NIKMAT

NIKMAT
BAB 24 TERMENUNG


__ADS_3

Duduk termenung memikirkan keberadaan Alwa yang masih belum ditemukan hingga saat,


"Dimana kamu nduk buk e kangen, buk e cemas, buk e sudah tidak bisa berkata kata, dipikirkan buk e cuma kamu nduk," Bu Tini berucap di iringi tangisan karena begitu kangen, khawatir dan semua rasa campur aduk, tak beberapa lama suara azan zuhur terdengar kemudian bergegas melaksanakan salat zuhur.


Setelah salat Bu Tini langsung duduk bersimpuh sambil mengangkat tangan seraya berdoa.


"Ya Allah gusti saya minta maaf bila banyak salah mohon ampuni segala salah dan khilaf saya baik yang disengaja ataupun tidak saya sengaja, gusti maha suci saya berlindung dari kesalahan serta kekurangan saya mohon jauhkan saya dari dosa dosa yang memberatkan saya di akhirat nanti. Semoga bapak, ibu, suami, anak dan keluarga saya selalu dilimpahkan kesehatan, kebahagiaan dan kemudahan dalam segala hal, semoga karyawan diberikan kesehatan, kebahagiaan serta kelancaran biar makin giat kerjanya. Semoga anak saya segera ditemukan saya kasian dengan Khi, semoga Khi diberikan kesabaran bila keduanya berjodoh mudahkan pernikahan keduanya saya ikhlas bila Alwa dan Khi tidak berjodoh, semoga Khi mendapatkan perempuan yang cantik, sholehah, baik hati dan menerima Khi dengan sepenuh hati. Rabbana atina mas fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar." Doa Bu Tini sambil menangis tersedu-sedu. Setelah selesai berdoa Bu Tini keluar dari ruang salat di ruangannya, ketika keluar dari ruangan Bu Tini mendapati Vivi dan intan berada diluar.


"Lo Vivi sama Intan ada urusan apa kok di luar nggak masuk ?," Tanya Bu Tini kepada diri sendiri. Vivi yang melihat Bu Tini sudah ada diruangnya langsung memberi tahu kepada Intan.


"Mbak Intan itu buk e sudah ada ayo masuk," Ucap Vivi kepada Intan yang melihat kearah lain seketika melihat kearah ruangan Bu Tini. Keduanya akhirnya berdiri dan masuk kedalam ruangan Bu Tini.


"Assalamu'alaikum," Ucap salam keduanya dengan intan membuka pintu dan Vivi ikut masuk di belakangnya.


"Waalaikumsalam," Balas salam Bu Tini sambil tersenyum kearah keduanya.


"Ibuk sehat ?," Ucap keduanya bersamaan lagi.


"Haduh sehati deh kalian berdua, alhamdulilah sehat dan luar biasa, kenapa tadi nggak masuk aja kok nunggu luar ?," Tanya Bu Tini sambil duduk di sofa diikuti Intan dan Vivi.


"Hhh tadi kita baru datang kok buk," Ucap Intan, Bu Tini merasa aneh dengan Vivi yang diam, belum biasanya akan menjawab mendahului intan.


"Pipi cabi kok diem aja lagi sakit tangan ya ?," Tanya Bu Tini kepada Vivi yang terdiam.


"Emem Vivi lagi kebelet buang air besar, maaf kalu nggak sopan Vivi numpang buang air besar di kamar mandinya buk e ya, terus maaf diem sama sakit tangan apa hubungannya buk e ? eh tapi itu di bahas nanti aja Vivi permisi dulu," Vivi yang langsung berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Tak lama ketika Intan dan Bu Tini akan membicarakan gaun pengantin tiba tiba. terdengar suara kentut yang begitu jelas.


Dhuttttt...dhutttt...dhuttt...pretttt...preettt....rettt..ttt...ttt...ttt


"Ya allah apa itu suaranya, kenapa kentut kamu suaranya begitu kuat sekali," Ucap Bu Tini dengan nada lagu merinding Mak bulu romaku yang dinyanyikan oleh salah seorang penyanyi.


"Alhamdulillah lega," Vivi yang didalam merasa lega, dengan kentutnya masih ditambah lagi suara kentut kedua.


dhuuttttttttt...dhhhuuuttt...preetttttttttttt.


"Ya Allah masih ada serangan kedua ternyata buk e," Ucap Intan langsung mendengar kentut Vivi. Ketika Vivi keluar dari kamar mandi.


"Pipi cabi tadi petasan kenapa kamu bawa di kamar mandi ?," Tanya Bu Tini sambil guyonan.


Akhirnya Bu Tini, Intan dan Vivi membicarakan gaun yang akan digunakan pada pernikahan salah satu costumer.


Di rumah penculik.


Alwa sudah beres kamar sambil sekali kali melantunkan sholawat.


"Kisah cinta Sayidah Khadijah bersama baginda rasulullah sungguh indah dan sungguh mulia cinta terbaik dunia," Alwa bernyanyi sambil memegang sapu berlaga sedang rekaman.


"Alhamdulillah suaranya bagu banget ya Allah terima kasih," Puji pada diri sendiri dari luar ada laki laki yang sedang mendengarkan Alwa bernyanyi yang tak lain adalah si penculik.


"Subhanallah suaranya bagus banget kaya artis artis sholawat di YouTube," Puji laki laki tersebut dalam hati.

__ADS_1


Tak terasa malam pun tiba Alwa sudah selesai salat isya kemudian Alwa duduk sambil menatap perkebunan teh dan Kerlip lampu dari kejauhan.


"Alhamdulillah luar biasa atas keindahan yang telah engkau berikan," Syukur Alwa kemudian bergegas masuk ke kamar lalu membuka pintu keluar untuk makan malam.


"Wih mas penculik kelihatannya lagi keluar, kelihatannya pintu di depan nggak dikunci coba keluar lihat bintang bintang," Seketika Alwa langsung membuka pintu dan ternyata tidak dikunci.


"Alhamdulillah, semoga gerbang depan tidak dikunci," Alwa bergegas menuju gerbang kayu setinggi 4 meter.


"Hai bocah mau kemana ?," Ucap Laki laki yang suaranya tidak asing bagi Alwa.


"Kelihatannya suaranya nggak asing masak genderuo muncul lagi, apa mungkin lagi patah hati sampai berada di titik terendah hingga muncul terus," Alwa yang membalikkan badannya kemudian melihat si penculik yang setia menggunakan masker.


"Mau jogging ini kan jam 8 biar nggak gendut, jadi aku mau olahraga bye bye mas penculik," Alwa berlagak lari lari kecil, si penculik yang melihat langsung dibuat heran.


"Jam 8 malem ini bukan jam 8 pagi bukan keringet yang kamu dapet masuk angin iya, udah sana masuk tidur jangan keluar keluar nanti tersesat," perintah penculik kemudian Alwa berjalan masuk karena memang mau lihat bintang bintang tapi sebelum masuk Alwa malah duduk sambil melihat ke atas.


"Aku izin lihat bintang malam ini yang mas penculik aku kangen lihat langit bosen lihat langit langit rumah mulu," Tawar Alwa kepada penculik akhirnya si penculik memperbolehkan Alwa melihat bintang.


"Oke boleh lihat bintang tapi ingat habis ini masuk terus tidur," Perintah penculik kepada Alwa yang melihat bintang hatinya begitu bahagia.


"Terima kasih mas penculik," Alwa berterima kasih


Akhirnya keduanya duduk berjauhan, Alwa berpikir kenapa tidak ingin kabur atau melukai penculik yang ada disampingnya, Alwa mengingat begitu banyak kebaikan yang telah si penculik berikan kepada Alwa.


"Kenapa aku nggak tega mukul jangankan mukul jitak aja nggak tega, semoga mas penculik bisa insyaf kejalan yang lurus, tidak menculik lagi semoga mas penculik dapat berubah menjadi lebih baik... Aamiin," Batin Alwa kemudian keduanya setelah puas melihat bintang akhirnya masuk kedalam rumah mah.

__ADS_1


__ADS_2