NIKMAT

NIKMAT
BAB 7 LANJUTAN 2


__ADS_3

Pak Gan sudah siap memberikan pertanyaan kepada Adbar ya karena laki laki yang ada dihadapannya adalah calon suami dari anak perempuannya sehingga pertanyaan ini akan membuat dirinya tenang.


"Sebelumnya ke inti pertanyaan saya ingin bertanya kenapa kamu mau melakukan pernikahan padahal kamu belum kenal dengan Alwa ?," Pak Gan memberikan pertanyaan yang masih ada dipikirannya sehingga akan memberikan sebuah jawaban yang membuat dirinya yakin mengenai perjodohah ini.


"Maaf bila jawaban saya kurang tepat dan tidak berkenan didalam hati Pak Langgeng, saya hanya ingin membayar janji saya kepada Mbah Ibu jadi saya akan menepati segala wasiat yang ditulis Mbah Ibu dan saya yakin pilihan Mbah Ibu adalah yang terbaik sebelum Abi saya kesini saya sudah serahkan semua kepada Allah sehingga keputusan ini saya ambil karena menurut saya ini yang terbaik Pak," Perkataan Angga yang sangat meyakinkan banget membuat semua orang diruang tersebut merasa terpukau.


"Jadi gini anak saya itu agak manca, gampang ngambek terus orangnya mudah perasaan banget jadi saya mohon kamu mau menerima kekurangan anak saya, o iya tadi kata Pak Wira ada perjanjian yang mau diberikan antara Nak Adbar dengan Alwa apakah perjanjian itu sudah ada atau gimana ?," Ucap Pak Gan kemudian menanyakan mengenai perjanjian pranikah enaknya bilang gitu,


"Kalu masalah langsung tanyakan kepada Angga saja karena keduanya yang menentukan perjanjian tersebut," Pak Wira langsung menjawab kemudian melihat kearah Angga yang masih diam saja.


"Sebentar saya ambil dimobil karena tadi keburu buru jadi lupa tidak saya bawa maaf saya permisi dulu," Angga segera pergi keluar kemudian pergi kearah mobilnya.


Setelah itu Bu Tini datang kemudian kaget karena Adbar sudah tidak ada kemudian bertanya kepada semuanya.


"Maaf Nak Adbar nya pergi kemana ?,"Bu Tini Bertanya sambil meletakkan secangkir teh dimeja kemudian duduk disamping Pak Gan.


"Masih ambil sesuatu dimobilnya," Jawab Pak Gan dengan santai.


"O iya saya kira pulang, o iya monggo dinikmati kuenya masak cuma dilihatin kasian kuenya nanti nangis," Bu Tini mempersilakan kue yang ada dimeja untuk dinikmati.


"Hhhh nggak cuman kuenya nangis mulut saya juga meronta nggak mau berhenti makan karena bikin nggak bosen dengan kue buatan Bu Tini ya saya agak gengsi karena kan emak emak tahu sendiri kan Bu apalagi ada suami terus bertamu ditempat orang lain harus punya malu," Bu Tika memberikan pendapat membuat Bu Tini merasa senang.


"Assalamualaikum," Ucapan salam dari Angga yang sedang membawa map plastik berwarna hijau.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," Jawab semua secara bersamaan baik Pak Wira, Bu Tika, Pak Gan dan Bu Tini.


"Maaf ini Perjanjian yang saya ajukan serta CV mengenai saya tolong dibaca dengan seksama dan bila ada yang kurang pas boleh dirundingkan agar menguntungkan keduanya," Ucapan Angga langsung memberikan map hijau tersebut kepada Pak Gan.


Kemudian Bu Tini berkata kepada Angga agar duduk karena tetap berdiri.


"Nggak capek berdiri aja silahkan duduk terus diminum teh nya sama kue nya dicicipi ya maaf karena ala kadarnya," Bu Tini melihat Angga sambil menyuruhnya untuk duduk dan menikmati kue yang ada setelah itu Angga duduk dan menikmati kue buatan Bu Tini.


"Ibuk bisa aja ini enak kok buk, nggak kalah sama yang di mall mall gitu ya walaupun buk e bekerja di bidang fashion tapi buka toko kue juga bisa loh buk," Ucapan Angga memuji kue Bu Tini.


Kemudian Pak Gan menyuruh Bu Tini mengambil perjanjian milik Alwa serta CV yang sudah dibuat oleh Alwa.


Setelah selesai dengan agenda yang dilakukan Bu Tika, Pak Wira dan Angga pamit untuk pulang bilang ada hal hal yang ingin dibicarakan maka kedua belah pihak saling memberikan nomor telepon.


"Mbak Alwa aku nginep sini ya karena besok ada jadwal kuliah pagi jadi hemat ongkos tinggal jalan kaki, boleh ya mbak," Tanya Vivi ya karena semua karyawan Alwa semua sudah pulang tinggal Alwa dan Vivi yang masih ada di kantor karena ada pekerjaan yang masih harus dilakukan.


"Boleh tapi kamu nggak takut sendirian disini, eh tapi Intan kan tidur disini ya terserah kamu deh boleh aja asal tetap jaga kebersihan oke syukur syukur kamu bersihkan sekalian kantornya hhhhhhhhhhh," Jawab Alwa yang fokus pada pekerjaan dihadapannya tapi tetap bicara.


"Oke in sya Allah nanti bakal aku bersihkan terima kasih yang mbak, o iya ini udah sore lo mbak nggak pulang atau mau temani Vivi tidur disini," Jawab Vivi dengan hati senang dengan hal yang serupa yaitu fokus ke pekerjaan tapi mulutnya juga ikut kerja maklum otak wanita bisa melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu.


"Yeh rumah mbak kan dekat tinggal nyebrang jalan udah sampek lagi pula mbak udah mandi, udah salat jadi tenang eh tapi ya udah mbak pulang dulu lagi pula pekerjaan udah selesai," Jawab Alwa sambil melihat Vivi yang sedang mengambil keperluan untuk acara besok.


"O gitu iya mbak hati hati dijalan tengok kanan kiri pas mau nyebrang maklum kan jalan depan itu jalan antar kota jadi rame atau perlu aku anter sekalian aku sebrangin," Jawab Vivi dengan melihat kearah Alwa yang sedang mengambil berkas berkas.

__ADS_1


"Ya udah ah nanti aku nggak kuat bicara lagi sama kamu udah takut ngompol, Assalamualaikum hati hati kalu laper makanan ada didapur," Alea sudah pamit dengan Vivi kemudian dari luar masuk intan yang baru selesai dari acara pernikahan yang diurus oleh Intan.


"Waalaikumsalam,"Jawab Vivi singkat padat jelas.


"Mbak Alwa mau pulang ya ?," Tanya Intan dengan nada santai dan diimbangi senyum.


"Iya udah sore ya udah Mbak pulang dulu kalu Vivi jail ikat di tiang dekat dapur aja Tan," Wejangan Alwa kepada intan.


"Siiap mbak tenang Vivi kan anaknya enak kita kan sahabat dijamin Jailnya ada lagi pula kan Vivi penakut," Jawab Intan dengan mencari Vivi.


"Ya udah mbak pamit dulu Assalamualaikum," Pamit Alwa kepada Intan.


"Waalaikumsalam," Jawab Intan sambil melihat Alwa keluar dari kantor.


Kemudian Alwa sampai rumah tapi melihat masih ada mobil Alwa memutuskan lewat pintu belakang, setelah masuk dari dapur Alwa bergegas menuju kamarnya untuk mandi.


ketika akan makan malam Alwa merasa ada yang aneh dari Pak Gan dam Bu Tini.


______________________________________________


Kenapa Alwa merasa aneh kepada kedua orang tuanya ?


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN LIKE, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN VOTE JANGAN LUPA JADIKAN NOVEL FAVORITMU

__ADS_1


__ADS_2