NIKMAT

NIKMAT
BAB 30 KEHANGATAN


__ADS_3

Jam sudah menunjuk jarum panjang 12 jarum pendek 12, setelah selesai salat Alwa membuka pintu kemudian berjalan keluar menuju dapur.


"Aku mau masak apa ya... Bingung," Ucap Alwa sambil bernyanyi dengan nada lagu.


"Mari kita buka kulkas sultan nya, di sini tersedia berbagai macam bahan makanan seperti sayur sayur premium di ambil langsung oleh petani lokal, aku akan memasaknya mari kita masak," Ucap Alwa dengan nada seperti salah satu selebgram ataupun selebtok yang lagi viral.


"Haduh haduh biasanya guyonan sama Vivi dan intan, aku kangen kalian semua. kalu saja ada pintu kemana saja milik Doraemon pasti aku pinjam biar mudah kaburnya nggak perlu lari lari langsung keluar sampai tujuan terus langsung aku masukkan kedalam kantong ajaibnya biar mas penculik nggak ngejar," Ucap Alwa sendiri sambil memilih milih sayur yang akan di masak.


Di Alwa Wedding Organizer.


Di tempat lain sedang bolak balik toilet karena salah makan, karena kemarin acara hajatan di rumah tetangga, ya perempuan yang bolak balik toilet itu adalah Vivi, kemarin Vivi khilaf makan sambel dan makanan yang pedas hingga kini Vivi diare.


"Ya Allah, maaf kalu Vivi keras keras kepala kemarin lupa tambah khilaf makan semuanya, rasanya enak banget jadi khilaf maafin Vivi ya Allah besok Vivi nggak ngulangin lagi Vivi janji," Ucap Vivi sambil membuka pintu kamar mandi kemudian Vivi baru ingat larutan garam gula yang dibuatkan oleh ibunya ketika Vivi sedang diare.


"O iya ibuk kan ada ramuan rahasia mujarab buat diare kaya gini," Kemudian Vivi bergerak ke dapur untuk membuat larutan tersebut, ketika sudah siap Vivi duduk lalu mengucapkan doa agar di berikan kesembuhan lalu Vivi meminum larutan tersebut.


"Alhamdulillah," Ucap Vivi kemudian bergegas mencuci gelas bekas larutan tersebut, kemudian ia duduk dengan tatapan kosong intan yang melihatnya merasa heran.


"Man Rabbuka ?," Ucap Intan sambil mendekati Vivi sambil menutup matanya saking ngelamunnya khusyuk banget sampai nggak berasa, seketika Vivi yang mendengar langsung tersadar dari lamunannya sambil berkata dalam hatinya kerena sekeliling gelap..


"Loh loh kok gelap. Haduh haduh masak baru minum ramuan rahasia malah langsung di tanya man rabbuka, coba ditanya man mantuku bantu ibu mertuamu ini lagi kesusahan masak? Belum juga nikah udah di tanya man rabbuka aja," Batin Vivi sambil berusaha membuka mata tapi kok galap.


"Tapi di dalam kubur sambal terasi dan mataku kok ada sensasi hangat hangat kini kalu aku bilang kewedangen, haduh haduh kelihatannya aku banyak dosa ini sama mata hingga di siksa mata ku dulu," Ucap Vivi sambil merasa aneh dengan yang ia rasakan. Intan yang sadar ia baru makan langsung menggunakan tangan dmengan sambel langsung melepas dekapan hingga Vivi yang masih memejamkan mata dan merasa matanya perih.


"Perih perih ya Allah maafkan Vivi karena selama di dunia mata ini banyak dosa," Ucap Vivi


"Vivi sayang kamu masih di dunia tadi mbak dekap mata kamu karena kamu ngelamunnya khusyuk banget, maaf ya tadi mbak lupa cuci tangan langsung menutup mata kamu jadi ada hot hot," Ucap Intan sambil cuci tangan.

__ADS_1


"Ihhhh...Ihhhhh mbak Intan Japrat banget deh nggak tahu apa perih tahu," Protes Vivi yang mencuci matanya.


"Apa itu Japrat tahunya mbak cuma Jepang itu nama kota atau nama negara atau benua atau nama planet atau galaksi atau gimana ?," Tanya Intan dengan santainya tanpa tahu singkatan.


"Itu kepanjangan Jahat pakai quadrat," Ucap Vivi yang sudah merasa matanya tidak perih.


"Maaf banget mbak saking terkaget dikagetkan haduh jadi belepotan ngomong maksudnya kaget banget melihat si ratu aktif tiba tiba ngelamun kaya ada banyak pikiran," Ucap intan sambil duduk di kursi makan bersebalahan dengan Vivi.


"Aku itu lagi meditrasi," Ucap Vivi dengan melihat kearah Intan sambil mengedipkan mata.


"Apa lagi itu mediterasi temannya sambel terasi atau olah dari udang atau apa itu," Ucap Intan yang tidak tahu dengan maksud mediterasi.


"Mbak Intan kelihatannya butuh banyak minum air putih nggak fokus, mediterasi adalah praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari ditambah dengan di tutup mata pakai tangan bekas makan sambel trasi," Ucap Vivi dengan menjelaskan maksud mediterasi


"O meditasi," Intan yang baru tahu tentang mediterasi yang di maksud Vivi.


Di Rumah Penculik.


Hawa di rumah begitu dingin membuat Alwa banyak meminum air hangat sebagai penghangat tubuhnya.


"Ya Allah dingin banget ya cuaca jadi banyak minum air biar bada tetap hangat, biasanya gini kalu cuaca dingin kaya gini pasti bikin wedang jahe terus di minum bareng bareng sama temen temen di AWO (Alwa Wedding Organizer), tapi kini tinggal kenangan," Ucap Alwa sambil meminum air hangat ditangannya serta tubuhnya yang di tutupin selimut dan masih setia melihat acara televisi hewan kejar kejar - kejaran.


"Selimut tetangga hangat selimut ku apalagi pelukan ibuk," Nyanyi Alwa dengan lagu kemudian melihat jam sudah jam 21.00. Alwa langsung merebahkan tubuhnya, matanya sudah tidak bisa diajak kompromi tak lama Alwa sudah terbawa didalam arus mimpinya.


Didalam Mimpi Alwa


Terlihat Alwa sedang berlari entah siapa yang mengerjakan, ia masih berlari larinya begitu kencang hingga melewati garis finish, lalu terjatuh dari tebing tinggi, kini berganti ia sedang makan bersama Bu Tini dan Pak Gandara, setelah itu Alwa jatuh di pemandian air hangat.

__ADS_1


Ketika Alwa terbangun karena ada rasa aneh yaitu rasa anget anget, ketika melihat kebawah ternyata Alwa ngompol.


"Astaghfirullah aku ngompol," Ucap Alwa kaget.


Keesokan Harinya


Alwa mengetuk pintu si penculik untuk meminta tolong untuk membantunya mengangkat kasur.


"Assalamu'alaikum, mas penculik ada di dalam, boleh keluar dari tempat persembunyian ?," Ucap Alwa sambil mengetuk pintu kamar.


"Waalaikumsalam, kenapa ?," Suara si penculik kepada Alwa sambil berjalan lalu tak lama membuka pintu tanpa menggunakan masker syukur Alwa tidak melihatnya langsung masuk ke kamar lalu mengambil masker. Ketika Alwa akan berbicara namun si penculik malah masuk.


"Nggak jelas deh mas penculik coba aja cubit sama mukuli itu nggak sakit udah aku cubit sama pukul," Batin Alwa sambil mengelakkan kepala tak lama si penculik membuka pintu lagu.


"Kenapa ?," Tanya si penculik yang sudah menggunakan masker.


"Itu mas mau minta tolong, bantuin aku ngangkat kasur...," Ucap Alwa malu malu namun belum selesai sudah dipotong oleh si penculik.


"Emang kasur kamu kenapa, kamar kamu bocor atau gimana ?," Ucap si penculik langsung mendahului ucapan Alwa.


"Aku aku aku ngompol mas," Ucap Alwa dengan malu malu sambil menundukkan kepala.


"Astaghfirullah, udah gede gini masih ngompol ya Allah," Ejek si penculik sambi tertawaan terlihat dari matanya yang menyipit.


"Mau nggak bantu jangan ngejek aja," Ucap Alwa yang mukanya sudah merah karena malu sendiri.


"Ya udah ayo," Ucap si penculik sambil berjalan mendahului Alwa.

__ADS_1


__ADS_2