Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Ancaman Mulai Bergerak


__ADS_3

Di suatu tempat nan jauh dari pemukiman, di dalam hutan belantara yang lebat wilayah barat daya kekaisaran Yan. Sang raja baru dari para iblis mendeteksi kekuatan besar yang baru saja terbangun.


Mata merahnya menatap tajam cahaya putih yang menembus langit gelap membebaskan sinar mentari. Rahangnya terkatup keras merasakan aura putih yang terbawa semilir angin menandakan musuh bebuyutannya sudah hadir.


"Han!" teriaknya memanggil tangan kanan kepercayaannya.


"Dengan saya tuan."


"Perintahkan Lordeus menginvasi provinsi-provinsi besar Kekaisaran ini. Jangan sampai gagal!"


"Seperti yang diperintahkan."


Mahluk hitam bawahannya pergi melaksanakan perintahnya. Raja kegelapan melangkah angkuh mendekati bola peramal.


"Kau kira bisa menghentikan ku? hahahaha!"


Tawa mengerikan menggema di seluruh hutan mengintimidasi semua mahluk di sana.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Diperjalanan sekembalinya dari lembah Jade, tepatnya kota Shenzhen Provinsi Hang. Kazuki, Qixuan dan beberapa teman barunya, yakni para petualang dari ibukota mengendarai si burung merah raksasa menuju pusat Kekaisaran Yan.


Setelah menundukkan pedang Naga Abadi, Kazuki mendapati seluruh perlengkapannya ikut meningkat levelnya. Cincin dimensinya yang mulanya seluas kamar tidur sekarang sudah seluas 500 m³. Luas yang tidak masuk akal. Pedang spiritual nya pun meningkat menjadi senjata spiritual tingkat atas. Senjata itu ia berikan kepada salah seorang petualang yang bernama Hao Jin. Kultivator dan spiritualis tingkat Langit abadi. Empat petualang yang lain tidak keberatan karena sang Naga Abadi memberikan kepada mereka, beberapa kotoran emas seharga lima bangunan kota.


Kini Kazuki sudah berada pada tingkat kultivasi dan spiritual yang keluar dari tangga Piramida KS(Kultivasi dan Spiritual). Entah lebih kuat atau sama dari puncak KS yaitu tingkat Keabadian Surgawi. Kultivator sekaligus Spiritualis mempunyai Piramida kekuatan yang berbeda dengan hanya Kultivator, atau hanya Spiritualis.


Seorang Kultivator sekaligus Spiritualis sering di sebut sebagai Wanquan. Namun seorang Kultivator sekaligus Spiritualis yang telah berada ditingkat paling tinggi di sebut De Quan. Mereka di sebut-sebut sebagai titisan dewa karena dengan kekuatannya ada yang sampai membuat gelombang besar samudra merendam bumi.


Intinya De Quan oleh masyarakat dianggap mengerikan dan diluar nalar manusia. Apakah Kazuki sekuat itu?


\=\=\=\=\=\=


Di kediaman Putri kedua Permaisuri Xiang, hari ketiga dalam keadaan sakitnya. Putri Fangyin tidak kunjung sembuh, segala jenis obat, segala jenis tabib terbaik dari seluruh provinsi Kekaisaran Yan sudah di kerahkan untuk menyembuhkan sang putri namun kekuatan hitam yang menelan sedikit demi sedikit energi Meridian putri tidak kunjung lenyap. Kini sang putri dalam keadaan koma, kesadarannya tidak pernah muncul.


Tiba-tiba saja di tengah rapat seorang penjaga perbatasan kekaisaran datang masuk kedalam istana dengan tergesa-gesa, prajurit itu segera bersimpuh dihadapan Empress Xiang dan menceritakan alasan kelancangan nya menginterupsi kegiatan itu.


"Lapor Yang Mulia Empress, saya adalah salah satu penjaga perbatasan wilayah kekaisaran Yan. Di daerah perbatasan terjadi penyerangan oleh ribuan hewan spiritual hitam yang dikendalikan oleh seseorang bernama Lordeus. Kami sempat menahan serangan namun pertahanan dijebol setelah kedatangan gelombang kedua, ternyata serangan kelompok asing ini juga terjadi di kota besar tiap provinsi, Empress Xiang!" jelasnya dengan suara lantang. Semua orang di dalam istana yang mendengar berita itu sangat kaget sekali. Siapa yang berani menyerang Kekaisaran sebesar ini.


Perdana Menteri Longwei segera mengambil keputusan mewakili Empress Xiang yang sepertinya tidak baik-baik saja. Pria tua itu menuliskan langsung dihadapan menteri lain dan prajurit di sana.

__ADS_1


"Prajurit, salin surat perintah ini dan beberapa ke akademi Kultivasi di seluruh provinsi kita. Bawa pasukan bersamamu dan bersiap. Dan kamu! Beritahu pada seluruh Jenderal untuk segera bersiaga tingkat akhir."


Menteri lainnya terkejut, siaga akhir adalah pertahanan terkuat di saat-saat akhir dan hanya akan diinstruksikan saat keadaan mengancam. Apakah ini saatnya? Perdana Menteri dan Empress Xiang bertukar pandangan dan mengangguk.


Setelah isyarat itu terjadi terdengar terompet di seluruh penjuru istana agung kekaisaran Yan berbunyi, penduduk yang berada di ibukota segera di evakuasi menuju zona aman di dalam bangunan rahasia yang di dirikan di bawah gunung besar di belakang Istana Kekaisaran. Empress Xiang yang hendak mengistirahatkan tubuhnya dibius pingsan oleh seseorang yang bersembunyi di dalam kamarnya. Senyum licik wanita yang sama, selir Wang. Selir yang tengah mengandung itu menarik Empress agar berbaring di atas tempat tidur kemudian berucap, "Selamat tidur panjang, Empress Xiang." Sayangnya ketika hendak menusukkan susuk nya kepada wanita yang tidak sadar itu terdengar suara langkah berat mendekat.


Di luar ruangan Jenderal Zuan dan dua pelayan membungkuk mengatakan tujuannya.


"Empress Xiang bisakah Yang ini bertanya?" Diam cukup lama tidak ada sahutan membuat tiga orang itu curiga. Jenderal Zuan mulanya menganggap Sang Empress sudah tidur, namun melihat daun mapel tersangkut di celah pintu mengubah pikirannya. Perlahan Jenderal besar itu membuka pintu kamar Empress dengan kekuatan spiritualnya yang aktif.


Srek


"Tidak ada siapapun...," gumamJenderal Zuan hanya melihat Empress yang berbaring walau tidak wajar. Dia meminta maaf sebesar-besarnya dalam hati.


"Maafkan saya telah mengganggu. Saya permisi dulu, Empress Xiang," hormatnya kemudian berlalu pergi. Di balik sisi lain ranjang Selir Wang bersembunyi dengan wajahnya yang pucat. Hampir saja nyawanya akan tercabut jika saja dia ketahuan. Akhirnya selir Wang mengurungkan niatnya dan kembali ke kediamannya saat keadaan sepi.


\=\=\=\=\=\=


Dari atas tubuh si burung merah mereka bertujuh melihat kehancuran beberapa kota yang porak poranda. Salah satu petualang yang berasal dari kota Lin terjun ke kotanya yang juga diserang oleh hewan-hewan spritual hitam yang sangat brutal menghancurkan rumah-rumah warga dan memangsa mereka.

__ADS_1


Kazuki tidak bisa tenang sepanjang perjalanan menuju ibukota karena Seizen sudah mulai bergerak. Qixuan menyentuh pundak pemuda itu mencoba menenangkannya, Kazuki pun sedikit tenang. Dia mengambil napas panjang, dan mengeluarkannya bersama harapan-harapan yang semoga terjadi.


"Seizen, bersiaplah!"


__ADS_2