
Malam hari berbintang yang bertaburan luas di langit kediaman Perdana Menteri. Dua orang pria bangsawan tengah berbincang-bincang mengenai keadaan istana dalam Kekaisaran Yan yang sedikit oleng. Insiden tempo hari adalah sesuatu yang mengejutkan. Beberapa perwakilan tiap provinsi dan kerajaan di Kekaisaran Yan diundang oleh perdana menteri karena diadakan rapat. Rapat itu diadakan 5 hari lagi bertepatan dengan kelanjutan pengumuman pemenang sayembara bunga istana. Sangat disayangkan tujuan Kaisar Gaozo meningkatkan semangat rakyat Yan setelah masa-masa berat harus menjadi seperti ini. Namun perdana menteri tidak tinggal diam. Dia seperti mencium aroma pengkhianatan dari istana dalam yang itu berarti seorang penghianat bersembunyi di kekaisaran.
"Kaisar sudah terlalu lengah. Aku berdiskusi dengan Tuan-Tuan menteri lainnya. Mereka semua hampir setuju ketika seorang Menteri mengajukan pemerintahan ibukota hendak diserahkan sementara padaku. Tentu saja aku menolak. Beban yang kuangkat sudah cukup banyak. Apalagi dengan semua ambisi ini." Senyuman terpatri di wajahnya. Pria berkulit gelap di sampingnya menyerahkan sebuah gulungan. Perdana Menteri memeriksa isinya dan tersenyum bahagia. Dia menyuruh pria itu untuk pergi beristirahat, kemudian meminum secangkir arak yang dituangkan istrinya.
"Semua ini tidak pernah semudah ini istriku," ucapnya kepada wanita satu-satunya dalam hidupnya.
"Tentu saja suamiku."
\=\=\=\=\=\=
"Dimana bocah itu. Bawa dia keluar atau aku akan menghancurkan akademi ini!" teriak seorang pria berjubah mewah dengan kumis panjang. Dibelakangnya seorang pemuda gempal pemimpin geng pembully tertawa sinis.
"Rasakan kamu Ishi, kamu tidak akan selamat!" Ujar pemuda itu.
"Tuan Menteri mohon tenanglah hari ini akademi sedang mengadakan tes. Sehingga interupsi sangat dilarang oleh kepala sekolah kami," ucap Guru Tian menghalanginya masuk.
"Hah minggir! Mau ku panggil hewan spiritual ku? Kou akan mati tercabik-cabik," ancamnya. Hatinya sudah gelap karena luka harga diri.
"Maafkan saya tuan Menteri tapi bila saya boleh tahu apa permasalahan akademi dengan anda?" tanya guru Tian mengalihkan fokus.
Tuan Menteri pun melirik putranya kemudian menjelaskan kepada guru Tian, masih dengan ekspresi tak bersahabat. "Muridmu yang bernama Han Ishi sudah melakukan penghinaan kepada putraku. Dan aku sebagai ayah tidak terima itu!" Guru Lee ingat tentang hal itu, permasalahan yang sebenarnya juga merupakan kesalahan putra gempal nya.
"T-tapi putra anda juga salah..." ujarnya seberani mungkin.
"Apa?!"
"Hii.." Guru Tian bersembunyi di belakang guru Lee dan pengurus akademi yang baru tiba.
"Ada apa ini guru Tian? Tuan Menteri anda berkunjung kemari?" Guru Tian dan pengurus akademi melakukan hormat. Pria itu terlihat semakin percaya diri.
"Begini pengurus Jing. Putraku ini telah mendapatkan perlakuan tidak baik dari salah seorang muridmu. Dan saya sebagai ayah yang baik tentu tidak bisa mentolerir hal tersebut. Namanya Han Ishi, bisakah Tuan Jing melakukan penghukuman padanya, kalau bisa yang membuatnya jera?!" Tuan Jing yang mendengar hal tersebut melirik guru Lee dan Tian. Guru Tian mengangguk dan menggeleng, sedangkan guru Lee mengedikkan bahunya. Tuan Jing sudah cukup paham permasalahannya.
__ADS_1
"Saya sangat menghormati Tuan Menteri ini, namun yang bersalah di sini bukan hanya Han Ishi tapi putra Tuan Menteri juga." Menteri yang mulanya merasa menang langsung terkejut. Perasaannya mulai tidak enak.
"Maksud Tuan Jing?" tanyanya meminta penjelasan.
"Putra anda lebih tahu permasalahannya," ujar Tuan Jing membuat tuan Menteri menatap putranya penuh tanda tanya. Pemuda gempal itu terlihat panik, dia berusaha menjelaskannya dengan sedikit mengubah cerita. Tuan Menteri pun berpikir jika tak mungkin putranya ini berbuat jahat, namun tak mungkin juga pengurus akademi berbohong.
Di saat itu Kazuki keluar dari akademi karena pelatihannya sudah selesai. Pemuda itu mendekati kerumunan kecil di sana.
"Ada apa ini Tian-sensei?"
"Ha! ayahanda dia lah yang telah menamparku berkali-kali!" Tuan Menteri mendatangi Kazuki. Tangannya melayangkan tamparan namun dengan mudah Kazuki menahannya.
"Kamu, apa yang kau lakukan?!"
"Saya yang seharusnya bertanya demikian. Ada apa ini?" Kazuki melirik si pemuda gempal dan berspekulasi. "Oh anak yang mengadu pada ayahnya?" Semua orang terkecuali pengurus akademi terkejut mendengar ucapan gamblang tersebut.
"Dengar ya ayahanda tuan muda di sana. Kejadiannya terjadi di kelas. Waktu itu saya adalah murid baru yang terkena tamparan sepiring tepung dari putramu. Dia sendiri berkata bahwa ... Hahaha itu sangat pantas di mukamu guru! Saya hanya tidak terima guru saya akan diperlakukan demikian. Jadi saya membalasnya sedemikian rupa. Apa Tuan Menteri setuju seorang guru diperlakukan demikian. Tenang saja tuan Menteri jika anda tidak percaya maka seluruh teman kelas saya adalah saksinya, kan?" jelas Kazuki lalu menengok kebelakang dengan wajah menyeramkan di mana murid sekelasnya baru saja keluar. Mereka semua mengangguk setuju.
Plak
"Siapa yang mengajarimu untuk berbohong dan tidak menghormati guru? Jawab!"
Plak
"Ayahanda kenapa lebih mempercayai perkataannya?! Aku putramu!-"
Plak
"Dasar anak tak tahu di untung! Kenakalanmu lah yang mempermalukan ayah! Apa yang mau kamu cari dari semua ini?!"
Plak
__ADS_1
"Anu tuan Menteri ... Tuan!" panggil Kazuki pada pria berumur yang sudah naik pitam itu.
"Lebih baik anda membawanya pulang saja. Kurang baik melakukannya di sini," ujar Kazuki melirik murid sekelasnya.
"Huh, Tuan ini telah salah. Kuharap kamu memberikan maaf. Saya pamit dulu, Tuan Jing Guru Lee dan Guru Tian." Hormatnya kemudian berlalu pergi meninggalkan putranya yang diam saja.
'Hm, seorang Menteri hormat kepada guru yang secara etiket Kekaisaran pangkatnya di bawah para Menteri. Jangan-jangan guru-guru ini adalah sesuatu," batin Kazuki.
"Dasar pria tua Bangka! Tahunya hanya main wanita sok mengatakan telah mengajariku sesuatu!" teriak si pemuda gempal dia meronta-ronta seperti orang kesurupan. Semua orang mendadak takut ketika melihat perubahan fisik pada pemuda itu. Tubuhnya membesar dan berubah menyerupai iblis. Entah mungkin karena tidak mampu menahan arus ki yang sangat kuat di dalam tubuhnya pemuda itu terengah-engah kemudian meledak.
DORRRR
"A-apa yang baru saja terjadi?!" gumam Kazuki yang terkena cipratan darah cukup banyak.
"Tuan Jing, ini seperti..."
"Iya. Aku tidak menyangka dia akan muncul lagi secepat ini." Kazuki yang mendengar percakapan pengurus pun bingung.
"Apa yang muncul? Pengurus Jing apa yang terjadi pada si gempal itu?" Para guru saling pandang kemudian menjelaskan jika itu adalah reaksi tiap orang yang telah meminum darah Seizen. Iblis manusia yang telah mencapai keabadian surgawi.
"Apa?! Lagi-lagi dia ... sebenarnya dia ada rencana bangkit dari kubur, ya?!" heran Kazuki.
Pengurus Jing mengkoordinasi kan para guru untuk meningkatkan waspada. Kejadian barusan harus dilaporkan segera ke pada para Jenderal untuk ditindak lanjuti.
"Ck andaikan kultivasi ku lebih tinggi aku pasti bisa mengalahkan para iblis."
"Para iblis tidak ada yang menampakkan diri, Ishi. Kecuali para manusia yang diperbudak hawa nafsunya. Dan juga kultivasi hanya akan menambah usiamu. Bukan kekuatanmu!" ujar guru Tian mengejutkan Kazuki.
"Lah, lalu orang-orang yang bisa terbang dan mengendalikan pedang?!"
"Mereka adalah seorang spiritualis."
__ADS_1
"JADI SELAMA INI AKU SALAH MENGATAKAN SESUATU YANG KU MAKSUD?!"