
"Aku adalah roh spiritual, juga ... seorang siluman hewan spiritual." Kazuki dan Qixuan tidak langsung bereaksi namun mereka berpikir sejenak.
"Roh dan hewan ... Apa berbeda? Lantas...." Qixuan menepuk keningnya pelan. Kazuki mungkin hebat mengenai kekuatan, kalau tentang pengetahuan jangan dibicarakan.
"Roh spiritual itu sudah jelas berbeda dengan hewan spiritual. Namanya juga satunya roh, satunya hewan ... tunggu, lalu kenapa kamu mengatakan kedua-duanya?" akhirnya Qixuan mengerti maksud pernyataan Kazuki.
Jingyi menunduk dan mengusap telapak tangannya gugup, "Itu karena aku adalah seorang kultivator yang dihukum oleh Dewa ..." ujarnya.
"Apa?! kultivator, dihukum Dewa? Mengapa?" Jingyi menolak menjawab beruntun Qixuan dengan beralasan itu tidak penting. Kemudian wanita itu menunjukkan wujud silumannya.
Burung aneh memiliki sayap lebar berbulu merah dengan aura spiritual api yang pekat, dua remaja akhir itu belum pernah melihat hewan spiritual seperti itu sebelumnya. Namun karena Jingyi mengatakan jika dia adalah siluman hewan spiritual jadi mereka tidak banyak tanya lagi.
"Kamu pasti mengatakan ini semua karena suatu alasan..." tebak Qixuan yang diangguki Kazuki. Jingyi mengangguk berubah ke wujud manusia semula, "Karena kegelapan sudah memulai pergerakan nya."
"Jadi, kamu tahu sosok hitam yang menyerang kami?" tebak Qixuan. Jingyi mengangguk, "Mahluk itu keluar dari gua yang tempatnya tidak jauh dari sini. Sebenarnya mahluk itu adalah Seizen yang terbebas dari penjara alam bawah yang berada di dua benua," ungkapnya.
"Seizen?! Pantas saja aura hitamnya sangat pekat." Jingyi menatap Kazuki.
"Penjara alam bawah di dua benua?" tanya Qixuan, Jingyi menceritakan jika nenek moyang mereka sudah menyembunyikan kebenaran terlalu banyak.
"Tidak ada yang namanya dunia lain, yang ada hanya dua benua besar yang terpisahkan dinding spiritual. Kazuki, aku tahu kamu adalah pelintas dinding spiritual. Dan itu sebenarnya membuat penjara alam bawah semakin retak," ungkap Jingyi. Kazuki bingung dari mana wanita itu mengetahui rahasianya.
Qixuan melempar tanda tanya kepada Kazuki. Pemuda itu pun merasa jika sampai di sinilah rahasia ninjanya akan tersimpan. Perlahan dia mengungkapkan rahasia yang disembunyikannya selama ini.
"Aku sebenarnya adalah seorang ninja dari dunia lain... maksudku benua lain. Namaku Ishikawa Kazuki, bukan Han Ishi. Maaf membohongimu Qixuan, aku benar-benar punya alasan." Qixuan memalingkan wajahnya.
"Siapa yang peduli kamu jujur atau tidak," ujarnya dingin.
__ADS_1
Jleb
"Ya, lalu kamu sampai kemari. Sebenarnya itu adalah takdir. Aku yakin Dewa ingin dirimu yang menghentikan Seizen mencapai egonya. Menyatukan dua benua yang terpisah," ujar Jingyi.
"Memangnya apa yang terjadi jika benuanya bersatu. Maksudmu benuanya tidak saling bertabrakan, kan?" tanya Qixuan berasumsi.
"Tidak. Tapi jika dinding spiritual nya hancur maka ... aku tidak tahu akan seburuk apa. Namun nenek moyang kita yang menggunakan energi roh spiritual nya untuk membangun dinding itu pasti punya alasan kuat. Intinya Kazuki kamu harus menghentikan Seizen, cara satu-satunya adalah dengan menusuknya menggunakan pedang Naga Abadi, memenjarakan jiwanya ke penjara alam bawah. Lagi-lagi nenek moyang yang menggunakan roh spiritual nya untuk menciptakan benda itu. Semua ini demi mencegah para perusak dinding spiritual!" Kazuki menelisik mata Jingyi, wanita itu tidak seperti berbohong. Tapi itu juga berarti jika ini bukan pertama kalinya ada seseorang yang berusaha menghancurkan dinding spiritual.
Kazuki memantapkan pemikirannya kemudian mengangguk. Sekarang dia tahu jika dunianya hanya berada di balik dinding. Mungkin tidak akan terlalu sulit untuk melintasinya, lagipula masalahnya dari awal ada pada Seizen. Jika dia tidak bisa memanggil Yakunin Ninja untuk membantu, maka dirinya sendirilah Yakunin Ninja yang akan menghentikan Seizen.
"Sebagai bantuan yang mungkin berguna, mari kita buat kontrak darah Kazuki."
"Huh?" Tanpa menunggu reaksi pemuda itu Jingyi mengambil sebilah pisau di atas meja kayu lalu mengiris kecil telunjuk tangan kanan pemuda itu.
"Ack..."
"Cepat ucapkan mantranya!" Bentak Qixuan tak sabaran.
"A-aku mengontrak mu menjadi hewan spiritual ku!" Kazuki pun berfokus mengalirkan Ki nya dan Jingyi mengalirkan energi spiritual roh nya. Tak begitu lama proses selesai, tanda hewan kontrak muncul di leher Jingyi. Wanita itu tersenyum puas kemudian lenyap begitu saja dari hadapan mereka.
"Kemana dia?" tanya Kazuki kebingungan.
"Entahlah mungkin masuk kedalam dirimu. Ayo berangkat, kou sudah baikan," ujar Qixuan ketus.
"Tunggu, aku kan...lah, iya kenapa tiba-tiba tubuhku terasa sehat bugar." Qixuan menjulingkan mata lelah akan kelemotan otak Kazuki.
"Tentu saja karena energi mu kini satu kesatuan dengan hewan kontrak spiritual mu!" ujar Qixuan lelah meninggalkan Kazuki yang memastikan tubuhnya.
__ADS_1
"Oh, baiklah, Pedang Naga Abadi, aku akan mendapatkan mu!"
\=\=\=\=\=\=
"Lapor yang mulia bukti yang di dapatkan sama persis dengan kesaksian pria itu. Tidak salah lagi..." Putri Fangyin yang duduk di sebelah Empress Yan yang baru yakni ibunya, permaisuri Xiang tidak dapat menahan keterkejutannya. Kerajaan dalam ketidakstabilan setelah kematian Kaisar Gaozo. Penyelidikan pembunuhan kaisar masih berlanjut hingga detik ini.
Sang putri beranjak dari kursi, hormat kepada Empress ibunya kemudian keluar ruangan. Dia merasa badannya tidak sehat. Putri Fangyin pergi ke kediamannya menahan sesak di dadanya, "Kenapa ... huh, bukannya kamu yang terpilih sudah berjanji...,"
Brak
Setelah menggumamkan kata itu putri Fangyin terjatuh pingsan di tempat, "Tuan putri Yi!" para pelayan yang tak jauh dari posisi putri langsung membawa gadis yang pingsan itu ke dalam biliknya.
Suhu tubuhnya tiba-tiba panas, demam tinggi. Pelayan yang panik segera memanggil Putri Qiaofeng dan tabib agar dapat memeriksa dan menyembuhkan sang Putri. Permaisuri Xiang yang mendengar berita itu merasa aneh sekaligus khawatir, dia menjenguk putrinya yang bersama dengan tabib dan Putri Qiao, "Bagaimana keadaan Putri Yi?"
"Demamnya tidak mau turun ibu. Putri ini harus bagaimana hikss..." Permaisuri berusaha menenangkan putrinya yang menangis.
"Ini adalah serangan spiritual Empress Xiang. Namun sayang kultivasi putri Yi tak cukup kuat menahan energi asing yang menyerangnya. Kita membutuhkan paling lemah kultivator spiritual tingkat langit abadi, Empress Xiang," ujar tabib yang selesai memeriksa keadaan putri Yi.
"Prajurit pergi carikan di seluruh penjuru negeri jika perlu, siapapun yang bisa menyembuhkan putriku, dengarkan ... Kultivator spiritual medis tingkat langit abadi. Paham?!" Empress menggigit bibir dalamnya risau. Kultivator tingkat bumi abadi saja sudah jarang ditemukan. Apalagi kultivator spiritual langit abadi. Batinnya berharap semoga dewa menyembuhkan putrinya dengan keajaiban spiritual.
"Baik Empress Xiang. Tapi, obat atau tanaman obat?" tanya prajurit memastikan.
"Obat atau tanaman obat sekalipun."
"Baik, Yang mulia Empress!"
'Putriku, sebenarnya siapa yang melakukan semua ini kepada keluargaku. Apa yang terpilih....'
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=