NIKMAT

NIKMAT
BAB 4 MIMPI


__ADS_3

Dirumah Pak Wira.


"Buk ini siapa ?," Tanya Pak Wira kepada Bu Dar yang duduk dengan seorang perempuan berhijab menggunakan cadar yang keduanya menggunakan baju putih.


Hanya dibalas senyuman dengan Bu Dar kemudian keduanya berjalan meninggalkan Pak Wira kemudian timbul cahaya terang sehingga membuat Pak Wira terbangun ternyata Bu Tika menyalakan lampu kamar.


"Alhamdulillah... Mau saya bangunin bang eh tapi udah bangun ya udah cepat mandi saya tunggu dibawah," Ucapan Bu Tika melihat Pak Wira yang sudah terbangun.


"Iya 10 menit lagi saya segera kebawah," Jawab Pak Wira yang menuju kearah kamar mandi.


"Bang bajunya koko sama sarungnya ada dikursi udah aku siapkan," Bu Tika menunjukkan baju dan sarung yang berada dikursi.


"Siap celana dalam sama kaos dalam udah awas lupa tak cium nanti," Ucap Pak Wira melihat Bu Tika sambil melontarkan sedikit ancaman.


"Udah lengkap tinggal pakai bahkan kopiah barang yang sering Abang lupakan mentang mentang rambut hitam aja aku siapkan, udah udah cepat mandi Khi sama Angga udah nunggu keburu subuh bang," Balas Bu Hana kepada Pak Wira yang masih menatapnya kemudian Bu Tika keluar kamar.


Kira kira 10 menit kemudian Pak Wira sudah turun menuju Musala rumah ternyata sudah rame ya karena seluruh orang yang bekerja dirumah tersebut juga ikut salat tahajud, setelah Pak Wira datang salat segera dimulai kebiasaan demi kebiasaan telah dilakukan kini tiba saatnya semua pergi ketempat dinas masih masih.


____________________________________________


Dirumah Pak Gan.


"Mbah Uti...Mbah Kakung Alwa nggak mau sama dia, sambil nunjuk seorang laki laki laki yang duduk membelakangi mereka," Ucapan Alwa kepada Mbah Uti dan Mbah Kakung yang sedang duduk berdampingan.


Hanya ada senyum dari keduanya kemudian Alwa terbangun dari mimpi tersebut kemudian Alwa melanjutkan dengan rutinitas pagi hingga Alwa berangkat menuju ketempat kerjanya.


____________________________________________


Dikantor Pak Wira


Terlihat Pak Wira sedang menghubungi seseorang nampak terlihat sedang berbicara dengan seorang lewat Handphone, hingga akhirnya Pak Wira menutup telponnya.


Masih duduk sambil memikirkan mengenai nya semalam akhirnya Pak Wira meminta alamat dari teman Bu Dar dari anak buahnya yang sudah mengetahui nya dan berencana membicarakan ini dengan seluruh anggota keluarga terutama Angga.

__ADS_1


Hari ini Pak Wira tidak fokus hingga akhirnya Pak Wira memutuskan untuk pulang lebih awal dari biasanya, sehingga segala kegiatan hari ini pegang oleh Khi, Khi yang melihat Abi nya yang sedang cemas akhirnya menanyakan kepada Abinya.


"Bi kenapa Khi lihat kaya lagi cemas dan nggak tenang kaya ada hal yang ganjel ?, boleh lo bi di bagi ketimbang dipendam sendiri," Tanya Khi kepada Pak Wira yang akan keluar dari ruangannya.


"Hhhhhh... Emangnya kelihatan kalu Abi lagi cemas banget ya dek ?," Tanya balik Pak Wira kepada Khi


"Kelihatan banget bi," Jawab Khi serius dengan menatap Pak Wira.


"Emang ada hal yang bikin Abi nggak tenang nanti malam Abi cerita yang sekarang Abi minta tolong kamu urus segala kegiatan Abi hari ini, Abi mau pulang," Jawab Pak Wira yang enggan menceritakan kepada Khi kemudian memberikan perintah bahwa seluruh kegiatan Pak Wira agar diurus oleh Khi.


"O iya nggak papa kok bi lagi pula Khi pekerjaannya juga udah selesai," Jawab Khi dengan nada santai.


"Oke terima kasih, kalu gitu Abi pulang dulu ya dek, Assalamualaikum," Pamit Pak Wira sembari memberikan salam.


"Waalaikumsalam, hati hati dijalan mau Khi antar Bu ?," Jawab salam Khi dari Pak Wira sembari menawarkan mengantar Pak Wira sambil mencium punggung tangan Pak Wira.


"Alah nggak usah dek, kamu urus kegiatan hari ini Abi bisa kok nggak usah repot-repot," Pak Wira menolak dengan halus.


"Siap Bi," Jawab Khi mengikuti Pak Wira yang keluar dari ruangannya.


Dijalan Pak Wira tidak langsung pulang tetapi mampir ke restoran Bu Tika, kemudian masuk restoran kemudian masuk kedalam ruang kerja Bu Tika.


"Assalamualaikum," Pak Wira mengucapkan salam sembari mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam, silahkan masuk tidak dikunci," Ucapan Bu Tika dari dalam ruangan.


kemudian Pak Wira masuk kedalam ruangan sehingga membuat Bu Tika kaget.


"Ya Allah, nggak ada angin nggak ada hujan kanda datang kesini ada perlu apakah yang dapat Dinda bantu ?," Bu Tika kaget sembari memberikan leluconnya.


"Jadi begini Dinda, Kanda ingin berbagi beban hidup agar Dinda dapat memberikan Kanda masukkan dan saran agar semua terpecahkan," Jawab Pak Wira dengan nada khas Jawa.


"Mau cerita apa bang ? Pokoknya udah Saya tebak kalu Abang kesini pasti sifatnya sudah bersifat darurat," Bu Tika yang sudah mengetahui maksud dari Pak Wira.

__ADS_1


Akhirnya Pak Wira menceritakan mimpinya kepada Bu Tika agar bisa menjelaskan kepada Angga karena menurut Pak Wira mimpi tersebut adalah kode keras bahwa perjodohah ini harus terjadi.


"Abi udah dapat alamat lengkapnya dari temannya Mbah Ibu jadi kalu Azi siap Abi bakal nikahkan keduanya bagaimana pun fisiknya asalkan nggak gila sama berkebutuhan khusus," Ucapan Pak Wira yang langsung satu tarikan nafas.


"Kalu Abi setuju Umi setuju karena Abi kan kepala rumah tangga apapun keputusan Umi bakal dukung asal baik," Jawab Bu Tika yang sedang memikirkan sesuatu hal.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, setelah sampai dirumah tidak dirasa jam sudah tertuju pada angka 8 ya jam 20.00 WIB setelah selesai salat isya semua duduk di ruang keluarga kecuali Angga yang ada dikamar.


"Mas panggil Abang dong bilang Abi sama Umi mau bicara," Perintah Pak Wira kepada Khi yang sedang asyik bermain game online.


"O iya bi," Jawab Khi langsung menunjuk kekamar Angga.


"Terimakasih," Ucap Pak Wira kepada Khi.


"Sama sama, yah yah kalah," Ucap Khi yang fokus di Handphonenya.


Ketika sampai didepan pintu kamar Angga, Khi mengetuk pintu kamar.


"Bang boleh masuk ?," Tanya Khi dari luar.


Karena tidak ada balasan akhirnya Khi masuk kedalam kamar Angga, hingga akhirnya melihat Angga yang fokus ke leptop didepannya.


"Siapa yang nyuruh masuk ?," Tanya Angga dengan tatapan tajam.


"Aku lah, karena Abang dipanggil dari luar nggak ada jawaban ya aku masuk lah," Jawab Khi santai.


"O maaf lagi sibuk," Pinta maaf dari Angga untuk Khi.


"Ye sok sibuk, o iya dipanggil Abi sama Umi Khi cium ada bau bau perjodohah lo bang," Ledek Khi kepada Angga.


'"Oke ya udah yuk menemui Abi sama Umi kali kali kamu yang dijodohkan," Jawab Angga dengan santai.


Akhirnya keduanya menuju kearah ruang keluarga hingga akhirnya membicarakan mengenai hal hal yang sudah disusun oleh Pak Wira serta Bu Tika mengenai mimpi Pak Wira dan perjodohan.

__ADS_1


Sekian dan terima kasih mohon bantuannya dengan membaca, like, komen membangun, vote dan janga lupa bintang 5 nya


Terima kasih.


__ADS_2