
Pagi cerah cahaya matahari hari menemani joging pagi serasa mendapatkan kenikmatan tuhan yang tidak dapat didustakan. Seperti biasa selesai joging Angga bergegas menuju ke penjual makan yang ada disekitar tempat joging akhirnya Angga menemukan pecel yang sudah menjadi langganannya.
"Mbok pecel 1 bungkus sama teh hangat nya satu gelas sama tempe jaketnya sama bumbu yang banyak," Langsung memesan kepada penjual pecel o iya DIPRA jelaskan mengenai tempe jaket adalah tempe goreng yang dibalut dengan tepung singkong kemudian digoreng.
"Siap...Ada yang dibungkus apa tidak le ?," Jawab penjual pecel sembari memberikan pertanyaan kembali.
"Ada Mbok 10 bungkus ya mbok sama tempe jaketnya 20 nanti kalau sudah panjenengan panggil saya," Ucapan Angga dari samping penjual Pecel.
Kemudian pecel pesanannya datang, Angga langsung melahap Pecel tersebut tak lupa berdoa sebelum makan, ketika akan meminum Teh Angga melihat seorang anak yang terlihat kelaparan setelah selesai membayar Angga bergegas menuju ke 6 anak tersebut kemudian memberikan pecel serta air mineral kepada anak,
"Terima kasih Mas," Ucap 6 anak tersebut bersama.
"Sama sama jaga kesehatan jangan telat makan," Ucapan Angga kepada 6 anak tersebut.
Kemudian mereka pergi, setelah itu Angga bergegas menuju rumahnya ditengah perjalanan Angga bertemu dengan pemulung yang kelihatan sedang mengais makanan, akhir Angga menghampiri dan memberikan 4 bungkus nasi pecel tersebut pada pemulung
"Assalamualaikum buk, lagi cari apa ?," Tanya Azi kepada wanita tersebut.
"Sedang cari sampah mas sama kali kali ada sisa makanan," Jawab Ibu pemulung tersebut dengan melihat kearah Angga.
"O iya Bu ini ada sedikit rejeki untuk Ibu sekeluarga ini sekalian sama ada makan buat Ibu," Ucapan Angga sembari memberikan beberapa lembar uang dan nasi pecelnya.
"Ya Allah terima kasih mas atas bantuan, saya hanya bisa mendoakan semoga mas sekeluarga diberikan kesehatan, sekali lagi terima kasih banyak mas semoga Allah membalasnya dengan yang berlimpah,"
Ucapan terima kasih terucap dari mulut pemulung tersebut tanpa sadar dipelupuk mata sudah mengeluarkan cairan bening.
"Iya Bu terima kasih semoga ibu selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk keluarga ibu di rumah, saya pamit dulu Assalamualaikum," Ucap Angga sembari mengucapkan salam
"Waalaikumsalam," Jawab salam dari Ibu pemulung tersebut dengan mata yang berbinar-binar masih menatap kepergian Angga, sebelum pergi Angga memberikan senyum kepada Ibu tersebut lalu dibalas dengan senyuman.
__ADS_1
Sesampainya di rumahnya Angga langsung menuju kamar mandi untuk memulai ritual mandi kira kira 20 menit Angga keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai menggunakan baju bersiap siap menuju ke masjid karena sudah terdengar suara azan, selesai salat Angga langsung menuju rumah karena merasa lapar Angga langsung masuk ke rumah kemudian melihat bahan bahan apa yang ada, di dalam kulkas terdapat sawi lalu melihat kearah nasi didalam penanak nasi yang sudah matang, akhirnya Angga memasak tongseng sawi setelah semua selesai Angga langsung menyantapnya ditemani kerupuk makin mantep apa lagi nasi anget aduh bikin perut keroncongan.
Tiba tiba terdengar suara bunyi telepon dari Handphone Angga.
"Assalamualaikum, iya Bi ada apa ?," Tanya Azi membuka percakapan.
"Waalaikumsalam, masalah perjodohan kemarin anak buah Abi sudah menemukan alamat yang ditulis Mbah Ibu, jadi kamu ke rumah kita buat rencana karena pesan Mbah Ibu kita harus membicarakan ini," Jawab Pak Wira dari sebrang sana.
"Iya Bi nanti habis magrib Angga ke rumah Abi," Timpal Angga kepada permintaan Pak Wira.
"Ya sudah Abi akhiri, Assalamualaikum" Ucapan salam dari pak Wira.
"Waalaikumsalam" Kemudian keduanya mematikan teleponnya.
Angga masih fokus dengan makannya nggak begitu diambil pusing, kemudian Angga memikirkan sebuah ide untuk dijelaskan kepada Pak Wira. Selesai makan Azi membersihkan semuanya mulai dari membersihkan meja makan hingga mencuci segala barang yang tadi digunakan.
_____________________________________________
Terlihat sebuah mobil memasuki area rumah Bratawira, tak lama setelah parkir digarasi seorang laki laki yang mengemudikan mobil tersebut masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum," Ucap salam dari laki laki tersebut tak lain adalah Angga.
"Waalaikumsalam," Jawab Kedua orang yang duduk dikursi depan televisi.
"Gimana Bi Mi keadaanya ?," tanya Angga kepada kedua orang tuanya sembari mencium kedua pundak tangan Pak Wira dan Bu Tika .
"Alhamdulillah Baik, kamu gimana ?," Jawab keduanya dengan bersamaan, belum terdengarlah jawabannya Angga sudah muncul suara baru.
__ADS_1
"Ih kiyut Abi sama Umi, Assalamualaikum," Ucapan Khi dari luar masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam Khi," Jawab Pak Wira, Bu Tika dan Angga bersamaan alangkah terkejutnya Khi melihat Angga ada disitu.
"Ya Allah pas banget Abang disini ada yang mau Khi bicarakan sama Abang tapi lebih enaknya Abi yang memulai penjelasannya," Jelas Khi sambil melihat kearah Abang tersayangnya.
"Mau bicara masalah perjodohan Mbah ibu kan ?," Tebak Angga sambil melihat kearah khi
Angga dan Khi kakak adik yang banyak yang mengira bahwa keduanya adalah kembaran karena khi satu kelas dengan Angga, karena dalam bidang akademik Khi Memiliki keunggulan, namun keduanya memiliki perbedaan Khi sangat menyukai makan terutama di Indonesia, sedang Angga lebih suka bergelut dengan benda kesukaannya yaitu sepatu sehingga timbul ide untuk membuat usaha pada benda yang menjadi kesukaannya akhirnya mereka berdua sukses dalam bisnis yang mereka rintis, Pak Wira dan Bu Tika tidak melarang apa apa yang dilakukan oleh anak anak mereka.
"Betul banget kemarin setelah dicerna lebih dalam Mbah Ibu minta Abang itu seolah olah seorang petani desa ya dengan kekurangan Abang nanti ceritanya Abang pernah mengalami luka bakar di setengah muka nanti Abang pakai topeng untuk menutupi luka, nanti tinggal dirumahnya Mbah Ibu yang dekat dengan sawah kira kira 1 tahun Abang sama istri akan tinggal disana bagaimana responnya tapi sebelum menikah nanti Abi carikan mata mata untuk mengetes perilaku baik atau buruk dari calon yang dipilihkan Mbah Ibu," Jawab Pak Wira membuat semuanya bergidik nyeri.
"Jangan ada kecelakaan emang nggak bisa ya contohnya kita ubah gaya berpakaian Abang sama apa gitu, umi nggak suka dengan ide Abi," Jawab Bu Tika merasa rencana suaminya terlalu berlebihan.
"Kalu ide Abang mau pakai gigi palsu terus mengubah gaya berpakaian layaknya orang desa dengan warna kulit sawo matang, Gimana ?" Tambah rencana Angga yang dirasa tidak berlebihan dan menurut Angga itu sesuai.
"Boleh" Jawab Pak Wira, Bu Tika dan Khi secara bersama sama akhirnya mereka berusaha membicarakan model pakai yang akan digunakan oleh Angga mengenai rencana ini.
Setelah selesai membicarakan itu semua terdengar suara azan isya akhirnya mereka semua melaksanakan salat isya berjamaah yang dipimpin boleh Pak Wira dilanjutkan dengan makan malam.
Ketika sudah selesai makan malam semuanya kembali ruang keluarga disana Pak Wira dikejutkan dengan telepon dari anak buahnya
_____________________________________________
Apa informasi yang disampaikan oleh anak buah dari Pak Wira sehingga membuat terkejut ?.
Terus ikuti novel "NIKMAT"
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, JADIKAN NOVEL FAVORITMU
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MENJADI PEMBACA SETIA NOVEL DIPRA JANGAN SUNGKAN KALU ADA YANG KURANG PAS DENGAN PENULISAN.