
Bu Tika dan Alwa kini sudah memasuki gerbang rumah Gandara, setelah parkir keduanya turun
"Bagaikan mimpi aku bisa menginjakkan kaki di rumah ini lagi, 1 bulan lalu aku meninggalkan rumah, seharusnya kini aku sudah sah menjadi istri dari Rizkhi Brawijaya Bratawira, entah lah aku berdoa semoga Allah memberikan jalan terbaiknya," Batin Awla sambil berkaca kaca melihat rumah yang begitu banyak kenany didalamnya di tambah ada orang yang begitu Alwa sayang yaitu Ibuk dan bapaknya.
"Nduk kamu nggak papa ?," Suara Bu Tika menyadarkan Alwa dari lamunannya.
"Mboten Napa Napa buk," (Tidak apa apa buk) Ucap Alwa sambil menghapus air matanya.
"Ayo kita masuk, ibuk mu pasti bahagia melihat putrinya pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun," Ajak Bu Tika sambil menggandeng tangan Alwa.
Akhirnya keduanya berjalan menuju pintu utama rumah keluar Gandara, Bu Tika membunyikan bel ketika sudah sampai di depan pintu.
"Assalamu'alaikum" Ucal Bu Tika dan Alwa bersamaan. Bu Tini yang mendengar orang mengucapkan salam langsung berjalan membukakan pintu.
"Waalaikumsalam," Ucap Bu Tini sambil membuka pintu, ketika melihat orang di depannya Bu Tini langsung refleks memeluk nya.
"Ini benar kamu nduk, ibuk nggak mimpi to ini, ini bener Halwa Izzati Gandara," Ucap Bu Tini sambil memeluk Alwa dengan kencang.
"Iya buk, ini Alwa, buk tolong lepasin pelukannya Alwa nggak bisa nafas ibuk meluknya kenceng banget," Ucap Alwa sambil membalas memeluk Bu Tini.
"Ya maaf ibuk saking bahagianya jadi peluknya kenceng takut kamu mainan petak umpet," Ucap Bu Tini tak sadar dengan keberadaan Bu Tika.
"Ya Allah ternyata ada mbak e to, silahkan masuk mbak," Ucap Bu Tini mempersilahkan Bu Tika masuk tak lupa keduanya cipika-cipiki.
"Iya, di puas puasin kangennya biar terobati semuanya dek," Ucap Bu Tika sambil masuk kedalam.
Bu Tika dan Bu Tini masuk ke ruang tamu, sedangkan Alwa langsung menunju dapur untuk membuatkan minuman untuk Bu Tika.
"Monggo Buk, dipun unjuk unjakan nipun," (Silahkan Buk, di minum minumannya) Ucap Alwa sambil memberikan segelas jus semangka.
__ADS_1
"Maturnuwun ya nduk," (Terima kasih ya nduk) Ucap Bu Tika kepada Alwa.
"Nduk sekalian kamu bawa kemari, ibuk baru aja buat bolu pisang sama martabak manis, tolong kamu bawa kemari ya, o iya sama opak kulit, opak telo sama rengginang, entah hari ini ibuk bersemangat membuat makanan eh ternyata mau ada tamu," Perintah Bu Tini kepada Alwa.
"Nggeh buk," (Iya buk) Balas Alwa sambil meninggalkan Bu Tika dan Bu Tini.
"Wah ini mah kandidat menantu idaman ya dek,"
Puji Bu Tika sambil melihat kearah Bu Tini.
Bismillahirrahmanirrahim mbak, saya dan mas cuma orang tua yang hanya bisa membimbing, anak itu titipan yang dapat mengubah anak tetep lah gusti allah, saya cuma bisa berdoa semoga Alwa bisa menjadi istri yang berbakti kepada orang tua, patuh kepada mertuanya dan menjalin hubungan baik antara keluarga suaminya nanti mbak," Ucap Bu Tini sambil meneteskan air mata karena terharu dapat melihat kembali putri semata wayangnya.
"Betul dek kita orang tua hanya bisa mengajarkan, mengusahakan dan memberi segala hak serta kewajiban yang wajib didapat kan anak intinya kita ikhtiar dengan baik selepas itu serahkan kepada pemilik segalanya, gusti allah yang dapat merubah ciptaannya," Ucap Bu Tika sambil mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.
Tak lama Alwa datang dengan membawa kue bolu pisang, martabak mini, opak kulit, opak telo dan rengginang.
"Monggo mbak, dicoba jangan lupa kritik sarannya agar makin memperbaiki karya masakan by dek tin," Ucap Bu Tini sambil mempersilahkan Bu Tika untuk mencoba.
"Wah rencana hari ini mbak mau diet tapi kok ada rejeki nggak boleh di tolak," Ucap Bu Tika sambil mengambil kue bolu pisang.
"Halah body kaya gitar spanyol kok masih mau diet sih mbak," Ucap Bu Tini sambil mengisyaratkan dengan tangannya.
"Wah fitnah deh kamu itu," Ucap Bu Tika sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku selalu berkata benar mbak, o iya mbak maaf kalu adik lancang, mbak ketemu Alwa di mana ?," Tanya Bu Tini yang penasaran kenapa Alwa bisa bersama Bu Tika.
"Waduh itu kalu di ceritakan bisa kaya pergelaran wayang 7 kali job manggung dalangnya," Ucap Bu Tika sambil mengambil martabak mini.
"maksudnya 7 hari 7 malam nggak selesai-selesai ya mbak atau gimana ?," Ucap Bu Tini bertanya tanya sambil mengambil kue bolu pisang sambil mendekap Bu Tika.
__ADS_1
"Betul banget," Ucap Bu Tika setelah itu mengambil minum yang di depannya.
"Nggak papa maupun 40 kali ngejob dalang nya bakal adik jabanin, saking penasarannya hujan badai, halilintar, ****** beliung, banjir, tsunami, tanah longsor, musim durian, musim mangga, musim hujan, musim kemarau, musim salju, musim semi, bakal adik lalui dengan sepenuh hati tanpa nanti dan tapi," Ucap Bu Tini sambil menatap Bu Tika.
"Subhanallah, Sampek musim salju aja mau di lewatin nanti lihat salju di buat es campur," Candaan Bu Tika.
"Wah buka buku lagi, jadi inget waktu dulu pas ikut pameran di luar negeri, maklum baru pertama kali lihat salju lah kita semua kan ndeso lah pas di depan penginapan ada supermarket langsung tancap gas beli sirup, terus ambil es sajlu di wadah dikasih sirup kaya ws serut, setelah itu pulang ke Indonesia langsung flu + demam," Jelas Bu Tini.
"Ya kita sama, apalagi mbak yang terjun ke dunia kuliner pastinya sudah pernah nyoba es serut alami tanpa campur tangan manusia langsung tinggal ambil," Ucap Bu Tika mengagungkan kepala sambil mengingat ingat kejadian dirinya mencoba salju di campur sirup Coco pandan.
"apakah mbak merasakan apa yang adik rasakan ?," Tanya Bu Tini sambil mengambil minumannya.
"Tentu saja tidak mbak cuma BPD," Ucap Bu Tika, sedangkan Bu Tini sudah kebingungan.
"Masak makan salju langsung BPD, serius adik nggak tahu maksudnya BPD ?," Bu Tini yang tidak tahu arti BPD yang di ucapkan Bu Tika.
"Batuk Pilek Demam, Hhhhhhhhhhh," Ucap Bu Tika sambil tertawa.
"Sama aja dong, Hhhhhhhh," Ucap Bu Tini, Tiba tiba Bu mengucapkan sesuatu.
"Dek, mbak mau bilang sesuatu ?," Ucap Bu Tika dari tertawa lepas langsung serius.
"Wah wah ini mesti mbak itu habis tertawa haha hihi langsung serius banget, aku jadi kaget tahu, monggo mau bilang apa ?," Protes Bu Tini.
"Kan sudah kebiasaan, jadi masalah penculik Alwa, biar kamu nggak penasaran besok mbak bakal cerita bahkan mbak bawa penculiknya sekalian," Ucap Bu Tika memberi tahu Bu Tini.
"Ah mbak jangan bercanda," Protes Bu Tini.
Setelah itu keduanya bercerita hingga tidak terasa waktu sudah sore akhirnya Bu Rika pulang.
__ADS_1