yang akan digunakan saat hari H.


"Mbak souvernir bisa request warna nya ?," Ucap si calon pengantin perempuan sambil memegang salah satu souvernir kemudian menatap Intan yang masih setia duduk di sebelahnya.


"Boleh mbak, mau request warna apa ?," Ucap Intan sambil menanyakan warna yang diinginkan.


"Agar tidak tercipta keributan dadakan, kami musyawarah dulu ya mbak," Ucap si calon pengantin laki laki.


"Monggo silahkan malah senang saya," Ucap Intan dengan ramahnya.


Akhirnya keduanya berjalan meninggalkan Intan keduanya terlihat sedang berbicara dengan warna souvernir, tak lama keduanya mendekati Intan yang masih melihat stok warna souvernir yang di pilih oleh kedua calon pengantin tadi.


"Mbak mbak untuk warna hitam dengan tulisan warna gold, apa ada mbak ?," Tanya si calon pengantin wanita kepada intan.


"Apja hitam seperti ini mbak," Ucap Intan sambil memperlihatkan tumbler warna hitam doff.


"Gimana mas dengan ini ?," Si calon pengantin perempuan menunjukkan tumbler warna hitam doff yang dibawanya. dibalas anggukan oleh si calon pengantin laki-laki.


"Oke mbak kita ambil 500 biji oke, ini sudah free box ya mbak ?," Ucap Si pengantin wanita sambil menatap Intan.

__ADS_1


"Baik kak, iya kak sudah free box sesuai request mas dan mbak," Ucap Intan, kemudian mereka bertiga melanjutkan mengenai desain souvernir.


__ADS_2