Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Iblis Seizen


__ADS_3

Pasukan berzirah tebal yang tadi dilihat oleh Kazuki kini nampak di depannya dengan mata telanjang. Hentakan kaki pasukan itu saking kuatnya hingga menyebabkan getaran radius ratusan meter. Kini jarak antara dua kubu semakin terkikis hingga kisaran 100 meter, cukup dekat. Kazuki menghadang Hao Jin yang hendak menerjang, "Kenapa?" tanya pria itu heran, "Mereka mungkin lawanmu, tapi pria di belakang pasukan itu tidak akan kau pikir begitu," ujar Kazuki membuatnya bingung. Hao Jin kemudian memperhatikan baik-baik sosok yang dimaksud Kazuki. Jubah hitam rambut putih mata merah, tanduk hitam panjang dan senyuman mengerikan. Tubuh Hao Jin tiba-tiba bergetar, "Ha-hawa apa ini?" Kazuki menahan tubuh Hao Jin yang sedikit limbung sambil keheranan. Ternyata bukan hanya Hao Jin, tapi seluruh pasukan kebanyakan merasakan perasaan yang sama. Rasa seperti ditarik oleh kekuatan gelap, kecuali Kazuki.


"Ada apa, Hao Jin, Qixuan?" Dua orang temannya itu menunjuk sosok hitam yang terbang mendekat.


"Seizen!" teriak Kazuki.


Mahluk menyerupai iblis yang dia panggil berhenti melaju dan tertawa jahat. "Betapa memalukannya adikku ini, dibuat kewalahan oleh seekor keroco," caci Seizen dengan wajah remehnya. 'Hm, Lordeus tidak ada di sini. Hawa keberadaannya menghilang' Seizen tersenyum rendah. 'Dia berhasil mengalahkannya, ya. Bukan masalah, bulan purnama akan segera terjadi, baik aku bermain tidak terlalu lama.' batin mahluk iblis itu.


"Kalian pegang tanganku-"


Brragkk


Sebelum sempat Seizen menghantam mereka semua Kazuki sudah lebih dulu teleportasi ke belakang membawa Qixuan dan Hao Jin, "Kalian tidak akan bisa bertarung sementara ada dia, ya. Kalau begitu kita harus mengiringnya ke tempat jauh, Agon," ujar Kazuki.


...'Jangan terlalu jauh, ingat kenapa kita tidak pergi dari kota ini.'...


"Aku sudah tahu!' Kazuki melesat cepat ke arah Seizen dengan menebaskan pedang Naga nya yang sisa batas kekuatannya hanya 10% setelah setengahnya tertancap pada tubuh Lordeus. Sialnya Seizen juga mampu berteleportasi dengan sangat cepat menghindari serangan demi serangan udara Kazuki.


"Jurus, Boido no Ugoki!" jurus kehampaannya melebar lebih luas dari sebelumnya hingga mengenai beberapa prajurit berzirah Seizen. Namun yang terjadi seakan pasukan itu tidak merasakan apa-apa, mereka tetap saja kokoh berdiri walaupun zirah mereka termakan jurus Kazuki.


"Tunggu apalagi serang kerajaan itu!" perintah Seizen pada pasukannya. Pasukan berzirah pun membombardir pertahanan pasukan jendral Zuan dan Jendral Wu yang terpecah belah. Kazuki ingin membantu namun bisa-bisa Seizen ikut mendekat ke sana. "Jurus bayangan!" Dengan bayangannya Kazuki membantu pertempuran dibelakangnya.

__ADS_1


"Hahaha, yang bernyawa keberadaannya selalu diatas yang mati. Kenapa kamu heran jurusmu tidak berguna. Dengar Kazuki, sebelum aku membunuh keluarga terakhirku ini, aku akan memberikanmu pilihan," ujar Seizen dengan angkuhnya, "Pertama berikan saja kuncinya padaku, kita wujudkan dunia tanpa campur tangan orang mati bersama. Dunia impian di mana semua mahluk belahan dunia dapat berinteraksi satu sama lain tanpa ada larangan konyol mereka, atau...," Seizen menjeda kalimatnya, Kazuki sudah menekan batinnya untuk menolak keras penawaran itu, "Kurebut paksa kuncinya dan kumakan jiwamu seperti dua orang tuamu!"


Seizen sudah kelewatan, Kazuki tak ingin menunggu lebih lama segera menebas iblis itu berulang kali dengan sangat cepat. Pedang naga abadi semakin memfokuskan kekuatannya di mata pedang meski tumpul agar dapat mengoyak kulit keras Seizen. Namun seakan iblis itu tak bergeming, dia hanya berusaha menghindar tanpa memperdulikan goresan-goresan pedang yang mengenainya walaupun tidak meninggalkan luka. Seakan tak bisa merasakan rasa sakit.


..."Panggil hewan spiritualmu Kazuki. Aku akan langsung meningkatkan batas kekuatanmu," perintah Agon....


"Jingyi, terbanglah kemari, Aku membutuhkan bantuanmu." panggil Kazuki pada hewan spiritual nya.


Prang


"Ck, sialan, jika begini bagaimana Aku bisa menusuk mahluk itu," gumam Kazuki melihat tangannya yang kebas saking kerasnya kulit Seizen melebihi Lordeus.


"Usahamu sia-sia, karena kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku, Kazuki!" teriakan Seizen menggema di penjuru langit sepanjang mata memandang, dia mengangkat tangan kanannya ke langit gelap mengikat elemen petir di tangannya dan menyambar kan petir kuat dari awan kelabu ke arah Kazuki.


Ninja itu kewalahan menghindar dengan terus berteleportasi karena petir terus menerus menyambar bersama kali tanpa henti. Gemuruh mulai terdengar, menakuti seluruh prajurit yang melihat pertempuran itu.


"Jurus Hi no Tama!" tiupan bola api raksasa Kazuki menutupi permukaan bongkahan batu yang di bawahnya pepohonan, daerah batalyon ketiga Seizen pun terlahap kebakaran api besar.


"Dua orang itu bukan manusia, mereka menggunakan apapun di sekitarnya untuk bertarung!" ujar prajurit dengan suara bergetar menyaksikan pertemuan Kazuki dan Seizen.


"Jangan lengah!"

__ADS_1


Prang


"Hii!" Kilin menghempaskan prajurit berzirah pembawa bola berduri yang hampir mengenai salah seorang prajurit, "Kita semua memiliki peran di sini. Kalahkan pasukan berzirah ini lalu menang!" Semangat prajurit pun kembali membara. Dengan bekerja sama mereka mampu menumpaskan sebagian pasukan berzirah yang memang tidak memilki kesadaran pikirannya seakan dikendalikan.


Kazuki mencekik leher Seizen, namun lengan iblis itu mampu memanjang hingga kini gilirannya yang tercekik. "Akk, lepas!" berontak Kazuki, "Andai kau tidak pergi ke benua ini Kazuki, Aku mungkin mengurungkan niatku memerangi negeri ini kau tahu," bisik Seizen mencekik lebih kuat membuat Kazuki tak bisa berteleportasi, terpaksa hanya bisa terlepas dengan tendangan menyakitkan seribu tahun ke ************ Seizen.


"Arrghh, kemari kau Kazuki!" desis Seizen yang terdengar ngilu.


'Jika aku tidak kemari, dia tidak akan melakukan semua ini?' batin Kazuki.


...'Jangan mudah dibohongi Kazuki. Dia sudah membunuh kedua orang tuamu hanya demi menyatukan dua benua yang hasilnya sudah pasti hancur seperti sebelumnya. Ini adalah salah satu caranya memakan jiwa, dan hawa hitam pekat yang temanmu rasakan tadi sebenarnya berasal dari jiwa yang telah dimakan Seizen, termasuk milik orang tuamu.'...


"Hm, aku tidak akan terpengaruh, dua benua memang ditakdirkan untuk terpisah, aku sudah membaca kitab bumi, berisi bumi adalah dua yang terpisah dan ada dinding tak terlihat yang akan mencegah keduanya bertemu satu sama lain."


"Tapi...,"


Seizen menebas tubuh Kazuki dari atas menyebabkan dirinya membentur permukaan tanah. "Arrghh." Kazuki yang terluka segera dipulihkan oleh teknik penyembuhan Agon seperti semula, "Setelah disembuhkan rasanya seperti hidup dan mati saja," ujar Kazuki menghindari tebasan Seizen yang lain.


Tiba-tiba tangan Seizen mampu mencekik leher Kazuki dari jauh, tanpa perantara, seperti jurus tangan transparan milik ninja itu. Seizen menarik Kazuki mendekat, dengan energi spiritual hitam dia menyuntikkan energinya pada tubuh Kazuki membuat aliran Ki nya tercampur. Pria muda itu berteriak kesakitan hingga matanya memerah, tepatnya iris Kazuki berubah menjadi merah sempurna.


"Hhehhmh, lebih cepat lebih baik-" Iblis terkejut mendadak mengedarkan pandangannya saat merasakan energi spiritual tak asing yang sedang datang mendekati area pertarungan. Energi yang terakhir dia rasakan belasan ribu tahun yang lalu.

__ADS_1


"Mustahil."


__ADS_2