NIKMAT

NIKMAT
BAB 6 LANJUTAN


__ADS_3

"Assalamualaikum," Ucapan perempuan yang menggunakan hijab syar'i dan nikab sehingga hanya nampak mata yang membuat siapapun yang melihat akan menjadi terpesona dengan mata biru dengan bulu mata yang lentik membuat kesan misterius makin kuat kecuali itu wanita tersebut juga menggunakan baju pengantin.


"Waalaikumsalam," Jawab semua orang yang berada didalam ruang tamu tersebut secara bersamaan sehingga membuat kaget si pemberi salam.


"Loh ada tamu ternyata maaf mengganggu," Ucap wanita tersebut dengan dilanjutkan menyalami tamu yang ada didalam ruang tamu tersebut.


"Maaf bukan tidak sopan saya baru saja foto untuk referensi model busana WO saya jadi masih pakai sarung tangan makannya berani berjabat tangan sama om, saya permisi dulu om tante," Ucapan Alwa tanpa melihat kerah si tamu kemudian akan pergi meninggalkan si tamu.


"Nggak papa Om sama Tante ngerti kok," Balas Pak Wira dengan nada santainya, sedangkan Bu Tika hanya terdiam sambil terlihat berfikir.


"Assalamualaikum," Kemudian Alwa meninggalkan semuanya bergegas menuju kamarnya.


"Waalaikumsalam," Jawab semuanya dengan bersamaan lagi.


Menuju kearah kamarnya bertemu Bu Tini yang sedang membawa nampan kemudian menuju kearah ruang tamu.


"Buk e lagi apa ? Mau Alwa bantu tapi sebentar ya tapi Alwa ambil barang dikamar," Tawar bantuan dari Alwa untuk Bu Tini.


"Nggak usah nduk, ini tinggal dibawa kedepan kamu selesaikan urusanmu dulu, ya udah ibuk kedepan dulu ya," tolak dengan halus Bu Tini kepada Alwa kemudian pamit kedepan.


"Iya Buk e maaf Alwa nggak bisa bantu," Alwa meminta maaf kerena tidak bisa bantu Bu Tini. Dibalas dengan senyuman manis oleh Bu Tini tanda bahwa tidak apa apa kalu dijadikan kata kata.


Bu Tini berjalan menuju ruang tamu tampak sedang ngobrol dengan seksama antara suaminya dan Pak Wira sedangkan Bu Tika menjadi pendengar setia.


"Monggo monggo diminum dulu minumannya sekalian kuenya dicicipi, maaf karena hanya ala kadarnya," Bu Tini meminta maaf karena hanya bisa memberikan teh hangat serta kue buatannya.


"Nggak papa Bu, saya coba ya Bu," Balas Bu Tika dengan nada lembut kemudian mencicipi kue buatan Bu Tini.


"Iya monggo monggo," Bu Tini mempersilakan tamunya untuk menikmati kue yang ada diatas meja.


"Enak banget Bu rasanya kaya roti roti jaman dulu Spikoe Resep Kuno yang sekarang nggak ada yang jual kecuali di Surabaya, Betul nggak Mi ?," Pak Wira membaringkan pendapat kemudian meminta agar Bu Tika juga memberikan pendapatnya.

__ADS_1


"Betul enak banget ini lapisnya sekali gigit pengen lagi," Bu Tika memberikan pendapat bahwa kue yang dibuat Bu Tini sangat enak.


Akhirnya Pak Wira memulai maksud kedatangannya berkunjung dirumah Pak Gandara.


"Baik karena Pak Gan dan Bu Tini sudah ada disini kami ingin menyampaikan keinginan yaitu ingin meminang putri bapak, ya kami menjalankan wasiat dari Ibu saya yang meminta agar menjodohkan putri Pak Gan dan Bu Tini dengan Putra kami karena wasiat Ibu saya akan menjadohkan dengan cucu temannya, maaf sebelumnya nama teman ibu saya adalah bulek Sulastri," Ucapan Pak Wira langsung ke inti pembicaraan kemudian sembari memberikan foto dua orang perempuan paru baya yang sedang berfoto disebuah taman.


"Betul ini ibu saya dan itu adalah wasiat beliau kepada saya agar mau menerima lamaran dari keluarga temannya kalu tidak salah namanya budhe Sudarmi biasanya saya panggil Budhe Dar, orangnya sangat baik dan sabar menurut saya bagaimana kabar budhe sekarang Mas ? Boleh kan saya panggil pak Wira dengan sebutan mas biar lebih akrab," Pak Sastra juga menyampaikan bahwa wasiat Pak Wira sama dengan yang Pak Gan dapatkan kemudian Pak Gan bertanya keadaannya Bu Dar.


"Ibu sudah wafat 3 tahun lalu, kalu Bulek Tri gimana kabarnya ?," Pak Wira berkata bahwa Bu Dar sudah meninggal 3 tahun lalu kemudian bertanya keadaannya Bu Tri.


"Ibuk saya sudah wafat 3 bulan yang lalu 1 hari sebelum beliau meninggal,beliau membacakan wasiatnya paling kagetnya ternyata ibuk sudah menjodohkan putri saya dengan cucu Budhe Dar, Coba saya panggil kan anak saya agar dia yang menjawab," Pak Gan menjelaskan bahwa Bu Tri sudah meninggal kemudian menyuruh Bu Tini memanggil Alwa yang ada dikamar nya.


"Sebentar saya panggil anak saya monggo dinikmati kuenya" Bu Tini kemudian bergegas menuju kamar milik Alwa.


Pintu diketuk dari luar Hana yang baru selesai mandi segera membuka pintu dilihat Bu Tini, kemudian Bu Tini masuk.


"Nduk kamu ditunggu Bapak depan ada yang harus kamu putuskan," Bu Tini memberikan perintah kepada Alwa.


"Alwa," Suara Bu Tika melihat Alwa yang datang.


"Bu Tika jawab Alwa dengan kaget," Alwa kaget melihat orang yang ada didepannya ya karena saking buru burunya tadi nggak lihat muka kedua tamu dan sebaliknya Bu Tika tidak mengenali Alwa karena menggunakan Niqab sehingga menutupi mukanya hanya tersisa matanya saja.


"Loh udah saling kenal to ternyata," Pak Wira Merasa kaget.


"Nanti Umi jelas kan dirumah," Bu Tika merasa bahagia bahwa pilihan Bu Dar sesuai dengan pilihannya.


Akhirnya Alwa duduk bersampingan dengan Bu Tini, kemudian Pak Gan memberikan maksud tujuan Pak Wira dan Bu Tika yaitu ingin meminang Alwa menjadi menantu keluarga Bratawira, Alwa kaget nampak dari mukanya.


""Bismilah karena ini wasiat dari Mbah Uti dan Alwa akan bersedia menerima perjodohah ini tapi dengan syarat calon suami Alwa mau menerima Alwa apa adanya dan kekurangan Alwa karena Alwa manusia biasa jadi banyak kekurangan dan sebelum pernikahan Alwa minta calon suami Alwa dan Alwa tidak saling bertemu," Jawab Hana dengan nada santai dan penuh perasaan.


"Alhamdulillah," Jawab semua serempak

__ADS_1


Kemudian Alwa meminta izin untuk pergi kekamar untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih belum selesai, ketika Alwa pergi dari luar terdengar suara orang mengucapkan salam.


"Assalamualaikum," Suara salam dari luar pintu kemudian terlihat seorang laki laki.


"Wa'alaikumusalam," Jawab serempak dari semuanya.


"Maaf saya telat," Sambil melihat semuanya tapi terhenti ketika melihat Bu Tini.


"Loh Adbar kamu anaknya Pak Wira dan Bu Tika to ?," Tanya Bu Tini yang kaget karena menantu idamannya akan menjadi calon suami anaknya.


"Iya Buk e," Jawab Angga bingung kemudian mencium punggung tangan semua orang yang ada diruang tersebut.


"Ya sudah silahkan duduk !," Perintah Bu Tini kepada Angga.


Kemudian Bu Tini pergi kebelakang membuatkan minuman untuk Angga dari depan hingga dapur senyuman terus mengembang dan nggak pudar.


"Sekarang giliran saya tanya kepada nak Adbar yang tanya boleh ?," Pak Gan membuka pembicaraan.


"Boleh Pak silahkan," Jawab Angga dengan santai ya walaupun nada rasa gimana gitu.


_____________________________________________


Kira kira pak Gan mau tanya apa ya jadi penasaran nanggung banget nih DIPRA nulisnya, Hhhhh biar penasaran dan terus pantengin Novel nya biar penasarannya terbayar biar nggak kebawa mimpi Hhhhhhh


NB : Adbar \= Angga itu nama panggilan Bu Tini


Lanjut diBAB berikutnya


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.


Terima kasih sudah membaca, foto DIPRA ambil dari ig maaf bila ada yang kurang berkenan.

__ADS_1


Mohon maaf bila ada kekurangan


__ADS_2