
Semua merasa bahagia kecuali kedua anak manusia yang sebentar lagi akan menikah, keduanya adalah Khi dan Alwa terlihat raut muka yang tidak dapat ditebak ada rasa bahagia namun juga satu sisi ada kesedihan.
"Maaf saya boleh bicara 4 mata dengan Alwa ?," Khi membuka keheningan yang terjadi karena semuanya asyik dengan dunianya masing masing.
"Ahhhh...Apa ?," Alwa yang masih melamun dan tidak fokus akhirnya menanyakan lagi apa yang di ucapkan oleh Khi.
"Saya ingin berbicara 4 mata dengan kamu ?," Tanya Khi lagi.
"Boleh, tapi Khi tahu kan batas-batas kita," Jawab Alwa dengan menundukkan kepalanya.
"In Sya Allah saya tahu batasan kita," Jawab Khi dengan menundukkan kepala karena tugas laki laki ketika melihat wanita bukan mahram sebaik baiknya menundukkan kepalanya.
"Ya sudah didepan ada bangku silahkan kalian kesana !," Ucap Pak Wira kepada Alwa dan Khi karena jalannya sepi.
"Ya sudah kami pamit dulu, Assalamualaikum," Pamit Khi diikuti Alwa dari belakang.
"Wa'alaikum salam," Jawab semuanya, akhirnya Pak Wira, Pak Gandara, Bu Tika dan Bu Tini sedang asik membicarakan rencana resepsi pernikahan.
Di lain tempat tampak Alwa dan Khi yang sedang duduk saling membelakangi karena mereka duduk saling berlawanan.
"Alwa saya boleh tanya sesuatu ?,"Khi bertanya kepada Alwa yang sedari tadi diam.
"Boleh silahkan,"Alwa mempersilahkan Khi untuk memberikan pertanyaan.
"Mari kita buat perjanjian ?," Ucap Khi dengan menatap kedepan.
"Baik saya akan mengajukan permintaan, kalu Khi kurang suka boleh menolak tapi harus ada alasan yang kuat dan jelas bagaimana," Ucapan Alwa yang biasanya suka becanda dengan Khi tapi kali ini Alwa merasa canggung.
"Silahkan, sebelum itu saya mau tanya. Alwa sudah mencintai Abang Angga ?," Jawab Khi. Kemudahan bertanya tentang rasa cinta kepada Angga.
"Maaf saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri dan hati saya. Saya sudah mulai mencintai Mas Angga tapi saya akan berusaha menghilangkan cinta tersebut dari hati saya," Jawab Alwa yang masih terpukul atas meninggalnya Angga.
"Saya paham siapa yang tidak jatuh cinta pada Abang, beliau orangnya sabar, ganteng, alim, kalem dan sukses. Saya memang ingin memiliki kamu sebagai istri saya tapi saya tidak mau seperti cara ini harus kehilangan kakak yang paling saya cintai," Jelas Khi dengan rasa sedih terhadap apa yang dialaminya.
__ADS_1
"Maksud kamu apa Khi ?," Alwa yang belum tahu maksud ucapannya Khi.
"Lupakan, sekarang kamu mau gimana setelah menikah ?," Khi yang tidak sadar baru saja memberitahu isi hatinya yang hanya dirinya yang tahu.
"Kamu cinta sama aku ?," Tanya Alwa yang masih penasaran.
"Haduh haduh udah udah, disuruh memberikan perjanjian malah tanya kurang penting, aku mau kamu setelah menikah tidur sama saya di satu kamar oke tapi...," Ucap Khi. sudah merasa malu sendiri.
"Tapi saya masih takut malam pertama," Alwa memotong perkataan Khi, maklum Alwa merupakan orang yang tidak suka menyembunyikan sesauatu.
"Yeh nikah sama itu adalah satu paket jadi siap nggak siap harus, tahu kan menolak ajakan suami bakal dilaknat oleh malaikat sampai pagi mau ?," Jawab Khi yang sudah gemas dengan Alwa kalu sudah halal mau cepat cepat mencubitnya.
"Iya. Alwa tahu kok," Jawab Alwa yang terlihat gugup.
"Oke bagus kalu tahu, kalu Khi cuma minta Alwa mulai buka hati untuk Khi boleh ?," Jawab Khi senang sambil menyampaikan permohonan agar Alwa bisa membuka hati untuk Khi.
"Alwa selalu berusaha membuka hati untuk Khi," Jawab Alwa yang mulai tidak gugup dengan pembicaraan mereka.
"Alhamdulillah. Khi cuma ingin pernikahan kita digelar secara sederhana Alwa tidak keberatan ?," Jawab Khi dengan diselingi pertanyaan.
"Katanya takut malam pertama tapi suka pas akad nikahnya," Ejek Khi. Senyum terukir di bibir Khi.
"Intinya Alwa dan Khi akan selalu menguatkan dan saling melengkapi oke," Alwa yang memberi sebuah janji untuk dirinya dan Khi.
"In Sya Allah Khi siap," Jawab Khi dengan semangat.
Pembicaraan mereka terus berlangsung hingga tak terasa jam pun sudah hampir pukul 22.00 malam, akhirnya keduanya memutuskan untuk kembali ke ruang keluarga.
"Sudah ketemu kesempatannya ?," Tanya Bu Tika penuh semangat.
"Alhamdulillah sudah,"Jawab bersamaan antara Alwa dan Khi.
"Alhamdulillah kalu sudah. Sudah malam kami pamit pulang yang mbak mas," Ucap Pak Gandara sambil berdiri pertanda akan pamit.
__ADS_1
"Loh kok keburu, nginap sini aja lo dek juga boleh ?," Jawab Pak Wira. dengan ikut berdiri.
"Takut Alwa nggak bisa tidur karena boneka Teddy Bear ileran nya ada dirumah," Pak Gandara memberi tahu takut Alwa tidak bisa tidur karena boneka Teddy Bear yang selalu menemani Alwa dari umur 5 tahun hingga sekarang.
"Ihhh...Pak e kalu ngomong suka bener sih jadi malu aku," Jawab Alwa yang sudah malu.
"Ya sudah kami pamit, Assalamualaikum," Ucap Pak Wira sambil bersalaman dengan semuanya kecuali Bu Tika karena hanya memberi salam jarak jauh.
"Wa'alaikumu salam," Jawab Semuanya.
"Saya pamit mas mbak, Assalamualaikum," Pamit Bu Tini sambil menyalami Bu Tika dan memberikan salam jarak jauh untuk Pak Wira dan Khi
"Wa'alaikumu salam," Jawab semua dengan bersama.
"Saya pamit Umi, om dan Khi. Assalamualaikum," Pamit Alwa dengan bersalaman kepada Bu Tika sedang Pak Wira dan Khi hanya diberi salam jarak jauh.
"Wa'alaikumu salam," Jawab semua bersamaan sambil berjalan menuju pintu keluar.
Akhirnya Pak Gandara, Bu Tini dan Alwa masuk kedalam mobil, kemudian melambaikan tangan pertanda mereka akan meninggalkan halaman rumah Bratawira.
"Doa terbaik untuk mu mas Angga, semoga kamu mendapat surga dan bidadari nanti di surga. kau akan menjadi cerita dalam indah hidupku terima kasih sudah mengisi cerita dalam buku harian ku. Untuk dirimu lelaki yang dulu sering berdebat dengan ku hanya karena tata letak makanan kini kau akan menjadi calon imam ku. Akan terus berusaha untuk menjadi istri yang sholihah, maaf bila benih cinta terhadap orang lain masih ada aku hanya manusia biasa," Ucap Alwa di dalam hati. Sambil melihat kearah luar mobil.
"Ehem...Ehem lagi mikirin apa sih ?," Ejek Bu Tini sambil melihat Alwa.
"Apa sih Buk ?," Jawab Alwa yang melihat kearah Bu Tini.
"Semoga dilancarkan ya Nduk, buk e cuma bisa memberikan doa untuk Genduk yang paling cantik setelah buk e," Bu Tini memberikan doa untuk tapi masih sempat-sempatnya membandingkan kecantikan.
"Aamiin buk e," Ucap Alwa sambil memeluk Bu Tini.
Tak lama mobil milik Pak Gandara sudah memasuki halaman rumah keluarga Gandara.
"O iya kamu tadi minta dekorasi yang gimana ?," Tanya Bu Tini kepada Alwa.
__ADS_1
"Sederhana Buk e karena masih susana berkabung buk e," Jelas Alwa kepada Bu Tika.