
Pagi itu Alwa terbangun tiba tiba kaget karena melihat dirinya sudah diikat di ruangan yang gelap.
"Ya Allah masak ini namanya penculik transisi haduh haduh mas penculiknya sabar nggak ya kalu jahat, main tangan dan suka marah marah gimana ini bisa bisa GGS (Gelisah Galau Semaput). Ya Allah semoga hamba selalu dalam lindungan mu," Ucap Alwa belum selesai sudah terdengar seseorang sedang membuka pintu.
"Halwa Izzati Gandara masih ingat dengan saya ?," Tanya seseorang yang berada di dekat pintu, bila terdengar dari suaranya orang sedang berbicara adalah laki laki
"Kamu siapa apa? Salah saya sama kamu ? Tolong lepaskan saya." Tanya Alwa secara langsung tanpa nanti dan tanpa tapi.
"Satu satu dong pertanyaan serta permohonannya, nanti saya bingung jawabnya." Jawab laki laki tersebut sambil mendekat kepada Alwa.
"Tolong kalu kamu laki laki mohon jaga jarak dengan saya, jangan sentuh saya karena saya bukan mahram mu, sekali lagi saya mohon tolong dengan sangat amat di pertimbangkan dengan jelas." Permintaan Alwa kepada laki laki yang dianggap penculik oleh Alwa.
"Saya nikahi kamu agar kamu menjadi mahram saya." Jawab spontan laki laki tersebut dengan penuh penghayatan menandakan bahwa yang diucapkan adalah keseriusan bukan guyonan.
"Maaf saya sudah punya calon suami, lagi pula kenal juga nggak jangankan kenal mukanya aja belum tahu." Jawab Alwa kepada laki laki tersebut dengan santai.
"Kalu lihat muka terus kenal kamu mau nikah sama saya," Ucap laki laki tersebut langsung tanpa basa basi.
"Maaf bukan mahram tidak boleh saling menatap nanti bintitan matanya mau dan sekali lagi saya sudah punya calon suami jadi maaf seribu maaf saya tidak akan menikah sebelum calon suami saya yang memutuskan hubungan, kerena ketika perempuan yang memutuskan hubungan pernikahan adalah aib bagi saya, ingat masih banyak wanita diluar saya yang lebih baik dari saya," Jawab Alwa dengan penegasan tanpa terlihat goyangan.
__ADS_1
"Wah wah teguh sekali pendirian kamu, bila kamu sudah ternoda akankah calon suamimu menerima mu dengan ikhlas," Ucap laki laki tersebut dengan angkuhnya.
"Astaghfirullah, sungguh laki laki yang tidak memiliki wibawa ketika ada perempuan yang sudah di khitbah oleh seorang laki laki kemudian ingin mengambil hak yang bukan haknya maka laki laki tersebut sudah tidak memiliki wibawa menurut saya," Ucap Alwa dengan tegas dengan dada yang terasa sesak.
"Nggak salah kalu kamu dijadikan calon mantu keluarga bratawira, kamu cukup keras kepala dan teguh pada pendirian," Ucap Laki laki tersebut dengan nada angkuh yang dapat di dengar pada setiap nada bicaranya.
"Kami kaum wanita dulu derajat kami rendah kemudian derajat kami diangkat tidak akan saya biarkan seseorang yang akan merendahkan derajat wanita, ingat karma Allah akan berjalan kepada pelakunya," Alwa yang sudah mulai berbicara dengan nada serius tidak ada guyonan pada setiap kalimatnya.
"Ya Allah lindungilah hamba dari keburukan yang akan terjadi semoga hamba selalu dalam lindungan mu ya Allah, aku percaya pada segala hal yang akan terjadi pasti itu yang terbaik namun sebisa mungkin akan ku jaga kehormatan ku karena ini milik suamiku nanti," Batin Alwa hingga tak terasa air matanya berlinang.
"Subhanallah nggak rugi pokoknya," Batin si laki laki tersebut dengan terus menatap pada kegelapan ruang.
"Kok diam habis baterainya ya ?,"Pertanyaan konyol itu terlontar begitu saja dari mulut alwa.
"Baru aja serius kok udah keluar guyonannya haduh haduh, baru kali ini di culik nggak nangis nggak apa tabah banget deh orang ini," Batin laki laki tersebut ketika mendengar ucapan Alwa yang konyol.
"Iya waktunya ngcas kebanyakan debat sama kamu, ya sudah Assalamu'alaikum," Ucap Laki laki tersebut sambil keluar tanpa sadar ia mengucapkan salam kepada Alwa.
"Astaghfirullah. Waalaikumsalam, penculik jaman sekarang apa pada pinter agama kok sampai keluar ruang ngucap salam wah wah kelihatannya ada udang di balik bakwan eh salah udang di balik batu, nggak fokus karena laper," Ucap Alwa seketika karena kaget si laki laki tersebut mengucapkan salam, tak lama lampu kamar pun menyalakan ketika melihat kamar sekelilingnya Alwa kaget bukan main.
__ADS_1
"Astaghfirullah, subhanallah kok makin bagus aja ini kamar masak kaya nginep di hotel berbintang haduh haduh ini di culik apa liburan, tapi nggak papa lah alhamdulillah nikmat rejeki anak sholehah, eh tapi ini gimana aku kan masih di ikat nggak bisa kemana mana," Ucap Alwa yang kaget karena melihat sekitar kamar yang begitu mewah.
"Tolong tolong kalu ada orang di luar tolong lepasin, saya mau laporan sama Allah sulit kalu mau wudhu, mandi, mau makan dan lain lainnya," Teriak Alwa dengan sekuat tenaga yang dimiliki, namun nihil tak ada jawaban ketika Alwa melihat jam dinding Alwa malu sendiri. Jam 02.00 yaitu jarum panjang di angka 02 dan jarum pendek di angka 12.
"Ya Allah ternyata masih dini hari, haduh haduh suka guras gerusu jadi malu sendiri," Ucap Alwa dengan nada lirih karena malu tidak sadar ada sepasang telinga yang mendengar semua Ucapan Alwa.
"Haduh haduh biyang rusuh," Ucap pemilik telinga yang tak lain adalah laki laki tadi karena laki laki tersebut sudah paham bahwa Alwa sering salat malam maka ia masuk ke kamar Alwa kemudian berjalan mendekati Alwa. Seketika Alwa yang melihatnya langsung berpikir kemana mana dia sudah galau.
"Ya Allah nih laki laki kenapa muncul lagi aku kok jadi takut, galau, bingung pokoknya campur aduk rasanya sampek kaya nano nano lengkap dah rasanya," Ucap Alwa dalam hati ketika melihat laki laki yang menggunakan masker berjalan kearahnya.
"Etetet mau ngapain jangan mendekat bukan mahram sekali lagi jangan mendekat nanti saya kasih jurus seribu bayangan," Ucap Alwa yang sudah takut, galau, bingung pokoknya campur aduk rasanya sampek kaya nano nano lengkap dah rasanya. Namun laki laki tersebut hanya diam kemudian keduanya sudah dekat dengan cepat tangan laki laki tersebut melepaskan tali pada tangan seketika Alwa langsung berkata.
"Jangan sentuh saya, kita bukan mahram takut ada setan terus kebablasan," Ucap Alwa dengan nada ketakutan.
"Bocah lihat tangan saya pakai sarung tangan jadi nggak bersentuhan langsung kalu saya buka talian pakai jurus seribu bayangan saya nggak bisa, tadi teriak teriak minta di lepasin haduh haduh kelihatannya banyak lihat novel penculikan nih anak," Ucap si laki laki dengan nada tinggi karena sudah geram dengan ucapan Alwa sambil membuka tangan kemudian dilanjutkan kaki.
"Loh kok ngegas, maaf lah saya kan lagi menjaga kehormatan saya, saya tidak ingin mengecewakan suami saya, saya ingin memberi hak hak suami saya secara utuh," Ucap Alwa dengan sedikit malu.
"Sudah silahkan kamu bisa melakukan apapun di sini jangan kabur kalu kabur nanti dapat hadiah khusus, ya sudah assalamu'alaikum," Ucap laki laki tersebut sambil keluar.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, terima kasih mas penculik," Ucapan terima kasih dari Alwa kepada laki laki tersebut.