
Alwa sudah duduk di tempat duduk belakang mobil sedangkan si penculik sedang menyetir.
"Ini mau kemana ?," Batin Alwa sambil melihat keluar jendela.
"Mas penculik oh mas penculik yang selalu pakai masker, kita mau kemana ya ? Apa mau liburan atau mau antar aku pulang ? Jawab mas dong apa lagi sarimendung," Ucap Alwa sambil menatap kearah si penculik.
"Duduk, diam dan tidur. O iya sarimendung itu apa saudaranya nagasari, sari kurma, sari kedelai ?," Tanya si penculik yang belum tahu sarimendukung.
"Ya itu bukan makanan mas," Ucap Alwa sambil melihat keluar jendela melihat pohon pohon yang terlihat berjalan kebelakang.
"Terus, sejenis tumbuhan ?," Tebak si penculik.
"Bukan salahm besar, coba tebak kalu benar aku kasih voucher free 100% di Alwa wedding organizer hingga 7 keturunan, enakkan enakkan ya enak masak enggak," Elak Alwa sambil memberikan hadiah bila si penculik bisa menjawab apa itu sarimendung.
"Sejenis hewan ?," Tebak si penculik.
"Bukan," Jawab Alwa.
"Sejenis penyakit ?," Tebak si penculik.
"Hampir," Jawab Alwa dengan santainya.
"Di kaki ?," Tebak si penculik dengan suasana yang makin menegangkan.
"Bukan," Ucap Alwa dengan santainya.
"Di badan," Tebak si penculik terus menerus.
"Tletolet salah mau pas apa lanjut ?," Tawar Alwa kepada si penculik sambil
"Lanjut, pantang mundur emang saya laki laki apaan pertanyaan kaya gitu nggak bisa jawab," Balas si penculik tetap fokus dengan pandangan tertuju didepan dengan mulut terus menerus berbicara.
"Oke lanjutkan," Ucap Alwa sambil menatap ke depan.
"Di mulut," Ucap si penculik
__ADS_1
"Iya iya iya," Jawab Alwa dengan nada persis dengan salah satu peran di sinetron, seketika karena kaget.
"Apa ya di mulut ? sepele tapi bikin pusing juga," Batin si penculik yang berpikir keras.
"Kok diam jawab aku hitung satu, dua ,ti ti ti ti tig tig tig tig tig bunyi hujan di atas genting," Ucap awal yang berujung nyanyian.
"Aneh banget dari hitung hitung malah nyanyi, kelihatannya dulu suka main sambung kata terus sambung lagu," Batin si penculik sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Kok jadi nyanyi sih," Batin Alwa.
"Pas apa lanjut mas penculik yang saya hormati ?," Tanya Alwa kepada penculik yang sedang menyetir mobil.
"Lanjut udah tahu tempatnya tinggal mikir kan tadi penyakit dan berada di mulut, apa ya ?," mencari jawaban dari clue yang sudah di tebaknya.
"Oke oke selamat berpikir keras sampai anda bisa menjawabnya, akan ada hadiah yang akan bisa anda bawa pulang, atau saya kasih penawaran pas anda akan mendapatkan hadiah 50% potongan harga hingga 7 turunan bila menikah dan menggunakan jasa Alwa wedding organizer, gimana ?," Tawar Alwa sambil menatap ke depan sambil berlagak seperti host salah satu acara televisi yang sedang menawarkan beberapa hadiah yang bisa di bawa pulang.
"Lanjut, gratis lebih enak dari pada bayar setengahnya," Jawab si penculik kepada Alwa sambil bibir ter angkat.
"Oke lanjutkan tebak tebakan berhadiah menarik," Jawab Alwa dengan singkat.
"Kalu jenis penyakit dan berada di mulut namanya sarimendung apa ya baru tahu namanya penyakit ada sari, biasanya nama sari itu nama orang kalu nggak gitu olahan segala macam tumbuhan baik sayur, buah ataupun olahan pada hewani pokoknya sari itu intinya olahan tersebut, kalu nama orang sari itu memiliki ciri ciri orang cantik, matanya kebanyakan nggak sipit nggak belok, kulit sawo matang, postur tubuhnya ideal. Astaghfirullah kok jadi kemana mana," Batin si penculik hingga menyebabkan keheningan sesaat.
"Eh kenapa kamu nyanyi mengheningkan cipta emang lagi upacara ?," Ucap si penculik yang terkejut dan heran.
"Ya habis tiba tiba diam tidak ada jawaban, atau sudah nggak tahu jawabannya," Ejek Alwa kepada si penculik.
"Ini lagi mikir," Jawab si penculik.
"O gitu saya kirain lagi mengheningkan cipta kaya pas hari apa itu di lampu merah tiba tiba ada lagi mengheningkan cipta," Jawab Alwa sambil mengingat ingat kejadian beberapa hari lalu.
"Itu pas apa setahu saya kalu mengheningkan cipta adanya di lapangan," Jawab si penculik dengan santainya.
"Kelihatannya mas penculik kurang banyak jalan jalan makanya kurang update," Ejek Alwa lagi.
"Wah wah belum tahu aja ni bocah kalu saya setiap hari jalan jalan," Jawab tidak terima si penculik.
__ADS_1
"Emang jalan jalan di mana ?," Tanya Alwa penasaran.
"Saat makan jalan jalan ke dapur, saat mau mandi jalan jalan ke kamar mandi, pokoknya setiap hari saya jalan jalan," Jawan si penculik dengan santainya.
"Wah wah wah, aku ter kagum kagum banget deh sama mas penculik, andaikan aku bisa mencubit otak mas penculik sudah aku cubit," Ucap Alwa sambil memperagakan mencubit.
"Wah aku takut, emang kamu berani sama saya ?," Tantangan si penculik kepada Alwa.
"Berani selama mas penculik masih makan nasi saya nggak takut," Jawab tegas Alwa dengan santainya.
"Emang kamu pikir nyubit itu nggak bersentuhan, la wong takut bersentuhan mau nyubit mustahil," Ucap si penculik dengan nada ejekan.
"Aku kan punya jurus nyubit bayangan jadi tanpa di sentuh sakitnya terasa," Ucap Alwa sambil tertawa karena ucapannya.
"O gitu, oke oke kita lihat saja anak kecil," Ucap si penculik dengan nada sombong.
"Sombong amat," Ucap Alwa langsung ya maklum Alwa orangnya ceplas-ceplos.
"Lo loh loh kok ngamuk," Ucap si penculik sambil tertawa.
"Wah wah kelihatannya mas penculik dulu pemain teater kok pinter banget aktingnya," Puji Alwa sambil bertepuk tangan namun tidak ada suaranya.
"Mari kita kembali ke leptop !," Ucap si penculik, Alwa yang mendengar langsung bingung.
"Emang kita mau kerja kelompok kok kembali ke leptop ?," Ucap Alwa yang bingung dengan ucapan si penculik.
"Ye nggak peka sih, tadi kamu kan kasih tebakan sarimendung," Jelas si penculik dengan santainya sambil terus fokus ke depan menyetir.
"O itu oke mari kita lanjut, ya menang akan mendapatkan hadiah berupa free tuju turun ketika menggunakan Alwa wedding organizer," Ucap Alwa yang baru tahu maksud si penculik.
"Jawabannya adalah sarimendung sama dengan sari sari tahu saya," ucap si penculik.
"itu beri mas bukan sari," Ucap Alwa kepada si penculik.
"Pas ya ini jadi udah nggak mau jawab lagi, alhamdulilah lumayan potongan nggak jadi full," Ucap Alwa kemudian melihat kearah depan dan melihat si penculik menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Jawabnya adalah sarimendung sama dengan sari awan karena awan sama dengan mendung iya apa iya," Jawab Alwa dengan santainya dengan menerangkan persamaan sari mendung.
"Ya Allah astaghfirullah," Ucap si penculik yang kaget mendengar penjelasan Alwa.