NIKMAT

NIKMAT
BAB 13 JAWABAN


__ADS_3

flashback Off


Didalam hati mulai ada rasa cinta terhadap Angga tapi Allah punya rencana indah tentang kehidupan dirinya dan Angga, walupun Alwa sudah mengenal Khi laki laki yang banyak di kagumi oleh banyak kau hawa.


Dua hari yang lalu dari pihak yang melakukan pencarian menemukan mayat yang salah satunya memiliki kemiripan dengan Angga dan ketika di lakukan tes DNA dan identifikasi serta otopsi memiliki banyak kemiripan dengan Angga.


Semua keluarga merasa bersyukur karena jenazah sudah ditemukan tapi merasa kehilangan seorang putra, abang, sepupu, calon suami dan lainnya yang sangat mereka sayangi.


Namun semuanya sudah mengikhlaskan kepergian Angga semoga surga yang didapatkan, terlihat di muka Bu Tika yang terlihat sendu nampak begitu terpukul atas kepergian Angga.


"Umi yang sabar ya, umi harus mengikhlaskan kepergian mas Angga in sya allah surga yang akan didapatkan, karena semuanya akan pasti merasakan namanya kematian intinya sekarang kita banyak banyak berdoa untuk mas Angga," Ucap Alwa sambil memberikan pelukan kepada Bu Tika.


"Umi terus berusaha ikhlas, tapi kenangan sejak awal Umi mengandung Angga, kemudian Angga lahir, kemudian belajar merangkak, berjalan pokoknya semuanya terus terputar sehingga air mata umi tidak dapat terbendung Alwa," Jawab Bu Tika didalam pelukan Alwa sambil menangis.


"Sabar Umi semuanya butuh waktu tidak dapat langsung hilang, Alwa tahu bahwa itu semua berat apalagi Umi adalah ibu yang melahirkannya pasti terdapat sebuah kesedihan yang amat mendalam," Hana memberikan semangat kepada Bu Tika agar segera keluar dari kesedihan yang sedang menderanya.


"Umi akan selalu mencobanya, umi tidak mau mempersulit perjalanan Angga, Ya sudah ayo kita bantu dibawah karena nanti malam acara 7 hari kepergian Angga," Bu Tika menguatkan diri serta menghibur diri dengan memasak untuk acara nanti malam.


"Ayo umi Alwa gendong ?," Alwa yang sudah mulai bercandan. Bu Tika hanya tersenyum mendengar penuturan Alwa.


Flashback On.


Malam ini Pak Gandara sudah menghubungi Khi atas rencana kedatangan ke rumah keluarga Bratawira.


"Assalamualaikum Khi, Nanti om rencana mau kesana habis ba'da isya bisa ?," Pak Gandara mengucapkan salam kemudian memberikan maksud menghubungi nya.


"Wa'alaikumusalam om, in sya Allah bisa om mau ketemu sama Abi sama Umi ya ?," Jawab Khi dari sebrang sana, kemudian menanyakan bahwa ingin bertemu dengan Abu dan Umi nya.


"Bukan hanya Abi dan Umi tapi juga kamu Khi, ya sudah Om tutup dulu. Assalamualaikum," Pak Gandara mengakhiri pembicaraan.


"Wa'alaikumusalam om, siap om," Keduanya menutup saluran telepon masing masing.

__ADS_1


Malam pun tiba


Terlihat Pak Gandara, Bu Tini dan Alwa sudah bersiap siap menuju kerumah keluarga Bratawira, Sebenarnya Alwa sudah memberikan jawaban tersebut saat jenazah Angga ditemukan kira kira 7 hari yang lalu sehingga Pak Gandara akan memberi tahu kepada keluarga Khi hingga akhirnya Bu Tika menyuruh Khi untuk mengurus pernikahan dengan Alwa, walupun dalam masa berduka tapi ini permintaan dari Bu Tika.


Mobil yang dikendarai oleh Pak Gandara sudah memasuki dalam lingkungan rumah Bratawira. Setelah parkir Pak Gandara, Bu Tini dan Alwa sudah menuju pintu utama.


"Assalamualaikum," Ucap Pak Gandara, Bu Tini dan Alwa bersama didepan pintu masuk.


"Wa'alaikumusalam, silahkan masuk semuanya sudah menunggu di ruang keluarga," Balas salam dari kepala pelayan sembari memberi tahu bahwa semuanya menunggu di ruang keluarga.


"Baik terima kasih," Jawab Pak Gandara kemudian pelayanan tersebut menunjukkan jalan menuju ruang keluarga, Pak Gandara, Bu Tini dan Alwa mengikuti dari belakang.


"Assalamualaikum Bu, Pak dan Mas. Ada tamu," Ucap pelayanan tersebut sambil mempersilahkan Pak Gandara sekeluarga masuk.


"Wa'alaikumusalam," Jawab semua serempak.


"Siapa Mbok ?," Tanya Bu Tika kepada pelayan tersebut. Kemudian terlihat keluarga Pak Gandara.


"Wa'alaikumusalam,"Jawab Pak Wira, Bu Tika dan Khi bersamaan dengan posisi berdiri.


"Ya sudah saya permisi dulu," Pamit pelayanan tersebut kepada semuanya.


"Terima kasih mbok," Ucap Alwa sambil tersenyum kearah pelayanan tersebut


"Terima kasih mbok," Sedangkan Pak Gandara dan Bu Tini juga mengucapkan terima kasih sambil memberikan senyum seperti Alwa.


"Sama sama," Jawab pelayan tersebut kemudian meninggalkan kedua keluarga tersebut.


"Silahkan duduk !," Pak Wira mempersilakan Pak Gandara sekeluarga duduk.


"Terima kasih," Pak Gandara duduk diikuti oleh Bu Tini dan Alwa.

__ADS_1


"Maaf bila kedatangan kami mengganggu," Pak Gandara meminta maaf karena ke datangnya secara mendadak mengganggu kebersamaan keluarga.


"Sama sekali tidak, malah senang bila keluarga Pak Gandara datang kemari," Ucap Pak Wira sambil melihat kearah Pak Gandara.


"Alhamdulillah kalu kita tidak menggangu, maaf Tika sudah sehat ?," Kini ganti Bu Tini memberi jawaban.


"Alhamdulillah sudah sehat dan beraktivitas seperti biasa," Jawab Bu Tika mengenai pertanyaan Bu Tini.


"Alhamdulillah," Jawab Pak Gandara, Bu Tini dan Alwa secara bersamaan.


"Untuk mempersingkat waktu, maksud kedatangan kami kesini untuk memberikan keputusan atas pertanyaan Bu Tika terhadap Alwa, untuk menjawab pertanyaan Bu Tika kemarin langsung saya persilahkan Alwa untuk menjawab," Pak Gandara memberikan maksud kedatangannya, semuanya yang mendengar terlihat biasa saja tapi tidak dengan Khi dan Alwa terlihat ketakutan di wajah mereka terutama Alwa.


"Maaf sebelumnya, saya ingin bertanya kepada Khi bagaimana jawaban mengenai pertanyaan yang diberikan Umi kepada kita ?," Hana meminta pendapat terlebih dahulu terhadap pertanyaan yang beberapa hari lalu diberikan oleh Bu Tika.


"Bismillahirrahmanirrahim. Dengan kemantapan hati saya menjawab menerima permintaan terakhir Abang, saya juga ikhlas bila Alwa tidak menerima permintaan tersebut," Jawab Khi dengan penuh keyakinan.


"Saya...Saya...Saya...Saya menerima permintaan terakhir dari Mas Angga, saya siap menjadi istri dari Khi," Ucap Alwa dengan gugup.


"Alhamdulillah," Jawab semua bersama. Terlihat kebahagiaan di raut muka semuanya namun tidak dengan Alwa dan Khi terlihat ada sesuatu hal yang sedang mereka pikirkan.


"Semoga apa yang ku pilih adalah jawaban yang tepat, semoga Khi dapat membimbing ku agar makin mendekatkan diri pada Allah," Batin Alwa yang terus berdoa agar ini adalah jawaban paling tepat.


"Ya Allah. Memang aku mencintai Alwa tapi kenapa kau mengambil Abang yang sangat ku sayang, Astagfirullah kenapa aku menyalahkan Allah. Bang Angga surga untuk mu semoga kau bahagia aku telah menjalankan wasiat terakhir dari Abang, maaf bila aku merebut calon istri mu. Ya Allah semoga aku bisa membimbing Alwa kejalan yang engkau ridhoi," Batin Khi yang masih tak percaya bahwa di akan menikah secepat ini.


"Baik pernikahan akan dilaksanakan 2 hari lagi," Ucap Khi. Sambil melihat semuanya.


"Bukan kah itu terlalu cepat ?," Tanya Alwa yang kaget.


Semua yang sebenarnya tahu hanya dia dan saling menatap satu sama lain.


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU.

__ADS_1


__ADS_2