Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Tingkat Pondasi Ki


__ADS_3

Di sebuah lorong gelap seorang murid mengendap-endap melewati kelas-kelas tanpa menimbulkan bunyi dengan teknik ninja nya menuju ruangan besar yang terletak di ujung koridor. Dia tak lain dan tak bukan adalah Kazuki. Ninja konyol itu berjalan dengan menapak pada atap lorong sehingga terlihat menggantung. Beberapa murid yang tidak sengaja melintas ketakutan, dan itu tidak disadari Kazuki yang menatap lurus pintu ruangan besar.


Ruang Penelitian


Kazuki mengambil napas panjang kemudian mengetuk pintu beberapa kali. Setelah menunggu beberapa saat pintu itu tak kunjung terbuka. Karena malas menunggu terlalu lama dia pun masuk tanpa izin. Gelap gulita tidak ada cahaya.


"Cek, seperti masa depanku. Gelap." Monolognya sambil menutup kembali pintu.


Dia mengendap-endap tak tentu arah hingga menabrak meja guru. Kazuki meraba-raba benda itu, keras batinnya. Lalu kembali meraba-raba di kegelapan hingga dia merasakan telapak tangannya menyentuh sesuatu yang lembut, berbulu dan hangat. Mencoba mencari tahu lebih jauh Kazuki menyalakan teknik matanya, Hankyu.


"AAAAAAAAA!!!"


plak


Sesosok berbadan besar dan berbulu menampar Kazuki yang berteriak keras hingga pingsan. Sosok itu terlihat kebingungan dengan aksi Kazuki, kemudian sosok itu menyibakkan tirai di jendela hingga cahaya dapat masuk. Ternyata sosok gelap berbadan besar tak lain adalah seorang pria yang bertelanjang dada dan di tubuhnya di penuhi bulu-bulu halus yang cukup lebat. Terlihat seperti monster pegunungan, bercanda.


Sosok itu membiarkan saja Kazuki tergeletak lalu dia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda. Hingga tak begitu lama Kazuki bangun dari pingsannya. Matanya mengitari segala isi ruangan dan menemukan sosok yang dilihatnya tadi sedang mengotak-atik sesuatu.


'Apa jangan-jangan dia kah Lee sensei? Kalau iya berarti si pelayan itu berbohong. Bisa-bisanya dia berkata guru itu gila, lebih baik mengatakannya dia itu monster!' batinnya.


"Sudah bangun?" Suara berat itu menyapa telinga Kazuki. Pemuda itu mencoba memberanikan diri mendekati guru Lee.


"Salam sejahtera, guru Lee? Saya adalah murid baru di sini. Nama saya-"

__ADS_1


"Saya tahu. Han Ishi bukan," sela guru Lee.


"Bagaimana anda-"


"Guru Tian yang memberitahukan ku. Sepertinya dia menyukaimu, jangan mengecewakannya," selanya lagi tanpa melihat Kazuki.


'Huh? kenapa aku harus menurutimu?! Eh, bagaimana sih dia kan gurumu,' batin pemuda itu plin-plan.


"Iya, sensei ... saya ada keperluan kemari-"


"Bola peramal kan? Guru Tian sudah memberi tahuku." Wajah Kazuki kini terlihat agak sebal.


"Wah, guru Tian punya intuisi yang bagus, ya! Hahaha, jadi apa bola peramal nya ada, sensei?" Guru Lee berbalik menghadap Kazuki. Wajah pemuda itu menjadi pucat, sulit menelan ludah.


"Ada, di sana. Memangnya kenapa?" Kazuki tersenyum lebar.


"Begini, taruh tangan kananmu di atasnya. Alirkan ki mu pada bola ini." Kazuki yang mengerti Ki serupa dengan Cakra tidak kesulitan untuk melakukannya. Dan nyatanya Cakra dan Ki memang merupakan sesuatu yang sama di dunia ini.


Kazuki memejamkan matanya merasakan aliran ki nya sangat deras mengalir ke dalam bola peramal seolah bola itu memiliki pendeteksi untuk menyerap ki.


"Lihat!" ucap Guru Lee, Kazuki membuka matanya dan memperhatikan bola peramal yang menunjukkan sinar biru layaknya bintang berjumlah 3 buah berputar-putar di dalamnya.


"Kamu sudah kultivasi tingkat tiga rupanya. Masih tingkat Pondasi Ki, tapi ini bagus anak muda, segeralah tingkatkan kemampuanmu mumpung usiamu masih muda. Berapa usiamu? Tapi kenapa cahayanya berwarna biru, ya..?" tanyanya dengan kalimat akhir yang sangat lirih.

__ADS_1


"Dua puluh tahun," tutur Kazuki, dia heran mengapa kultivasinya langsung tingkat tiga.


"Eh!" guru Lee terkekeh melihat muka manyun Kazuki.


"Kamu masih muda, dengan berlatih keras dalam waktu 5 tahun kamu pasti bisa naik tingkat 6." Kazuki membelalakkan mata mendengar kalimat itu.


'Tingkat enam?! Untuk bisa pergi ke provinsi Fu saja setidaknya haruslah Kultivator tingkat 9, Bumi Abadi. Butuh waktu berapa lama hingga pada akhirnya aku akan terlambat menyelamatkan klan! Ini tidak bisa di biarkan! Tuan Longwei juga, dia mengatakan akan memberikan pembimbing yang hebat, mana buktinya! Aku akan protes nanti,' batin Kazuki.


Pemuda itu pun pamit keluar menuju lapangan luas tempat para siswa praktik kultivasi dan spiritual. Ucapan tuan Longwei tiba-tiba terngiang di kepalanya.


"Kamu adalah yang terpilih tentu saja keberadaan mu adalah sesuatu yang spesial. Tuan ini yakin jika hal spesial itu berhubungan dengan kultivasi mu. Gunakan batu ini, perkuat kultivasi mu. Suatu saat di masa depan Empress Dong akan benar-benar meluluh lantakkan kekaisaran ini. Untuk mencegah hal itu terjadi kekaisaran meningkatkan jumlah Wanquan, namun itu semua tidak cukup apabila hanya sebuah pasukan Wanquan standar. Denganmu, yang tuan ini harap akan memiliki perkembangan drastis, kekaisaran Yan pasti akan selamat. Tuan ini sangat bergantung padamu." Kazuki termenung menatap siswa kelasnya yang mengikuti pelajaran praktik dari guru Tian.


Tak jauh dari sana Qixuan memperhatikan Kazuki yang termenung sendiri berdiri di bawah pohon mapel yang berguguran lalu gadis itu kembali fokus pada praktiknya.


Kazuki mendekati barisan murid kelasnya. Guru Tian menyapanya dan menanyakan keterlambatannya.


"Dari mana anda Ishi?"


"Saya baru selesai memeriksa kultivasi saya Tian sensei. Ngomong-ngomong sensei punya intuisi yang bagus," ujar Kazuki cengengesan memasuki barisan. Guru Tian menggeleng-gelengkan kepalanya ringan.


"Sudah kita mulai praktiknya dari awal. Ishi anda sudah mengetahui aliran apa yang anda ikuti?"


"Aliran, sensei?" Mendengar pertanyaan balik itu guru Tian pun menjelaskan empat aliran besar kultivasi.

__ADS_1


"Aliran Wanquan adalah pilihan teknik spiritualis tentang kultivasi mana yang hendak anda pelajari. Di kekaisaran Yan sendiri hanya terdapat tiga aliran Wanquan dominasi Kultivasi, yang paling terkenal Aliran Kultivasi Hewan Buas, mereka memiliki teknik bertarung yang cukup brutal, namun dengan terus bergerak aliran ini dianggap yang terkuat karena menahan usia hidup paling lama, yang diketahui sekitar 950 tahun. Aliran kultivasi Seni Pedang mereka meregenerasi kan sebagian jiwa dalam senjata spiritual sehingga tidak semua ki pondasi mereka termakan usia, yang ini bisa membuat kultivator sedikit bersantai. Selanjutnya aliran kultivasi Perisai langit, yang satu ini sangat menolak kematian. Mereka melakukan perjanjian keabadian dengan roh. Walaupun aliran ini besar namun untuk mencapai hal tersebut sangat sulit. Yang terakhir tidak ada di kekaisaran ini. Aliran kultivasi Darah. Dengan menumbalkan jiwa manusia seorang Kultivator tingkat tinggi dapat mendekati keabadian. Hanya satu orang yang sejauh ini menggunakan aliran ini." Kazuki membelalakkan matanya ketika pikirannya menebak jika satu orang itu adalah, Seizen.


"Dia hanya legenda namun orang-orang percaya dia memang nyata. Aliran kultivasi ini dilarang di benua manapun jadi pilihanmu hanya tiga ... silahkan pilih. Guru ini dapat mengajarkan ketiga-tiganya." Ucap Guru Tian dengan senyum misterius.


__ADS_2