
Hari yang ditunggu kini telah tiba, pernikahan sederhana ya permintaan Khi dan Alwa maklum masih ada berduka. Alwa nampak cantik dengan polesan make up dari Bu Tini, tak lama Intan dan Vivi datang.
"Assalamualaikum," Ucap keduanya bersama.Alwa yang mendengarnya langsung melihat ke sumber suara.
"Waalaikumsalam," Jawab Alwa kepada keduanya.
"Subhanallah, bajunya cantik banget apalagi orangnya haduh haduh pokoknya sulit diungkapkan dengan kata kata," Puji Intan kepada Alwa.
"Ya Allah mbak Alwa udah orangnya cantik, ditambah dengan make up haduh sempurna, apalagi bajunya haduh kalu mbak Alwa udah selesai nanti di kasih aku nggak nolak kok, lumayan kan bagus buat pernikahan Vivi nanti," Ucap Vivi, Intan dan Alwa yang mendengar langsung menggelengkan kedua kepalanya.
"makasih buat pujiannya, terus lain kali kali muji yang ikhlas jangan ada udang di balik bakwan eh keliru udang dibalik batu," Ucap Hana, intan dan Vivi sudah memberikan hadiah kepada Alwa.
"Yeeee, Vivi kan menyelam sambil minum air, lumayan kan kalu dapat gaun ini kan bisa hemat biaya gaun nanti pas aku menikah, o iya aku suka udang di Alik bakwan enak dimakan kalau udang di balik batu sulit nangkep nya," Ucap Vivi, Alwa dan Intan yang mendengar pun tertawa dengan perkataan Vivi yang selalu lucu.
"Eh ada Pipi sana Intan, o iya pengantin nya jangan diajak ketawa terlalu sering nanti make up nya pecah kan nggak cantik," Bu Tini yang masuk langsung melihat Intan dan Vivi.
"Assalamualaikum, Buk e," Ucapan Intan dan Vivi bersamaan sambil mencium tangan Bu Tini.
"Waalaikumsalam," Bu Tini menjawab salam keduanya.
"Buk e nama aku bukan Pipi tapi Vivi," protes Vivi kepada Bu Tini.
"Iya iya Pipi maaf buk kan lidah lidah bule nya medok," Ucap Bu Tini.
"Aku manut sama buk e takut di pecat jadi anak nanti,"Jawab Vivi sambil tersenyum kearah Bu Tini.
"Nanti kali nggak manut di kutuk jadi lumpang sama alu bantu ya buk e," Ejek Intan kepada Vivi. Bu Tini dan Alwa yang mendengar sudah tertawa tapi Vivi sudah mengurucutkan bibirnya hingga bisa di kuncir
__ADS_1
"Betul tuh ide bagus lumayan buat menghaluskan bumbu kali listrik mati," Jawab Bu Tini, Intan dan Alwa yang mendengar sudah tertawa.
"Ih Buk e dan mbak Intan tega terus mbak Alwa juga ikut ikut ah kalian semua tega sama Vivi kalian tega, kalian jahat," Ucap Vivi, Bu Tini, Alwa dan Intan yang mendengar bukan malah iba malah tertawa.
"Tuh karakter tertindas nya keluar sebentar lagi lagi ku menangis tetetet," Ucap Alwa. Sedangkan yang lain sudah tertawa.
"Udah udah takut mukanya mbak Alwa nanti pecah eh maksudnya make up nya,. ya walupun tanpa make up mbak Alwa tetap cantik dari sananya," Ucap Intan, Vivi masih dengan mulut bebeknya.
"Ya sudah Intan ke bawah dulu ya buk e dan mbak Alwa, O iya bebek eh salah panggil makanya bibir jangan kaya bibir bebek, Vi kamu disinilah apa ikut ke bawah ?," Pamit Intan sambil bersalaman dengan Alwa dan Bu Tini kemudian di ikuti oleh Vivi.
"Ya sudah aku ikut mbak itik eh mbak Intan maksudnya, takut nanti nglawak terus kasian sama buk e nanti harus make up ulang," Jawab Vivi sambil berada dibelakang Intan yang berjalan menuju kearah Alwa.
"Semoga keluarga mbak dan mas khi diberikan kelancaran, menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah dan diberikan putra putri yang berguna bagi nusa, bangsa, agama serta mau berjihad di jalan Allah SWT. Aamiin," Doa dari Intan kepada Alwa kemudahan mereka berpelukan.
"Aamiin Ya Robbal'alamin," Jawab dengan Aamiin oleh semua.
"Aamiin Ya Robbal'alamin," Jawab semuanya bersamaan.
"Buk e terima kasih atas doa dan kehadirannya hanya Allah yang membalas kebaikan kalian," Ucap Bu Tini sambil memeluk Intan dan Vivi secara bergantian.
"Aku juga terima kasih buat kalian berdua doa terbaik selalu untuk kalian berdua," Alwa juga berterima kasih atas kedatangan, kelucuan dan doa mereka.
"Kami kebawah dulu ya buk e dan mbak Alwa, Assalamualaikum," Pamit keduanya bersama kemudian setelah menjawab salam mereka keluar.
"Wa'alaikum salam," Jawab Bu Tini dan Alwa bersama sambil melambaikan tangan kearah Intan dan Vivi
"Hati hati di depan banyak yang ganteng ganteng ingat jaga pandangan syukur syukur nanti diajak akad sekalian," Tambah Bu Tini sambil tertawa.
__ADS_1
Setelah kepergian Intan dan Vivi, tinggal Bu Tini dan Alwa, nampak rasa ketakutan, gelisah di raut muka Alwa.
"Nggak mau cerita sama buk e, dari tadi buk e lihat muka kami kaya orang mau nahan kentut, jangan jangan kamu kecirit ?," Ejek Bu Tini kepada Alwa yang merasa gelisah dan ketakutan.
"Ih buk e kok gitu sih," Jawab Alwa dengan melihat kearah Bu Tini.
"Buk e tahu kalu kami itu galon akut alias gelisah galu takut," Ejek Bu Tini sambil duduk disampingnya Hana.
"Kamu mau bohong sama buk e, kamu ingat ya Nduk buk e ini yang mengandung, melahirkan, merawat dan kamu curhatnya ke ibuk jadi buk e tahu kamu itu ada hal yang sedang kamu sembunyikan," Ucap Bu Tini lagi. Sedangkan Alwa masih setia menunduk.
"Oke nggak mau cerita, buk e nggak maksa kok," Ucap Bu Tini, sedangkan masih diam karena galon akut.
"Assalamu'alaikum, mbak Wawa dan bude," Ucap seorang dari depan pintu kemudian masuk kedalam memeluk Bu Tini dan Alwa secara bergantian.
"Wa'alaikumsalam," Jawab Bu Tini dan Alwa bersama dengan membalas memeluk.
"Ya Allah mbak Wawa ih makin cantik aja terus bude ih makin lama makin muda," Ucap Zahwa sambil memeluk Alwa dan Bu Tini bergantian.
"Ah kamu kalu muji jangan terlalu nanti bude keluar sayap terus terbang tinggi Lo," Ucap Bu Tini yang selalu becanda.
"Hhhhh maaf bude, tapi itu kenyataan lo," Ucap Zahwa kepada Bu Tini.
Sedangkan di hotel milik keluarga Bratawira sedang berkumpul seluruh anggota keluarga dari pak Wira dan Bu Tika dan bersiap siap untuk menuju ke rumah keluarga Gandara, Khi sudah ziarah ke makam Angga dengan tangisan Khi lepaskan segala segalanya di pusaran Angga.
"Maaf kan Khi bang, Khi sayang Abang, Khi janji akan menjaga Umi, Abi, Adik dan Alwa. Abang tenang disana tunggu Khi ya bang," Ucap Khi sambil menangis sudah tidak dapat dibendung.
Pagi ini Khi sudah menggunakan baju yang di berikan oleh Bu Tini nampak pas dan cocok.
__ADS_1