
Pagi ini seperti biasa Khi masih setia menunggu kabar terbaru pencarian Alwa, ketika akan berangkat menuju kantor Khi tiba tiba ingin ziarah ke makam abangnya.
"Sebelum ke kantor ziarah dulu ke makamnya abang lama aku nggak ke sana," Ucap Khi sambil mengemudi mobil.
Tak lama Khi sudah sampai di depan gerbang pemakaman, di gerbang masuk Khi membeli bunga, Khi berjalan menuju makam Adbar.
"Assalamu'alaikum bang, Khi mau cerita sama Abang, Khi kangen sama Abang," Salam Khi didepan makam bertuliskan Adbar Airlangga Bratawira Bin Aryo Bratawira ya itu makam Angga.Laki laki yang bisanya ceria, senyum selalu terpancar dari wajahnya dan terlihat bahagia tanpa ada beban namun kini laki laki tersebut langsung berubah 180 derajat terlihat air matanya sudah di penuhi air mata yang berjatuhan dengan duduk bersila di samping makam tapi sebelumnya Khi mengutarakan Khi membaca surat Yasin dan tahlil kemudian Khi mengutarakan apa yang yang dirasakan.
"Abang andai waktu dapat diputar Khi pasti melarang Abang pergi waktu itu, abang Khi kangen, Khi pengen bisa cerita dengan abang kaya dulu, Khi nggak bisa melewati semua sendiri, Khi bingung mau cerita dengan siapa bang, Bang Alwa calon istri Abang di culik orang maaf Khi tidak bisa melindungi dan menjaga amanah dari Abang ataupun Mbah Ibu, bang Umi, Abi dan Oliv mereka tak bisa bahagia seperti dulu karena separuh hidupnya sudah hilang abang yang dulu memberikan masukan kini kami bingung bang...," Curahan hati Khi yang diucapkan namum belum selesai sudah ada orang yang ada di depannya. ketika Khi mendengar suaranya dan melihat orang tersebut Khi sudah dapat menembak siap
"Sabar mas semua maklum yang bernyawa di bumi ini pasti akan menghadap Allah, kita yang masih di dunia hanya bisa mendoakannya," Ucap Vivi dengan santainya tanpa salam tanpa apa.
"Pipi yang saya hormati bisa nggak kalu muncul pakai salam gitu sudah jadi kebiasaan mesti kalu muncul nggak salam nggak apa," Protes Khi karena Vivi.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh mas Khi yang saya hormati kembali," Ucap salam Vivi kepada Khi, keduanya berjarak kira kira 3 mater.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, O iya kamu itu kaya tuyul hadirnya nggak di inginkan o iya kamu ngapain ada disini Vi ?" Jawab Khi dengan lengkap kemudian menanyakan kenapa Vivi berada di pemakaman.
"Astaghfirullah mulut nya mau di gampar pakai spatulanya Spongebob, lagi jalan jalan sambil membayangkan masa depan, jadi Vivi disini lagi ikut tetangga Vivi yang lagi ziarah kubur, terus pas mau pulang lihat mas Khi ada disini terus belok kali di suguh kopi sama gorengan," Ucap Vivi yang selalu dengan guyonan.
"Kopi sama gula habis, terus mau digorengin minyak sama gas habis lagi pula bahan bahannya semua habis, ada kembang kalu mau boleh dimakan nanti aku beli lagi sumpah aku ikhlas," Jawab Khi dengan guyonan.
"Emang aku kaya orang kesurupan makan bunga kuburan, Nasi goreng, nasi rames, rujak, jus buah, salad buah, salad sayur, bakso, mi ayam, bubur ayam, martabat, terang bulan, soto Lamongan, sate ayam, sate kambing, sate kelinci, es cendol, es dawet, kopi susu, es boba serta masih banyak lagi rasanya masih enak, ya sudah mas Vivi pamit dulu Assalamu'alaikum," Ucap Vivi mengenai ucapan Khi.
__ADS_1
"Waalaikumsalam. Yeh kali kali mau sudah tau di makam malah mau di suguhkan kopi sama gorengan, main ke cafe nanti makan sepuasnya...," Balas Khi dengan guyonan lagi kemudian menyuruh Vivi ke cafenya belum selesai bicara malah Vivi sudah memotong perkataan.
"Gratis ya mas ?," Tanya Vivi dengan antusias karena jarang jarang bisa makan gratis.
"Tuh tuh nggak sopan ada orang bicara malah di putus ditengah jalan," Protes Khi terhadap sikap Vivi.
"Maaf terlaku bersemangat, tapi tadi itu gratis ya mas itung itung berbagi sama karyawan dari calon istri mas Khi," Permohonan Vivi kepada Khi.
"Iya iya nanti langsung ke cafe gratis tis makan sepuasnya bayarnya kerja 1 bulan di cafe saya, oke," Ucap Khi memberikan penawaran kepada Vivi.
"Wah wah wah itu namanya nggak gratis, itu istilahnya keringat sama dengan makanan karena jajan pakai hasil keringat," Bantah Vivi yang nggak suka dengan ide Khi.
"Ya sudah terserah kamu," Ucap Khi santai.
"Waalaikumsalam hati hati dijalan pakai Google maps nanti takut tersesat di alam gaib," Kata Khi dengan santainya sambil melihat Vivi semakin jauh.
"Terserah," Jawab Vivi sambil terus berjalan.
Setelah Vivi pergi Khi beranjak dari makam Adbar, sebelah pergi Khi menaburkan bunga di atas makam Adbar kemudian berpamitan pulang.
"Bang Khi pamit pulang dulu besok Khi kesini lagi nanti Khi cerita apa yang Khi alami oke Assalamu'alaikum bang," Pamit Khi seakan Adbar masih hidup, ketika melihat jam Khi terkejut.
"Ya Allah kok sudah jam segini perasaan baru aja nyampe haduh haduh," Khi yang berjalan tidak melihat kemudian menabrak seorang laki laki yang menggunakan masker tingginya sama seperti dirinya, tatapan keduanya saling bertemu. Khi merasa tidak asing dengan tatapan itu namun karena saking kepepet Khi tidak begitu menghiraukannya.
__ADS_1
"Maaf saya tidak lihat," Ucap Khi kepada laki laki tersebut namun laki laki tersebut hanya membalas dengan anggukan kemudian laki laki tersebut pergi.
"Kok kaya nggak asing tapi siapa ya ?," Batin Khi sambil berjalan
Ketika Khi sudah menjauh laki laki tersebut berbalik dan berkata.
"Sabar semua akan indah pada waktunya," Ucap laki laki tersebut sambil berjalan menuju pusaran Adbar. ketika sampai di depan pusara laki laki tersebut membaca tulisan di batu nisan.
"Adbar Airlangga Bratawira Bin Aryo Bratawira," Lelaki tersebut membaca batu nisan yang ada di depannya kemudian pergi meninggalkan makam tersebut.
Di Cafe Nusantara
Vivi dan Intan sedang menikmati pemandangan cafe yang bernuansa nusantara, dengan ornamen yang pas serta tata letak yang pas menciptakan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung, tiba tiba Khi keluar dari ruangannya ketika melihat Intan dan Vivi Khi langsung menghampiri mereka.
"Assalamu'alaikum," Ucap salam Khi.
"Waalaikumsalam," Jawab salam Vivi dan Intan bersama sambil melihat Khi.
"Ya sudah saya permisi," Pamit Khi kemudian berjalan meninggalkan keduanya.
"Iya mas hati hati dijalan karena jarak ruangannya mas Khi jauh takut kepleset," Jawab Intan Vivi yang mendengarnya langsung tertawa.
"Hati hati habis hujan licin tengok kanan kiri langsung nyebrang nanti ada gajah lewat," Tambah Vivi sambil tertawa.
__ADS_1
"Haduh haduh dua kocak, mungkin kalu ada Alwa trio kocak, untukmu Halwa Izzati Gandara semoga kau di sana selalu dalam lindungan Allah," Ucap Khi sambil berjalan ke arah dapur cafe.