
"Anda serius Putri, bagaimana jika Anda ketahuan membantuku?"
..."Yang terpilih harus tetap hidup. Tanpa saya bantu sekalipun saya yakin anda bisa menyelamatkan diri sendiri. Jangan memikirkan saya."...
Kazuki melamun memandangi pintu selnya yang dibuka karena sudah saatnya dia dieksekusi, di bawah bulan sabit runcing yang menerangi malam menyedihkan. Borgol tangannya pun dipindah ke belakang oleh penjaga dengan suatu teknik.
..."Ketika malam eksekusi nanti penjaga akan membuka pintu, empat penjaga akan mengiringimu sampai pintu keluar penjara. Penjaga sebelah kanan belakangmu akan membawa kunci peledak untuk di leher dan yang di depan kiri membawa kunci borgol tanganmu."...
Pertama-tama Kazuki menghajar dua penjaga di baris belakang secara diam-diam, Hankyu nya tidak bisa digunakan, dia harus memakai teknik beladiri Ninja Bayangan agar tidak menghasilkan suara. Setelah memeriksa pakaian tebal penjaga yang pingsan, dia menemukan kunci untuk kalung peledak di saku penjaga dan segera melepaskan benda tersebut.
Dua penjaga baris depan Kazuki terus berjalan tanpa menoleh karena suara gesekan baju besi mereka menyamarkan suara asing. Melangkah dengan rasa memiliki kebanggaan tersendiri dapat mengiringi buronan satu Kekaisaran dan pembunuh seorang Kaisar tanpa mengetahui tingkah berlagak mereka terus memandang ke depan membawa masalah bagi satu Kekaisaran.
'Kekaisaran benar-benar berpikir dapat menghentikanku hanya dengan peledak, borgol pengunci Ki dan penjaga lemas seperti ini?' batin Kazuki menggosok bagian lehernya di mana terdapat bekas lengkungan kalung logam. Dia berjalan lebih bebas tidak harus risau jika terbentur sesuatu seperti sebelumnya saat ada kalung peledak.
'Rakyat mungkin tidak tahu, aku lah yang mengalahkan musuh utama dalam perang.'
"Hoi..."
Dua penjaga baris depan pun berbalik dengan segala perasaan buruk mereka mendengar suara memanggil itu. Kazuki menendang kedua wajah mereka hingga pingsan saat mereka berbalik.
Brak
..."Setelah kamu melepaskan penahan di tanganmu, ikuti rencanaku."...
"Gunakan jurus bayangan dan manipulasi pemenggalan kepala," gumam Kazuki mengenakan borgol dan peledak leher pada bayangannya. Mungkin akan berefek pada dirinya sendiri, namun tidak ada pilihan lain, Putri telah memerintahkannya.
"Manipulasi penjaga yang menjagaku," bayangan Kazuki pun menggunakan jurus penyamaran menjadi penjaga dengan Cakra ekstra. Semuanya sudah disiapkan dengan begitu matang.
..."Jalankan semuanya seperti yang rakyat inginkan..."...
Sementara Kazuki berteleportasi ke atas gunung dengan pakaian tahanannya, bayangan dirinya sudah digiring oleh penjagaan diluar bangunan pengungsian menuju pusat ibukota.
..."Keamanan Kekaisaran dari serangan Kekaisaran Dong belum dapat dipastikan. Jadi dengan menebarkan berita burung di sekitar perbatasan, akan mencegah mereka melakukan tindakan lebih jauh. Maaf, tapi saya memohon bantuan Yang terpilih."...
'Putri Yi sampai memohon, berarti konflik dengan Kekaisaran sebelah memang separah itu.' Angin semilir dingin menerbangkan baju tahanan yang Kazuki lepaskan, sehingga dia hanya bertelanjang dada di suhu rendah begini.
__ADS_1
..."Sebelum memastikan keamanan rakyat Yan, saya tidak akan memprioritaskan keamanan diri saya sendiri."...
Pemuda itu tersenyum tipis, 'Gadis ini memang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.'
Kazuki turun meloncati atap-atap kediaman di dekat Istana Kekaisaran. Sambil mengamati sekitar di mana banyak penjaga bersenjata tombak dan peledak berpatroli keliling area kediaman. Kazuki pun memakai Hankyu nya untuk mencari pedang Naga Abadi.
"Kau serius?" gumamnya kalang kabut melihat hawa spiritual yang sama seperti milik pedang Naga Abadi di sepanjang kediaman menuju Ibukota. Jumlahnya puluhan.
..."Untuk pedang Naga Abadi, informasi yang saya dapat terbatas, Pedang itu dibawa oleh Jenderal Zuan dan disembunyikan di dekat harta berharganya. Paman belum pernah memberitahukan apa harta berharganya, atau siapa, yang jelas kemarin malam Paman berkata jika pedang Naga Abadi di bawa oleh rekan pedang."...
"Qixuan? Huh, tapi dia berkata dia tidak terlalu dekat dengan ayahnya." Kazuki berpikir keras kira-kira siapa yang dimaksud rekan pedang abadi. Jika pedangnya bisa di angkat selain olehnya maka memang hanya Qixuan yang bisa, dia pernah menarik pedang itu sebelum jatuh ke lubang hitam milik Agon saat mereka di lembah Jade dulu.
"Harta berharga, rekan pedang ... sudah kuduga memang Qixuan. Yang menganggap mereka jauh hanya Qixuan, Jenderal Zuan mungkin terlihat acuh tapi menyayangi putri mirip putranya itu," ujar Kazuki terkekeh. Teka-teki sudah terpecahkan, kini dia harus mencari kemungkinan terbesar letak keberadaan pedang Naga Abadi. "Kalau aku jadi Qixuan, aku akan terus berbelanja sampai puas. Karena aku pandai melihat barang berkualitas bagus."
Kesimpulannya Qixuan sekarang mungkin sedang mencari jajan untuk dia makan saat eksekusi mati Kazuki.
Kazuki kembali mengaktifkan Hankyu nya dan benar, satu-satunya hawa spiritual putih yang bergerak di antara banyak replika hanya satu. "Menuju pusat kota." Kazuki melesat melompati dataran tinggi Istana Kekaisaran menuju dataran rendah pusat ibukota. Ibukota sedang ramai-ramainya merayakan kemenangan perang, jalanan bersinar terang sehingga atap-atap bangunan menjadi gelap membantu kamuflase ninja bujang.
"Kenapa semuanya terdengar seperti sangat mudah? Maksudku penjagaan yang longgar, petunjuk pedang Naga Abadi."
"Dua Jenderal berada di pihakku. Meskipun begitu Putri Yi menyuruhku segera pergi dari wilayah Kekaisaran Yan karena berpikir keberadaan ku akan terancam." Kazuki duduk di atap Aula Tetua dekat pelataran tempat eksekusi.
..."Iblis itu akan kembali?"...
"Iblis itu akan kembali."
..."Maka Yang terpilih harus berlatih agar semakin kuat dan dapat mengalahkannya. Saya menemukan benda ini di dekat iblis hitam yang memakan Seizen."...
"Memakan Seizen?"
..."Mereka hanya berpindah tempat dengan tekniknya."...
"Gulungan yang isinya hampir mirip dengan gulungan yang membawaku kemari," Kazuki membuka gulungan yang dia simpan di celananya.
"Apa gulungan ini berhubungan dengan Shinjiro?" Sekelebat bayangan kejadian saat iblis hitam keluar dari Seizen menunjukkan jiwa Shinjiro di dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Si gendut itu tak selemah yang Seizen kira. Dia tidak akan mati hanya dengan di makan jiwanya."
"Kaga Shinjiro pernah berkata," Kazuki mendongak menatap langit berbintang. "Pedangku adalah belahan jiwaku, aku tidak akan mati sebelum pedangku juga mati."
Eksekusi mati Kazuki pelaku pembunuhan Kaisar Gaozo dilaksanakan. Di saksikan oleh keluarga Kekaisaran, Bangsawan, Seignior dan rakyat negeri Yan. Kepala bayangan Kazuki pun segera diletakkan pada penumpu, algojo menunggu aba-aba ketua pelaksana eksekusi, Pangeran keempat, Yan Yaoshan.
Kazuki yang asli dapat melihat dari jauh, bahkan semua selir Kaisar yang berjumlah puluhan menghadiri acara berkesan ini, "Suka sekali mereka melihat orang dibunuh," gumamnya sewot.
Pangeran Yaoshan maju dihadapan rakyat, bersuara lantang tentang hukum kejahatan, pengadilan dan segala hal dari a sampai z yang Kazuki lalui adalah kesia-siaan. Berkata bahwa pelaku pembunuh seorang junjungan Yang Mulia Kaisar, tidak berhak mendapat pengadilan, karena yang paling adil adalah langsung mengeksekusi nya.
"Aku tahu, itulah mengapa dia tidak dipilih untuk tahta Kaisar."
Di tengah penuturannya Pangeran Yaoshan melemparkan syal yang ditemukan sebagai barang bukti aksi pembunuhan Kaisar di hadapan Kazuki. Dia berkata, "Inilah kesempatan terakhirmu berkata jujur dan mengakui dosamu, Ishikawa Kazuki. Menolak adalah pilihan tapi itu juga bila kamu berkehendak di seret ke neraka."
"Aku akan jujur..." Masyarakat langsung heboh, pelakunya akan mengakui perbuatannya batin mereka. Pangeran Yaoshan tersenyum miring mempersilahkan, "Aku akan mendengar pengakuanmu."
Di atap sana Kazuki sudah keringat dingin akan perbuatan bayangannya sendiri yang ucapannya tidak bisa ia kontrol, dia tidak mengantisipasi hal ini sebelumnya. Semua rencana matangnya dan Putri Yi akan segera hancur jika dia salah bicara.
"Jujur ... penegak keadilan Kekaisaran ini sudah gagal."
Semua orang terdiam syok mendengar ujaran gamblang Kazuki. Pangeran Yaoshan sudah kebakar jenggot, memerintahkan algojo untuk segera memenggalnya dalam hitungan ketiga tanpa penundaan lagi.
"1..."
"2..." Kazuki memakan Roubao panas.
"3..."
Slinnkkting
Hilang
"Huh, apa yang terjadi, di mana tahanannya, bagaimana bisa. Sudah diikat sekuat itu tapi masih bisa kabur!"
Tak hanya rakyat, bahkan Kazuki dan Putri Fangyin yang melihat kejadian itu pun terkejut.
__ADS_1
"Aku menyelamatkanmu kawan," ujar seorang pria berpakaian ninja dengan senyum misterius.