NIKMAT

NIKMAT
BAB 19 SEMINGGU


__ADS_3

Tak terasa 7 hari sudah dilalui, Pak Wira, Bu Tika dan Khi sudah berada di dalam ruangan perawatan yang berdampingan semua sudah siuman, keluarga dari Bu Tika dan Pak Wira silih berganti menjenguknya, Pak Gandara pun juga menjaga Bu Tini yang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.


Sedangkan pak sopir juga sudah dirawat, dan dua orang berada di dalam mobil yang terbakar dinyatakan meninggal.


"Gimana dek sudah ada perkembangan tentang pencarian Alwa sudah ada hasilnya ?," Tanya Pak Wira kepada Pak Sena yang duduk di sofa samping tempat tidur Pak Wira.


"Anak buah mas sudah mulai mencari keberadaan Alwa yang masih ada di kota ini, mas mbak dan Khi jangan terlalu dipikirkan semua pasti akan mendapatkan jalan keluar," Jelas Pak Sena sambil menenangkan Pak Wira, Bu Tika dan Khi.


"Ya sudah kalu sudah mulai dilakukan pencarian semoga segera membuahkan hasil," Ucap Pak Wira dengan menatap semuanya.


Di kamar Bu Tini Intan dan Vivi masuk


"Assalamu'alaikum," Ucap Intan dan Vivi bersamaan.


"Waalaikumsalam," Jawab Pak Gandara dan Bu Tini bersama.


"Maaf geh pak buk baru bisa kesini hari ini karena jadwal di WO banyak banget, kita keteteran," Ucap maaf Intan sambil bersalaman dengan Pak Gandara dan Bu Tini diikuti Vivi, terlihat mereka begitu kecapean.


"Nggak papa kok, ibuk terima kasih banget kalian mau menjenguk ibuk, ibu minta doanya semoga Alwa segera ditemukan," Ucap Bu Tini tak bersemangat.


"Aamiin," Balas semuanya bersamaan.

__ADS_1


Di lain tempat


Alwa sedang termenung, tak terasa satu minggu dirinya sudah terkurung di sini, selama satu minggu itu Alwa tidak pernah melihat suasana luar dan muka si penculik.


Jam 12.00 Alwa bergegas wudhu lalu Salat Zuhur tak lupa setelah Salat Alwa mengaduk segala keluh kesahnya.


"Ya Allah selamatkan hamba, mau kabar pintu di kunci, mau kabar lewat jendela langsung disambut tembok, mau kabar lewat angin angin nggak muat, minta baik baik nggak dikasih aku harus gimana ya Allah, Alwa bingung dengan keadaan ini...," Potongan doa Alwa dengan iringan tangisan, namun dari balik pintu laki laki yanga menculik Alwa malah bertanya-tanya ketika mendengar doa yang di ucapkan Alwa .


"Ini bocah doa nya kok kocak banget kaya anak TK aja, hadeh hadeh aku bingung ya Allah," Ucap si penculik sambil senyum-senyum sendiri.


Setelah Salat Alwa membereskan mukenah dan mendengarkan suara mobil sedang melewati samping kamar Alwa.


"Sebentar kok kaya ada yang aneh, setahu aku rumah ini dikelilingi oleh tembok tinggi kok ada suara mobil, mungkin si penculik lagi keluar, terima kasih ya Allah sudah mengabulkan doa hamba mu," Ucap Alwa sambil membuka pintu alangkah terkejutnya Alwa ternyata pintu itu tidak di kunci. Alwa langsung keluar dan terkejut lah kedua kalinya bahwa si penculik ada di depannya.


, memakai kaos oblong dan celana pendek serta sarung tangan sehingga mereka tidak bersentuhan langsung.


"Ahhhh, jangan sentuh aku sudah mandi, saya mohon jangan sentuh saya,"Ucap Alwa namun laki laki tersebut langsung menarik Alwa kemudian membuka laci mengambil tali kemudian menalikan tangan Alwa kemudian mengambil sesuatu dan ternyata penutup mata ketika bergambar hello Kitty kemudian menutup pada mata Alwa.


"Haduh haduh bocah bocah, ape gunanya gue pakai sarung tangan biar nggak nyentuh lo secara langsung, lagi pula gue tahu kok hukum laki laki dan perempuan yang bukan mahram kali bersentuhan bakal dapat dosa dan semua itu sudah ada di Al Qur'an dan hadits," Ucap Penculik itu dengan nada tinggi sambil mendorong Alwa.


"Lah tuh tahu, Penculik bermasker yang saya hormati tahukan bila laki laki dan perempuan yang bukan mahram berduaan ketiganya setan lagi pula juga tidak baik bakal timbul fitnah dan dosa, bebaskan saya ya nanti saya undang di pernikahan saya, saya kasih tiket makan sepuasnya nanti kasian ibuk saya kalu sampai terjadi apa saya nggak bakal segan segan memasuki ke hotel prodeo. Lepasin ya saya minta tolong pakai banget tambah banget...," Ucap Alwa panjang lebar tapi belum selesai sudah dipotong oleh si penculik.

__ADS_1


"Berisik dia atau saya sumpel onde onde, cepat jalan saya pindah kalu ke kamar baru," Ucap penculik yang membuat Alwa terdiam di tengah ucapnya.


"Saya boleh request kamar yang ada jendela yang langsung menghadap kearah luar langsung tanpa terhalang tembok, boleh nggak ?," Alwa berbicara tentang request kamar yang ingin diinginkan.


"Ya Allah nih bocah di culik nggak takut malah request kamar tidur, cepat jalan nanti lihat sendiri kamarnya," Kata Penculik dengan nada mengejek.


"Ya kali boleh kalu nggak ya mohon di wujudkan,nambah lagi saya jalan gimana kalu tangan saya di ikat, mata saya di tutup, saya nggak bisa langsung tiba tiba ada di kamar," Jawab Alwa yang nggak mau kalah.


"Malah maksain, tenang saya bakal gendong kamu Sampek kamar," Penculik berkata seketika Alwa langsung panik.


"Nggak usah, saya berat mas penculik nggak akan kuat biar suami sah saya yang gendong saya mas jangan, lagi pula telinga saya masih normal kalu tidak bisa melihat mas penculik bisa arahkan saya dengan kata kata," Elak Alwa dengan santainya.


"Enak aja ganti nama panggil, oke saya bakal arah kamu ke kamar baru kamu," Nama ucapan penculik ya tidak terima.


"Ya maaf kan saya belum kenal mas penculik, saya panggil sesuai apa yang saya lihat karena laki laki saya panggil mas terus karena lagi menculik saya ya saya tambahi penculik, saya orangnya realistis aja mas nggak muluk," Pinta maaf Alwa karena memang Alwa tidak kenal dengan laki laki yang menculiknya.


"Ya sudah ayo berdiri lalu berjalan lurus jangan berhenti atau belok kalu gue nggak ngomong," Ucap penculik kemudian Alwa berjalan lurus.


"Stop, jalan lurus lagi," Laki laki tersebut membuka pintu lalu Alwa masuk tak lama laki laki tersebut membuka tali di tangannya.


"Sudah boleh kamu buka penutup matanya !," Perintah penculik tersebut kemudian Alwa langsung membuka penutup mata, namun tidak menemukan laki laki itu.

__ADS_1


"Jangan jangan dia bukan manusia perasaan baru beberapa detik suruh buka penutup mata pas buka kok nggak ada," Alwa mengamati sekeliling ruangan sama seperti di bawah hanya penataan ruangan yang berbeda dan Alwa langsung menuju Jendela dan menemukan pemandangan kebun teh yang terhampar luas.


__ADS_2