
Kazuki terduduk di tepi atap bangunan menatap kosong para pasukan penjaga akademi yang berseliweran. Mendengarkan semua kisah hidup orang tuanya dari sang Naga Abadi membuat perutnya sakit. Sambil memikirkan langkah kedepannya, yakni sesuai saran sang naga, menyusup paksa kedalam akademi untuk menyampaikan berita Seizen. Namun, itu sebenarnya akan menjadi tindakan bunuh diri. Walau dengan adanya pedang Naga Abadi, pedang Naga tak akan banyak berefek karena orang-orang pada dasarnya tidak mengetahui asal muasal dan fungsi utama pedang itu. Dan jika tertangkap ketika menyusup, Kazuki hanya akan semakin tertekan posisi nya sebagai buron. Solusi utama sekarang adalah mengamankan kunci terakhir, yang tepatnya ada pada gadis cantik di ibukota ini.
"Kamu pasti bercanda tuan naga, petunjuk gadis cantik tidak berguna sama sekali. Di kota ini tentu ada banyak gadis cantik, seperti ... uh, Qixuan mungkin?" ujarnya kebingungan sendiri, karena sejauh ini gadis yang pernah ia kenal dari wajahnya hanya Qixuan dan satu lagi, gadis yang ia selamatkan di kereta kuda.
..."Hm...."...
..."Berdasarkan ingatanmu di masa lalu, sebelum kunci dinding spritual hilang darimu, mata kirimu bercahaya putih. Kamu menderita sakit?" tanya Naga Abadi....
"Oh, itu. Guruku berkata aku terkena serangan musim. Beliau yang menyembuhkan ku," ujarnya sambil tersenyum mengenal sang guru.
"Saat itu aku berusia 15 tahun. Guru berkata serangan musim akan mulai merambati tubuh seseorang dari 5 tahun sebelumnya. Guru menyembuhkan ku dan mungkin saat itulah kuncinya hilang," pikir Kazuki.
"Sepertinya aku tidak merasakan perbedaan apapun, antara keberadaan kunci di dalam tubuhku dan saat kehilangannya," imbuhnya.
..."Kazuki, peragakan ingatanmu. Biar aku melihat masa lalumu. Kamu ini tidak bisa menerangkan sesuatu dengan baik!"...
Kazuki menjulingkan matanya, "Baiklah, waktu itu...."
Di dalam rumah kepala keluarga Kaga, ayah dari Shinjiro. Kazuki terbaring lemas di atas ranjang dengan suhu tubuhnya yang sangat tinggi. Ibu Shinjiro dan Shinjiro sendiri di buat panik mengetahui keadaan Kazuki yang sakit parah. Ibu Shinjiro yang seorang ninja medis berusaha menetralkan suhunya tapi gagal.
Tabib klan Ishikawa pun didatangkan, dipercaya memiliki kemampuan medis yang terbaik di desa.
Setelah sang tabib memeriksa keadaan Kazuki. Pemuda itu mengalami infeksi cakra, di mana suatu cakra asing, yang bukan dari tubuhnya masuk menarik cakra kuat di tubuh Kazuki agar keluar.
Kazuki terlihat kesakitan, keningnya berkerut matanya terpejam mencoba melawan panasnya dari dalam. Tabib yang didatangkan pun tidak mampu mengobati panas di tubuh Kazuki.
Tiba-tiba pintu rumah sederhana itu diketuk. Ternyata pria bercaping bermata merah, guru dari Kazuki datang hendak menjemput muridnya latihan. Guru Kazuki yang mengetahui keadaan muridnya segera menghampiri pemuda itu dan memeriksa tubuhnya dengan jurus khususnya. Tersenyum lega, sang guru meminta izin kepada orang tua angkat Kazuki untuk membawa pemuda itu ketempat medis yang mampu mengobatinya.
Merasa tak punya pilihan lain, karena Tabib terbaik desa saja tidak mampu mengobati akhirnya mereka mengizinkan guru Kazuki yang tidak pernah memperkenalkan namanya itu untuk membawa Kazuki.
__ADS_1
Pemuda yang demam tinggi itu dibawa ke bukit dekat danau yang terdapat rumah kecil di sana. Itu adalah rumah guru bercaping, cukup jauh dari desa namun tempat itu memiliki pemandangan yang sangat indah.
Kazuki dibaringkan di atas dipan sederhana. Guru caping segera menyiapkan pengobatannya, diliriknya wajah Kazuki dengan raut datar. Guru caping kemudian meletakkan telapak tangannya di atas pusat cakra Kazuki. Berkonsentrasi dan dengan kasar menarik cakra gelap di dalam tubuh Kazuki. Pemuda itu berteriak keras dengan tidak sadar tangannya mencegah pengobatan gurunya. Sang guru yang terkejut menjadi fokus ganda. Antara menahan tubuh Kazuki dan menarik cakra gelap yang memancing sesuatu.
Tarikan kuat terjadi punggung Kazuki ikut terangkat, kemudian jatuh dengan keras ke dipan. Sang guru menyerap seluruh cakra asing gurunya kedalam dirinya.
Brak
Sang guru pun menunggu Kazuki sadar dan mengatakan semua yang terjadi, "Kamu mengalami serangan musim, bagaimana rasanya tubuhmu tadi, panas?" tanya guru Caping. Kazuki mengangguk lemas, guru caping menepuk pundak Kazuki mengatakan dirinya akan baik-baik saja.
"Guru...."
"Hm?"
"Kenapa aku bermimpi seperti menghadang guru...." Sang guru terdiam lalu menyentuh capingnya sambil melihat keluar rumah.
"Apa?! kenapa guru menyimpannya, itu kan menyebabkan serangan musim, rasa panas ditubuh kita akan sangat panas. Itu serius sangat panas guru, guru benar-benar akan menyimpannya?" Guru caping menggeleng.
"Serangan musiman hanya terjadi setelah tubuh mulai dirambati Cakra asing sejak 5 tahun yang lalu. Jadi ketika usiamu 10 tahun, Kazuki. Tidak akan mencapai puncaknya jika dihilangkan sebelum tepat 5 tahun," ujar guru caping menjelaskan.
Saat ini Kazuki mencoba mengingat. Kalau tidak salah dirinya memang memiliki mata putih sebelumnya, namun hanya menyala sewaktu-waktu, "Ah entahlah apa yang terjadi, aku tidak bisa membayangkan nya, ibu angkat juga tidak menceritakannya padaku, intinya saat itu guruku menyembuhkanku! Rasa sakitnya sangat kuat disebabkan kenaikan suhu tubuhku. Hehehe " Kekehnya, tidak mengherankan pelajaran materi di akademi tidak pernah masuk.
..."Baiklah, Aku tahu kita harus ke mana."...
"Kamu tahu?! Di mana?" tanya Kazuki bersemangat. Satu masalah baru akan segera terselesaikan batinnya.
"Cari saja gadis yang menderita serangan musim sepertimu. Mungkin itu bukanlah serangan musim, tetapi serangan musuh. Kunci dinding spiritual hilang dari tubuhmu setelah peristiwa itu, bukan?" Kazuki mengangguk kaku. Sang naga menyembunyikan suatu kenyataan.
"Gadis yang menderita sakit panas.... Ada kah cara cepat untuk mencarinya?!!" pekik Kazuki dengan suara kecil meronta pusing.
__ADS_1
"Astaga, aku akan menjadi sangat kacau setelah semua ini selesai!"
..."HUH, KOU INI SEJAK KAPAN JADI LAMBAT BEGINI, KAN TINGGAL PAKAI TEKNIK MATA KLAN MU!" Teriak sang Naga ditelinga Kazuki. Agak pusing sebentar kemudian pria muda itu mengangguk....
"Ya tidak usah marah-marah juga!"
Teknik mata Hankyu klan Ishikawa dinyalakan. Kazuki dengan kemampuannya yang sekarang dapat menjangkau pandangan dengan teknik ini radius 200 meter.
"Tidak ada...."
..."Belum ketemu, bukannya tidak ada."...
Di dalam pandangan Kazuki saat ini semuanya menjadi abu-abu, warna lain hanya berdasarkan suhu benda itu. Semakin ke arah utara namun belum ada tanda-tanda seseorang bersuhu tinggi.
"Di sini tidak ada wanita cantik ataupun yang bersuhu tinggi...," gumam Kazuki membuat sang Naga Abadi kesal.
..."TENTU SAJA! DIMANA-MANA PANTI JOMPO ISINYA BEGITU SEMUA!"...
Kazuki pun bergerak ke barat. Di sini banyak orang suhu yang cukup tinggi tepatnya dua orang atau lebih di ruangan yang sama. Balai kesehatan?
"Di sini..., huh."
..."Untuk apa kau memeriksa rumah bordil, tentu saja ada karena banyak orang sedang olahraga, bodoh!" murka sang naga. Kazuki cengengesan tak bersalah....
Mungkin karena adanya sang Naga kepintarannya pun terbelah menjadi dua. Kazuki pun pergi ke barat. Di sekitar area yang paling dekat dengan istana, kediaman Putri, Kazuki memantau seseorang yang tengah diam tak bergerak namun suhu tubuhnya sangat tinggi.
"Hm..., itukah?"
..."Ibumu meletakkannya pada keluarga kekaisaran, hebat sekali."...
__ADS_1