Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Kapal Pengawal


__ADS_3

Pelayaran di Malam Hari--- Bulan di malam sabit kemilau menerangi perjalanan kapal besar Bianfu yang mengarungi gelombang alun lautan, angin semilir sejuk berhembus nyaman menemani hawa dingin di dalam kapal begitu malam semakin larut. Menambah laju kapal agar cepat sampai.


Kazuki senantiasa berdiri menyandar kayu di ujung geladak depan menjadi mata sang nahkoda tak kenal lelah sejak sore hari, dia memang sedikit tidur. Sementara Shinjiro di samping kaki kirinya tidur lelap karena lapar. Makan malam akan dihadirkan koki kapal saat pelayaran mereka sudah mencapai jarak 200 km dari lepas pantai pelabuhan Cheng. Demi menghindari ancaman yang tidak diinginkan, perompak laut.


Perompak laut atau lebih dikenal dengan sebutan bajak laut adalah sekumpulan perompak yang biasanya mencuri harta dan menghancurkan kapal-kapal para pelayar di laut. Sering dilakukan ketika pagi hari, siang dan sore, sementara saat malam mereka akan berpesta dengan harta rampokan. Itulah mengapa kapal Bianfu berangkat sore hari, selain agar tidak dirampok berdasarkan waktu, juga agar tidak dirampok karena asap pembakaran.


Seluruh kru kapal dan penumpang butuh makan, dan membakar adalah satu-satunya cara kru Bianfu memasak makanan.


Sang kapten Ang Bei di geladak atas melepas kemudi dalam kondisi kemudi tetap lalu menghampiri juru masak kapal di ruangan makan tepat di bawah area kemudi dan berkata, "Sekke, sudah saatnya makan malam." Si juru masak andalan berpose hormat, "Baik, Kapten!"


Setelah keluar dari ruang makan Kapten Ang Bei melihat Kazuki di geladak depan kemudian menghampiri pemuda itu sambil tersenyum. Kapten Ang Bei menepuk pundaknya, "Kita akan makan malam sebentar lagi. Bangunkan temanmu, nanti kamu masuklah ke dalam sana, ya?" Kazuki mengangguk sedikit terkejut sembari melihat ruangan yang ditunjuk sang Kapten. Dia memang mudah terkejut.


"Terima kasih kapten Ang Bei," ujar Kazuki. Berarti pelayaran sudah sejauh 200 km. Butuh waktu yang lama karena langit sudah menunjukkan sepertiga malam terakhir.


"Sama-sama."


Kapten Ang Bei hendak pergi namun suara Kazuki menghentikan langkahnya, "Kapten, aku mau bertanya sesuatu. Kenapa kita makan malam harus menunggu jarak 200 km, bukannya sama saja malam dan malam di beberapa jam yang lalu?" Memang para perompak bajak laut tidak akan menyerang mereka saat malam hari. Kapten Ang Bei berkacak pun pinggang.


"Eum, karena... sudah lama sejak aku mengetahui ini jadi sedikit lupa. Oh, karena di jarak 200 km menuju benua Knight ada kapal para Kucken yang akan mencegat kita, mereka penjaga lautan benua Knight bagian timur, biar lebih aman. Sebentar lagi kita pasti akan di datangi mereka untuk dikawal sampai pelabuhan," ujar sang Kapten terus terang.


"Woah, keamanan yang ketat, bahkan di laut."


"Tentu saja, di sana adalah kerajaan makmur dan damai. Tapi sayang aku dan kru hanya sebatas mengelilingi daerah pesisir atas wejangan dari tuan Seignior Ning dulu. Padahal banyak wanita cantik, ck," ujarnya menyikut perut Kazuki kalau pergi.


"Hahaha!"


Kazuki tertawa walau terpaksa, "Ahaha... Shinjiro bangun." Kazuki bergegas membangunkan temannya, mengangkat tubuh itu yang ambruk setelah kakinya yang dipakai bersandar pergi.


"Hoi, berat bangun," lontar Kazuki sambil menepuk-nepuk pipi Shinjiro, anehnya pemuda itu tidak terusik sama sekali. Kazuki pun mendekatkan mulutnya di telinga Shinjiro.

__ADS_1


"Ada ikan bakar bumbu pedas dan nasi hangat, loh." Bertepatan kata-kata itu Shinjiro langsung berdiri dengan mata bulatnya yang masih sayu. Dia menarik syal Kazuki membuat pemuda itu tercekik.


"Dimana... Ikan bakarnya?" tanya Shinjiro menggumam.


"Di sana, sadarlah... Hei, bodoh leherku tercekik, hoi!" ujar Kazuki meronta-ronta. Akibat suara keras dari ninja itu Shinjiro pun sadar sepenuhnya, sambil mengucek mata dia berkata, "Kau ini kenapa Kazuki, seperti orang gila berteriak-teriak." Dan langsung pergi menuju sumber bau sedap yang tercium.


"Kau mencekik ku, b*bi gendut!" umpat Kazuki kesal sambil menggeplak kepala Shinjiro.


"Aduh, sshh... apa katamu, tusuk daging!?" sahut Shinjiro tak terima.


"Apa!?" Mereka berdua adu otot dada sambil berjalan sampai ruang makan.


"Halo teman-teman, silahkan duduk di sini. Ah, sebelum itu perkenalan saya Gong Dou Zhi."


Suara seorang pria menghentikan perkelahian dua ninja itu, "Siapa?" tanya Kazuki.


"Haha, dia putraku, Kazuki, seumuran kamu. Dia akan ikut bersamamu berpetualang nanti, ya. Sedikit saran dariku, pergilah ke kota Nadel, Region kerajaan Frank ada akademi terkenal di seluruh benua. Di sana kamu akan mendapatkan pelatihan baru yang tidak terduga, aku mendengar hal itu dari seseorang."


"Ya, tidak bisa Kapten aku akan pergi berpetualang mengelilingi benua Knight, tidak hanya di satu kota," tolak Kazuki sambil duduk di kursinya.


"Kau ini, masa tidak tahu. Benua Knight kan punya banyak kerajaan makmur, tidak ada tempat di daratan seluas 8 juta km persegi itu yang belum di jelajahi, penduduknya padat di sana. Kamu hanya akan menemukan pemukiman di dataran rendah yang luas."


"Begitu kah, jadi aku harus berguru di akademi itu ya? Baiklah, aku akan mencobanya, tapi bukan maksud aku mengurus bayi besar anda," ujar Kazuki menyindir kapten sambil mengedikkan pundaknya.


"Hahaha, tentu saja, cukup awasi saja. Dia bertingkah sedikit feminim karena ibunya," ujar kapten Ang Bei menggeplak punggung Dou Zhi.


"Sakit ayah," rengek Dou Zhi.


Dua pemuda di depan mereka langsung keringat dingin. Menatap horor Dou Zhi yang makan dengan anggun.

__ADS_1


'Astaga...,' batin Kazuki.


'Dia tidak akan tertarik padaku, kan. Aku jelek walau pun berkarisma dan jenius,' batin Shinjiro.


Selesai makan malam, jarak beberapa menit suara terompet dari sebuah kapal mendekati kapal mereka.


"Itu pasti kapal Kucken, mari kita menyambut mereka," perintah sang Kapten. Layar di naikkan dan jangkar diturunkan.


Sang kapten pun mengajak seluruh penumpangnya keluar ketika sebuah kapal berwarna putih mengkilap bertuliskan Titan mendekat dan memasang jembatan pada kapal Bianfu mereka, Kapten Ang Bei dan ketua kapal Titan bersalaman layaknya teman akrab dan berbincang sejenak kemudian menjelaskan tujuan pelayarannya.


"Kami membawa tiga para pemuda ini, salah satunya anakku. Mereka akan mendaftar di Akademi Nadel. Sisanya kami akan berdagang dan memberikan oleh-oleh ck, untuk raja kalian," ujar kapten Ang Bei sambil tersenyum ramah.


"Oh I see, my friends. Raja akan sangat senang menerima pemberian sahabat baiknya, sayang sekali duta besar kalian tidak bisa ikut. kalau begitu kami akan mengawal pelayaran kalian sampai dermaga."


Ketiga pemuda yang sedikit bingung dengan logat dan beberapa kata asing yang diucapkan orang tersebut hanya diam memperhatikan. Mereka perawakan tinggi kulit pucat dan mata biru, langka.


"Baik," balas kapten Ang Bei.


Pelayaran pun dilanjutkan. Layar dikibarkan dan jangkar ditarik ke dalam. Laju kapal bertambah karena angin kencang.


"Kita benar-benar memasuki benua asing," ujar Shinjiro antusias dalam diam.


"Aku semakin tidak sabar!" seru Kazuki mengibar-ngibarkan syalnya.


"Orang yang tidak sabar sering tidak beruntung. Seperti tercekik syal miliknya sendiri." Kazuki menatap datar Shinjiro.


"Orang banyak makan sulit kurus. Seperti kera yang di samping kananku." Dou Zhi memperhatikan kedua pemuda yang lebih tinggi darinya dengan bingung.


"B*abi gendut!"

__ADS_1


"Tusuk daging!"


__ADS_2