Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Kematian Kaisar


__ADS_3

Suara di dalam kegelapan menggema.


"Berikan yang selanjutnya, Han!"


"Ba-baik tuan, silahkan!"


"Bagaimana dengan bocah itu?"


"Dia mengalami permasalahan dengan adaptasinya."


"Hahaha, sudah kuduga. Anak pembawa sial yang bisanya merengek tidak akan menghasilkan apa-apa. Kenapa dia sangat naif, berpikir jika mengatakan kepada para legendanya itu akan dapat menghentikan ku, HAHAHAHAHA!"


Di tempat nan jauh, kegelapan semakin bertumbuh kuat mengintai kedamaian kekaisaran Yan.


"Anda selalu benar Tuan," ucap tangan kanannya dengan senyum mengerikan.


\=\=\=\=\=\=


"Hahhh...hahh..saya lelah guru!"


Prang!


"Ck, bagaimana kamu bisa mencapai kultivasi tingkat 9 jika terus begini. Provinsi Fu menyaratkan hal itu agar tamu perpustakaan gerbang kultivasi tidak mati saat memasukinya. Tempat itu dihuni banyak roh spiritual yang juga berkultivasi. Jadi jangan terlalu meremehkan hal ini!"


"Berarti...hahh, di sana banyak Wanquan tingkat tinggi ya?"

__ADS_1


"Hm, tapi kebanyakan sudah tua karena syarat dari kemampuan tumbuh cepat adalah dilarang memakai teknik awet muda."


Qixuan yang menjadi lawan tanding Kazuki tersenyum remeh. Tenaga pemuda itu jauh lebih lemah dari yang diekspektasikan nya.


'Menyebalkan sekali wajahnya!' batin Kazuki sebal.


"Jing sensei, apa tidak ada cara untuk menjadi lebih kuat dengan lebih mudah dan singkat?" tanya Kazuki, pembimbing Jing terdiam sebentar.


"Ada."


"Huh, ada sensei?!" Kazuki lantas bangkit dengan cepat.


"Jika kamu berhasil menjinakkan pedang naga abadi di lembah Jade, maka semua ini akan jadi lebih muda. Pelatihan-pelatihan selama berpuluh-puluh tahun akan mungkin di lewati dalam waktu setahun." Kazuki langsung sumringah mendengar kabar baik itu.


"Tapi selain lokasinya sangat jauh, dan seperti namanya pedang itu dijaga oleh seekor naga yang sudah ada sejak ribuan atau bahkan ratusan ribu tahun yang lalu. Jika kamu pergi ke sana, akan ada ribuan petualang yang juga mengincar pedangnya. Sejauh ini tidak ada yang berhasil menjangkau pedang Naga Abadi. Pedang itu di buat oleh para roh dari kultivator zaman dahulu yang mengorbankan nyawanya saat menggunakan senjata itu untuk melawan dan mengurung Seizen di alam bawah. Jadi sekalipun kamu bisa menyentuhnya belum tentu pedang itu mau tunduk padamu."


"Pedang itu akan jauh lebih sampah dari pedangmu yang sekarang. Ditambah isu dari para petualang yang mengatakan jika pedangnya tumpul."


"Huh, tumpul, lantas kenapa namanya pedang, bukan alat pukul." Pembimbing Jing hanya menatap datar Kazuki.


"Baiklah, aku bertekad untuk mengambil pedang itu saja daripada berlatih melelahkan tak ada habisnya!" Tekad Kazuki sebagai seorang ninja.


\=\=\=\=\=\=


Kaisar Gaozo sedang bersama dengan selir Wang menghabiskan malam bersama kediaman selir. Tanpa disadari oleh Kaisar yang sudah mabuk setelah menghabiskan sebotol arak dia meminum segelas arak lagi yang sudah dicampur dengan racun mematikan Meridian oleh selir Wang, wanita itu masih sangat tersadar dan hampir saja tertawa keras ketika melihat kaisar ambruk.

__ADS_1


Dia segera memanggil dua orang kepercayaannya untuk membawa kaisar ke tempat yang ditentukan. Tangannya memainkan belati-nya yang terbuat dari giok putih tajam. Senyuman kepuasan tidak bisa hilang dari bibirnya.


"Semua ini adalah kesalahanmu sendiri, Kaisar. Jika saja kamu bermain lebih hati-hati denganku semua keluarga harmonis mu tidak akan ku hancurkan, hahaha!"


Suasana malam yang dingin, angin berhembus sejuk mengiringi aura spiritual Kaisar Yan Gaozo yang menghilang perlahan meninggalkan jasadnya. Pria pemimpinan kekaisaran besar itu benar-benar meninggal dunia di bawah sinar rembulan yang menyinari dengan lembut setiap bagian dari dirinya. Kultivasi bertahun-tahun tidak dapat menyelamatkannya. Mati ditangan istri sendiri yang memiliki dendam kesumat terhadap dirinya dan keluarganya. Tidak ada penjaga bayangan, tidak ada yang memihaknya ketika sebuah ucapan menghasut keluar dari mulut. Setiap kata dapat mengendalikan, dan setiap cerita dapat menghanyutkan. Sang selir menghasut seluruh penjaga bayang menjadi di pihaknya, penjagaan istana dalam benar-benar retak seperti yang ditakutkan pemerintahan.


Esok harinya penduduk kekaisaran di hebohkan dengan kabar kematian Kaisar Gaozo, Kaisar ditemukan tergeletak di tanah berudara terbuka, tidak ada jejak penyerangan terlihat, jadi bisa dipastikan pelakunya kemungkinan besar adalah orang dalam. Semua penduduk Kekaisaran khususnya ibukota Yan mendadak berduka dan berkabung selama 100 hari. Tidak ada lagi perayaan, tidak ada lagi pengumuman sayembara. Permaisuri sah Xiang naik tahta mengambil kepemimpinan sementara menunda semua pesta, perayaan, hari peringatan seratus hari ke depan. Dan apabila ada yang melanggar maka akan dihukum penggal. Istana dalam begitu berduka apalagi para putri dan pangeran. Semua kegiatan selain berhubungan ekonomi dan pertahanan di kekaisaran Yan di jeda sementara.


Pemakaman dilakukan dengan prosesi yang begitu menyayat hati, putri Fangyin bersimpuh terakhir kali kepada mendiang ayahnya dengan air mata sejernih kristal yang jatuh tak terbendung. Hatinya begitu sakit ketika dia mendengar berita pagi tadi dari seorang pelayan menemukan jasad ayahnya yang sudah kaku ditambah traumanya. Lalu para utusan kekaisaran segera mengabarkan berita itu ke seluruh penjuru kekaisaran Yan.


"Kenapa ayah harus pergi di saat begini. Kenapa ayah meninggal kami. Putri ini tidak akan membiarkan pembunuh ayah kaisar bersenang-senang atas ini. Putri ini akan mencari pelakunya dan--" Kakaknya Qiaofeng segera memeluk sang adik dengan erat yang terisak menyedihkan.


Hujan turun di pagi itu dengan deras seakan ikut bersedih mengantarkan Kaisar ke peristirahatan terakhirnya. Kazuki dan perdana menteri juga hadir mengenakan pakaian sederhana berwarna hitam. Karena di masa berkabung keluarga kekaisaran, tidak ada yang di izinkan mengenakan pakaian berwarna selain hitam dan putih. Juga dilarang memakai perhiasan mewah.


"Ayah sekarang sudah tenang di sana. Jangan khawatir Meimei. Qiao Jiejie akan tetap bersama, Meimei harus kuat. Ini tidak akan mudah namun Meimei Yi adalah Meimei terbaikku kuatlah!" Isak tangis putri Fangyin semakin keras. Suara hujan semakin deras menyamarkan kesedihan mendalam itu. Pakaiannya basah kuyup namun tidak mengubah kejadian, dia tetap bersimpuh di depan peti jenazah Kaisar.


Kazuki menatap keluarga kekaisaran termasuk selir-selir kaisar yang terlihat bersedih. Kecuali satu sosok yang Kazuki lihat hanya diam dengan wajah datarnya menatap sang putri Yi. Samar-samar dia bisa melihat selir itu hanya diam tidak terlihat menangis, namun dia sedikit menunduk seakan bersedih.


'Apakah dia selir Wang?' Bukan tanpa alasan pemuda ini berkesimpulan begitu, tapi seperti ucapan Perdana Menteri yang mengatakan jika selir Wang agak bermasalah. Seperti selir satu itu.


"Kazuki, masalah kekaisaran sekarang akan bertambah rumit," tutur Tuan Longwei padanya.


Kazuki mengangguk paham dengan wajah tanpa ekspresi. Dia menerawang hal-hal yang mungkin akan terjadi di masa depan. Mungkin tidak semulus yang dia harapkan.


"Saya sangat paham Ayah Longwei." Perdana Menteri tersenyum melihat reaksi pemuda itu. Tuan Longwei menepuk pundak Kazuki seolah menenangkannya.

__ADS_1


'Aku merasa buruk untuk itu,' batin Kazuki.


__ADS_2