
Umi nya Adbar masuk rumah sakit ?," Kata Pak Gan langsung to the points menegaskan mengenai ajakannya.
"Ya Allah Umi ayo kita berangkat Pak e Buk e," Ajak Alwa langsung panik.
Pak Gan, Bu Tini dan Alwa berangan menuju rumah sakit tempat Bu Tika dirawat, cukup 15 menit mereka sudah mamasuki halaman rumah sakit karena jalan lumayan sepi sehingga tidak terjebak macet.
Ketika sudah di resepsionis untuk menanyakan no kamar yang ditempati oleh Bu Tika, setelah sampai di depan pintu Pak Gan mengetuk pintu tak lama kemudian dibuka dengan seorang anak perempuan seumur dengan Alwa.
"Assalamualaikum. Maaf ini kamar dari Kartika Yudhakia ?," Tanya Pak Gan kepada gadis tersebut.
"Wa'alaikumusalam. Betul mari masuk !," Jawab gadis tersebut ketika melihat Alwa seketika gadis tersebut kaget.
Ketika semuanya masuk terlihat Bu Tika yang sedang tertidur. Alwa yang melihat wanita yang sudah dianggap sebagai ibu nya tersebut tak kuasa menahan tangannya.
"Bagaimana keadaan Bu Tika Nduk ?," Tanya Bu Tini kepada gadis tersebut.
"Alhamdulillah sudah mulai membaik Bu, Maaf Ibu dan Bapak siapa ?," Jawab gadis tersebut sambil bertanya nama kepada Bu Tika dan Pak Gandara.
O iya saya Langgeng Gandara, ini istri saya Dewi Kartini dan itu anak saya Halwa Izzati Gandara, kalu boleh tahu nama kamu siapa ?" Jelas Pak Gandara kemudian bertanya balik kepada gadis tersebut siapa namanya.
"Saya Kartika Olivia Bratawira, saya anak paling kecil dari Umi sama Abi. Maaf bila saya lancang bapak, ibu dan mbak ini apa calon mertua dan calon istri Abang Angga ?," Gadis tersebut mengenalkan diri kepada Pak Gandara, Bu Tika dan Alwa, karena ada rasa penasaran akhirnya Oliv bertanya.
"O kamu Adik nya Adbar yang paling kecil dan maaf anak kamu punya Abang lagi kecuali Adbar karena yang akan menikah dengan anak saya adalah Adbar bukan Angga," Pak Gandara yang menjawab pertanyaan Oliv.
"Saya punya punya dua kakak laki laki, nomor 1 namanya Adbar Airlangga Bratawira bisanya dipanggil Angga sedangkan yang nomor 2 Rizkhi Brawijaya Bratawira, bisanya dipanggil Khi, karena Abang kemarin menunjukan foto milik Mbak Alwa sehingga mungkin mbak Alwa calon istri Abang," Jelas Oliv sambil menunjuk kedua foto yang pertama milik Angga dan yang kedua milik Khi.
"O iya nama nya Adbar Airlangga Bratawira, maaf saya tidak tahu," Pak Gandara yang tidak tahu bahwa Adbar itu adalah Angga.
Dari luar tiba tiba terdengar hendel pintu dibuka setelah itu terdengar suara seorang yang mengubah salam.
"Assalamualaikum," Pak Wira memberikan salam setelah keluar untuk salat dzuhur.
__ADS_1
"Wa'alaikumusalam," Jawab semuanya yang berada di dalam ruangan.
"Loh ada tamu to," Sambil berjalan kearah Pak Gandara dan Bu Tini.
"Maaf bilang kedatangan kami mendadak. Kami sekeluarga mengucapkan turut berbelasungkawa atas kecelakaan pesawat yang terjadi pada nak Angga, semoga bila nak Angga masih selamat bisa segera ditemukan sekalipun sudah meninggal semoga segera ditemukan jenazah nya," Pak Gandara meminta maaf karena datang tidak mengabari dan mengucapkan turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami oleh keluarga Pak Wira.
"kami malah senang Pak Gan dan Bu Tini mau menyempatkan waktu untuk menjenguk kami, saya ingin membatalkan rencana pernikahan Angga putra saya dan Halwa putri Pak Gandara, kami tidak mau mengikat nak Halwa untuk menjadi menantu, kami mohon maaf bila Angga memiliki salah selama Pak Gandara dan Bu Tini mengenalnya." Pak Wira yang awalnya tegar seketika butir butir bening tumpah dari pelupuk matanya.
"Halwa akan menikah dengan Khi, itu adalah permintaan terakhir Abang kepada Khi yaitu menikah i Halwa calon istrinya bila terjadi apa apa kepada Angga. Kami mau nak ?," Bu Tika memberikan wasiat terakhir dari Angga agar Khi dan Alwa menikah seketika semuanya menghampiri karena ingin lebih tahu mengenai hal yang diucapkan.
"Maaf Khi, seperti tidak asing bagi saya nama tersebut. Apa nama panjang nya adalah Rizkhi Brawijaya Bratawira ?," Tanya Hana dengan menatap Bu Tika yang sudah terbangun.
"Betul banget," Jawab Oliv.
"Gimana kabarnya mbak sudah baikan ?," Tanya Bu Tini sambil mendekat kearah Bu Tika.
"Alhamdulillah sudah mendingan," Jawab Bu Tika yang masih lemas.
"Oke mari kita runding kan mengenai ini, saya hubungi Khi dulu agar dapat menghasilkan keputusan yang mencapai kata mufakat," Jawab Pak Wira sambil menelepon seseorang yang tak lain adalah Khi.
Tak lama setelah itu Khi datang dengan terburu buru takut Bu Tika kenapa kenapa.
"Assalamualaikum," Khi langsung membuka pintu napak kepanikan dimuka nya.
"Wa'alaikumusalam," Jawab semua sambil menatap Khi yang berada didepan pintu.
"Loh ada tamu ternyata om, tante dan Halwa," Khi mencium tangan Pak Gandara kemudian terdengar suara Pak Wira.
"Mas. Abi mau bilang boleh ?," Ucap Pak Wira sambil melihat kearah Khi.
"Iya Bi, Abi mau tanya apa ? Kalu mas bisa jawab, pasti mas jawab," Khi yang masih melihat kearah Bu Tika.
__ADS_1
"Mas ingatkan permintaan abang kepada mas sebelum berangkat tadi pagi ?," Pak Wira bertanya langsung to the poin.
"Haduh Abi kok tahu ya mengenai permintaan abang," Ucap Khi didalam hati.
"Iya Bi, tapi kenapa Abi bertanya seperti itu ?," Khi masih belum paham.
"Umi mau kamu yang menikah dengan Alwa 7 hari setelah kepergian abang," Bu Tika memberikan penjelasan mengenai pertanyaan Pak Wira.
"Alwa kamu mau kan menikah dengan Khi ?," Tanya Bu Tika kini berganti pada Alwa.
semuanya terdiam termasuk kedua orang yang diberikan pertanyaan, mereka berdua masih belum begitu yakin mengenai permintaan Bu Tika.
Umi Khi minta waktu nya karena ini bukan hanya satu dua tahun tapi selamanya jadi besok khi akan memberikan jawaban nya bagaimana Halwa apakah bisa ?," Khi memberikan jawabannya.
"Saya juga seperti itu, butuh waktu untuk menjawab pertanyaan tersebut saja janji besok saya akan kemari dan memberikan jawabannya," Halwa juga sepemikiran dengan Khi.
"Baik Umi akan tunggu jawaban dari kalian semua besok, sambil menunggu informasi mengenai kecelakaan pesawat," Bu Tika akan menagih janji keduanya.
"Iya Umi," Jawab Alwa dan Khi bersamaan.
"Ya sudah mbak kami pamit dulu, cepat sehat besok kami akan kemari akan memberikan jawab," Bu Tini berpamitan karena sudah sore.
"Iya terima kasih dek, maaf bila merepotkan," Ucapan Bu Tika sambil menatap Bu Tini.
"Nggak sama sekali mbak," Ucap Bu Tini sambil menghampiri Bu Tika kemudian memeluk Bu Tika yang sekarang dalam posisi duduk.
"Ya sudah kami pamit. Assalamualaikum," Ucap Pak Gandara sambil menyalami semuanya disusul oleh Bu Tini dan Alwa.
"Wa'alaikumusalam," Jawab semua bersama sambil melihat kepergian Pak Gandara, Bu Tini dan Alwa
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.
__ADS_1