Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Reuni=Perang


__ADS_3

Kazuki menendang tubuh Seizen dengan lemah namun cengkraman tak terlihat di lehernya berhasil dilepaskan. Pemuda itu terbatuk-batuk seakan ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, dan saat Kazuki melemah Seizen menembak kekuatan spiritual hitam tapi seseorang menangkisnya.


Rahang Iblis itu mengatup lalu mengerang keras, tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya terlihat memutih. Sosok yang datang dihadapannya ini adalah yang paling tidak ingin dia lihat, apalagi setelah semua yang terjadi. "Kazuki, kamu bisa bangkit?" tanya sosok yang mengenakan hanfu merah itu tanpa mengalihkan pandangannya dari Seizen. Kazuki berdiri lalu melirik dia, Jingyi. 'Dia terlihat tidak senang saat Jingyi datang, Seizen mengenalnya?' batin Kazuki mengeluarkan dua pedang spiritual sekaligus.


'Atas semua yang terjadi dia justru menentangku, dia tidak akan pernah bisa menerima aku yang memperjuangkan ikatan ini lagi!' Seizen merapalkan mantra kuat, lubang hitam dengan gaya tarik yang maha dahsyat muncul ke permukaan menyerap segala sesuatu didekatnya termasuk Kazuki dan Jingyi.


"Yaaa, ini jauh lebih kuat dari lubang hitam milik Agon!" Kazuki berulang kali berteleportasi menjauh namun tarikannya seakan khusus untuknya, dia berulang kali hampir tersedot masuk, akhirnya dia hanya bisa bertahan menarik batang pohon besar didekatnya. "Seizen dia pria konyol, semua darinya terasa menyedihkan!" teriak Jingyi sembari menarik Kazuki dengan akar-akar yang mengikatnya.


"Ada apa dengan mereka berdua sebenarnya?" gumam Kazuki. Dia menggunakan jurus bayangan menyatukan seluruh bayangannya untuk menyerang hingga salah satu mengenai Seizen tapi, "Jurus bayangan sempurna." Seizen juga mampu menggunakan teknik ninja menghajar bayangan Kazuki lalu bayangan Iblis itu menghajar Kazuki yang asli.


Braagg


Jingyi tidak mampu menahan lebih lama terlebih lagi bayangan Seizen memotong akar miliknya dan menyerangnya, Kazuki hampir tertelan lubang hitam tanpa pegangan satu-satunya cengkraman yang menahannya yaitu teknik tangan besar tak terlihat.


"Sedikit lagi...," gumam Kazuki hampir keluar, "Tidak akan kubiarkan!" Seizen menutup lubang hitamnya perlahan, sembari menarik kepala Kazuki keluar agar dia tidak terhisap sepenuhnya dan kunci dinding spiritual masih ada.


"Teknik lubang hitam!" Suara benturan benda cair terdengar bersamaan ledakan di lubang hitam Seizen yang dihisap lubang hitam milik Kazuki, menghempaskan objek-objek yang tertelan tadi, angin panas berhembus keluar, akhirnya Kazuki pun terbebas. "Tidak mungkin!" sentak Seizen.


"Heh, aku tidak akan kalah, Seizen." Kazuki membantu Jingyi berdiri.


"Kunci dinding spiritualnya ternyata tidak ada padamu, BAGUS HAHAHA!" Seizen terbang melesat ke arah ibukota meninggalkan Kazuki begitu saja yang terkejut setengah mati, "Apa maksudnya kunci dinding spiritualnya tidak padaku!?" bentak Kazuki.


..."Maaf Kazuki, tapi aku lah yang membiarkan kunci dinding spiritual Yin tetap pada Putri Yi, sedangkan yang masuk dalam tubuhmu adalah spiritual hitam yang menyerangnya."...

__ADS_1


Tanpa suara Kazuki meninggalkan medan pertempuran untuk menyelamatkan Putri Yi entah di mana dia. Kazuki melewati pasukan kavaleri bantuan berjumlah ribuan yang baru tiba di gerbang mengagetkan kuda-kuda mereka saking cepat gerakannya. Hankyu milik Kazuki sudah menyala normal mengitari beberapa daerah namun nihil, tapi tidak disangka ujung matanya berhasil mendapatkan posisi Putri Yi yang berada dalam perjalanan menuju utara mengendarai kereta kuda dan tidak terlalu jauh.


Seizen sudah melayang terselimuti kabut malam tepat di atas kereta itu dengan mantra batu meteor membuat matanya merah darah. Penjaga tidak bisa melihat keberadaannya karena kabut tebal, namun hawa gelap Iblis itu memang tidak main-main menyeruak kedalam ruangan kereta.


"Bersiap-siaplah!" perintah pemimpin pasukan penjaga Putri Yi waspada. Yang mereka jaga dengan 30 prajurit terlatih itu ternyata tidak hanya Putri Yi namun juga Empress Xiang dan Putri selir kedua, Putri Yiran. Dalam perjalanan menuju provinsi Fu.


"Rasakan ini!" Batu meteor besar dijatuhkan Seizen membelah awan dan kabut, Kazuki melakukan teleportasi yang sangat jauh hingga dirinya berada di atas kereta kuda yang ukurannya berbanding jauh dengan batu meteor Seizen.


"Satu..., dua!" Kazuki melakukan transformasi putihnya menahan berat batu meteor yang jatuh cukup laju itu hingga kecepatannya berkurang namun dirinya hampir membentur kereta kuda Putri. Rambut hitam ninja itu tersingkap, Kazuki segera memerintahkan pasukan penjaga yang syok untuk tetap berjalan maju.


Seizen tidak tinggal diam, dia menyambar kan petir melalui meteor raksasa itu hingga menyetrum tubuh Kazuki. "Arrghh, cepat pergi!" Kazuki tidak akan pingsan semudah tadi, kesadarannya meningkat akibat petir Seizen namun gejolak spiritual hitam Seizen ditubuhnya juga semakin besar. Permukaan kulit Kazuki terselimuti kekuatan hitam, kekuatan hitam itu menyeruak sebagian Hankyu Kazuki yang semula berwarna merah hingga berwarna putih.


"Putri Yi tunggu jangan keluar," teriak dari arah bawah.


Putri Fangyin tidak menghiraukan panggilan sang ibu dan kakak ketiganya, netranya cukup kesulitan melihat Kazuki karena terhalang debu berterbangan, pemuda itu diselimuti hawa yang dulu menyelimutinya hingga sakit parah. Dia merasa harus menyelamatkan sang terpilih setidaknya membantu semampunya.


Prajurit penjaga mengelilingi Putri Fangyin yang sudah terbaca gerak-geriknya akan pergi, "Tidak Tuan Putri, ini berbahaya Tuan Putri lebih baik secepatnya masuk kembali ke dalam kereta. Pasukan spiritual akan mengaktifkan perisai pelindung pada kereta Tuan Putri," ujar si prajurit tapi, "Tidak, kalian semua bawa keretanya menjauh lalu pasanglah pelindungnya segera. Ini perintah," ujar sang Putri dengan hawa intimidasi besar, para prajurit dibawah batu meteor yang hendak jatuh itu tidak berani membantah. Namun tidak berani melaksanakan karena sedikit bertentangan dari perintah sang Empress.


Di atas sana Kazuki tengah menahan batu meteor sekuat tenaga sampai-sampai jari-jari berkedut.


"Kazuki lempar lalu tinju saja batunya, Empress dan pasukannya sudah memasang pelindung."


Tanpa membalas ucapan Agon Kazuki mengangkat bongkahan itu lalu meninjunya sekali dengan energi yang dihasilkan sangat kuat menghempaskan kabut disekelilingnya termasuk Seizen. Pecahan batu berukuran sedang pun berjatuhan dari langit menghantam tanah dengan keras menimbulkan suara menggema di daerah tersebut. Kazuki berbalik ke bawah agar tidak tertimpa pecahan batu, menyadari ada seseorang yang tidak terlindungi dan dalam posisi terbuka di bawah. Segera ninja itu mendatangi si gadis bercadar dan menanyainya, "Apa yang sedang kamu lakukan di sini, di sini berbahaya. Kenapa kamu tidak ikut mengungsi di tempat pengungsian? Kamu bersama rombongan Empress tadi?" cercaan Kazuki tak satupun di balas oleh gadis itu, netra malah memandangi dibalik pecahan batu, berusaha menghindari kontak mata. Suara yang sama menanyainya seperti insiden kereta dulu. Lagi-lagi dirinya disuruh mengungsi oleh pemuda ini.

__ADS_1


"Kazuki!" Seizen melesat dengan kakinya yang menghantam tanah karena Kazuki bereaksi lebih cepat dengan teleportasi ke cekungan tebing.


"Sial, dengar aku akan memanggil burungku dan kamu akan diantar olehnya ke tempat pengungsian, ya. Jangan-"


Braagg


Tebing seketika hancur hanya dengan depakan kaki kanan Seizen. Kazuki semakin kesal karena masalahnya dengan iblis itu tak kunjung selesai, Seizen sangat kuat kulitnya bahkan tak tergores sama sekali layaknya patung besi Kaisar Gaozo di pelataran Istana Kekaisaran.


"Kurasa kau tidak bisa bertarung tanpa melibatkan wanita ya, pria yang gagal dalam percintaan," ejek Kazuki tanpa tahu apakah tebakannya benar atau salah. Rencana memprovokasi Seizen adalah agar iblis itu segera menunjukkan kekuatan maksimalnya dan dia bisa mengakhiri ini semua dengan segera. Dari asumsinya setelah mengamati Seizen dan Jingyi mereka berdua kemungkinan memiliki hubungan di masa lalu.


"Apa yang kamu tahu?" Tidak disangka kecepatan gerak Seizen dapat meningkat pesat. Dengan kaki kanannya Seizen berteleportasi menendang Kazuki ke atas kemudian menghantamnya kuat ke tanah, hingga memastikan Kazuki tidak bangkit kembali.


"Kamu tidak akan pernah bisa mengerti diriku, sama seperti dua orang tua bodoh mu itu. Mereka yang menciptakan kesalahan, aku yang dinyatakan bersalah. Hukum di dunia ini memang tidak adil." Seizen mendatangi putri Fangyin yang terpojok di cekungan tebing sendiri. Kekuatan spiritual putri masih belum pulih total dan dia meninggalkan senjatanya di Istana.


"Yin'er bertahanlah!" teriak sang Empress keluar kereta menggunakan teknik spiritualnya terbang menyerang Seizen bersama prajurit penjaga. Serangan demi serangan ditimpa oleh perisai pelindung Seizen, tidak terasa apa-apa baginya.


"Aku hanyalah pria sejati yang menunjukkan bukti nyata tekadku kepada gadisnya. Sesederhana itu, namun para Dewa tidak berguna merusak segalanya, hanya karena aku tidak berasal dari tempat di mana aku lahir!" murkanya.


Tawa sinis diperlihatkan iblis itu pada sang putri, "Apa dia berharga bagimu Kazuki, beritahu aku!" tangan Seizen menyentuh cadar putri Fangyin namun sedetik kemudian.


DUAARRR


"Ck, sial." Seizen menjauh ketika Kazuki ternyata masih sadar menghadangnya dengan pakaiannya yang sudah hilang sebagian atas. Kazuki melepas sarung tangan yang menutupi tangannya yang kanan hitam dan kiri putih.

__ADS_1


"Sini maju kau Seizen, adu tinju denganku, biar Aku tunjukkan padamu siapa pria sejati di antara kita."


__ADS_2