Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Menyembuhkan Putri Yi


__ADS_3

Mencoba mengaktifkan kekuatan spiritual nya namun gagal, Empress Xiang menggeram kesal. Kazuki mencoba menjelaskan pada junjungan kekaisaran itu jika kedatangannya adalah untuk menyembuhkan putri Yi. Tentu Empress Xiang tidak percaya begitu saja, dia meronta sekuat tenaga. Kazuki yang tidak sengaja membuat celah berhasil dimanfaatkan Empress Xiang yang seorang Spiritualis tingkat langit pertama membalikkan keadaan. Kini dengan hanfu hitamnya yang panjang Empress Xiang berusaha mencekik Kazuki dan menindihnya.


"Kamu, adalah pembunuh yang mulia Kaisar bukan?!" ungkap Empress Xiang setelah mengamati bentuk wajah pria muda itu. Dia mengaktifkan kekuatan spiritual nya.


Kazuki segera menggunakan jurus pengikat raganya ke tubuh Empress Xiang dan menutup mulutnya agar tidak bersuara hingga kini dirinya kembali bangkit dengan napas tersengal menatap Empress Xiang yang menatapnya tajam. Jejak kebencian terlihat jelas di matanya.


"MHH!" ronta sang Empress.


"Astaga, anda kuat sekali Empress Xiang. Tidak heran wanita ini jadi Empress," lirihnya di akhir ucapan sambil mengusap lehernya yang berbekas.


Kazuki jongkok di depan Empress Xiang dengan cengkraman besar transparan nya tetap erat. Dia membuka telinga wanita bangsawan itu agar dapat mendengarkannya.


"Dengarkan saya Empress, keadaan Kekaisaran saat ini sedang dalam bahaya besar. Dan bahaya besarnya disebabkan oleh sesuatu yang berada di dalam tubuh putri Yi. Penyakit yang dialaminya ini tidak biasa, tidak ada yang mampu menyembuhkannya, bukan? Saya di sini berusaha menawarkan anda bantuan. Dengan kekuatan spiritual medis ku yang sudah tingkat langit abadi, aku bisa menyembuhkan putri Yi. Apa anda akan membiarkan ku mencoba? Anda juga akan kubiarkan melihat, saya tidak berbohong." Kazuki mengeluarkan pedang Naga Abadi dari tubuhnya, dia melepaskan cengkeramannya setelah Empress Xiang tenang dan memberikan pedang putih itu padanya agar ia percaya.


Empress Xiang masih terlihat ragu karena sosok di depannya ini dia kenal sebagai pembunuh suaminya, untuk apa dia membantunya. Dengan perlahan Empress Xiang memeriksa keaslian pedang Naga Abadi.


Pedang Naga memancarkan kekuatannya keluar, dan bersuara menguraikan penjelasan panjang pada Empress Xiang namun tidak membantah tentang Kazuki pelaku pembunuhan Kaisar sesuai instruksi ninja itu sendiri.


Empress Xiang mendengarnya dengan cermat sampai menjadi ragu sendiri. Karena seorang yang dapat menundukkan pedang Naga Abadi seperti Kazuki membunuh dirinya pasti semudah membunuh Kaisar. Itupun jika dia memang pembunuh sang suami. Jika tidak maka dia sudah bermain-main dengan orang yang salah. Empress Xiang mencoba menyembunyikan ekspresi nya kemudian mengangguk percaya pada Kazuki. Wanita bangsawan itu mengembalikan pedang Naga Abadinya pada Kazuki, pemuda itu tersenyum tipis.


"Baiklah Empress Xiang, saya anggap itu adalah anggukan izin," ujar Kazuki mendekati ranjang putri Yi yang terbaring tak sadarkan diri.


"Tunggu sebentar." Kazuki menghadap Empress Xiang kembali, wanita itu berjalan mendekatinya.


Plak


"Ini hukuman kecil untukmu karena menyentuhku tadi. Jika orang lain tahu hukumnya akan lebih parah," Empress Xiang menampar Kazuki cukup keras mengerahkan kekesalannya dengan sedikit beralasan.


"Baiklah terima kasih atas kebaikan hati Empress Xiang." Kazuki memutar matanya diam-diam.


"Hm." sahut Empress Xiang.


"Tapi Naga Abadi bilang aku harus menyentuh titik Meridian putri Yi untuk menyembuhkan nya."


Plak

__ADS_1


"Baiklah Aku izinkan. Jika nanti gagal Aku sendiri yang akan memenggal mu." Kazuki memegangi pipinya yang sedikit benjol sambil meringis kesakitan.


'Ini lebih menyakitkan dari pada di serang Seizen pertama kali,' batin Kazuki.


Kazuki mengamati wajah pucat putri Yi yang tertutup cadar dan penutup kepala. Pasti gadis ini diperiksa rutin tiap hari oleh tabib istana.


'Tuan Naga Abadi, berikan instruksi mu,' Pinta Kazuki dalam batin.


...'Huh, tinggal kau sentuh dan alirkan energi spiritual mu padanya. Ingat untuk melakukannya pada Meridian yang tepi terlebih dahulu....


...Oh, ternyata kamu tidak tahu di mana ya. Dasar tidak berguna," ejek Naga Abadi....


"Maaf ya," balas Kazuki jengkel. Empress Xiang memperhatikan Kazuki yang bicara sendiri tidak segera memulai pekerjaan.


...'Baiklah ku pasangkan penglihatan ku padamu.'...


"Owh... di sini." Dengan memakai penglihatan sang Naga Abadi Kazuki mampu melihat jelas titik Meridian ditubuh putri Yi.


Kazuki menyentuh titik Meridian putri Yi dengan perlahan. Tak lupa mengalirkan energi spiritual nya untuk mencapai titik yang berada di dalam tubuh. Satu persatu titik Meridian nya sudah mulai menyatu.


'Huh, memang ada?'


...'Oh, jadi kamu tidak tahu, kalau yang menderita penyakit ini hanya kalian berdua. Itu sebenarnya disebabkan kunci dimensi ditubuh kalian hampir direbut Seizen, tubuh kalian berdua bereaksi pada kekuatan hitam yang ditanamkan Seizen di dalam tubuh kalian.'...


"Kalau begitu saat milikku hilang adalah karena Seizen menyerang ku?" ucap Kazuki menyimpulkan. Empress Xiang mengerutkan keningnya mendengar nama tokoh legenda disebut.


'Hm, tapi aku tak pernah bertemu sosok hitam itu sebelumnya.' ujar Kazuki di batin pada Naga Abadi.


...'Entahlah, ingatanmu yang berisi pencurian kunci dinding spiritual di memorimu tidak ada,' tutur Naga Abadi....


"Hmm...." Kazuki kembali memfokuskan dirinya pada proses pengambilan kunci dinding spiritual yang terakhir.


'Sudah begitu, tarik setelah pintu jiwanya terbuka, 1... 2 ... 3!' teriak sang Naga.


Kazuki segera menarik kunci dinding spiritual nya dan berhasil, benda yang disebut kunci dinding spiritual itu berbentuk seperti kepingan 'Yin' dan pastinya yang kini sebagian lagi berada pada Seizen adalah yang 'Yang'. Satu kesatuan, namun sangat berbahaya bila di satukan.

__ADS_1


"Woah...," kagumnya akan cahaya yang Yin yang lembut.


'Bagus, sekarang simpan benda itu dalam dirimu, kamu yang akan menjaga nya Kazuki. Buka pintu jiwa mu lalu masukkan.' instruksi sang Naga. Kazuki segera melakukannya.


Crang


"Rasanya agak menyakitkan saat dimasukkan. Tapi dengan begini putri Yi akan sembuh," lirih pemuda itu memandang putri Yi.


Tangan putri Yi bergerak kecil membuat heboh Empress Xiang yang terkejut sampai hampir pingsan. Beliau mendorong Kazuki hingga pemuda itu terjungkal karena sedang berjongkok, mendekati ranjang putri keduanya itu.


"Yin'er, Putri ku kamu baik-baik saja? Bagaimana keadaan tubuhmu, Putri ku? Ada yang sakit?" cerca sang ibu dengan banyak pertanyaan. Putri Yi belum membuka matanya karena menyesuaikan cahaya yang masuk.


"I-ibu...." Suara serak putri Yi membuat Empress Xiang bergegas mengambil air putih di atas meja kecil, menegukkan untuk putrinya.


"Ukhuk ... putri baik-baik saja ibu," ucap putri Yi dengan tersenyum lemas menenangkan sang ibu.


"Pelayan!" panggil Empress Xiang melupakan tata krama saking khawatir jika putrinya akan tidur lagi.


Kazuki jadi panik, pemuda itu belum juga pergi menunggu putri Kekaisaran Yan itu menjelaskan keadaannya. Kazuki pun bersembunyi di balik ranjang lembut sang putri.


"Menjawab panggilan Anda, Yang Mulia Empress Xiang," ujar dua pelayan sambil bersimpuh.


"Pelayan, panggilkan tabib dan Putri Qiao kemari sekarang juga. Kabarkan jika putri Yi sudah sembuh," perintahnya dengan aura kebijaksanaan, menyembunyikan kelegaan dan rasa syukurnya yang amat besar mengingat dia adalah Empress kekaisaran Yan sekarang ini.


Kazuki menyilangkan tangannya depan dada, "Um, yang mulia ... Empress Xiang, bagaimana denganku? Bisakah aku di sini lebih lama karena ingin mengetahui keadaan putri Yi lebih lanjut," ujar Kazuki disambut gelengan Empress Xiang.


"Tidak mungkin, banyak orang yang akan kemari, buronan. Lebih baik kamu pergi sekarang, saya akan memberikanmu imbalan nantinya dan informasi yang menurutmu itu penting," balas Empress Xiang membelakangi pemuda itu. Kembali bersikap dingin karena Kazuki adalah pelaku pembunuhan Kaisar.


"..."


...'Turuti saja maunya, seorang Empress tidak akan pernah mengingkari ucapannya,' saran sang Naga Abadi pada Kazuki sedikit mendesak....


Kazuki mengangguk walau tidak dilihat sang Empress, "Baiklah, saya pergi dulu. Tapi Empress Xiang, ingat pesan saya tadi. Sesuatu yang luar biasa berbahaya mengancam Kekaisaran ini-"


"Dia yang kamu maksud bukannya mengincar benda berbentuk Yin bercahaya tadi? Lalu untuk apa repot, pergilah menjauh dari kekaisaran ini, dan jangan membawanya mendekat," usir Empress Xiang. Empress menggigit bibirnya merutuki ucapannya yang mungkin kelewatan. Putri Yi yang mendengarkan percakapan itu sedari tadi berkerut kening mendengar ucapan sang ibu.

__ADS_1


"Oh...."


__ADS_2