NIKMAT

NIKMAT
BAB 35 TERTUNDA


__ADS_3

Baik biar nggak penasaran sama laki laki yang menculik Alwa dan mengundang Pak Wira, Bu Tika dan Khi, laki laki tersebut adalah Adbar mau tahu ceritanya, yuk langsung nimbrung bareng, jangan lupa siapin cemilan biar makin ajib.


"Ini benar kamu bang ? Umi nggak mimpi kan ini benar kamu kan bang ? Jawab bang ?," Tanya Bu Tika sambil menatap dan memegang pundak Adbar hingga keduanya saling menatap.


"Iya mi ini Abang, Adbar Airlangga Bratawira anaknya pertama Abi Aryo Bratawira dan Umi Kartika Yudakiya Abang nya Rizkhi Brawijaya Bratawira dan Oliv Kartika Bratawira,"  Ucap laki laki yang duduk didepan Bu Tika yang tak lain adalah Adbar.


"Tolong cerita sejelas jelasnya dan alasan kamu melakukan semua ini ?," Pinta Bu Tika kepada Adbar dengan isak tangis


"Jadi Adbar melakukan ini, karena Adbar tahu ada yang memiliki niat jelek kepada keluarga kita dan si bocil disana," Ucap Adbar sambil menunjuk Alwa sambil memberi tahu tujuan ia melakukan ini.


"Maaf mengganggu bisa di ralat ucapannya, saya sudah besar bukan bocil lagi," Ucap Alwa yang tak terima dengan ucapan Adbar.


"Ye emang kamu bocil kan," Ucap Adbar membela diri.


"Ya Allah cerita aja belum malah debat haduh haduh," Ucap Khi yang melihat sambil menggelengkan kepalanya merasa heran.


"Ya udah kita lanjut ceritanya, untuk kamu bocil duduk diam jangan banyak bicara," Ucap Adbar sambil meletakkan jari ke mulut tanda diam sambil menatap Alwa,


"Diam," Ucap Adbar ketika melihat Alwa akan mengucapkan sesuatu, hingga akhirnya Alwa hanya diam.


"Ternyata adik nya yang menyebalkan lebih menyebalkan lagi kakaknya, astaghfirullah hal azim," Batin Alwa dengan menatap Khi dan Adbar bergantian.


Ketika akan memulai cerita terdengar suara azan ashar. Akhirnya mereka semuanya lebih memilih untuk salat ashar terlebih dahulu kemudian mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 15.20. Setelah azan semuanya bingung karena belum tahu tempat salat di rumah ini.


"Abi, umi, Khi dan Bocil maksudnya Alwa silahkan mandi dulu setelah itu salat ashar," Ucap Adbar kemudian semuanya mengangguk.

__ADS_1


"O iya umi, abi dan Khi silahkan ikut abang," Ucap Adbar sambil mengajak Pak Wira, Bu Tika dan Khi menuju kamar. Sedangkan Alwa sudah masuk kedalam kamar.


"Ini kamarnya Abi sama umi di sana sudah ada baju dan kawan-kawannya silahkan kalu mau mandi atau gimana terserah monggo," Ucap Adbar sambil membuka salah satu pintu kamar, Adbar lupa kalu Khi belum di kasih kamar malah sudah berjalan meninggalkan.


"Hai hai tuan Adbar Airlangga Bratawira, saya belum dapat kamar masak mau tidur bertiga sama abi sama umi," Ucap Khi sambil menatap Adbar sambil menyilakan tangannya.


"Astaghfirullah Hal Azim kesupen, monggo tumut kulo" (Astaghfirullah Hal Azim Lupa, silahkan ikut saya,") Ucap Adbar sambil menarik tangan Khi.


"Jangan sentuh aku mas aku jijik sama kamu lepasin aku," Ucap Khi sambil menirukan salah satu adegan di sinetron.


"Loh loh kok mulai ada gula gulanya,ralat gule gulenya maksudnya eh salah lagi ralat gila gilanya," Ucap Angga sambil menatap Khi yang masih setia di belakang nya.


Tundukan pandangan mu wahai anak muda, ingat mata mu akan di mintai pertanggung jawankan jangan celalatan," Ucap Alwa sambil tatapan bertemu dengan Khi yang sedang berjalan lorong.


"Hai hai wahai laki laki yang menyebal, kalu udah bobrok nggak ada yang dipilih bikin malu malui, mohon diam dan langsung mandi sana nanti keburu salat ashar habis," Ucap perempuan yang tak lain adalah Alwa.


"Mas penculik yang saya hormati jangan panggil saya bocil karena saya sudah dewasa," Ucap Alwa ketika Adbar berjalan melewatinya.


"TERRRR SEEEEEE RAAAAHHHH," Ucap Adbar sambil meninggalkan Alwa.


"Kalu manusia punya nyawa unlimited, sudah aku bunuh pakai pisau yang ada di masak masak an," Ucap Alwa yang sudah selesai mandi serta salat, kemudian ia bergegas ke dapur untuk membuat makanan untuk makan malam tak lama datang lah Bu Tika.


"Anak mantu udah rajin banget deh, mau masak apa nduk ?," Ucap Bu Tika sambil mendekati Alwa yang sedang mencari-cari sesuatu di kulkas.


"Hhhhh...Ini buk mau masak tapi nggak ada bahan di dalam kulkas cuma ada es batu," Ucap Alwa sambil melihat kearah Bu Tika.

__ADS_1


"Ya udah kita belanja ke minimarket depan aja, sambil jalan jalan asmara magrib," Ucap Bu Tika sambil menarik Alwa menuju pintu keluar.


"Buk buk maaf asmar biasanya kan yaadanya asmara subuh, lagi pula kalu magrib kita nggak boleh keluar rumah," Ucap Alwa yang berniat menyindir secara halus.


"Iya iya nduk makanya ibuk ngajak masih sore nanti sebelum maghrib kita pulang oke," Ucap Bu Tika terus berjalan diikuti Alwa berjalan di belakangnya.


Ketika memasuki mobil Alwa tiba tiba bertanya kepada Bu Tika.


"Kok naik mobil buk ?," Tanya Alwa sambil duduk di samping Bu Tika.


"Ibuk mau ajak kamu pulang kerumah mu dulu, kasihan ibuk mu, ibuk nggak tega lihatnya ayo kita pulang. Kalu tahu Adbar yang nyulik pasti ibuk suruh bawa pulang," Ucap Bu Tika sambil mengemudikan mobil.


"Alhamdulillah, terima kasih ya buk kaya mimpi. Alwa pikir bakal terus begini eh ternyata Alwa kembali ke rumah dengan selamat," Ucap Alwa dengan mata berkaca-kaca sambil menatap kearah Bu Tika.


"Iya, kalu mau terus terusan satu atap dengan Adbar boleh lo besok tinggal ahad pernikahan atau sama Khi boleh banget Ibuk nggak maksa, cuma memberi pilihan pilih salah satu jangan salah dua nanti...," Ucap Bu Tika sambil terus fokus mengemudi.


"Nanti pusing karena keduanya bikin pusing 14 keliling," Ucap Alwa keceplosan karena Alwa merasa merasa kedua saudara tersebut bikin pusing.


"Wah wah wah...," Ucap Bu Tika sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf Buk e tapi kan itu yang Alwa rasakan dan sekali lagi Alwa kan suka berbicara apa adanya enak nya bilang ceplas-ceplos," Ucap Alwa yang merasa tidak enak.


"Nggak papa, emang abang adik itu paket lengkap bikin pusing, bikin mati kata kalu debat dengan keduanya maklum buah jatuh tidak jauh dari pohonnya kaya abi sama umi nya," Ucap Bu Tika sambil tertawa karena sifat ketiga anak anaknya sama dengan dirinya dan suaminya.


"Ah ibuk kalu ngomong suka merendah untuk meroket, wong ibuk kalu bilang selalu daging motivasi semua isinya apalagi pakde kalu bicara tegas, jelas dan bermanfaat," Ucap Alwa sambil menatap Bu Tika.

__ADS_1


"Ye ini lagi mode elegan, kalu udah dirumah bisa hujan badai angin ribut halilintar, udah udah malah buka buku jadinya, nanti kali udah jadi menantu ibuk siap siap ya biar nggak kaget, o iya maaf kalu ibuk nggak lihat kamu ini lagi mode fokus fokus tru lala lala jadi apa prok prok prok," Ucap Bu Tika sambil fokus menyetir


Akhirnya kedua melanjutkan perjalanan menuju rumah kediaman keluarga Gandara.


__ADS_2