
Diruang makan terlihat Pak Gan dan Bu Tini yang sedang melihat kearah perempuan yang menggunakan baju polos panjang warna biru dengan celana training serta kerudung warna hitam dengan muka natural Alwa menghampiri Pak Gan dan Bu Tini.
"Assalamualaikum pak e buk e selamat malam," Ucapan Salam dan sapaan dengan nada khas milik Alwa
"Waalaikumsalam," Jawab bersamaan antara Pak Gan dengan Bu Tini.
kemudian mereka makan malam hanya suara piring dan sendok yang sedang beradu, setelah makan dan membantu Bu Tini cuci piring Pak Gan memanggil Alwa.
"Nduk nduk cobi sampeyan meriki !," (Nak nak coba kamu kesini ! ) Pak Gan memanggil dari ruang keluarga.
"Nggeh pak sekdap," (Iya pak sebentar)Jawab Hana dengan bahasa krama halus.
Kemudian Bu Tini yang penasaran juga ikut karena pekerjaan mencuci piring sudah selesai.
"Wonten napa pak ?," Alwa yang ada di depan Pak Gan.
"duduk dulu to masak berdiri ini penting banget," Pak Gan mempersilahkan Alwa untuk duduk
"iya Pak e," Alwa pun duduk bersaman dengan Bu Tini.
"Buk e ikut nimbrung ya, maklum emak emak penasaran nanti jiwa penasaran buk meronta ronta," Bu Tika melihat kearah Alwa dan Pak Gan.
"Oke ini masalah tadi pagi, kelihatannya rencana kita gagal nduk karena Bu Tika sudah kenal kamu," Ucap Pak Gan sambil melihat Bu Tini dan Alwa.
"Ya gagal tapi menurut Buk e Adbar orangnya baik baik kok, sopan, agamanya baik dan terpenting ganteng," Bu Tini membahas mengenai Adbar yang ia kenal.
"Alwa ikut saja sama keputusan buk e dan pak e bagaiaman baiknya, hitung hitung bayar hutang sama Buk e, Pak e dan Mbah Uti," Jawab Hana dengan nada kalemnya.
"Tapi kalu Alwa nikah terus dirumah ini sepi dong, Pak kita buat adik untuk Alwa gimana ?," Bu Tini memberikan pertanyaan kepada Pak Gan.
"Boleh aja, tapi kan setiap malam kita mandi keringat mungkin ikhtiar kita kurang kenceng, kalu kita mandi keringat 3 kali sehari hasilnya pasti lebih bagus deh Buk e," Pak Gandara menjawab pertanyaan Bu Tini.
"Itu mandi keringat atau minum obat pak ? Sampek 3 kali sehari," Tanya balik Bu Tini kepada pak Gandara yang kadang kalu ngomong selalu bercanda.
__ADS_1
"Kalu Buk e mau Pak e siap kok 3 kali sehari mandi keringat Pak e kan masih kuat 3 kali mah kecil," Pak Gandara menjawab pertanyaan Bu Tini.
"Ya Allah Buk e dan Pak ngomongin apa sih mandi keringet, 3 kali sehari, minum obat kok nggak nyambung ya," Alwa memberanikan diri untuk bertanya karena saing penasarannya sudah dipuncak ubun ubun.
"Ini masalah orang dewasa anak kecil nggak boleh ikut - ikut apalagi masih jomblo nanti takutnya merana...klklklklkl," Ejek Pak Gandara kepada Alwa.
"Lebih baik Alwa jomblo terhormat. Bucin kalu udah menikah dijauhkan dari zina diperbanyak pahalanya iya apa iya," Jawab Alwa dengan nada guyonannya.
"Betul betul betul. Buk e bangga pada mu," Bu Tini membalas perkataan Alwa dengan nada seperti Upin Ipin.
Akhirnya pembicaraan mereka berlanjut terdapat guyonan, candaan dan masukan menjadikan keluarga mereka yang sakinah mawadah warahmah.
Di Rumah Pak Wira.
"Assalamualaikum...," Ucap salam dari luar itu dari Khi yang baru pulang dari cafenya.
"Wa'alaikumsalam...Hai Jomblo," Balas salam dari Angga kepada Khi.
"Hai calon imam nya neng Halwa. Kapan nih akadnya biar langsung jadi imam babang ku," Balas Khi santai.
"Sejak kapan namaku mblo sudah bagus bagus diberikan nama Rizkhi Brawijaya Bratawira, malah dipanggil mblo mentang mentang mau nikah aja," Khi tak terima dirinya dipanggil mblo.
"Sejak dulu Sampek nanti kamu menikah aku bakal manggil kamu mblo, pertanyaan Abang belum kamu jawab cepet kamu jawab waktunya 5 menit dari sekarang," Jawab Azi masih dengan ejekannya.
Emang cerdas cermat, oke aku kenal sama calon istri babang dia itu anaknya Om Langgeng tempat biasa aku promosi cafe sama penjualan properti ditambah lagi Wedding Organizer milik Alwa itu MOU dengan Cafe aku jadi kita kenal deh udah ya babang aku mandi dulu. Assalamualaikum," Pamit Khi menuju kamarnya.
"Wa'alaikumusalam, jelas dari tadi bau asem ternyata kamu ya mblo,"sambil melihat kearah Khi yang masuk kekamar.
"Ya walupun aku ada rasa sama Alwa bang, sudah ku ikhlaskan semoga kalian bahagia," Ucapan Khi yang berada didalam kamarnya.
Setelah selesai mandi Khi menghampiri Angga yang duduk di ruang keluarga.
"Babang. Abi sama Umi dimana kok sepi banget ?," Tanya Khi kepada Angga yang berada disebelahnya.
__ADS_1
"Abi sama Umi lagi menghadiri undangan pernikahan salah satu rekan bisnisnya," Jawab Angga tanpa ada ejekannya.
"Bang tadi sudah ketemu Alwa bang ?," Tanya Khi dengan melihat kearah Angga lagi.
"Ih mblo penasaran ya ?," Ejek Angga kepada Khi.
"Ye kalu belum ketemu aku kasih ciri ciri fisiknya ? Babang nggak peka benget sih," Tawar Khi kepada Angga yang masih melihat dengan nada ejekannya.
"Tadi belum sempat ketemu karena permintaan abang sana Alwa jadi cuma dikasih CV miliknya," Jawab Angga dengan memperlihatkan CV didepannya.
Tiba tiba pintu rumah terbuka terlihat Bu Tika dan Pak Wira sudah pulang dari kondangan.
"Tumben babang sama mamas akur biasanya debat mulu," Ejek Bu Tika sambil berjalan menuju kearah Khi dan Angga.
"Iya biasanya kaya kucing sama tikus," Imbuh pak Wira sambil duduk ditengah tengah Angga dan Khi.
"Abi sama Umi datang pas kita lagi diskusi coba pas tadi pas mblo pulang dari cafe," Jawab Angga dengan menyebut nama Khi dengan mblo.
"Mblo itu siapa ?," Tanya Bu Tika penasaran sambil melihat Angga.
"Mblo itu ya mamas lah, kan dia jomblo," Jawab Angga dengan tertawa.
"Wong nama bagus bagus kok diganti, umi sama Abi cari nama Rizkhi Brawijaya Bratawira itu 1hari satu malam kok enak banget gonta ganti nama," Bu Tika memberikan pendapat.
"Lah iya mentang mentang mau nikah, lupa dulu kalu sama sama jomblo karena dilangkahi adik perempuan kita," Jawab Khi dengan santai merasa ada yang membela.
"La kamu juga gitu mas kapan Abi sama Umi diajak melamar pilihan kamu atau mas mau Abi Umi carikan," Tanya Bu Tika dengan semangat.
"Kalu itu sabar umi. Cari istri tak semudah cari warung makan dimana cocok masuk setelah kenyang keluar. Aku mau cari istri kaya cari emas sekali ditemukan langsung di kilokan karena istri Solehah adalah perhiasan terindah jadi kalu di kilokan pasti mahal," Lelucon Khi agar semuanya mengubah tema pembicaraan.
"Dasar mblo mblo," Suara Angga mengejek Khi.
Tiba Tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
__ADS_1
Sekian dulu kita kasih ceritanya maaf lama nggak up
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.