
Hutan Hang Selatan
Keadaan Kekaisaran sudah agak stabil setelah kemenangan perang kekaisaran Yan atas kekaisaran Dong di desa tempat Kazuki tiba di dunia ini sekitar 20 hari yang lalu. Para prajurit yang merupakan warga dari wajib militer pun setia menjaga jabatannya walaupun sang kaisar mengizinkan apabila mereka ingin berhenti. Provinsi Rong yang di perintah oleh putri Fangyin pun kini resmi berpindah kepada pangeran kelima.
Terlihat pengadaan sayembara ini sebenarnya sudah sangat di perhitungkan oleh para pemerintah. Kaisar sendiri sudah dengan keputusan bulat akan hal ini. Dia juga akan membuatkan pesta besar nantinya untuk perayaan kemenangan perang juga pemenang sayembara Bunga Istana. Kaisar Gaozo telah memutuskan bahwa yang akan di nikahkan dengan pemenang sayembara nantinya adalah putri kesayangannya putri Yi.
Dia ingin sang Putri nantinya menikah dengan pria kuat yang mampu menjaganya, apalagi dalam keadaan Kaisar sendiri yang semakin melemah. Kaisar sudah memilih dengan matang wakil-wakil tiap keluarga dibantu oleh tangan kanannya, mengenai siapa nanti yang menang dia akan menerima sepenuhnya.
Sang Putri pun tidak keberatan walaupun itu akan merendahkan martabatnya jika dia mendapat mempelai yang kedudukannya lebih rendah. Sebagai seorang wanita di masa ini dia tidak dapat dan tidak boleh melakukan apapun karena itu merupakan etiket rakyat Yan yang sudah turun temurun.
Sayembara ini akan menjadi perebutan pemenang yang sengit, apalagi dengan dua pangeran yang ikut berpartisipasi menjadi penahan pemenang. Pangeran keempat dan keenam sangat ahli dalam perburuan. Kazuki mengakuinya setelah melihat keduanya berhasil membunuh seekor beruang coklat beberapa saat setelah perburuan di mulai.
Kazuki yang berjalan sendiri kebingungan hendak memburu apa di hutan selebat ini. Cahaya matahari hampir sepenuhnya terhalang dedaunan pohon yang menjulang tinggi. Dengan senjata belati dan pedang yang di dapatkannya dari pedagang kelontong Kazuki menggunakan kuda-kuda seni pedang Klan Kaga. Ingat Shinjiro, temannya yang gendut itu adalah anggota klan Kaga yang ahli ilmu pedang. Kazuki menyerang beberapa hewan berukuran sedang seperti banteng, dan kelinci. Pemuda itu kini kebingungan hendak menyimpan buruannya kemana. Akhirnya dia mengkloning tubuhnya setelah memotong banteng besar tangkapannya menjadi beberapa bagian. Kemudian setiap kloningannya membawa dagingnya ke tempat juri menunggu.
"Sebenarnya teknik apa yang kamu gunakan?!" tanya seseorang. Kazuki membalikkan badannya dia melihat pria yang sedikit lebih pendek darinya dan wajahnya menyebalkan.
"Siapa?"
"Beraninya kamu tidak mengenalku, biar kuberi tahu aku adalah Tuan Minjing ayahku adalah seorang Menteri perdagangan kamu tahu?!" ujarnya dengan suara yang keras.
"Kamu ini tidak usah sok mencari perhatian pada Putri Yi dan yang mulia Kaisar, ya? Karena yang akan memenangkan sayembara ini adalah aku, Tuan Minjing!" ucapnya percaya diri menusuk-nusuk dada Kazuki dengan telunjuknya.
Kazuki hanya bewajah datar lalu melengos pergi membuat Minjing kesal. Mendadak Kazuki terlonjak ketika belasan orang datang dari belakang Minjing dan dari depan menghalangi jalannya. Pria angkuh itu dengan percaya diri segera memerintahkan anak buahnya menyerang Kazuki.
"Hahaha, bisakah kamu mengalahkan mereka?! Para anak buahku ini adalah Wanquan bumi tingkat 4, kamu pasti akan kalah!" suara pria licik itu menggema di dalam hutan.
(Wanquan\= Kultivator dan spiritualis secara bersamaan.)
"Cih, modal pedang sama terbang saja sok keras!" kekeh Kazuki mengamati gerakan mereka.
__ADS_1
'Kalau saja bukan di hutan kalian pasti sudah ku bakar!' batin Kazuki.
Mewotojiru Tejun
"Akh! Asap apa ini, Bos bagaimana ini?"
"Mundur! Cepat Mundur!" perintah Minjing menahan geram kemudian pergi dari situ.
"Ck, mengganggu saja!" gumam Kazuki yang posisinya sudah jauh dari medan tempur Minjing karena berteleportasi.
Klryuruyk
"Ouh, untung saja ku sisakan kaki banteng ini!" ujarnya kegirangan. Kazuki pun membakar kaki banteng itu dan membubuhinya dengan garam dari saku celananya. Setelah matang dia memakannya dengan lahap.
'Tidak usah terburu-buru, tidak menang pun tidak masalah. Tujuanku adalah kembali ke duniaku dan menyampaikan pesan pada Yakunin ninja,' batin Kazuki dengan kilatan mata tajam.
\=\=\=\=\=\=
Putri Fangyin hanya diam mendengarkan ucapan itu. Gadis cantik itu sudah pernah melihat perawakan Kazuki setelah insiden di pusat kota Yan. Walaupun dia tidak bisa mengetahui wajahnya akibat masker wajah. Tapi kulit sawo matang, tinggi dan kekar, tatapan tajam cukup menggambarkan wajahnya. Badan yang langka dilihat olehnya, karena dia lebih sering melihat pria pendek yang bertelanjang dada memperlihatkan perut buncit. Kalau ayah Kaisar tidak terlalu buncit, dan punya badan sama besar.
Putri Fangyin menggeleng perlahan menghilangkan bayangan terlarang di pikirannya itu. Lagian itu salah Kazuki karena hanya memakai syal yang di lilitkan ke badan. Kan lekuk tubuhnya jadi terlihat jelas.
"Putri?"
"Mh, paman ... benar. Saya tidak bisa terlalu yakin tentang itu. Semuanya adalah keputusan ayah Kaisar akhirnya," ujar putri Fangyin menatap kosong pintu masuk kedai teh itu.
"Huh, adikku tidak pernah sekeras kepala ini sebelumnya. Dia mengkhawatirkan mu, paman tahu kamu pasti mengerti. Tetapi ini semua menjadi tidak terkendali setelah selir Wang datang. Kaisar menjadi terlalu cepat mengambil keputusan dan juga wanita itu, entah dari mana asalnya. Kini dia tengah mengandung," ungkap Perdana Menteri Longwei rewel.
"Paman tahu dengan jelas, hal ini akan memulai konflik istana dalam. Apalagi jika selir Wang yang langsung diangkat menjadi selir tinggi ... menjadi tidak tahu diri. Mengenai surat dari Putri-"
__ADS_1
"Sstt!"
Di depan toko kedai teh itu lewatlah rombongan selir Wang yang menaiki kereta kuda mewah. Selir Wang turun di kawal beberapa prajurit menuju kedai teh bangsawan ini menuju meja yang sudah terisi beberapa orang wanita, senyum jahat terpatri di wajahnya yang putih pucat.
Beruntung selir Wang tidak menyadari keberadaan putri Fangyin, dan Perdana Menteri yang hanya memakai jubah sederhana. Dua bangsawan itu pun memutuskan pulang setelah memastikan Selir Wang hanya melakukan pertemuan yang tidak terlalu penting.
"Saya akan membalas suratnya nanti Putri..., juga putri Yi, bisakah anda memerintahkan burung anda agar tidak mematuk sembarang orang?" pinta pamannya itu.
Putri Fangyin tersenyum simpul dan mengangguk dengan anggun. Putri Fangyin kembali menuju kediamannya, dia tidak mengikuti keluarga besarnya yang sedang piknik berombongan karena hari sayembara yang di laksanakan sehari semalam, dia sibuk.
"Apa yang akan kamu lakukan adalah untuk dirimu sendiri, Ishikawa Kazuki.."gumam putri Fangyin.
\=\=\=\=\=\=
"Tolong!!" teriak Kazuki yang di kejar oleh segerombolan serigala liar. Aura spiritualnya sangat kuat, serigala yang mengejarnya adalah hewan yang memiliki roh spiritual. Hewan spirit.
Kazuki berlari dengan cepat tunggang langgang yang sayangnya masih dapat tersusul para mahluk itu dengan mudah. Sialnya syal merah Kazuki tergigit oleh alpa kawanan itu sehingga ia terjatuh.
Grrr
Mahluk itu mengendus-endus Kazuki yang berpura-pura mati saat dia jatuh. Tanpa disadari oleh kawanan serigala Kazuki melakukan segel pengikat pada sang alpha para serigala. Namun, hal itu tidak membuat kawanannya berhenti menyerang apalagi menyadari Kazuki hanya pura-pura mati. Kazuki melompati pepohonan dengan pola melingkar. Matanya menangkap seekor serigala berbulu paling mencolok di kerumunan. Dia tersenyum psikopat.
"Saya mendapatkan mu kelemahan!"
Dengan gerakan yang sangat cepat KaUki menundukkan serigala beraura ungu itu dengan cara mencekiknya tidak terlalu erat. Serigala itu adalah pasangan sang alpha. Alpha rombongan serigala itu pun mengaum dan menggertak Kazuki yang tidak terpengaruh sedikit pun. Pasangan serigala alpha itu memuntahkan batu ungu di hadapan Kazuki yang mengejutkan pria muda itu.
Kazuki memungut batu itu kemudian melepaskan pasangan sang alpha. Kawanan serigala itu pun pergi karena sang alpha meninggalkan Kazuki begitu saja.
"Batu apa ini?"
__ADS_1