NIKMAT

NIKMAT
BAB 9 KEPUTUSAN


__ADS_3

Hari ini Angga akan pergi ke rumah Pak Gandara. Ketika akan kesana Angga lupa tidak menghubungi Pak Gandara dan Bu Tini.


"Assalamualaikum," Ucap salam Azi sambil menekan bel rumah milik Pak Gandara.


"Wa'alaikumusalam," Jawab dari dalam rumah tak lama pintu rumah terbuka terlihat seorang wanita kira kira berumur antara 22 tahun menggunakan niqab.


"Silahkan masuk Pak e dan Buk e masih ada didalam, sebentar saya panggil dulu. Maaf anda mau minum apa ?," Tanya Wanita tersebut yang tak lain adalah Alwa.


"Kenapa jadi gugup gini ya ?, pertanyaan langsung di borong aja haduh haduh," Batin Alwa.


"O iya terima kasih, tidak perlu repot repot," Jawab Angga sambil duduk dikursi ruang tamu.


"Tidak sama sekali, kalu begitu saya permisi dulu," Jawab Alwa kemudian meninggalkan Azi sendiri di ruang tamu. Alwa berjalan kearah kamar Pak Gandara dan Bu Tini.


"Pak e Buk e ada tamu didepan," Alwa membuka pintu kamar, kemudian mencari cari diruang tersebut tidak ada kemudian Alwa menuju balkon dan ternyata keduanya ada disitu.


"Pak e Buk e ada tamu didepan," Ucapan Alwa sekali lagi.


"Siapa ?," Tanya keduanya bersamaan.


"Alwa tidak tahu Pak e dan Buk e cek saja. Ya sudah kedapur dulu bikin minuman dulu," Jawab Alwa sambil meninggalkan Pak Gandara dan Bu Tini. Kemudian Pak Gandara dan Bu Tini menuju ke ruang tamu.


"Tumben Alwa pakai Niqab ?," Tanya Pak Gan kepada Bu Tini.


"Mungkin mau pemotretan kan kemarin ada MOU sama salah satu baju muslimah," Jawab Tini dengan melihat kearah ruang tamu.


"Assalamualaikum nak Adbar. Maaf menunggu lama tadi masih diskusi," Ucap salam dan permohonan maaf dari Pak Gan.


"Wa'alaikumusalam, saya juga baru datang Om sama buk jadi nggak menuggu lama," Jawab Angga dengan ramah.


"Gimana kabarnya Pak Wira dan Bu Tika ?, Tanya Bu Tini kepada Angga.


"Alhamdulillah Baik Buk e," Jawab Angga dengan melihat kearah Bu Tini


"Kalu boleh tahu ada perlu apa nak Adbar datang kemari ?,"Tanya Pak Gandara dengan melihat kearah Angga

__ADS_1


"Jadi saya ingin menanyakan mengenai keputusan lamaran saya kepada putri om ?," Angga menjawab tujuan dirinya datang kerumah Pak Gan.


"O gitu sebentar saya tanyakan kepada anak saya," Bu Tini bergegas menuju dapur untuk mengajak Alwa kedepan untuk memberikan keputusan dari lamaran Angga.


"Genduk..Genduk ku sing ayu dewe ayo sama Pak e disuruh kedepan ada hal penting," Bu Tini mengagetkan Alwa yang sedang membuat teh.


"Nggeh buk e sekalian bawa ini kedepan ayo buk," Jawab Alwa dengan nada santainya.


"Bismilah semoga jawaban ku nanti adalah jawaban terbaik dan akan menjadi keberkahan bagi kedepannya," Batin Alwa.


Berjalan dengan tak henti-hentinya mengucapkan sholawat hingga akhirnya setelah mempersilahkan akhirnya Alwa duduk disebelah Bu Tini.


"Jadi gini nduk, nak Adbar kesini menanyakan bagaimana keputusan kamu mengenai lamarannya kepada kamu nduk, Pak e dan Buk e tidak bisa menjawab itu semua ada ditangan kamu," Pak Gan memberikan pengertian bahwa kedatangan Angga adalah untuk meminta kejelasan mengenai lamarannya.


"Bismillahirrahmanirrahim. Dengan mengucapkan basmalah penuh keyakinan saya akan menerima lamaran dari Mas Adbar bila mana mas sudah mau menerima segala kekurangan saya, bagaimana ?," Alwa menerima lamaran, sambil memberikan pertanyaan bawah apakah Azi mau menerima kekurangannya.


"Saya sudah penuh keyakinan menerima kekurangan kekurangan pada CV milik Alwa. karena kita manusia tidak ada yang sempurna," Jawab Angga dengan sedikit ada rasa sungkan takut ada salah kata.


"Alhamdulillah kalu begitu. Kapan rencana lamarannya Nak Adbar ?," Tanya Pak Gan, sambil melihat Angga.


"Boleh kira kira kapan ? Semakin cepat semakin baik," Jawab Pak Gan dengan senang hati.


"In sya Allah nanti Abi dengan Umi akan kesini Om," Angga yang masih belum tahu tanggal berkata bawa Pak Wira dan Bu Tika yang akan menentukannya.


Tiba tiba suara orang terjatuh didepan pintu.


Brak


"Aduh aduh, yah benjol dah," Ucap Vivi, kemudian bangkit dan akan mengucapkan salam.


Bi Tini yang mendengarnya langsung kedepan.


"Ya Allah Vivi to kenapa-kenapa ? Kok Sampek ada adegan nyium lantai," Bu Tini yang melihat Vivi bangun dari lantai.


"Assalamualaikum Bude. Tadi sepatu Vivi licin jadi ciuman sama lantai, o iya bude mbak Alwa nya ada bude ?," Ucap Salam Vivi. Kemudian Bu Tini yang melihat benjol di kening Vivi tertawa kecil.

__ADS_1


"Wa'alaikumusalam, ada didalam masih ada tamu kenapa ada hal penting ? Sampek kamu lari tunggang langgang," Bu Tini menjawab salam Vivi sambil memberi tahu bawa Alwa masih ada tamu.


"Ini kan seharusnya Mbak Alwa pemotretan kok belum datang bisa bisa gaji Vivi dipotong karena tidak profesional," Jawab Vivi langsung to the points.


"Ya tinggal di lem biar utuh lagi. Sebentar bude panggilan dulu, ayo masuk !," Bu Tini mengajak Alwa masuk.


"Emang kertas bude bisa di lem. Vivi tunggu disini aja, Vivi malu kan ada tamu," Vivi menjawab pertanyaan Bu Tini, Setelah itu Bu Tini masuk memberi tahu kepada Alwa. Dengan kaget Alwa langsung pamit kepada semuanya dan akhirnya menemui Vivi.


"Ya Allah. Mbak lupa lo Vi kalu hari ini ada pemotretan selamat aja mbak udah siap," Alwa dan Vivi berjalan menuju kantor Wedding Organizer Alwa.


Sedangkan Vivi hanya diam menahan sakit di kening nya, Alwa melihat Vivi yang terdiam berpikir apakah Vivi sakit.


"Vi kamu sakit ?," Tangan Alwa menempel pada kening Vivi.


"Au...Sakit lo mbak," Vivi yang kesakitan karena benjolannya terkenal tangan Alwa.


"Sejak kapan tahu bulat ada disitu. Maaf tadi mbak tidak lihat," Permainan maaf Alwa sambil diiringi candaan.


Akhirnya mereka menuju keruangan pemotretan, setelah pemotretan Alwa mencari Vivi.


"Gimana Vi udah lumayan ?," Tanya Hana yang melihat Vivi sedang merangkai sebuah dekorasi.


"Alhamdulillah. Mbak udah lumayan, tadi dirumah tamunya siapa ? Sampik membuat Halwa Izzati Gandara lupa," Balas Vivi terhadap perkataan Alwa dengan sedikit candaan.


"Nanti juga tahu, lain kali besok kalu lari lari pakai sepatu haihils ya biar tahu bulatnya makin banyak," Ejek Alwa kepada Vivi yang masih asyik dengan pekerjaannya.


"Jahanam mbak Alwa nih. Bukannya dikasih solusi malah dikasih masalah, namanya mempersulit hidup," Jawab Vivi dengan nada memelas.


"Yuk Salat dulu udah waktunya pekerjaan dilanjutkan nanti," Ajal Alwa. Karena waktunya sudah masuk jam pulang dan salat Ashar.


"Yuk mbak, sekalian ngajak aku makan ya mbak ?," Balas Vivi dengan santainya.


"Iya yuk," Akhirnya keduanya beranjak meninggalkan kantor Wedding Organizer.


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.

__ADS_1


__ADS_2