NIKMAT

NIKMAT
BAB 36 GRATISAN


__ADS_3

Maaf in Dipra ya kadang panggil Angga atau Adbar itu satu orang tapi manggilnya beda beda 😆😆


Dijalan Bu Tika sedang terlihat beliau capek Alwa sudah cerewet ingin menggantikan tapi Bu Tika untuk menyetir.


"Umi, ibuk, ibu, mami, mama Alwa harus panggil apa lagi biar ibuk mau Alwa gantiin nyetirnya, aku lihat ibuk lagi capek, kita cari penginapan ya ibuk ku yang cantik banget ciptaan sempurna dari Allah, ibuk yang hebat dan luar bisa, istri sholehah buat pakde pokoknya paket komplit," Ucap Alwa sambil mencoba membujuk Bu Tika, setelah Alwa mengucapkan kalimat bujukan lama tidak ada balasan, kemudian Bu Tika menjawab bujukan Alwa.


"Alwa yang cantik ibuk bukan nggak mau gantian ibuk mau beli nasi lalapan terenak terus nanti kita cari penginapan dulu ya kasian kali langsung pulang kamu pasti capek oke," Ucap Bu Tika sambil fokus mencari keberadaan warung lalapan langganannya.


"Nah gitu dari tadi Alwa kan jadi tenang dan langsung lapar," Ucap Alwa seketika Bu Tika kaget.


"Bukan nggak mau jawab ibuk itu orangnya lupa an takut kebablasan kalu puter balik sulit ini kan jalan macet banget, terus kenapa kamu kok langsung lapar ?,"Jelas Bu Tika di tambahi dengan pertanyaan.


"Hhhh tadi pas ibuk nggak jawab sudah nggak ada ***** makannya Alwa, ketika ibuk bilang nasi lalapan dan ibuk mau istirahat Alwa langsung lapar seketika," Ucap Alwa terus terang berbicara.


"Wes hayuk pokoknya kita wisata kuliner, disini terkenal dengan sentral kuliner, pumpung ibuk mau program hidup sehat lusa," Ajak Bu Tika kepada Alwa, karena Alwa merasa senang dibalas dengan senyuman serta anggukan kepala.


"Iya buk mau banget, pumpung Alwa juga mau program makan makanan sehat lusa jadi di puas puasin tapi jangan kebablasan cukup buat obat penasaran ya buk," Ucap Bu Tika sambil memarkirkan mobilnya di depan sebuah ruko bertuliskan Nasi Lalapan Uuuwwwennak Poooollll.


"Wes hayuk pokoknya ibuk ajak kamu menikmati surga kuliner khusus malam ini saja nanti kali kebanyakan kamu pasti ngomel kaya Oliv," Ucap Bu Tika sambil keluar mobil diikuti Alwa berjalan dibelakang Bu Tika, setelah mereka sudah dapat tempat duduk dan datang lah seorang pelayanan.


"Assalamu'alaikum Bu dan Kakak, maaf ingin ini buku menunya silahkan di pilih pilih," Ucap ramah pelayan.


"Waalaikumsalam mbak," Ucap bersamaan Bu Tika dan Alwa.


Setelah beberapa waktu memilih Bu Tika memberikan pesanannya.


"Saya pesan kaya biasa aja ya mbak," Ucap Bu Tika kepada pelayan.


"Nasi lalapan bebek bakar, bakarannya agak gosong jangan lupa sambelnya pakai sambel trasi ya mbak, nasinya pakai nasi merah, untuk minumnya jus alpukat gulanya sedikit terus banyakin alpukat, betul itu Bu ?," Ucap si pelayan.


"Betul banget 100 buat mbak nya," Ucap Bu Tika sambil memberikan jempol kepada mbak pelayan.

__ADS_1


Siap Bu saya siapkan pesanannya, o iya kakak mau pesan apa ?," Ucap si pelayan kini menanyakan pesanan kepada Alwa.


"Saya ikut punya ibuk saja mbak," Ucap Alwa yang bingung dengan menu yang akan di pesan akhirnya sama dengan pesanan Bu Tika.


"Baik Bu dan Kakak saya permisi dulu, mohon menunggu," Ucap si pelayan sambil berjualan meninggalkan Bu Tika dan Alwa.


Bu Tika dan Alwa sudah pulang duluan namun Pak Wira, Angga dan Khi masih disana mereka menunggu selepas salat isya. Setelah magrib Pak Wira, Angga dan Khi pulang dari masjid.


"Umi sama Alwa tadi kemana bi bang ?," Tanya Khi yang tidak tahu kemana perginya umi dan Alwa.


"Umi mu abi suruh nganterin Alwa pulang, kamu tahu sendiri kan kondisi Umi nya Alwa," Jelas Pak Wira.


"O gitu kenapa nggak abang aja yang antar kan yang nyulik abang," Ucap Khi dengan menatap Angga.


"Nanti aja Abang antar kamu saat pernikahan dengan Alwa," Ucap santai Angga dengan menatap anak kecil yang tak asing sedang berjalan kearah mereka, anak tersebut tak lain adalah Rio.


"Monggo," Ucap Rio sambil sedikit membungkukkan badan ketika melewati Pak Wira, Angga dan Khi.


"Rio," Panggil Angga kepada Rio yang berjalan.


"Nggeh, wonten napa ?," (Iya, ada apa ?) Ucap Rio dengan bahasa jawa krama kemudian berjalan menghampiri Pak Wira, Angga dan Khi.


"Kamu habis dari mana ?," Tanya Angga yang penasaran.


"Ngpunten, mas niki sinten geh ? Kulo boten tepang," (Maaf, mas ini siapa ya ? Saya tidak kenal) Ucap Rio yang belum tahu bahwa yang bertanya di depannya adalah Om masker.


"Masak kamu lupa sama om masker," Ucap Angga mengingatkan bahwa dirinya adalah Om masker.


"Ya Allah ternyata om masker to, maaf om Rio beneran nggak tahu maaf maaf ya om," Ucap Rio yang kaget dengan laki laki yang ada didepannya adalah Om masker yang selalu membantunya.


"Nggak papa, o iya kenalin ini Abi nya om masker dan adik om masker," Ucap Angga sambil memperkenalkan Pak Wira dan Khi.

__ADS_1


"Jangan panggil aku adik om masker, kenalan dulu biar nggak penasaran Rizkhi Brawijaya Bratawira bisa dipanggil Khi," Khi mengulurkan tangannya.


"Salam kenal Om, saya Rio Aksara Nur Rifqi, bisa di panggil Rio," Ucap Rio sambil mencium tangan Khi kemudian tangan Pak Wira.


"Kalu om namanya Aryo Bratawira, bisa di panggil Om Wira, salam kenal Rio," Ucap Pak Wira sambil tersenyum kearah Rio.


"O Iya kamu tadi dari mana kok baru pulang jam segini ?," Tanya Angga kepada Rio.


"Habis dari rumah temen om, tadi habis salat berjamaah langsung keluar masjid dan kerumahnya temen," Jelas Rio kepada Angga.


"O gitu sudah makan belum ? Kalu belum makan, ayo bareng kita," Ajak Pak Wira sambil melihat Rio.


"Tidak usah repot repot om, bude saya sudah masak untuk makan malam, jadi saya makan di rumah saja atau om om semua mau makan di tempat Rio ? Hari ini Bude baru dapat orderan makanan jadi banyak makanan om," Ucap Rio sambil melihat Pak Wira, Angga dan Khi.


"Rejeki nggak boleh di tolak," Ucap Rio sekali lagi karena Pak Wira, Angga dan Khi diam saja.


"Aku orangnya nggak bisa dipaksa tapi kalu masalah makan ayo kita gas kan saja," Ucap Khi sambil menatap semuanya.


Akhirnya mereka berjalan kerumah Rio yang tak jauh dari situ, ketika sampai depan rumah Rio mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum," Ucap salam Rio kepada budenya.


"Waalaikumsalam, langsung masuk le bude di dapur," Ucap bude Rio yang sedang berada di dapur dan langsung mempersilahkan Rio masuk.


"Monggo masuk om om om semua, maklum bude kalu sudah di dapur sukar untuk keluar banyak magnetnya hhhhh," Ucap Rio sambil berjalan menuju dapur diikuti oleh Pak Wira, Angga dan Khi.


Ketik mereka sampai di dapur, dengan santainya bude Rio mempersilahkan makan maklum karena beliau sedang asyik menggoreng kerupuk.


"Ini lauknya, astaghfirullah," Ucap bude Rio yang sedang meletakkan toples kerupuk langsung dibuat kaget karena melihat Pak Wira, Angga dan Khi sedang berdiri dekat pintu masuk dapur.


"Ya Allah ada tamu to, monggo mas makan dulu, kamu nggak bilang kalu ada tamu selamat bude baru dapat pesanan jadi banyak masakan," Ucap bude Rio sambil mempersilahkan Pak Wira, Angga dan Khi untuk makan akhirnya mereka bertiga makan.

__ADS_1


__ADS_2